Foto Tante Girang

Cerita Sex – Mbak Dina Makin Liar..

Pengalaman yang aku alami sendiri dan menjadi fantasiku seksual sampai sekarang ini, awal ceritanya saat aku berkunjung di rumahnya kakak iparku dengan istri dan anakku, karena aku ingat hari itu ada hari libur panjang jadi kami sekeluarga pergi di daerah kebayoran di rumahnya Mbak Dina, perlu diketahui mbak Dina adalah kakak kandung dari istriku.

Mbak Dina adalah kakak kandung istriku yang sangat aku cintai. mbak Dina adalah anak tertua di keluarga istriku, sedangkan istriku adalah anak kedua. sudah setahun yang lalu mbak Dina cerai dengan mas Gunawan (nama dirahasiakan), suaminya.

Akibat permasalahan ekonomi yang tak kunjung selesai. kini, mbak Dina harus berjuang merawat dan membesarkan anak semata wayangnya seorang diri. menjadi orang tua tunggal yang kuat. hari ini kami sekeluarga berniat mengadakan acara makan siang bersama dirumah mbak Dina. Nita (nama dirahasiakan) istriku, sejak pagi sudah sibuk berbelanja kebutuhan untuk makan siang dirumah mbak Dina.

singkat cerita, kami sekeluarga telah sampai dirumah mbak Dina. seperti biasa, keramahan mbak Dina membuat kami betah berlama-lama dirumahnya. kakak ipar yang kuat, teguh pendirian dan baik hati, itulah mbak Dina. acara makan siang bersama telah kami lewatkan.

Kini kami mengobrol santai diruang tamu. anak-anakku akrab bermain di halaman belakang dengan anak mbak Dina. wajahnya yang cantik dan hatinya yang baik membuat mbak Dina banyak dipinang pria mapan. namun, mbak Dina selalu menolaknya. entah apa alasan beliau, aku tak ikut campur terlalu jauh.

aku Dani (nama dirahasiakan), seorang akuntan disebuah perusahaan di jakarta. sedangkan Nita istriku, adalah seorang dokter disebuah rumah sakit di selatan kota jakarta. kami hidup bahagia. tak pernah ada masalah berat yang menimpa keluarga kami. aku pun sangat beruntung mempunyai istri cantik dan berprofesi dokter. mbak Dina adalah seorang karyawan swasta disebuah perusahaan ekspor impor dijakarta.

sedang asik mengobrol diruang tamu. tiba-tiba handphone milik istriku berdering…

“halo…iya…lho? kan saya lagi libur, lagi nggak jaga…terus? iya iya…oooh…iya iya, 15 menit saya sampe!”

penggalan pembicaraan istriku dengan seseorang yang meneleponnya. aku penasaran luar biasa, wajah istriku mendadak panik.

“pah, ada panggilan mendadak dari rumah sakit. anterin aku yuk ke rumah sakit” pinta istriku.

“lho? kan kamu libur. emangnya dokter jaganya kemana? tanyaku.

“dokter jaganya dapet musibah. ibu mertuanya meninggal. ayo pah!”

“trus anak-anak gimana nih? masih pada betah main”

“yaudah, papah anter aku aja ke rumah sakit. biar anak-anak main dulu disini. kan ada mbak Dina”

“iya, nggak apa-apa anak-anak disini. nanti aku yang jaga” sambung mbak Dina.

aku pun mengantar istriku. tak sampai setengah jam aku sudah tiba dirumah sakit mengantar istriku.

“habis ini kamu kerumah mbak Dina aja ya. jemput anak-anak” kata istriku dengan tergesa-gesa membuka pitu mobil.

“iya, kamu hubungi aku kalau sudah selesai. nanti aku jemput” lanjutku.

“iya. kamu hati-hati bawa mobilnya”

istriku meninggalkanku. aku memacu mobilku menuju rumah mbak Dina. sesampainya disana, mbak Dina sedang membereskan piring-piring kotor bekas kami makan siang tadi. anak-anakku pun masih asik bermain di halaman belakang dengan anak mbak Dina.

“Nita pulang jam berapa nanti?” tanya mbak Dina kepadaku.

“aku kurang tau mbak. nanti Nita yang hubungin aku kalau udah selesai” jawabku.

“kamu mau makan lagi Dan?”

“nggak usah mbak. ini aja masih kenyang kok. mau aku bantu mbak?” aku menawarkan diri membantu mbak Dina mencuci piring.

“nggak usah. kamu temenin anak-anak aja main”

“nggak apa-apa kok mbak” aku mengambil sebuah piring. mengusapnya dengan spon yang berlumuran sabun. dan mencucinya.

hanya obrolan ringan dengan mbak Dina saat mencuci piring. dan tak banyak yang aku tanyakan.

praaaanggg… tiba-tiba aku menjatuhkan sebuah piring besar. tanganku tak kuat memegangnya. pecahan piring berhamburan dilantai. aku membereskan pecahan tersebut dibantu oleh mbak Dina. tanpa sengaja kaki mbak Dina menginjak serpihan piring yang pecah.

Telapak kakinya berdarah. membuat garis luka di telapak kakinya. ia meringis. segera kuambil kotak obat yang berada di atas kulkas. kubantu mbak Dina mengobati lukanya. memberi sedikit obat luka dan menambalnya dengan hansaplast. karena lukanya yang cukup besar dan dalam, mbak Dina aku bantu berjalan menuju ruang tengah.

“pelan-pelan mbak. maafin aku ya, gara-gara aku mbak sampai luka gini”

“udahlah Dan, namanya juga musibah”

“mbak yakin mau istirahat diruang tengah?”

“iya, sambil temenin kamu ngobrol. emang kenapa Dan?” tanyanya.

“aku kirain mbak mau istirahat dikamar. aku tau mbak capek trus butuh istirahat”

“emang sih. akhir-akhir ini mbak capek banget Dan. kerjaan dikantor numpuk, belum lagi masalah keuangan”

“mbak harus jaga kondisi tubuh mbak. jangan di porsir mbak. sekarang aja mbak keliatan pucet (pucat)”

“yaudah, bantu mbak jalan ke kamar Dan”

aku memapah mbak Dina jalan menuju kamarnya. kamar besar dengan ranjang yang juga besar. terlihat nyaman bila ditiduri. sebuah lemari baju yang cukup besar, serta meja rias dengan cermin ekstra lebar. kamarnya rapi dan wangi. penataan lampu tidur dan lemari-lemari kecil sungguh serasi.

Ditambah dengan paduan cat berwarna cream. mbak Dina kutuntun ke atas ranjangnya. agak kuran sopan sebenarnya. namun aku sangat peduli kepada kakak iparku yang satu ini. kakinya kunaikkan keatas ranjang. dan ia berbaring.

“kamu temenin mbak disini aja Dan!” mbak Dina meraih tangank ketika aku hendak keluar kamarnya.

“aku nggak enak mbak kalo nemenin mbak disini. nanti apa kata tetangga kalo liat kita berdua”

“disini semua orang cuek dengan lingkungan mereka. temenin mbak disini ya”

“bener nggak apa-apa mbak?” tanyaku.

“nggak apa-apa. yang penting kita nggak ngapa-ngapain kan”

“mbak, gimana si Ilham (nama dirahasiakan) sekolahnya? lancar?” aku memulai obrolan.

“lancar. kemarin dia dapet juara lomba puisi”

“bagus donk! kalo kerjaan mbak sendiri lancar?”

“aduuuhh, jangan ngomongin kerjaan deh. mbak lagi nggak mood. mbak butuh refreshing”

“ooh, butuh refreshing?”

“iya, mbak pusing banget Dan. butuh banget refreshing”

“minggu depan ikut acara kantorku aja mbak. mau ngadain jalan-jalan ke anyer”

tiba-tiba mbak Dina mendekat kearahku. tangannya meraba-raba pahaku. aku menepis tangan mbak Dina. tingkahnya aneh. tangannya terus meraba-raba pahaku. aku salah tingkah.

“mbak, jangan kayak gini mbak” kembali kutepis tangannya.

namun mbak Dina makin makin liar. tangannya terus meraba-raba. kali ini ia sudah berani meraba pangkal pahaku. aku kembali menepisnya. dengan sedikit kasar. namun mbak Dina makin membuatku terhenyak. ia memelukku erat. dan menangis.

“mbak nggak sanggup Dan. mbak mau mati aja rasanya” ia menangis meraung-raung sambil memelukku erat.

“sabar mbak sabar. ini cobaan dari Tuhan” aku menenangkan.

“mbak mau mati…”

“mbak, jangan ngomong gitu ah! semua ada hikmahnya mbak”

“tolongin mbak Dan. tolongin mbak”

“iya mbak. aku tolongin. tolong apa mbak?”

mbak Dina melepas pelukannya. pipinya basah oleh air mata. semburat kecantikannya terlihat jelas. aku sungguh menyayangi kakak iparku ini. matanya masih mengeluarkan air mata. ia masih menangis. kemudian ia mencium bibirku. aku kaget bukan kepalang. aku melepaskan ciuman mbak Dina.

“mbak, jangan begini mbak”

“tolong mbak Dan..”

“iya, tolong apa?” tanyaku bingung.

kemudian mbak Dina kembali mencium bibirku. tangannya melingkar dipinggangku. mencengkram kuat pinggangku. ia melumat bibirku buas. aku hanya diam tak membalas ciumannya. aku melepaskan ciuman mbak Dina.

“mbak, aku ini adik ipar mbak. jangan kayak gini mbak”

tak ada sepatah kata dari mbak Dina. ia hanya diam, kemudian kembali menciumku. tangannya memainkan puting kecilku. aku terangsang. penisku tegang seketika. aku tak tahu harus berbuat apa. aku bingung.

Mbak Dina makin liar. tangan kanannya memainkan putingku, dan tangan kirinya meraba-raba pangkal pahaku. aku terangsang, kali ini benar-benar terangsang. otakku mencerna kemauan mbak Dina. IA HANYA INGIN BELAIAN SEORANG PRIA. bathinku berkecamuk, antara nafsu dan statusku sebagai adik iparnya. namun tangan mbak Dina benar-benar lihai meraba-raba titik hasrat seksualku. akhirnya, aku pun membalas ciumannya.

tak lama kami berciuman. tangan mbak Dina sudah membuka kancing celana jean’s-ku. merogoh isinya. wajahku merah padam. aku direbahkan diranjang besarnya. pintu kamar sudah tertutup rapat dan terkunci.

Aku tak berani melihat wajah mbak Dina yang cantik. kuakui, mbak Dina memang cantik. penisku tegang tinggi. batangnya mengeras. mbak Dina hanya melontarkan senyum. dengan sigap ia melumat penisku dengan mulutnya.

BUAS. LIAR. NAKAL. lidahnya lincah, bibirnya nakal. dan tangannya aktif mencengkram batang penisku. kini aku sudah tak berpakaian alias bugil.

Aku masih terlentang dengan penis tegang. mbak Dina didepanku, memamerkan tubuh indahnya. ia telah melupakan rasa sakit dikakinya akibat tergores pecahan piring. dengan perlahan membuka kaus yang ia kenakan.

Melepas bra. dan dua gundukan payudara yang masih kencang dengan puting kecoklatan yang sangat menggairahkan. payudara bulat, dengan ukuran tak besar. membuat hasratku meninggi. kemudian, dengan perlahan ia membuka resleting rok yang ia kenakan. kali ini ia berdiri didepanku. tubuhnya indah semampai. walaupun tak terlalu tinggi, namun kemolekkan tubuhnya sangatlah menggoda. lekukan pinggulnya yang eksotis.

Kulitnya yang putih bersih bak bintang porno jepang. aku benar-benar berhasrat. bulu halus dan sedikit menghiasi daerah kewanitaannya.

ia kembali menunduk melumat penisku. aku merasakan nikmat. dua buah testikel-ku pun dilumatnya. tubuhku menggelinjang kenikmatan. lidahnya lihai mengeksplor penisku. hingga penisku benar-benar basah. aku tak tahan dengan godaan payudara mbak Dina.

Aku bangun dan menindih tubuh mbak Dina. ia hanya tersenyum nakal. kulumat puting kecilnya. meremas-remas payudara mbak Dina. matanya terpejam, desahannya terlontar. lidahku pun tak kalah lihai, memainkan puting mbak Dina.

Dia terlihat sangat berhasrat. lidahku perlahan menuju vagina. dengan jilatan romantis, sedikit demi sedikit menurun. hingga sampai klitorisnya. bulunya tak lebat. kujilat perlahan klitorisnya, ia mendesah. kini sudah kulumat vaginanya. dan desahannya makin sering.

tak sabar ingin kubenamkan penisku kedalam vaginanya. mbak Dina membuka pahanya lebar. vaginanya melambai memanggil penisku. senyuman nakal kembali terlontar dari bibirnya. aku tak malu lagi. wajahku tak merah padam lagi.

Kini nafsu merajai diriku. nafsu menguasaiku. mbak Dina terlentang dengan paha terbuka lebar. penisku sudah siap memasuki relung vaginanya. dengan sedikit gesekan-gesekan dimulut vaginanya. kemudian dengan perlahan namun pasti kumasukkan penisku kedalam vagina mbak Dina.

Matanya terpejam. meringis. bibirnya digigit. tangannya meremas sprei. sedikit demi sedikit penisku sudah melesak masuk kedalam vagina mbak Dina. hangat.

dengan irama yang seksama kumainkan penisku. maju mundur. menari didalam vagina mbak Dina. awalnya ia merintih, namun kali ini desahan yang sering terlontar dari mulutnya. pinggulku maju mundur. penisku masuk dan keluar.

Dengan tempo yang cukup santai. aku benar-benar menikmati permainan dengan mbak Dina. wajahnya nakal. senyumnya menggoda. dan desahannya membuatku makin berhasrat. tanganku meremas payudaranya. jariku memainkan putingnya.

Sungguh nikmat vagina mbak Dina. kakak iparku ini sangat pintar merawat daerah kewanitaannya. peluh telah membasahi dahiku. hembusan AC tak terasa.

tempo kupercepat. goyangan pinggulku makin kencang. penisku masuk dan keluar menghujam vagina mbak Dina. suara yang timbul akibat hentakan membuat susana makin panas. remasanku makin kuat pada payudaranya.

Sesekali tak kulewatkan menjilati putingnya. menghisap putingnya. dan menggigit putingnya. mbak Dina hanya mendesah merasakan nikmat. peluh juga membasahi dahinya.

“mbak aku mau ke..ke..keluar”

“keluarin didalem aja Dan. nggak apa-apa kok”

Dengan beberapa hentakan kuat, panisku menyemburkan air mani didalam vagina mbak Dina. satu teriakan tak kuat keluar dari mulutnya.

Vagina mbak Dina banjir oleh air maniku. rasanya sungguh nikmat. rasanya sungguh indah. tak bisa dibayangkan. terus kupompa air maniku, ku tak ingin menyisakan satu tetes pun. kumuntahkan semua air maniku didalam vagina mbak Dina. rasanya sungguh luar biasa.

setelahnya, aku mandi bersama dengan mbak Dina. kembali bercinta dikamar mandi. aku tak ingat anak-anakku. aku tak memikirkan istriku. aku hanya ingin bercinta dengan mbak Dina.

setelah kejadian hari itu, kini mbak Dina tak segan mengundangku untuk berkunjung kerumahnya. tentu saja tujuannya hanya satu “BERCINTA”. kami sepakat bahwa hubungan kami hanya sebatas pelepasan hasrat seksual semata, tak lebih. sampai detik ini pun istriku tak mengetahuinya. biar kisah ini kusimpan dalam-dalam. hanya aku dan mbak Dina yang mengetahuinya.

Cerita Sex – Bibi Sasti Cantik Bikin Horny..

Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalamanku saat melakukan sex, saat itu aku masih kecil dan masih duduk di bangku SMP dimana aku sering baca majalah porno bareng teman temanku dan kita saling pinjam satu sama lain jika ada yang baru, saat melihat gambar gambar bugil di suatu majalah burungku terasa keras dan tegang .

Aku adalah anak ketiga kakak aku dua-dua adalah cewek, waktu itu kakak aku dua duanya udah pada menikah karena umur mereka ama aku cukup jauh sekitar beda 10 tahun dari kakak aku yang batten bungsu. Dan mereka sekarang tinggal ama suaminya masing-masing. Jadi aku di rumah tinggal ama ibu dan bokap aku bertiga.

Aku termasuk anak yang bongsor.. karena untuk ukuran kelas 3 SMP badan aku udah lebih tinggi dari babeh aku, trus juga tulang-tulang aku termasuk kekar dan besar

Tapi yang batten aku ngak tahan adalah itu tuch penis aku kalo lagi tegang .. Gedeee banget. pernah aku ukur ama temen aku waktu itu kita sama sama telanjang di kamar mandi kolam renang.. dan waktu di amalgamation ama temen-temen aku, aku punya batten panjang dan gede dan pernah aku ukur waktu itu kira-kira panjangnya 17 Cm

Yang batten aku ngak tahan adalah kalo lagi di kelas aku suka perhatiin ibu Ina authority Bahasa Inggris kadang-kadang tanpa sadar kalo aku liat itu ibu authority lagi duduk dan pahanya yang putih agak sedikit tersingkap burungku langsung mengeras dan menonjol kedepan kalo lagi gitu aku berdoa moga-moga jangan di suruh kedepan kelas

Aku punya temen deket sekelas namanya Joko, kita punya hobi dan hayalan yang sama sering cerita tentang buku porno yang kita baca, dan kita juga sama-sama tergila-gila ama ibu authority Ina yang berasal dari tanah minang. Kalo ibu authority ina lagi nulis di papan kita berdua suka cekikikan memperhatikan betis ibu ina yang indah, putih dan berisi dan pinggulnya juga cukup besar dan padat.

Gilanya kita berdua suka menghayal menjadi keksasti ibu ina dan melakukan hubungan sex seperti yang di buku-buku porno dengan ibu ina wah kalo lagi menghayal berdua burung kita ampe keras banget..

Temen aku si joko pernah nyarannin aku eh Bram lu kalo mau tau rasanya hubungan sex ama ibu ina gampang.. caranya lu di kamar mandi bayangin Ibu ina.. terus lu kocok burung lu pake sabun.

karena pengen tau waktu itu aku cobawah memang enak mula-mula burung aku makin absolutist makin gede dan keras seperti batu tapi udah aku kocok-kocok ampe sejam lebih kok ngak keluar-keluar .. akhirnya aku bosan sendiri dan cape sendiri. trus besoknya aku cerita ama joko .. dia bilang wah ngak accustomed loe. sejak itu beberapa kali aku coba pake sabun tapi ngak pernah berhasil. akhir aku jadi males sendiri ngocok pake sabun.

Nah ini awal mula cerita aku waktu itu pembantu rumah tangga aku keluar, trus ibu dapet lagi pembantu baru berasal dari Tasikmalaya, orang sunda, umur nya kira-kira 27 tahun. Orangnya memiliki kulit kuning langsat wajahnya cukup cantik apalagi kalau lagi tersenyum giginya putih terawat baik.

Waktu baru mulai kerja aku nguping wawancaranya ama ibu aku, bahwa dia adalah janda tapi belom punya anak dia cerai ama suaminya 3 tahun yang lalu, suaminya adalah orang kaya di kampung itu tapi umurnya waktu kawin ama Bi Sasti udah berusia 60 tahun dan dia menikah kira-kira 4 tahun, sekarang cerai karena suaminya balik lagi ama bininya yang tua.

Aku memanggil dia biBi Sasti dia pinter masak masakan kesukaanku seperti sop buntut wah enak banget masakannya. Orangnya sopan dan ramah sekali.. hampir ngak pernah marah kalo di goda ngak seperti mbok laskmi pembokat aku yang sebelumnya udah tua tapi cerewetnya minta ampun.

BiBi Sasti sudah 3 bulan kerja di rumahku.. nampaknya dia cukup betah karena kerjaannya juga ngak terlalu banyak cuma ngelayani aku, nyokap dan bokap aku.

Nah waktu itu adalah hari Jum’at inget banget aku. Nyokap aku dapet telepon dari jakarta bahwa kakak aku yang nomor dua sudah masuk rumah sakit bersalin mau beranak anak yang pertama.

Mereka pergi dengan Sopir kantor bairn aku ke jakarta jum’at sore

Aku ngak ikut soalnya sabtu besok aku ada pertandingan bola bassinet di sekolahan.

Jum’at malem aku sendirian di kamar ku baca buku porno sendirian di kamar wah cerita bagus sekali sambil membaca aku memegang burungku wah keras sekali

Kira-kira waktu itu sudah jam 9.00 malam badanku terasa gerah.. habis baca buku begituan aku keluar kamar untuk mendinginkan otakku kebetulan kamarku dan kamar Bi Sasti tidak terlalu jauh dan aku melihat pintunya agak sedikit terbuka..

Tiba-tiba timbul pikiran kotorku ah pingin tau gimana Bi Sasti tidurnya trus aku berjingkat-jingkat mendatangi kamar tidur Bi Sasti.. pelan pelan aku dorong pintunya. dan mengintip kedalam ternyata Bi Sasti sedang tertidur dengan pulasnya lalu aku masuk kedalam kamarnya

Kulihat Bi Sasti tidur terlentang kakinya yang sebelah kiri agak di tekuk lututnya keatas dia tidur menggunakan jarik kebaya tapi tidak terlalu ketat sehingga betisnya agak tersingkap sedikit aku perhatikan betisnya kuning bersih dan lembut sekali. kemudian aku coba mengintip kedalam kebayanyawah agak gelap hanya terlihat samar-samar celana dalam berwarna putih.

Aku menarik napas dan menelan ludah aku perhatikan wajah Bi Sasti kalo-kalo dia bangun tapi dia msasti tidur dengan lelap lalu aku memberanikan diri memegang ujung kain kebayanya yang dekat betisnya tersebut sambil menahan napas aku angkat pelan-pelan kain kebaya tersebut keatas terus kusibak kesamping. dan akhirnya terbukalah kain kebaya yang sebelah kiri dan tersingkap paha Bi Sasti yang padat dan putih kekuning-kuningan

Aku kagum sekali melihat pahanya Bi Sasti padat, putih dan berisi ngak ada bekas cacatnya sedikitpun juga lalu aku pandang lagi wajah Bi Sasti ..ah dia msasti lelap aku memberanikan diri lagi membuka kain kebaya yang sebelah kanannya pelan pelan aku tarik kesamping kanan dan wah akhirnya terbuka lagi

kini di hadapan ku tampak kedua paha Bi Sasti yang padat dan kuning langsat itu aku semakin berani dan pelan-pelan kain kebaya yang di ikat di perutnya Bi Sasti aku buka perlahan-lahan keringat dingin aku rasa menahan ketegangan ini dan burung ku semakin keras sekali . akhirnya aku berhasil membuka ikatan itu.. lalu kebuka ke kiri dan kekanan kini terlihat Bi Sasti tidur terlentang dengan hanya di tutupi celana dalam saja..

Aku benar-benar bernafsu sekali saat itu.

Kulihat perut Bi Sasti turun naik napasnya teratur.. kulihat pusarnya bagus sekali perutnya kecil kencang ngak ada lemaknya sedikitpin juga.. agak sedikit berotot kali. pinggulnya agak melebar terutama yang di bagian pantatnya agak sedikit besar.

Bi Sasti memakai celana nylon warna putih dan celana itu kayaknya agak sempit.. mungkin ketarik kebelakang oleh pantatnya yang agak gede.. jadi pas di bagian kemaluannya itu ngepas banget sehingga terbayang warna bulu bulu jembutnya yang halus ngak terlalu banyak dan bentuk kemaluan Bi Sasti lucu juga agak sedikit menggunung kayak bukit kecil.

Pelan pelan aku sentuh vagina bagian atasnya tersasa empuk dan hangat terus pelan-pelan kucium tapi tidak sampai menempel kira-kira 1 milimeter di depan vagina tersebut.. wah ngak bau apa-apa.. cuma agak terasa hangat aja hawanya.

Kupandangi lagi vagina yang menggunung indah itu wah pingin rasanya aku remas tapi aku takut dia bangun. Kulihat dia msasti tidur nyenyak sekali.. dan kulihat dadanya membusung naik turun ahhh aku pingin tau gimana sich bentuk tetek dari Bi Sasti

Pelan pelan kubuka baju Bi Sasti.. ngak terlalu sulit karena dia hanya pakai peniti saja tiga biji dan satu satu kubuka peniti tersebut lalu angkat geser kesamping bajunya wah terlihat dada sebelah kiri dan kubuka baju yang sebelah lagi Kini Bi Sasti betul betul hampir telanjang tidur telentang di hadapanku

Ahh baru pertama kali dalam hidupku menyaksikan hal seperti ini BH Bi Sasti nampak sempit sekali menutupi buah dadanya yang padat dan berisi.

Aku perhatikan buah dadanya naik turun.. dan kulihat ternyata BH tersebut punya kancing cantel dua buah di depannya pas di tengah-tengah di depan belahan dada tersebut dengan agak gemetar aku pelan buka buka cantelan itu.. satu lepas dan waktu mau buka yang satu lagi Bi Sasti bergerak.. wah aku kaget sekali.. tapi dia ngak bangun kali lagi mimpi lalu aku memberanikan lagi membuka cantelan yang satu lagi. dan akhirnya terbuka..

Aduh susunya indah sekali bentuknya besar hampir satu setengah kali bola tenis kali terus warna pentilnya agak merah muda bentuk susunya betul-betul bulat.. menonjol kedepan..

Aku pandangi terus kedua buah dada tersebut indah sekali apalagi Bi Sasti pakai kalung tipis warna kunig emas dan liontinnya warna ungu itu pas deket buah dadanya serasi sekali.

Aku semakin bernafsu jantungku bedegup kencang sekali.. pingin rasanya meremas buah dada tersebut tapi takut Bi Sasti bangun dan apa yang harus kulakukna bila dia bangun aku mulai takut saat itu. akan tetapi hawa nafsuku sudah memmuncak saat itu.

hingga lupa ama rasa malu tersebut kini Bi Sasti udah setengah telanjang.. tinggal celana dalamnya saja aku pingin tau juga kayak apa sih yang namanya memek itu terus terang aku seumur itu belum pernah melihat memek asli kecuali di foto

Aku cari akal gimana ya tiba-tiba aku lihat di meja Bi Sasti ada gunting kecil wah aku ada akal.. nih ku ambil gunting tesebut lalu pelan-pelan aku masukan jari telunjukku ke samping celana Bi Sasti di dekat selangkangannya

aku tarik pelan-pelan agar dia ngak bangun terlihat selangkangannya berwarna putih bersih.. setelah agak tinggi aku tarik celana nylon tersebut aku masukan gunting dan pelan pelan aku gunting celana dalam tersebut.. ada kali 10 menit aku lakukan itu akhirnya segitiga yang pas didepan memek Bi Sasti putus juga ku gunitng dan aku singkap calana dalam tersebut ke atas..

Kini aku betul-betul melihat kemaluannya Bi Sasti tanpa sehelai benang pun memeknya bentuknya rapat sekali kayaknya ngak ada lobangnya bulunya halus tipis samping-samping bibir kemaluan tersebut putih bersih agak sedikit gelembung tapi belahannya betul-betul rapat

Wah aku betul-betul udah nafsu buta saaat itu Aku bingung gimana nich pingin pegang memek tersebut tapi takut dia bangun Ah aku nekat karena udah ngak tahan lalu aku buka celana pendek ku dan celana dalamku.. wah penisku udah gede banget kayak batu panjang dan keras.. lalu aku gosok-gosok burungku pakai tanganku sendiri sambil ngeliatin tetek Bi Sasti dan dan memeknya.

wah tersasa nikmat sekali.. rasanya burungku sampai bunyi greng.. greng gitu.. dan nikmat sekali rasanya seperti mau pipis.. tapi ngak keluar-keluar. aku gosok lagi yang keras sambil ngebayangin kalo penisku itu sudah berada di dalam memeknya Bi Sasti tapi ngak bisa juga keluar ada kali 15 menit aku gosok-gosok burungku.

akhirnya aku udah ngak tahan dan nekat.. pelan-pelan aku naik tempat tidur Bi Sasti

Aku ingat seminggu yang lalu Bi Sasti pernah dibangunnin oleh ibu aku jam sepuluh malam waktu itu ibu aku mau minta tolong di kerokin.. nah Bi Sasti ini waktu di ketok-ketok pintuhnya ampe setengah jam baru bangun.. dan dia minta maaf katanya bahwa emang dia kalo udah tidur susah di bangunin nya

Inget itu aku jadi agak berani mudah-mudah malam ini juga dia susah bangun lalu dengan sedikit agak nekat aku angkat dan geser paha Bi Sasti yang sebelah kanan terus melebar.. wah untung dia ngak bangun juga.. bener-bener nich Bi Sasti dalam hatiku punya penyakit tidur yang gawat..

aku geser terus sampai maksimal sehingga kini dia benar benar mengkangkang posisinya aku berlutut tepat di tengah-tengah selangkangannya.pelan-pelan aku tempelkan burungku di memeknya Bi Sasti tapi lubangnya kok ngak ada

aku agak bingung . pelan-pelan belahan daging itu ku buka pakai jari ku.. terlihat daging warna merah jambu lembut dan agak sedikit basah.. tapi ngak keliatan lubang.. hanya daging berwarna merah muda dan ada yang agak sedikit menonjol kayak kacang merah bentuknya..

aku berfikir mungkin ini yang dinamakan itil oleh kawan-kawanku. aku buka terus sampai agak kebawah dan mentok ngak ada belahan lagi ternyata emang ngak ada lubangnya aku bingung.. wah gimana nich..

tapi aku udah nafsu banget.. lalu pelan-pelan kutempelkan captain burungku ke vagina Bi Sasti ternyataukuran helmku itu kayaknya kegedean sekali sehingga boro-boro bisa masuk.baru di bagian luarnya saja rasanya belahan memek Bi Sasti udah ngak muat.

tapi ku pikir udah kepalang basah aku tempel aja captain burung ku ke memek Bi Sasti.. wah ngak bisa masuk hanya nempel doang tapi aku bisa merasakan kelembutan daging bagian dalam memeknya Bi Sasti enak sekali hangat.. aku gosok pelan-pelan. dan memek Bi Sasti agak buka dikit tapi tetap aja kepala burungku ngak bisa masuk

makin absolutist makin enak aku benar-benar udah lupa daratan dan gosokanku semakin kencang dan agak sedikit menekan kedalam aku ngak sadar kalo Bi Sasti bisa bangun akhir bener juga ketika aku agak tekan sedikit Bi Sasti bangun dan dia sepertinya msasti belum sadar betul.. tapi beberapa detik kemudian dia baru aja sadar akan keadaan ini.

dia menjerit den. Bram ngapain aduh den ngak boleh den.. pamali dia bilang.. terus dia dorong tubuh ke samping dan cepat-cepat dia menutup buah dadanya dan kemaluannya. den jangan. den.. keluar. den

Aku seperti di sambar petir saat itu.. muka merah dan maluuuu banget ngak ketulungan aku ambil celanaku dan lari terbirit-birit keluar.. langsung masuk kamarrasanya mau kiamat saat itu .. bingung banget gimana ntar kalo Bi Sasti ngadu ke orang tua aku. wah mati aku.. ..

Besok paginya aku bangun pagi-pagi terus mandi ngak pake sarapan aku pergi kesekolah

di sekolah aku lebih banyak diam dan melamun bahkan ada temen aku yang godaain aku dengan mengolok aku aku tarik kerah bajunya dan hampir aku tabok untung keburu di pisahin ama temen akudan waktu pertandingan basket aku.. di keluarin soalnya aku tonjok salah satu pemain yang dorong aku. wah bener bener kacau.. pikiran aku saat..itu.

Biasanya aku pulang sekolah jam 12.30 tapi aku ngak langsung pulang tapi capital dulu kerumah temen aku ampe jam 5 abscessed baru aku pulang

Ampe di rumah Bi Sasti udah menunggu di depan rumah dia menyambutku kok absolutist sekali pulangnya den .. Bi Sasti sampe khawatir.. tadi ibu telepon dari Jakarta bilang bahwa mungkin pulang ke Bandungnya hari senin sore soalnya mba Rini (kakakku) msasti belum melahirkan, diperkirakan mungkin hari minggu besok baru lahir.

Aku hanya tersenyum kecut.. dalam hatiku wah Bi Sasti ngak marah sama aku baik sekali dia

aku langsung masuk kamar dan mandi sore terus tiduran di kamar..

Jam 7.00 malam Bi Sasti ketuk kamarku den.. den makan malamnya udah siap.

Aku keluar dan santap malam lalu setelah selesai aku nonton TV.. Bi Sasti beres-beres.. meja makan

selama dia memberekan meja.. aku mencuri-curi pandang ke Bi Sasti ah dia ternyata cukup cantik jugabadannya sedang tidak tinggi dan bisa di bilang langsing.. hanya ukuran dada dan pinggul bisa dibilang cukup gede. bener bener seperti gitarsetelah selesai aku panggil dia bi. bi. tolong bell aku di bikinin roti bakar..

aku msasti laper nichbaik den. terus dia bikiin aku roti bakar dua tangkap.dan menghidangkannya di depan aku.dan langsung mau pergi.. tapi aku segera panggil lagi Bi Sasti jangan pergi dulu dong.

dia Jawab ada apa den. ehmmmm itu bi emmm Bi Sasti tadi cerita ngak ama ibu soal semalam.. dia senyum wah backbone berani bibi cerita. kan kasian den Bram. lagian kali Bi Sasti juga bisa kena marah.wah lega hatiku Bi Sasti maksasti ya.. dan maaf ya yang tadi malem itu

maaf celana biBi Sasti rusak.. soalnya emmm soalnya. aku ngak tau harus ngomong apa..Tapi kelihatannya Bi Sasti ini cukup bijaksana dia langsung menjawab iya dech den Bi Sasti ngerti kok itu namanya aden lagi puber ya khanaku tertawa.. ah Bi Sasti ini sok tau ah. dia juga tersenyum terus bilang den hati-hati kalo lagi puberjangan sampai terjerumus Kembali aku tertawa terjerumus ke mana kalo ke tempat yang asyik sich aku ngak nolak Bi Sasti melotot eh jangan den ngak baik.

Terus Bi Sasti langsung mensastiati aku dia bilang maaf ya den Bram menurut bibi .. den Bram ini orangnya cukup ganteng pasti banyak temen-temen cewek den Bram yang naksir Bi Sasti juga kalo msasti sebaya den mungkin naksir juga ama den Bram hi hi hi nah den Bram harus hati-hati.. jangan sampai terjebak trus di suruh kawin hayo mau ngsasti makan apa

Tiba-tiba ada semacam perasaan aneh dalam diriku aku ngak tau apa itu. trus aku jadi agak sedikit berani dan kurang open ama Bi Sasti.. Aku pandang dia. terus aku bertanya bi Bi Sasti baron udah pernah kawin khan gimana sich bi rasanya orang begituan.

Bi Sasti nampak terbelalak matanya dan mukanya agak besemu merah trus aku sambung lagi .. jangan marah ya bi.. soalnya aku bener-bener pingin tau katanya temen-temenku rasanya kayak di sorga betul ngak Bi Sasti diam sebentar ah ngak den selama Bi Sasti kawin 4 tahun.. bibi ngak ngerasa apa-apa maksudnya gimana bi.masa bibi ngak begituan sama suami Bi Sasti eh maksud bibi.. iya begituan tapi.. ngak sampai 1 menit udah selesai..

Aku semangkin penasaran.. ah masa bi terus itunya suami bibi ampe masuk kedalam ngak..

EEhhh ngaco kamu dia tertawa tersipu-sipu ehmm ngak kali ya soalnya baru didepan pintu udah loyo. hi hi..eh udah ah jangan ngomong begituan lagi.. pamali dia bilang lagian Bi Sasti baron udah cerai 3 tahun jadi udah lupa rasanya. sambil tersenyum dia mau beranjak bangun dan pergi.

ehh bi bi..bi tunggu dong temenin aku dulu dong. trus dia bilang eh udah besar kok msasti di temenin bibi udah cape nich tapi setelah ku bujuk-bujuk akhirnya dia mau menami ku nonton TV dan ngobrol ngalor ngidul ngak terasa udah jam 9.00 malam.. diluar mulai hujan deras sekali dingin juga rasanya Bi Sasti pandai juga bercerita cerita masa remaja dia rupanya dia sempat juga mengeyam pendidikan sampai kelas 2 SMP.

Aku duduk di daybed panjang.. Bi Sasti duduk di karpet bawah terus aku panggil dia bi sini dech

tolong liatin bell ini ku di bagian pinggang belakang kok agak nyeri Bi Sasti datang dan pindah ke sofaku.. backbone den ini nich aku tarik tangannya kepingang belakang ku .. trus dia dia bilang ngak ada apa-apa kok .

Saat itu tiba-tiba timbul lagi pikiran mesumku mengingat kejadian malam kemarin dan Bi Sasti ngak marah kalo sekarang aku agak nakal dikit pasti Bi Sasti ngak bakalan marah.

Lalu aku bilang ini Bi Sasti tapi Bi Sasti matanya meram ya soal aku malu keliatan bodongku dia tersenyum dan menganguk lalu memeramkan matanya. nah ini aku pikir kesempatanku..

aku pegang kecang-kencang pergelangan tangan Bi Sasti lalu aku buka resleting celanaku dan aku tarik kebawah celana dalamku. burungku msasti setengah besar belum gede banget..

Lalu aku tarik tangan Bi Sasti dan letakkan di ata burungku. dia bilang ehhh apa ini trus aku bilang eh awas jangan buka matanya ya dia nganguk dan tanya lagi apa sich ini kok anget

Begitu tersentuh tangan Bi Sasti menaraku mulai berdiri dengan gagah sekali dan mulai membesar cepat sekali rupanya Bi Sasti curiga .. dan membuka mata eh pamali dia bilang. tapi aku tahan terus tangannya dan aku pandangi mata Bi Sasti.. dia tersnyum malu dan tersipu.. dengan lirih dia bilang jangan den ngak sopan.tapi aku bilang tolong bell bi pingin banget dech..

Kayaknya Bi Sasti kasian sama aku dia mengangguk dan bilang.. cepetan ya den sebentar aja jangan lama-lama dan ngak boleh macam-macamntar kalo orang tua aden tau Bi Sasti kena marah.. dan dia bilang eeeh ih kok gede banget sich deniya jawabku singkatlalu tangan Bi Sasti menggenggam burungku dengan lembut dia gosok-gosok dari ujung kepala sampai kepangkal burungku kira-kira 10 menit dengan agak serak dia bilang udah belom den..

Saat itu aku merasa melayang dan ntah gimana tiba-tiba keberanianku timbul aku pegang lengan Bi Sasti terus naik ke bahu leher.. pelan-pelan turun ke dadanya dia bilang eh den mau apa tapi aku pura-pura ngak denger tanganku terus turun dan sampai kedadanya yang agak membusung kedepan.. Bi Sasti agak sedikit bergetar badannya..

dia bilang dengan halus jangan den.jangan. tapi dia tidah menepis tanganku aku semakin berani pelan-pelan aku remas dadanya kiri kanan bergantian nampak napas Bi Sasti agak memburu.. aku semkin berani lagi teringat akan bentuk buah dadanya yang indah tadi malam.. maka dengan sedikit nekat tangan ku mulai masuk ke BH nya ah susunya terrasa lembut sekaliBi Sasti bilang lagi dengan lirih den jangan . aku ngak perduli.

lalu aku buka baju atas Bi Sasti dan ku buka juga BH nya mula-mula Bi Sasti menolak untuk di buka tapi dengan agak sedikit maksa akhirnya dia pasrah dan terbuka bagian atas badan Bi Sasti susunya munjung membusung kedepan besar, putih dan bundar. lalu mulai kuremas-remas Bi Sasti agak sedikit menggeliat..napasnya memburu ..

aku ingat akan buku porno yang kubaca lalu aku coba praktekkan. ya itu aku mencoba mencium pentil dari teteknya Bi Sasti dan lalu aku emut-emut seperti mengemut permen wah kayaknya Bi Sasti kenikmatan banget napasnya memburu dan agak sedikit terengah-engah waktu aku kenyot lagi pentilnya dia pegang kepalaku dan bilang den.. udah den udah. ah Bi Sasti ngak tahan katanya.. aku malah semakin semangat seluruh teteknya Bi Sasti aku jilatin aku kulum-kulum aku emut-emut..

Bi Sasti semakin gelisah dan tangannya yang tadi mengocok-ngocok burungku kiri terhenti bergerak dan hanya meremas burungku dengan kencang sekali agak sakit juga rasanya tapi aku biarin aja.

Supaya lebih enak akhirnya aku buka baju atas Bi Sasti aku ciummi lehernya, bahunya yang putih. dan aku buka seluruh celanakusehingga Bi Sasti bebas memegang burungku dan telurku bergantian.

Adegan ini cukup absolutist juga berlangsung hampir sejam kali aku liat jam diding udah jam 10.30.

Lalu aku rebahkan Bi Sasti di daybed panjangku.. mula-mula dia agak sedikit nolak tapi aku dorong dengan tegas dan lembut dia akhirnya nurut aja kini aku lebih leluasa lagi menciumi buah dadanya Bi Sasti. pelan-pelan agak turun aku ciummi perut Bi Sasti. dia tampak agak kegelian. aku semangkin terangsang aku ingat-ingat apa lagi yach yang harus dilakukan seperti di buku-buku porno

Akhirnya pelan-pelan aku buka kain kebaya Bi Sasti dia bilang eh den jangan mau apa ngak bi tenang aja dech. aku bilang.. akhirnya kain Bi Sasti copot sudah dan aku buang jauh-jauhdia tinggal memakai celana dalam saja. eh.. biarpun dia ini orang desa tapi ternyata badannya bagus banget seprti gitar dan mulus banget. betisnya indah, pahanya kencang sekali mungkin sering minum jamu kampung sehingga badannya terawat baik..

Aku ciummi perut Bi Sasti terus turun kebawah dan terus kebagian kemaluannya. dia tampak mendorong kepalaku jangan den tapi lagi-lagi aku paksa akhirnya dia diam.. setelah dia agak tenang aku mulai beraksi lagi.. celana dalamnya kutarik turun wah ini dia betul-betul melawan dan ngak ksasti aku kesempatan dia pegangin celananya itu

tapi aku terus berusaha adu tarik dan akhirnya.. setelah cukup absolutist dia menyerah tapi tetapnya tangannya menutupi kemaluannya pelan-pelan aku ciummi tangannya akhir mau minggir juga dan kuciumi kemaluannya

Bi Sasti tampak mengelinjang.. dan dia bilang jangan den jangan den. tapi aku ciumi terus.akhirnya suaranya itu hilang yang terdengar hanya napasnya aja yang terengah engah. dibagian tengah memek agak keatas memek Bi Sasti ada daging agak keras seperti kacang mungkin itil nah itilnya ini aku jilat-jilat dan kadang-kdang aku emut-emut dengan bibirku

Aku ciumi terus memek Bi Sasti.. dan tau tau aku merasakan sesuatu yang agak basah dan bau yang khas.

Bi Sasti tampak menggoyang-goyangkan kepalanya dan pantatnya mulai goyang-goyang juga

cairan yang keluar dari memek Bi Sasti makin banyak aja.. dan makin licin.

Ah aku udah ngak tahan lagi rasanyalalu kubuka kaos bajuku dan aku juga sekarang sama bugilnya dengan Bi Sastiaku periksa lagi memek Bi Sasti.. yach msasti seperti tadi malam ngak keliatan lobang apa-apa cuma daging-daging merah jambu mengkilat karena basah

aku coba tusuk pakai jari tanganku dan eh ada juga lubangnya tapi kecil banget pas sejari tanganku ini, rupanya lubang itu tertutup oleh lapisan daging aku pikir-pikir apa cukup ya lubang ini kalo di masukin penisku

Aku penasaran lalu aku bangun dan belutut di pinggir daybed dan burungku aku arah kan ke memek Bi Sasti

Bi Sasti nampak terkejut melihat aku telanjang bulat dan dia hendak mau bangun dan bilang den jangan sampai ketelanjuran ya ngak boleh aku bilang iya bi tenang aja aku cuma mau ngukur aja kok dan dia percaya lagu rebahan lagi

sambil bilang janji ya den jangan di masukkin punya aden ke liang nya Bi Sasti iya jawabku singkat lalu aku ukur-ukur lagi lubang memek Bi Sasti dengan penisku ternyata memang penisku ini ngak accustomed kali.. karena jangankan lubang yang didalan tadi itu yang seukuran jari telunjukku besarnya bibir bagian luarnya aja ngak muat aku mulai berfikir wah bener kata joko aku ini ngak normal.. trus aku bilang ke Bi Sasti. bi kok kayaknya lubangnya Bi Sasti mampetnya ngak ada lubangnya

Bi Sasti mengangkat kepala tau ya dulu juga burungnya suami bibi rasanya ngak pernah masuk sampai ke dalam wah aku pikir yang accustomed aku atau Bi Sasti nich tapi dasar udah nafsu banget ngak ada lubang . lubang apapun jadi dech aku pikir memek Bi Sasti semakin basah aku pegang-pegang terus

lalu aku tarik Bi Sasti bangun dan ku ajak ke kamar orang tuaku dia menolak ech jangan den ngak apa-apa aku bilang. aku paksa dia kekamar orang tuaku dan aku rebahkan dia di tempat tidur bounce bed kebetulan tempat tidur itu menghadap ke kaca jadi aku bisa liat di kaca lalu aku naik di atas tubuhnya Bi Sasti dan Bi Sasti agak sedikit meronta.. den kan janji ya ngak sampai di gituin. iya dech aku bilang.

Aku lalu turun dari tubuh Bi Sasti dan berlutut disamping tempat tidur lalu kutarik ke dua kaki Bi Sasti sampai pantat Bi Sasti tepat dipinggiran tempat tidur lalu aku ciumi lagi memek Bi Sasti dia kelihatannya senang diciumi lalu aku praktekkan apa yang aku baca di buku porno aku masukan lidahku di sela-sela memek Bi Sasti ..

terasa hangat dan basah .. lalu aku mainkan lidahku.. aku jilat-jilat seluruh daging berwarna merah muda yang ada di dalam memek Bi Sasti aku jilat terus dan kadang kadan aku sedikit hisap-hisap bagian itilnya itu Bi Sasti tampak kegelian dan menggoyang-goyangkan pantatnya ke atas seolah-olah hendak mengejar lidahku.

terasa semakin basah memek Bi Sasti dan mungkin sudah banjir kali dan semakin banyak cairannya semakin licin.aku lalu bangundan aku dorong lagi Bi Sasti ketengah tempat tidur dan aku timpah lagi tubuhnya.

Aku ciumi lagi tete Bi Sasti yang keras dan kenyal itu dia nampak mulai menikmati lagi dan agak sedikit mengerang-erang dan mengelus elus rambut kepalaku. pelan-pelan aku kangkangin paha Bi Sasti mula-mula dia agak melawan tapi akhirnya pasrah

dan kutaruh penisku tepat di tengah-tengah vagina Bi Sastipelan-pelan aku dorong.. dorong penisku ke vagina Bi Sasti yang sudah mulai banjir dan mulai licin aku merasa bahwa sekarang captain penisku sudah mulai terjepit oleh bibir memeknya Bi Sasti tapi tetap belum bisa masuk

pelan pelan aku tekan agak keras Bi Sasti tampak agak menggelinjang dan bilang aduh den jangan di toblos den aku ngak perduli aku tekan lagi tapi susah juga rasanya sampai dekok kedalam vagina Bi Sasti tapi belum mau tembus juga

aku tarik lagi sedikit kebelakang dan dorong lagi tetap seperti tadi tapi aku ngak menyerah aku tarik dorong tarik dorong ada kali 10 menitan.. dan waktu aku tarik-dorong itu terdengar bunyi ceprak..ceprok..ceprak rupanya vagina Bi Sasti bener-bener banjir dan tiba-tiba aku mulai merasakan ada celah yang terbuka. aku makin semangat tarik dorong tarik dorong

Bi Sasti nampak mulai merem melek matanya dan matanya membalik balik kebelakang.mulutnya mendesis desis aku jadi semakin nafsu lalu aku kulum bibir Bi Sasti.. dia menyambut ciumku dengan hot sekali.. baru pertama kali ini aku berciuman

jadi ngak tau caranya tapi.. aku pake naluri aja aku isap-isap lidah Bi Sasti .. wah dia makin membinal dan celah di memek Bi Sasti makin terasa agak melebar dan aku merasa kalau aku tekan agak keras pasti captain burungku ini bisa masuk.. ke dalam memek Bi Sasti lalu aku ambil ancang-ancang kebetulan kedua jari jempol kaki ku bisa masuk di sela-selah tempat tidur sehingga aku punya pijakkan untuk mendorong kedepan

pelan-pelan aku hitung dalam hati sambil tarik dorong tarik dorong satu dua tiga. empat liiima aku tekan yang keras penisku ke memek Bi Sasti, sementara bibir Bi Sasti yang msasti ada di dalam mulutku tiba bersuara huhhehmmh huhuu dan Bi Sasti memundurkan pantatnya kebelakang dia memandang ke padaku dan menggelengkan kepala jangan sakit dia bilang aku mengangguk..

lalu aku mulai kerja lagi.. tarik dorong belum mauk-masuk juga.. captain penisku tapi akibat dorongang tadi kayaknya agak sedikit terbuka.aku cari akal wah gimana nich.. ya. lalu kedua tanganku turun kebawah dan kumasukan kebelakang pinggang Bi Sasti lalu turun sedikit kuremas-remas pantat Bi Sasti yang besar kayaknya dia tambah semakin terangsang dan aku pikir ini lah saatnya aku pegang pantat Bi Sasti keras-keras dan kutahan sekuat tenaga..dan kuhitung lagi satu. dua tiga tekaaaaannnnnn

Bi Sasti tampak meronta-ronta tapi aku ngak perduli terus kutekaaaaaaan dan blesssssss penisku masuk kira-kira sepertiga Bi Sasti meronta lagimungkin merasa sakit pada vaginanya karena penisku ukurannya kebesaran sekali sehingga aku juga merasa bahwa kayaknya lubangnya Bi Sasti kecil sekali sampai-sampai penisku ngak bisa bergerak terjepit seperti mau dipress rasanya kurang enak juga sehingga Bi Sasti berusaha mendorong pinggulku keatas tapi aku lebih cepat lagi kutarik tanganku dari pantat Bi Sasti dan ku pegang ke dua tangan Bi Sasti dan kutarik ke atas kepalanya dan kutahan dia berusaha meronta dengan mengeser pantat ke kiri dan ke kanan tapi aku ngak mau lepas aku ikuti arah pergerakan pantat Bi Sasti.. dia ke kanan aku ke kanan Bi Sasti ke kiri aku ke kiri dia mundur aku maju.

Bi Sasti agak merintih-rintih dan seperti orang makan cabai pedas. dia memang kuat pinggangnya terus goyang kiri dan kanan . tapi aku terus tancap burungku yang udah masuk sepertiga ke memek Bi Sasti. akibat gerakan biBi Sasti ini mula-mula penisku yang ngak bisa bergerak akibat terjepit memek Bi Sasti mulai bisa bergerak dan aku aku malah semangkin terangsang karena dengan gerakan kiri-kanan gitu penisku terasa tergesek-gesek oleh vaginanya Bi Sasti.

terus aku panteng penisku di dalam memek Bi Sasti dan memang saat itu rasanya lobang Bi Sasti sempit sekali.. dan penisku terasa di emot-emot oleh memeknya Bi Sasti Lama-lama gerakan Bi Sasti agak melemah dan nafas agak terengah engah dan agaknya dia mulai bisa menerima kehadiran penisku di dalam memeknya dan sakitnya mulai hilang..

Pelan-pelan aku mulai beraksi lagi kutarik sedikit penisku keluar tapi buru-buru kutekan lagi ke dalam. agar ngak lepas.. terasa agak sempit tapi enak karena memek Bi Sasti udah basah banget jadi agak licin dan lancar pergerakkan penisku lalu aku terik sedikit..dan tekan kedalam..

kira-kira 5 menitan aku melalukan hal itu aku benar-benar merasa nikmat sekali yang tak terhingga lalu dengan amat sangat bernafsu aku mulai menekan lagi penisku agak masuk lebih dalam lagi aku tarik dulu keluar sedikit lalu aku tekan keras-keras kedalam Bi Sasti menggelinjang.. dan bersuara aduh.. huhh hmmm tapi suara desahan itu malah makin merangsangku dan kutekan dengan keras lagi dan .. blesssss masuk lagi penisku lebih dalam Bi Sasti agak sedikit meronta.. mungkin agak sedikit nyeri tapi aku ngak perduli aku tekan lagi lebih keras lagi

cabut sedikit tekan lagi Bi Sasti agak meronta-ronta aku semakin nikmat sekali rasanya agak seperti mau kencing aku semakin bersemangat dan dengan sekuat tanaga.. aku tekan tiba-tiba pantat ku ke depan . dan bleessssss penisku amblas ke dalam memek Bi Sasti. Bi Sasti agak sedikit menjerit..dan berusaha mencabutnya dengan menggeser pantatnya ke kiri dan ke kanan lagi.. tapi aku sudah samkin pintar aku tekan terus dan kuikuti pergerakannya. setelah Bi Sasti ngak melawan lagi mulai aku cabut setengah dan kumasukin lagi ..

begitu berulang-ulang.. nampaknya Bi Sasti mulai menikmati dan dia kelihatan menngejang dan lalu memeluk aku keras-keras.. dan mulutnya mendesis desis aku semakin bersemangat dan genjotanku semakin keras dan kencang. dengan kedua kakiku kukangkangkan paha Bi Sasti lalu aku genjot lagi penisku keluar masuk.. kira-kira 10 menit..

Bi Sasti mengejang lagi dan memelukku lebih kencang lagi.. kayaknya dia orgasme lagi. dan setelah itu dia kelihatan agak loyo tapi aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari penisku aku semakin keras mengocok penisku di dalam memek Bi Sastidan kulihat dari kaca.. bagaimana penisku keluar masuk memek Bi Sasti

bila aku tekan tampak memek Bi Sasti dekok ke dalam dan bila aku tarik keluar kelihatan bibir memeknya ikut munjung ke depan kira-kira. 15 menit aku merasa captain kepalaku agak panas dan sret-sret. ada sesuatu keluar dari penisku aku merasa nikmat banget aku tekan keras-keras penisku di dalam memek Bi Sasti dan Bi Sasti yang tadi udah lemes tampak bersemangat lagi dan dia goyangkan pantatnya ke kiri kekanan. aku semakin kenikmatan dan tiba-tiba terasa lagi seeer serr ada cairan keluar dari penisku dan Bi Sasti juga kelihatannya merasa nikmat juga

dia seperti mencari-cari sesuatu pantatnya naik-naik keatas dan tiba-tiba dia mengejang dan memelukku keras sekali dan kedua pahanya melilit keras di pingganku seperti orang capital gulat. aku ngak berkutik ngak bisa bergerak dan terasa cairan dari dalam penisku semakin banyak keluar.

Bi Sasti semakin menggila dia mengigit.. gigit bahuku. dan menjerit lirih.. den.. enak sekali den aku peluk Bi Sasti keras-keras.. dan kita berpelukan kurang lebih lima menit. penisku yang tadi keras kayak batu sudah mulai melembek dan Bi Sasti nampak tergelak.. lunglai di sebelahku

Aku lalu bangun dan kucabut penisku dari memek Bi Sasti.. dan kulihat memek Bi Sasti. Aku pegang dan aku buka belahannya kini nampak ada lubangnya. dan aku melihat di seprai dekat memek Bi Sasti banyak sekali cairan.. dan agak berwarna sedikit merah jambu. aku agak kaget dan bilang ama Bi Sasti bi .. bibi msasti perawan ya..

Bi Sasti tersenyum manis dan menjawab iya den soalnya selama bibi nikah bibi belum pernah kemasukan. karena mantan suami bibi dulu orangnya loyo. baru nempel udah banjir dan lemes. Aku menggumam. pantas susah banget masuknya.terus si Bi Sasti nimpali bukan susah.tapi emang burungnya den bram yang kegedean. bibi ampe hampir semaput rasanya

Malam itu aku tidur berdua dengan Bi Sasti di kamar ortu aku. kita tidur telanjang bulat. cuma di tutup pakai selimut pagi-pagi jam 5 pagi udah terbangun. dan penisku tiba-tiba mengeras lagi. tanpa permisi aku langsung naik lagi kebadan Bi Sasti..yang msasti setengah tidur dan dia terbangun..

Aku kangkangin lagi pahanya ke kiri dan kekanan Bi Sasti diam aja pasrah hanya memandangi perbuatan ku dengan sedikit senyum.. lalu penisku yang sudah mulai mengeras.. aku tempelkan lagi di depan memek Bi Sasti dan aku tekan-tekan tapi ngak bisa masuk-masuk Bi Sasti tersenyum. dan dia bilang sini Bi Sasti bantu lalu tangannya ke bawah memegang penisku dan membimbing penisku tepat di muka lubang memeknya Bi Sasti..

terasa hangat lubang itu dan mulai basah ternyata kali ini ngak sesulit tadi malam captain penisku dengan beberapa kali tusukan maju mundur mulai bisa masuk ke dalam tapi tetapnya aja terasa sempit walaupun memek Bi Sasti mulai basah dan licin dan kelihatanya Bi Sasti juga merasa bahwa penisku luar biasa ukuranya beberapa kali dia sedikit mengaduh tapi setelah memeknya betul-betul banjir dan penisku bent masuk seluruhnya.. dia mulai bisa menikmati dan pagi itu aku bersenggama dengan Bi Sasti sampai jam 7.00 pagi

Bi Sasti orgasme sampai 3 kali dan aku muncrat juga tapi ngak sebanyak tadi malam Seharian kita males-malesan di tempat tidur dan abscessed hari kita ngentot lagiampe jam 10 malem. Senin pagi aku bangun dan bolos sekolah. karena pagi itu sehabis mandi pagi dan sarapan. aku rencananya mau berangkat sekolah . tapi tiba-tiba aku menjadi nafsu lagi melihat Bi Sasti baru keluar dari kamar mandi pakai handuk saja. lalu aku tarik Bi Sasti ke kamarnya . ku buka handuknya ku ciumi tetek .. ku isap-isap pentil

dan kurebahkan dia di tempat tidurnya. dan ku entot lagi. wah enak rasanya ngentot Bi Sasti yang baru mandi karena bau badannya segar banget bau sabun.. dan aku bersetubuh dengan Bi Sasti di kamarnya senin pagi itu sampai jam 9.00 pagi dan aku terpaksa membolos sekolah Sorenya orang tuaku pulang dari Jakarta

dan sejak saat itu aku kalau malam sering ke kamar Bi Sasti dan melakukan hal itu lagi.. dan kelihatannya Bi Sasti juga mulai ketagihan seperti aku. Ibu aktif organisasi Dharma Wanita sehingga kami sering punya kesempatan berdua sama Bi Sasti dan selalu ngak pernah menyia-nyia kesempatan itu..

Hubungan ini berlangsung kurang lebih 3 bulan lama-lama kayaknya ibuku mencium gelagat. dan hari itu kira-kira sebulan lagi sebelum aku ujian akhir kelas 3 SMP aku lihat pagi-pagi ibuku ada di kamar Bi Sasti..dan Bi Sasti nampak tertunduk.. dan kayaknya agak sedikit menangis aku ngak berani campur tangan.. dan waktu aku pulang sekolah.

Bi Sasti sudah ngak di rumahku lagi dia sudah pulang kampung di antar oleh sopir ayahku. Aku sedih banget saat itu.. tapi ngak bisa buat apa-apa dan 2 hari kemudian ibuku dapat pembantu baru lagi dari jawa orang msasti muda juga hitam manis kira-kira umurnya 30 tahunan..badannya sekel banget.. mungkin biasa kerja di sawah

Cerita Sex – Niatku Untuk Menggaulinya..

Aku seorang pria yang sudah berkepala 3 dan menikah dengan wanita yang aku idamkan yaitu dia sangat cantik , pintar dandan dengan dia aku sudah dikarunia 2 orang anak yang cakep kami hidup seadanya tapi tidak kekurangan, dari sejak SMA banyak cewek yang ingin menjadi pacarku, bisa dikatakan aku adalah pria idaman kaum hawa.

Bukan karena fisikku yang atletis ini saja, tapi juga karena kemampuanku yang hebat (tanpa bermaksud sombong) dalam bidang olahraga (basket dan voli, serta bulu tangkis), seni (aku mahir piano dan seruling) dan juga pelajaran (aku menduduki peringkat ketiga sebagai pelajar terbaik di SMAku). Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku.

Bakat playboyku mulai muncul setelah aku menjadi seorang kepala rumah tangga. Aku mulai menyadari daya tarikku sebagai seorang pria normal dan seorang pejantan tangguh. Sejak diangkat sebagai kabag bagian pemasaran inilah, pikiran-pikiran kotor mulai singgah di otakku. Apalagi aku juga hobi menonton film-film biru.

Wanita lain yang sempat hadir dihatiku adalah Maya. Dia adalah rekan kerjaku, sesama pegawai tapi dari jurusan berbeda, Accounting. Dia berasal dari Surakarta, tinggal di Bandung sudah lama. Kami sempat menjalin hubungan gelap setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku. Hubungan kami tidak sampai melakukan hal-hal yang menjurus kepada aktivitas seksual.

Hubungan kami hanya berlangsung selama 6 bulan, karena dia pindah ke lain kota dan dinikahkan dengan orang tuanya dengan pria pilihan mereka. Dasar nasib!!! Niatku berpoligami hancur sudah. Padahal aku sudah berniat menjadikannya istri keduaku, walau istri pertamaku suka atau tidak.

Karena frustasi, untuk beberapa bulan hidupku terasa hampa. Untungnya sikapku ini tidak bertahan lama, karena di tahun yang sama aku berkenalan dengan seorang teman yang mengajariku gaya hidup sehat, bodybuilding.

Saat itu, sekitar tahun 1998, yang namanya olahraga fitness, bukanlah suatu trend seperti sekarang. Peminatnya masih sedikit. Gym-gympun masih jarang. Sejujurnya aku malas berbodybuilding seperti yang dilakukan temanku itu.

Apalagi saat itu sedang panas-panasnya isu politik dan kerusuhan sosial. Belum lagi adanya krismon yang benar-benar merusak perekonomian Indonesia. Untungnya perusahaan tempatku bekerja cukup kuat bertahan badai akibat krismon, hingga aku tidak turut diPHK.

Namun temanku yang sangat baik itu terus memotivasiku, hingga tak sampai 3 bulan, aku yang tadinya hanya seorang pria berpostur biasa-biasa saja-walaupun aku bertubuh atletis, menjadi seorang atlet bodybuilding baru yang cukup berprestasi di kejuaraan-kejuaraan daerah maupun nasional.

Hebatnya lagi kantorku dan seluruh keluargaku ikut mendukung semua aktivitasku itu. Kata mereka ”kantor kita punya Ade Rai baru, hingga kita tidak perlu satpam atau bodyguard baru” suatu anekdot yang sudah menjadi santapanku berhari-hari.

Semakin berlalunya waktu, aktivitas bodybuilderku kukurangi. Apalagi aku sudah diangkat menjadi kabag pemasaran sekarang, di mana keuntungan mulai berpihak pada perusahaan tempatku bekerja. Aku mulai bertambah sibuk sekarang.

Namun untuk menjaga fisikku agar tetap bugar dan prima, aku tetap rutin basket, voli, dan bersepeda. Hanya 2 kali seminggu aku pergi ke tempat fitness. Hasilnya tubuhku tetap kelihatan atletis dan berotot, namun tidak sebagus ketika aku menjadi atlet bodybuilding dadakan.

Sewaktu aku menjadi atlet bodybuilding, banyak wanita melirikku. Beberapa di antaranya mengajakku berkencan. Tapi karena saat itu aku sedang asyik menekuni olahraga ini, tanggapan dan godaan mereka tidak kutanggapi.

Salah satu yang suka menggodaku adalah Mia. Dia adalah puteri tetangga mertuaku. Baru saja lulus SMA, dan dia akan melanjutkannya ke sebuah PTn terkenal di kota Bandung. Gadis itu suka menggoda di setiap mimpiku dan bayangannya selalu menghiasi pikiranku saat aku menyetubuhi istriku. Kisahku dengan Mia akan kuceritakan lain waktu.

Seperti biasanya, aku bangun pagi. Pagi itu aku bangun pukul 04.30 pagi. Setelah cuci muka, aku mulai berganti pakaian. Aku akan melakukan olahraga pagi. Udara pagi yang sehat memang selalu memotivasiku untuk jogging keliling kompleks perumahanku.

Dengan cuek aku memakai baju olahraga yang cukup ketat dan pas sekali ukurannya di tubuh machoku ini. Kemudian aku mengenakan celana boxer yang juga ikut mencetak pantatku yang seperti dipahat ini. Aku sengaja bersikap demikian demi mewujudkan impianku, menggoda Mia dengan keindahan tubuhku.

Menurut kabar, dia juga suka jogging. Niatku bersenang-senang dengan Mia memang sudah lama kupendam. Namun selama ini gadis itu selalu membuatku gemas dan penasaran. Dia seperti layangan yang diterbangkan angin, didekati menjauh, dijauhi mendekat.

Tak berapa lama jogging, tubuhku pun sudah mulai keringatan. Peluh yang membasahi kaus olahragaku, membuat tubuh kokoh ini tercetak dengan jelas. Aku membayangkan Mia akan terangsang melihatku. Tetapi sialnya, pagi itu tidak ada tanda-tanda Mia sedang berjogging. Tidak kelihatan pula tetanggaku lainnya yang biasa berjogging bersama.

Padahal aku sudah berjogging sekitar 30 menit. Saat itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi. Padahal biasanya aku jogging jam 06.00 ke atas. Dengan perasaan kecewa aku balik ke rumah mertuaku. Dari depan rumah itu tampak sepi.

Aku maklum, penghuninya masih tertidur lelap. Tadi pun saat aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap tidur setelah semalaman dia menemani anakku bermain playstation. Saat aku berjalan ke arah dapur untuk minum, aku melihat ibu mertuaku yang seksi itu sedang mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku berjogging tadi.

Kamar mandi di rumah mertuaku memang bersebelah-sebelahan dengan dapurnya. Setiap kali anda ingin minum, anda harus melewati kamar mandi itu. Seperti disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit terbuka, hingga aku bisa melihat bagian belakang tubuh molek mertuaku yang menggairahkan itu dengan jelas.

Mertuaku walaupun usianya sudah kepala 4, tapi masih kelihatan seksi dan molek, karena dia sangat rajin merawat tubuhnya. Dia rajin senam, aerobik, body language, minum jamu, ikut diet sehat, sehingga tak heran tubuhnya tidak kalah dengan tubuh wanita muda usia 30-an.

Melihat pemandangan syur itu, kontan batangku mengeras. Batang besar, panjang, dan keras itu ingin merasakan lubang hangat yang nikmat, basah, dan lembab. Batang itu juga ingin diremas-remas, dikulum, dan memuncratkan pelurunya di lubang yang lebih sempit lagi.

Sambil meremas-remas batangku yang sudah mulai tegak sempurna ini, kuperhatikan terus aktivitas mandi mertuaku itu. Akhirnya timbul niatku untuk menggaulinya. Setelah menimbang-nimbang untung atau ruginya, aku pun memutuskan nekat untuk ikut bergabung bersama ibu mertuaku, mandi bersama.

Kupeluk dia dari belakang, sembari tanganku menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai kemaluannya. Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku yang masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.

”Nanang, nakal kamu” katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik, langsung mencium mulutku. Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh masing-masing. Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga aku sudah bertelanjang bulat. Batangku pun mengacung tegang, besar, dan gagah.

Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan oral yang nikmat di batangku, sebelum kemaluannya kutusuk dengan batangku. Permainan birahi itu berlangsung seru. Aku menyetubuhinya dalam posisi doggy style.

Aku merabai payudaranya yang kencang itu, meremas-remasnya, mempermainkan putingnya yang sudah mengeras. 30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi berhadap-hadapan di dinding kamar mandi. Namun sayangnya, batangku masih saja mengeras.

Aku panik karenanya. Aku khawatir jika batangku ini masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku khawatir kami akan dipergoki istriku. Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu. Dia kembali mengoral batangku yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia berbisik mesra,

”Jangan khawatir nanang sayang, waktunya masih lama” katanya nakal.

Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu sambil terus mendesah-desah nikmat. Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan perbuatannya itu. Dia langsung berdiri. Melihat itu, aku pun protes,

”Lho, bu, aku khan belum keluar?” suaraku parau, penuh birahi.

”Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja yuk” katanya mesra.

Aku pun tambah bingung. ”Tapi khan ada bapak?” suaraku masih saja parau, karena birahi.

”Tenang saja, bapakmu itu sudah pergi tak lama setelah kamu jogging tadi, dia ada tugas ke Jawa” sahut ibu mertuaku sambil mengemasi pakaian olahragaku yang tercecer di kamar mandi dan kemudian menggandengku ke arah kamarnya.

Begitu sampai di kamarnya, aku disuruhnya telentang di ranjang, sementara dia mengelap sisa-sisa air, keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di kamarnya. Lalu dia melakukan hal yang sama padaku.

Setelah itu dia langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tak lama nafsuku pun bangkit kembali. Kali ini aku bertekad akan membuat mertuaku keluar sampai tiga kali. Aku memang khawatir hubunganku di pagi ini akan ketahuan istriku, tapi persetanlah…que sera-sera. Apapun yang akan terjadi terjadilah.

Aku pun balik menyerang ibu mertuaku. Mulut dan lidahku dengan ganas mempermainkan miliknya. Tanganku juga ikut aktif merabai, meremasi bibir kemaluan dan menusuki lubang anal ibu mertuaku. Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati, dan keremasi dengan gemas.

Kumainkan pula apa yang ada di sekitar daerah kemaluannya. Gabungan remasan jari, kobokan tangan di kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat mertuaku keluar lagi untuk yang ketiga kalinya.

”Aaaaahhhh…. nanang sayang ….” jerit nikmat ibu mertuaku. Cairan birahi ibu mertua keluar deras dari lubang vaginanya. Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang tersisa.

Akupun tersenyum, lalu aku merubah posisiku. Tanpa memberikan kesempatan ibu mertuaku untuk beristirahat, kuarahkan batangku yang masih bugar dan perkasa ini ke arah vaginanya, lalu kusetubuhi dia dalam posisi misionaris.

Kurasakan batangku menembus liang vagina seorang wanita kepala 4 yang sudah beranak tiga, tapi masih terasa kekenyalan dan kekesatannya. Tampaknya program jamu khusus organ tubuh wanita yang dia minum berhasil dengan baik. Miliknya masih terasa enak dan nikmat menggesek batangku saat keluar masuk.

Sambil menyetubuhi ibu mertuaku, aku mempermainkan buah dadanya yang besar dan kenyal itu, dengan mulut dan tanganku. Kuraba-raba, kuremas-remas, kujilat, kugigit, sampai payudara itu kemerah-merahan.

Puas bermain payudara tanganku mempermainkan kelentitnya, sementara mulutku bergerilya di ketiaknya yang halus tanpa bulu, sementara tangan satunya masih mempermainkan payudaranya. Tangan ibu mertuaku yang bebas, meremas-remas rambutku, dan mencakar-cakar punggungku.

Posisi nikmat ini kami lakukan selama bermenit-menit, hingga 45 menit kemudian ibu mertuaku mencapai orgasmenya yang keempat. Setelah itu dia meminta istirahat. Aku sebenarnya malas mengabulkan permintaannya itu, karena aku sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku mengalah.

”Nanang kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat kali” puji ibu mertuaku.

”Aah ibu bisa saja deh” kataku merendah.

”Padahal kamu sudah jogging 45 menit, tapi kamu masih saja perkasa” lanjut pujiannya.

”Itukan sudah jadi kebiasaanku, bu” aku berkata yang sebenarnya.

”Kamu benar-benar lelaki perkasa, Lilis beruntung mendapatkanmu” puji mertuaku lagi.

Lalu kami bercakap-cakap seperti biasanya. Sambil bercakap-cakap, tangan ibu mertuaku nakal bergerilya di sekujur tubuhku. Terakhir dia kembali mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya.

Aku bangkit, lalu beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran, dikiranya aku akan keluar dari kamarnya dan mengakhiri permainan cinta kami. Tapi kutenangkan dia sambil berkata, ”Sebentar bu, aku akan mengecek keadaan dulu”.

Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dengan cepat kukenakan kembali pakaian olahragaku dan keluar kamar mertuaku. Ternyata dugaanku salah. Hari memang sudah beranjak pagi, sekitar jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku belum juga bangun. Penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur.

Ternyata baik anak maupun istriku masih tertidur lelap. Aku lega melihatnya. Sepertinya permainan playstation semalam, berhasil membuat mereka kolaps. Aku mendatangi jam weker di kamar keduanya, lalu kustel ke angka 9 pagi.

Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kedamaian, sambil berkata dalam hati, ”Tidurlah yang lama sayang, aku belum selesai menikmati tubuh ibumu” lalu mengecup pipinya. Setelah itu, aku kembali ke kamar mandi, mencuci tubuhku, lalu balik lagi ke kamar mertuaku. Kami terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat lagi.

Dalam persetubuhan terakhir ini, aku dan ibu mertuaku sama-sama meraih orgasme kami bersama dalam posisi doggy anal. Sesudahnya aku balik ke kamar istriku, setelah membersihkan diri di kamar mandi untuk yang terakhir kali, dan kemudian mengenakan baju tidurku kembali.

Begitulah cerita seksku dengan Ibu mertuaku di suatu pagi hari yang indah. Tidak ada Mia, ada Arini, mertuaku yang molek dan menggairahkan.

Cerita Sex – Lubangnya Masih Sempit..

Mungkin saja aku jarang menulis jadinya maaf jika masih acak acakan dalam ceritaku dibawah ini, aku suka dengan ML jujur saja banyak wanita yang pernah ML denganku tanpa aku mengeluarkan uang sama sekali, karena kami lakukan dengan cara suka sama suka,

Entahlah, tapi melalui tulisan ini aku ingin menceritakan pengalamanku tersebut sekaligus tanpa harus bersambung dan tidak perlu aku ceritakan detail bagaimana kejadiannya.

Sebelumnya, namaku Pujangga, saat kutulis pengalamanku ini berumur 29 tahun dan telah memiliki seorang istri yang cantik. Tetapi pengalamanku ini berawal sebelum aku menikah dan terus berlanjut walaupun aku sudah menikah.

Susan, umur 25 tahun, karyawan sebuah hotel di kota Mdn, tubuhnya biasa saja, tinggi kira-kira 155 cm, kulit coklat sawo matang, rambut lurus sebahu. Payudara 32 cup B. Dengan Susan adalah pengalaman seksku pertama kalinya selain dengan pacarku juga (yang kelak menjadi istriku).

Berawal ketika dengan sopannya Susan menawarkan “teman” untukku, dengan bercanda aku balik menantangnya bahwa aku mau saja jika yang menemaniku adalah Susan sendiri. Dan tanpa diduga dia menyanggupi.

Hebatnya lagi kami berhubungan seks atas dasar suka sama suka tanpa paksaan dan tanpa komitmen apapun. Malam itu kami lalui dengan nafsu yang berkobar, meskipun itu adalah pengalamanku pertama tetapi tidak demikian halnya dengan Susan.

Aku tahu bahwa Susan sudah tidak perawan dan sepertinya sudah berpengalaman. Tetapi hal itu cukup buatku dan aku sangat puas dengan pelayanannya, walaupun gaya bercinta kami sangat konvensional. Maklumlah hal ini sangat baru buatku.

Saat itu, aku belum berani melakukan oral, petting dan berbagai gaya mengingat dengan Susan adalah pengalamanku pertama. Namun demikian kemampuan Susan lumayan, dengan rambut kemaluan yang lebat, vaginanya yang mudah basah meskipun sudah tidak terlalu rapat lagi.

Dian, 27 tahun adalah teman Susan. Aku diberitahu oleh Susan bahwa Dian juga sama dengan Susan yaitu sudah tidak perawan. Aku sempat terkejut ketika Susan menawarkan Dian untuk melayaniku. Tetapi karena semuanya atas dasar suka sama suka, akhirnya kami bercinta bertiga, aku, Susan dan Dian.

Permainan Dian lebih hot dibandingkan Susan, walaupun dari segi wajah sebenarnya masih cantik Susan. Dengan Dian aku mengenal permainan oral, Dian sangat lihai memainkan lidahnya di ujung penisku. Dengan Dian pula, aku merasakan nikmatnya spermaku dikeluarkan di mulut Dian.

Pengalamanku dengan Susan dan Dian tidak pernah terulang lagi sejak tahun 2000. Saat itu aku belum menikah. Dan ketika aku kembali ke Mdn, aku tidak berhasil menemukan dimana mereka berada.

Rinda, 19 tahun mahasiswi semester dua. Aku kenal Rinda melalui sebuah forum seks di internet. Awalnya aku hanya iseng ketika ingin mengusir rasa sepi saat bertugas di kota Sby. Ketika kuberi kabar bahwa saat itu aku berada di sebuah hotel di Sby, aku janjian dengannya.

Tubuhnya mungil sekitar 150 cm, manis dan imut-imut, kuning bersih. Selama di kota tersebut aku selalu ditemani Rinda dan setiap malam kami berhubungan seks. Yang kusuka dari Rinda adalah rambut kemaluannya yang masih tipis dan sangat halus. Lubang vaginanya pun masih sempit.

Bahkan pertama kali penisku masuk, aku belum berhasil menembusnya hingga penuh, walaupun Rinda juga sudah tidak perawan sejak SMA dulu. Dan dia paling jago ketika bermain di atas, aku hanya pasrah saja, sementara Rinda aktif menggoyang pinggulnya.

Naik turun sambil menjepit kedua belah pahanya yang putih mulus. Kelebihan yang lain adalah, Rinda mahir untuk multiple orgasm.

Yeni, meskipun sudah berumur 31 tahun, tapi masih single. Ini adalah pertama kalinya aku berhubungan seks dengan wanita yang lebih tua dibanding aku. Dan dengan Yeni pula pertama kali aku berhubungan seks dengan wanita yang bertubuh gemuk. Dengan tinggi 165 cm dan berat 80 kg,.

Kelebihan Yeni adalah kekuatannya di ranjang. Dia type wanita yang hiperseks. Setiap kali melakukan ML, selalu dilakukannya semalam suntuk, hingga lebih dari 7 ronde. Meskipun aku lebih sering kalah dengan Yeni, tetapi dia tahu caranya agar penisku segera berdiri kembali setelah ejakulasi. Meskipun tubuhnya gemuk, kuakui dia sangat hot dan lebih senang posisi di atas.

Kadang kala aku sampai sesak napas dibuatnya. Pengalamanku dengan Yeni menimbulkan perasaan ingin berhubungan dengan wanita yang jauh lebih tua dibanding aku. Maka, bertemulah aku dengan Intan. Seorang wanita berumur 43 tahun dan telah bersuami.

Pengalamanku dengan Intan merupakan pengalaman yang paling berkesan hingga saat ini. Intan keturunan chinese. Meskipun sudah berumur, tetapi dia pandai merawat tubuh dengan fitness. Bahkan bodynya tidak kalah dengan wanita usia 20-an. Wajahnya cantik, tubuhnya langsing, padat berisi dan tidak ada keriput karena usia.

Kulitnya kuning langsat, mulus dan bersih. Dengan Intan, aku untuk pertama kalinya bercinta bertiga dengan suaminya dalam satu ranjang. Aku mengenal Intan juga melalui internet. Intan merupakan wanita hiper seks yang ingin bercinta denganku sambil ditemani suaminya.

Tanpa kuduga, kemampuan seksnya luar biasa, semalam suntuk dia mampu melayaniku dan suaminya silih berganti tanpa mengenal lelah. Dan dari Intan kuketahui bahwa cewek chinese memang mudah basah kemaluannya ketika terangsang. Dan cairannya sangat banyak hingga vaginanya terasa sangat licin.

Namun demikian, Intan sangat rajin merawat vaginanya. Meskipun sudah tua, lubang vaginanya masih juga terasa sempit dan mampu menyedot penisku dengan gerakan otot vaginanya. Rambut kemaluannya sangat lebat dan vaginanya harum. Dengan Intan aku dikenalkannya dengan berbagai posisi bercinta, dan aku mulai mahir bermain oral di vagina wanita hingga berjam-jam serta memainkan jari-jariku di clitoris dan bibir vaginanya.

Ratna, gadis 32 tahun asal Sby. Saat mengenalnya, aku sudah menikah. Dan perkenalanku juga melalui sebuah forum pertemanan di internet. Ratna berperawakan kecil, kurus, kulit coklat matang. Meskipun kurus, tetapi payudaranya padat berisi walaupun tidak besar. Dan rambut vaginanya sangat lebat.

Dengan Ratna, aku hanya sebatas petting, tetapi berbekal pengalaman dengan Intan, Ratna aku ajarkan bagaimana mengulum penisku. Mulanya dia ragu dan canggung, tetapi lama-lama terbiasa. Aku tidak berniat meneruskannya hingga ML, karena aku tahu dari awal bahwa Ratna masih perawan dan belum pernah having sex.

Karenanya, aku hanya saling oral dan petting saja. Itupun adalah pengalaman yang pertama baginya. Dan Ratna sangat menikmatinya dan dapat mengalami orgasme walaupun hanya kukulum dan menggesek-gesek penisku di vaginanya. Saat kutulis cerita ini, kabar terakhir mengatakan bahwa dia sudah menikah, dan berjanji untuk ML denganku jika aku mampir ke Sby.

Lena, seorang cewek chinese berumur 21 tahun. Saat aku mengenalnya, dia masih perawan, hanya saja sudah pernah oral seks dengan pacarnya. Awalnya Lena yang lebih dulu mengenalku melalui situs porno.

Dia tertarik dengan ceritaku dan ingin mencoba oral dan mengulum penisku. Lena adalah gadis paling gemuk yang pernah berhubungan denganku walaupun hanya sebatas petting karena dia masih perawan. Seperti halnya Intan, vaginanya mudah basah dan becek. Sedikit saja kusentuh langsung bereaksi dan terangsang hingga cairan vaginanya keluar sangat banyak, meskipun rambut kemaluannya masih tipis karena rajin dicukur.

Hilda, 26 tahun dari Krg, dia mengenalku karena aku pernah mengirimkan cerita ke sumbercerita.com dan sekali lagi juga tertarik untuk berhubungan seks denganku. Bedanya dengan cewek lain yang pernah kukenal, Hilda bukan type hiperseks, tetapi selama berhubungan seks dengan pacarnya dia belum pernah orgasme.

Karena itu Hilda penasaran agar aku dapat membuatnya orgasme. Tubuhnya padat dan sintal jika tidak dikatakan gemuk. Permainan seksnya biasa saja sebenarnya, tetapi dia sangat kuat dan tahan lama. Karenanya dia penasaran ingin merasakan orgasme. Awalnya aku cukup kerepotan memberikan rangsangan untuknya.

Dengan Hilda adalah permainanku yang paling lama dalam satu ronde. Pernah setelah satu jam lebih baru dia mendapatkan orgasme. Itupun setelah aku membantunya dengan mengulum vaginanya berkali-kali.

Marni, 27 tahun adalah teman Hilda, aku dikenalkannya pada saat ke Jkt. Karena kemalaman, kami akhirnya menginap di sebuah hotel. Dan dengan Marni meskipun sudah tidak perawan, aku tidak sampai ML dengannya. Kami hanya sebatas bercumbu tanpa busana di kamar mandi. Sepertinya dia masih malu karena ada Hilda.

Esti, 29 tahun dari Jkt, tubuhnya sangat langsing dan payudaranya kecil, kulitnya coklat gelap. Tetapi ada satu hal yang tidak dapat kulupakan dari Esti. Dia termasuk cewek yang paling lama menjalin hubungan denganku dan yang paling spesial adalah, lubang vaginanya paling seksi dan paling rapat.

Meskipun dia sudah tidak perawan, tetapi vaginanya indah dan rapat sekali, butuh waktu sesaat untuk menembus vaginanya saat berhubungan. Dan permainan seksnya luar biasa. Dia paling senang dengan posisi di atas. Goyangan pinggulnya menambah erotis permainannya.

Aku mengenal Esti masih dari internet juga, saat itu dia hanya iseng saja berkenalan denganku, tetapi setelah saling kenal, akhirnya tanpa berlangsung lama hubungan kami berlanjut ke ranjang.

Indah, 36 tahun, wanita matang dan telah bersuami. Aku mengenal Indah melalui tawaran threesome di sebuah milist internet. Bayanganku di awal perkenalan, kami akan having seks dengan suaminya, seperti halnya Intan, tapi ternyata tidak. Indah memiliki selingkuhan pria idaman lain, dan dengan PIL-nya mereka bermaksud threesome denganku.

Meskipun sudah berumur, tetapi nafsu seksualnya sangat tinggi dan permainannya sangat liar. Sekali lagi, aku berhubungan seks dengan wanita yang gemuk walaupun tubuhnya cukup padat/sintal.

Erina, 22 tahun mahasiswi chinese di Jkt. Dia mengenalku juga melalui situs sumbercerita.com yang tertarik hubunganku dengan wanita gemuk. Dia penasaran ingin merasakan mengulum penisku. Hubunganku dengan Erina hanya sebatas dia mengulum penisku, sementara aku belum pernah mengulum vaginanya. Sampai tulisan ini kubuat, aku masih berhubungan dengannya tetapi tetap sebatas dia mengulum penisku hingga spermaku keluar dan ditelan olehnya. Tetapi sekalipun aku tidak pernah menyentuh bagian tubuhnya yang vital.

Nani, wanita tertua yang pernah berhubungan seks denganku. Berumur 46 tahun, telah bercerai dengan suaminya sejak lama, adalah type ideal wanita kesepian. Aku mengenalnya melalui seorang sahabat pena yang kukenal melalui internet.

Mulanya temanku secara iseng mengenalkanku kepada Nani, dan aku juga belum tahu seberapa tua umurnya karena dari suaranya terdengar masih seperti wanita berumur 30-an. Akhirnya ketika ada kesempatan bertemu baru aku tahu kalau Nani ternyata sudah berumur 46 tahun.

Memanfaatkan situasi seorang wanita yang sudah lama tidak merasakan sentuhan birahi, rayuanku disambutnya.

Winda, mahasiswi Ygy berumur 25 tahun. Aku mengenalnya juga melalui seorang teman di internet. Mulanya kukabari jika aku ada urusan ke Ygy, apakah dia punya teman. Dan dia memperkenalkanku dengan Winda.

Setelah sehari aku akrab dengannya, secara iseng kutawari Winda supaya mau menemaniku di hotel, dan ternyata tanpa kuduga dia mau. Aku baru tahu kalau dia sudah biasa cek-in dengan pacarnya di hotel. Maka hubungan seksku dengannya berlalu dengan tanpa hambatan. Sampai saat ini aku masih berhubungan dengannya.

Tasya, 34 tahun, seorang janda yang juga lesbian. Aku mengenal Tasya melalui forum di internet, dia mengaku seorang yang lesbi karena kecewa dengan kegagalan rumah tangganya. Mulanya kami hanya sebatas sharing pendapat tetapi lama kelamaan dia yang memulai lebih dulu untuk ingin kembali merasakan bagaimana nikmatnya berhubungan seks secara normal (dengan cowok).

Dan sejak saat dia ML denganku, dia secara perlahan mulai dapat menghentikan kebiasaan lesbinya dan mencoba untuk menjalin hubungan dengan pacarnya yang baru (cowok), dan kadang kala masih berhubungan denganku di saat dia membutuhkannya.

Putri, gadis seksi 27 tahun, meskipun agak gemuk tapi tubuhnya berbentuk dan sintal. Awal perkenalanku dengannya sangat unik dan hampir tidak masuk akal. Bermula dari aku salah kirim SMS.

Niatnya adalah aku mengirim SMS untuk seseorang dalam urusan bisnis yang memang nomornya juga baru aku dapatkan dari seorang relasi. Ternyata SMS tersebut salah tujuan ke nomor Putri yang belakangan baru kutahu namanya.

Dia mengklarifikasi maksud dari SMS-ku. Tentu saja dia bingung karena isinya tentang bisnis. Dan aku baru sadar kalau ternyata salah sambung. Sejak itu kami jadi akrab dan saling berkirim SMS. Perlahan baru aku tahu kalau dia termasuk type cewek yang liberal dan free of life.

Dan ketika kusinggung masalah keperawanan dan hubungan seksual, dia tidak terlalu mempermasalahkannya karena dia mengaku juga sudah tidak perawan. Akhirnya kami jadi sering berdiskusi masalah seks dan makin lama makin menyerempet ke SMS yang hot dan porno. Akhirnya aku to the point aja apakah dia keberatan kalau aku ajak cek in di hotel. Dan dia ternyata tidak keberatan.

Putri adalah cewek kedua setelah Intan yang paling hebat permainannya seksnya, disamping itu, Putri juga mampu melakukan apa saja yang Intan lakukan. Vaginanya juga mampu menjepit dan menghisap penisku seperti permainan cewek madura katanya.

Hingga saat ini aku masih menjalin hubungan dengan Putri, dan hebatnya lagi masih ada beberapa rencana yang akan kami lakukan seperti threesome dan orgy. Mengapa? Karena hubunganku dengan Putri agak gila, kami pernah ML di kamar hotel, tiba-tiba saja dia janjian dengan teman wanitanya untuk urusan kuliah.

Dan ketika temannya datang kami tetap meneruskan melakukan ML di hadapan temannya tanpa ada perasaan risih sama sekali. Sesekali bahkan diselingi dengan mengobrol dengan temannya sambil penisku tetap dikocok di vaginanya.

Pernah juga suatu saat tantenya yang masih muda memergoki kami sedang cek in di suatu hotel dan tantenya ikut nimbrung walaupun belum sampai threesome. Aku dan Putri bahkan merencanakan having seks rame-rame dengan tante dan temannya.

Demikianlah pembaca, petualangan seks-ku dimulai sejak aku belum menikah dan terus berlanjut meskipun sudah menikah. Entahlah kenapa aku bisa mendapatkan wanita tanpa harus “jajan” dan setiap menjalin hubungan aku selalu memberi pengakuan bahwa aku sudah menikah kepada cewek tersebut. Dan tentang kemampuanku sebenarnya biasa saja, penisku juga tidak terlalu besar.

Cerita Sex – Ejakulasi Saat Tukar Pasangan Istri..

Triyono (samaran) adalah sahabat lamaku sejak aku SMA. Kini setelah kami sudah mempunyai anak remaja (umurku 46 tahun) dia masih sahabatku, bahkan istrinya yang bernama Atik (samaran) dan istriku sangat akrab, dan kami rutin selalu ketemu kalau tidak dirumahnya, ya dirumahku.

Bahkan jika aku dan Triyono pergi mancing ketengah laut dengan sewa perahu, tak jarang istriku menginap dirumah menemani istrinya atau sebaliknya (karena anak kami sudah remaja dan mereka kuliah dikota lain).

Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami melakukan yang menurut pandangan orang ketiga adalah hal yang aneh, misalnya ditengah gurauan, kadang kadang Triyono memeluk istriku dan menciumi pipinya berkali kali, didepanku maupun didepan istrinya. Demikian pula sebaliknya ketika kami bercengkarama berempat kadang kadang Atik dengan manja tiduran berbantal pahaku. Tentunya sikap kami ini tidak didepan anak anak yang sudah berangkat remaja.

Bahkan pernah didapur rumahku aku memergoki Triyono mencolek pantat istriku, dan kulihat istriku pura pura marah, aku tahu itu dari raut wajahnya, tentu saja sebagai lelaki normal kadang aku dilanda cemburu. Tetapi kami selalu lebih memegang persahabatan, apalagi akupun sering melakukan hal yang sama terhadap istrinya.

Tentu saja keadaan ini tidak terjadi begitu saja, kami menjalin hubungan kekeluargaan sejak kami menikah. Namun sejauh itu kami tidak pernah melakukan hal hal yang terlalu jauh. Sampai suatu hari terjadilah apa yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, setidak tidaknya olehku. Tapi aku yakin ini adalah rencana Triyono dan istrinya yang sudah dipersiapkan (ini kusadari setelah cukup lama peristiwa itu terjadi)

Seperti yang sering kami lakukan, pada hari jumat yang kebetulan hari libur kami berempat ber week end di Villaku didaerah Ciloto. Walaupun tidak terlalu mewah namun villaku ini cukup luas dan cukup nyaman untuk beristirahat di akhir pekan. Kami selalu rutin mengunjunginya paling tidak sebulan sekali, biasanya hanya aku dan istriku, kadang kadang anak anak ikut, atau famili lain.

Kali ini aku mengajak Triyono dan istrinya, tidak ada yang istimewa kami hanya ingin menikmati liburan dan seperti biasanya selesai makan siang dijalan, istriku mampir untuk beli pepes ikan Mas kesukaanku. Sampai di villa sekitar jam jam 2 siang, aku tidur pulas, sampai akhirnya dibangunkan istriku untuk makan malam. Kami makan malam berempat dengan nasi hangat dan pepes ikan.

Selesai makan malam kami menonton TV sambil ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Setelah bosan ngobrol, Triyono mengambil inisiatif mengambil kasur dikamarnya dan dihamparkan didepan TV dia dan istrinya menonton TV sambil tiduran, dan akupun berbuat hal yang sama. Atiek masuk kamarnya dan mengganti dasternya dengan baju tidur yang amat tipis tanpa BH dan CD, ini terlihat jelas dari bayangan tubuhnya dibalik gaun tidurnya.

Kulihat dia sangat atraktif mempertontonkan tubuhnya didepanku dan didepan istriku. Kulihat Triyono acuh saja melihat tingkah istrinya. Kamipun menonton TV sambil tiduran, istriku dan Atiek tidur berdampingan ditengah sedangkan aku berada disamping istriku dipinggir.

Acara TV terasa membosankan mungkin karena aku tidak bisa konsentrasi, aku lebih terpesona menikmati tubuh yang menggairahkan yang tergolek disamping istriku dan itu membuat adik kecilku dibalik sarung setengah ereksi.

“Pah.., puterin film yang hot.. dong.., aku kedinginan nih..” Atiek menyuruh suaminya memutar film porno.

Aku tahu mereka sering muter film porno karena kami sering tukar menukar film, tapi selama ini kami belum pernah nonton bersama sama.

Sebelum beranjak mengambil film, Triyono basa basi minta ijin istriku

“Rin..muter film blue ya..”

“Terserah aja ” jawab istriku.

Filmnya cukup bagus dengan latar belakang jaman kekaisaran romawi, adegan sexnya tidak vulgar, dan ini membuat gairahku cepat bangkit. Sarungku sudah terdongkrak keatas sementara kulihat Atiek sering mencuri padang kearah sarungku yang memang sengaja tidak kusembunyikan. Sementara itu istriku sudah memindahkan kepalanya diatas lenganku dan jari tangannya meremas remas jari tanganku. Aku sudah hapal sekali, istriku pasti sudah terangsang.

Triyono menonton film itu dengan memeluk istrinya secara ketat dan tangannya mengusap usap payudara Atiek dari luar baju tidurnya, sesekali diciumnya bibir istrinya dalam dalam. Sementara itu kaki kanan Atiek ditekuk dan pahanya menindih paha istriku, sehingga tak terhindarkan baju tidurnya yang memang pendek makin tersingkap sehingga akupun makin leluasa melahap pahanya yang putih mulus, dan sebagian rambut dipangkal pahanya dengan sudut mataku.

“Mbak Rin,.. Aku jadi pengen nih..” Atiek bicara kepada istriku.

“Ya nggak apa apa, wong Mas nya nyanding koq.” Istriku menyahut sambil senyum penuh arti.

Aku makin terangsang, kumiringkan tubuhku menghadap istriku sehingga aku bisa melihat paha mulus Atiek, dan kuselusupkan tanganku dibalik blouse istriku yang tidak ber BH untuk meremas remas buah dadanya, sementara tangannya sudah masuk kesarungku untuk mengelus elus penisku yang sudah berdiri keras.

Ia menutup tanganku dengan bantal sehingga gerilya yang kulakukan tidak terlihat oleh Triyono dan Atiek. Walaupun itu sebenarnya hal itu tidak perlu dilakukan, karena mereka sudah tidak memperhatikan kami lagi, keduanya sudah mulai tenggelam dalam percintaan.

Ketika Atiek melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti pakaian suaminya, Triyono menggeser posisinya merapat keistriku, sedangkan Atiek menindihkan tubuhnya yang bugil dari sebelah kanan, sehingga Triyono berdampingan dengan istriku.

Mereka berciuman sambil saling saling mengelus penuh nafsu, kulihat istriku sering melirik mereka dengan gairah, ikut terhanyut dengan adegan panas persis satu jengkal disampingnya. Tiba tiba Atiek menghentikan pergulatan dengan suaminya dan tangannya meraih blouse depan istriku dan melepas kancingnya.

“Biar adil dong Mbak..” sambil tangannya terus melolosi seluruh pakaian istriku.

Walaupun wajah istriku protes, tapi usaha mencegah tangan Atiek yang nakal, tidak serius sehingga dengan mudah Atiek melucuti pakaian istriku. Sekelebat kulihat mata Triyono melahap seluruh tubuh indah istriku, bahkan ia segera mengeser posisinya merapat ketubuh istriku, sehingga lengannya menempel pada pinggir payudara istriku.

Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku mendominasi pikiranku, kucopot seluruh pakaianku sehingga kami berempat sudah bugil, kuciumi istriku, sambil jariku mengelus vaginanya yang sudah basah. Istriku mendesis desis keenakan tangan kanannya mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya tertindih tangan Triyono.

Kurasakan elusan lembut sebuah tangan halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian mengarah keselangkangan dan mengelus buah zakarku. Aku sudah menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Atiek lah yang sedang mengelus batang penisku, sambil mulutnya menciumi dada suaminya.

Aku yakin Triyono melihat tangan istrinya yang sedang beroperasi di batangku yang keras seperti kayu, tapi dia tampak acuh saja, bahkan kini lengan kanannya telah mendidih susu istriku. Istriku tidak menyadari atau pura pura tidak tahu bahwa tangan Triyono sudah menindih payudaranya, dan wajahnya dipalingkan kearah yang berlawanan.

Atiek sambil berubah posisi dengan setengah duduk dipaha suaminya dengan selangkangan yang terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yang sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluan suaminya ke klitorisnya, sementara buah dada nya menggantung diremas remas suaminya.

Posisinya tersebut membuat tubuh Triyono merenggang dari tubuh istriku sehingga tangan kiri istriku yang tertidih menjadi bebas. Dari padangan matanya yang sayu dan pahanya sudah direntangkan, aku tahu baha istriku sudah memberi lampu hijau.

Dituntunnya penisku kearah lubang vaginanya, dan dalam tempo singkat aku sudah melayang menikmati jepitan lobang kemaluan istriku. Sementara aku mengocoknya perlahan lahan, istriku mendesis desis keenakan, kini wajah istriku menghadap kearah Triyono bahkan hanya berjarak sejengkal dengan wajah Triyono namun matanya terpejam.

Atiek sudah terlengkup ditubuh suaminya, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batang suaminya yang sudah melesak ditelan liang kenikmatannya. Sekali kali tangannya meremas bokongku dan istriku melihat aktifitas tangan Atiek ini, tapi rupanya diapun tak ambil peduli. bahkan beberapa kali Triyono mencium mulut istriku yang tengah mendesis, istriku diam saja, walaupun tidak meresponnya.

Entah kenapa aku tidak cemburu melihat istriku diciumi oleh Triyono saat sedang kusetubuhi, bahkan aku makin terangsang. Karena kulihat ciuman itu membuat istriku makin bergolak gairahnya. Ini kurasakan dari gerakan dan nafasnya mendengus tidak seperti adat biasanya.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan istriku tak terkendali, bahkan ia membalas menyedot ciuman Triyono, dan pada saat itulah istriku menghentak hentakkan pinggulnya keatas, mulutnya menghisap mulut Triyono dalam dalam sambil merintih. Dia telah ejakulasi. Ini diluar kebiasaan, istriku biasanya cukup tahan lama ejakulasi-nya, tapi kali ini dia cepat selesai, padahal aku belum merasa akan ejakulasi.

Kuhentikan kocokanku, kucabut penisku, aku masih tanggung tetapi aku memang tidak ingin selesai sekarang, aku masih berharap istriku bangkit lagi setelah istirahat. Kutatap wajah istriku yang penuh kepuasan. Disampingnya kulihat Triyono menggengam tangan istriku.

Melihat aku tegeletak disamping istriku, dengan kemaluan yang masih tegar, Atiek segera tahu bahwa aku belum ejakulasi. Tiba tiba Atiek menghentikan goyangan pinggul, dicopotnya penis suaminya dari vaginanya. Dengan melangkahi tubuh istriku, Atiek segera menghampiriku, kemudian dengan dasternya yang diambil dari sisi kasur dibersihkannya penisku yang penuh lendir istriku.

Dia menindihku dan menciumku. Aku sempat kaget, aku tak menduga kejadian itu, kulirik Triyono tetapi dia hanya melihat tingkah istrinya tanpa reaksi. Istriku juga hanya melirikku sebentar kemudian memejamkan mata kembali, menikmati sisa ejakulasi yang ia dapat dariku.

Kubalas ciuman Atiek dengan nafsu, tangan kiriku mengelus bokongnya sedangkan tangan kanan meremas buah dadanya. Atiek menjulurkan lidahnya menyambut lidahku, sementara vaginanya yang basah digesek gesekan ke diatas kemaluanku.

Tampak Atiek sudah sangat terangsang, sehingga ciuman kami hanya berlangsung sebentar, segera dia menghentikan ciumannya, ditariknya badannya sehingga sekarang posisinya duduk diatas pahaku, sementara belahan kemaluannya menidih pada batang penisku yang rebah diatas perut.

Kulihat belahan kemaluannya yang merah penuh lendir, aku sudah tidak sabar lagi, kuangkat pinggangnya dengan kedua tanganku, Atiek cepat tanggap, sambil mengangkat pantatnya, diambilnya penisku dan diarahkan kelobang vaginanya. Dalam hitungan detik, kemaluanku sudah menyelusup kedalam vagina Atiek. Atiek melenguh pelan, badannya ambruk kedadaku dan wajahnya menempel disamping kepalaku sambil mendesis desis.

Kuangkat pinggulku berusaha mengocok kemaluan Atiek, dan diapun mengikuti gerakanku tetapi pinggulnya digoyang memutar sedangkan otot vaginanya menjepit kemaluanku, jepitan dan putaran pinggulnya tidak akalh dengan istriku, kenikmatan menjalar keseluruh penisku.

Sepuluh menit telah berlalu dan kurasakan Atiek mulai mempercepat goyangannya, mulutnya menciumku dan lidahnya menerobos masuk ke mulutku. Nafasnya tersengal, aku segera mengerti bahwa sedang mulai masuk kemasa ejakulasi. Tanpa menunggu waktu lagi kupercepat kocokanku, karena kemaluankupun sudah berdenyut denyut enak, dan segera akan keluar.

Ketika kurengkuh bokongnya, Atiek merengkuh pundakku makin kencang, dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia sedang ejakulasi. Dan segera kulepas pula air maniku menyemprot didalam vaginanya. Kenikmatan yang luar biasa.

Walaupun permainanku sudah berakhir tetapi Atiek tidak mau mencopot kemaluanku dari vaginanya, dia hanya mengeser tubuhnya dari dadaku untuk meringakan tindihan tubuhnya diatas tubuhku. Kesadaranku mulai pulih, kulihat istriku sedang bergumul dengan Triyono.

Dengan tubuh yang bugil dia menindih tubuh istriku, mereka berciuman dengan pelan dan dalam, tangan meremas remas buah dada istriku yang tergolong besar dan montok, sementara tangan istriku mengelus bokong Triyono, dan kudengar desahan halus dari mulutnya itu pertanda istriku sudah mulai terangsang lagi.

Melihat istriku terangsang, tiba tiba akupun terangsang kembali. Aku sangat senang istriku menikmati sexnya, Kuhadapkan tubuhku kearah istriku, dan Atiek segera merangkul pinggangku dengan kakinya dari belakang, sambil menikmati sisa ejakulasi yang kuberikan padanya.

Triyono sedikit mengeser tubuhnya dan tangan yang tadinya meremas tetek istriku turus kebawah, kearah kemaluan istriku, dan istriku mengangkat pinggulnya ketika jari tengan Triyono memutar mutar clitorisnya. Desahan dari mulutnya makin keras.. Triyono mengangkat tubuhnya dan dibukanya lebar lebar paha istriku.

Istriku menoleh kearahku, matanya sayu memandangku seolah minta ijin padaku. Kupandangi dia, dia sangat cantik tak kuasa aku menghalanginya. Kukecup bibirnya kuusap rambutnya tanda bahwa aku menyetujuinya. Dan ketika penis priyono melesak kedalam vaginanya, istriku memejamkan mata keenakan, dan tangannya mengelus elus penisku seirama dengan kocokan yang diberikan Triyono.

Kuciumi bibirnya, pipinya lehernya, atau mana saja yang kudapat karena istriku dalam kenikmatan, selalu kepalanya tidak bisa diam, menoleh kekiri kekanan sambil menjilat jilat bibirnya sendiri. Sementara tangan kanannya mengocok penisku tangan kirinya merangkul pundak Triyono. Tangankupun tak henti hentinya meremas remas buah dadanya.

Kudengar pula desisan Triyono menambah suasana jadi makin mengairahkan. Tiba tiba istriku berhenti menggelengkan kepalanya, dahinya berkerut dan giginya menggigit bibr bawahnya, dia menoleh kearahku, istriku akan selesai dan sebentar lagi pasti akan melenguh panjang.

“Pah.. aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. eghh.. eegghh”

Pada saat itu dia mendongakkan wajahnya keatas, matanya menatap mata Triyono dengan sayu. Pada saat yang sama, aku tak tahan menahan ejakulasi, digenggaman tangannya. Kulihat Triyono menekan kemaluannya dalam dalam kevagina istriku untuk berejakulasi.. Ketika dia mencabut kemaluanya, kulihat sisa air mani ejakulasi yang meleleh keluar dari bibir vagina istriku, yang berwarna kemerahan.

Malam ini adalah malam pertama dimana istriku merasakan penis orang lain selain punyaku apalagi dia merasakannya sekaligus dalam selang beberapa menit, sebuah pengalaman yang sangat memuaskan kami berempat.

Sejak itu kami sering melakukannya, sedikitnya sebulan sekali, dan kami berkomitmen ini hanya dilakukan berempat, Bahkan kini muncul ide baru dari Atiek untuk menambah menjadi tiga pasangan.

Cerita Sex – Ngewe Memek Dewi..

Sebelum kecerita aku ingin memperkenalkan diriku namaku kris aku sudah bekerja di perusahaan swasta yang cukup terkenal di kotaku , suatu hari karena rasa penasaran aku ingin mencoba pijat di salah satu ruko yang katanya pemijatnay cantik cantik dan muda muda, secara singkat ruko tersebut ada tiga lantai dan di dalamnya tentunya ada kamar kecil kecil yang dibuat untuk pijet atau hal yang lainnya.

Oke langsung saja ke ceritaku , tepatnya hari minggu aku keluar dan memang masih jomblo aku maen ke kost teman dari situ aku banyak mendapat informasi dari dia karena minggu lalu dia habis datang ke panti pijat yang berada di ruko itu, dia menceritakan yang enak enak tentunya.

Tapi temanku biasa saja gak seperti diriku sewaktu mendengar cerita dari dia tentunya pikiranku ke hal yang ngeres, dan baru kali ini memberanikan diri untuk pergi ke panti pijat , langsung saja aku melaju ke ruko tersebut dengan mobil temanku. Saat aku sampai di bagian parkir aku melihat rukonya juga biasa saja gak mewah mewah gitu dan jujur saja saat melangkah aku merasa gerogi dan takut.

Yang jaga di depan ibu-ibu yang dari mukanya keliatan banget kalo dulu itu dia cantik, alisnya aja alis tato bro.

Dia langsung nanya,

 “Mau pijet mas?”

“Iya bu, eh mbak”

“Langsung pilih aja mas mau sama siapa pijetnya”

“OK mbak”.

Karena kelamaan mikir, aku di tembak sama ibu itu,

“Baru pertama kali ya mas?”

“Lho kok mbak tau?”

“Keliatan groginya” Brengsek niy old pussy, kena aku.

Aku langsung nyoba ngilangin kekakuan aku dengan beraniin nanya “Yang masih muda ada mbak?” “Semuanya masih muda kok mas, di bawah 30 tahun umurnya”

“Yang paling muda siapa mbak?”

“Oooh, ini ada namanya Dewi, umurnya 21 tahun mas, paling muda di sini, kalo mau sama dia langsung naek mas, orangnya lagi gak kerja kok”

“OK mbak, makasih ya” Terus dia merintahin anak buahnya untuk nganterin aku ke atas.

Sesampenya di atas, aku di suruh milih kamar, kalo menurut aku sih bilik, soalnya dindingnya triplek, pintunya tirai biasa. Aku tanyain yang kosong terus yang enak dimana, dia nunjukin yang pojok sama yang deket tangga.

Aku langsung pilih yang deket tangga aja karena biliknya agak gede di bandingin yang lainnya sekalian mesen minuman anget biar gak masuk angin, ACnya di set paling kenceng sama paling dingin bro.

Singkat cerita aku duduk di dipan, yang menurut aku dipannya itu buatan mereka sendiri, sambil gemeteran nungguin si Dewi. Lima menit kemudian si Dewi dateng, orangnya putih, mukanya mulus tanpa jerawat, walaupun gak begitu cantik, tapi manis anak ini.

“Halo mas”

“Halo juga, kenalan dulu dong”

“Dewi mas, mas siapa?”

“Agus”

“Mas Agus udah sering ke sini?”

“Ini baru pertama kalinya Wi”

“Masa sih? Kayanya setiap cowok yang dateng ke sini ngakunya baru pertama kali hihihihihihi” Ketawa ketiwi sambil nyubit aku, brengsek niy cewek.

“Bener kok Wi, liat aja aku gemeteran”

“Hahahahaha iya mas ternyata kamu gak bohong hehehehehe”

“Hehehe”. Terus dia minta izin ngebenerin posisi dipan yang aku dudukin, setelah itu dia nyuruh aku buka baju sama celana aku.

“Celana dalemnya mau dibuka apa gak mas? Ntar kotor lho kena cream pijetnya”

“Ntar aja deh Wi, malu, hehehehehe”

“Kan Dewi tutupin pake handuk mas. Kalo gitu ntar aja ya mas kalo udah mau pake cream, celana dalemnya dibuka”

“Iya deh Wi ntar aja bukanya”.

Hal pertama yang dia kerjain adalah mijet refleksi kaki aku, sambil mijet aku coba-coba ajak ngobrol anak itu.

”Dewi udah lama di kota ini?”

”Baru 3 bulan mas”

“Bohong ah, masa baru 3 bulan langsung kerja di sini”

“Beneran mas gak bohong kok, saya dari kampung gak punya kerja, ada yang nawarin kerja di sini, terus saya ikut aja”

“Mangnya Dewi darimana?”

“Dari Cirebon mas”

“Dewi umurnya berapa?”

“Tahun ini 21 mas” Wah, bener kata ibu yang jaga di depan tadi ya pikir aku. Dewi mijet aku sambil nanya-nanya apa mijetnya enak apa terlalu pelan apa gimana, dan aku cuma jawab sambil ehem ehem yang nandain pijetannya enak. Cerita Sex Terbaru

Terus dia mijetnya dari kaki naek ke paha, pantat, punggung aku. Pas dia mijet pantat aku, aku juga megang pantatnya sambil ngajakin bercanda

“Wah kamu megang pantat saya, pantat kamu saya remes ahh”

“Ih mas ini bikin kaget aja” Tapi dia gak marah, cuma nyengir-nyengir imut bikin gemes.

Aku beraniin nanya hal-hal yang lebih bersifat pribadi kaya udah punya pacar ato suami, yang dia jawab belum ada.

30 menit kemudian dia nyuruh aku buat buka CD karena mau pake cream yang takut kalo CD aku kotor kena creamnya.

Aku bangun, pas mau buka CD ternyata si Dewi permisi sebentar ke toliet, sambil ngasih handuk buat nutupin “burung” aku.

Gak lama kemudian setelah aku pake handuk, si Dewi dateng,terus dengan isengnya dia nepuk pantat aku, sambil bilang “Eh, udah siap ya mas, hehehe”

“Wah kamu ini iseng ya Wi” Sambil aku tepuk pantatnya juga, hehehehehehe.

“Mas saya pake cream ya mas ngurut mas”

“Iya Wi”. Terus dia ngurut aku dari kaki naek ke paha dan ke pantat, pas ngurut di pantat, dia sengajain lama-lama di selangkangan, terus tangannya nyenggol-nyenggol biji aku yang bikin burung aku bangun perlahan-lahan dari tidurnya.

Ngeliat aku naekin pantat, si Dewi nanya, “Bangun ya mas burungnya?”

“Hah? Iya nih, mau benerin dulu” Dewi cuma ketawa-ketawa aja ngeliat kelakuan aku yang benerin posisi burung biar gak sakit. Dewi ngelanjutin ngurut badan aku sampe punggung, kesempatan itu aku gunain buat ngelus-ngelus pantat sama ngeremes-remes pantatnya yang lumayan montok, dia juga ternyata sambil colek-colek burung aku dari belakang yang bikin aku tambah nafsu aja sama cewek ini.

Setelah selesai ngurut bagian belakang, dia nyuruh aku balik badan, karena mau ngurut bagian depan. Nah ini dia yang aku tunggu, jadinya aku bisa ngeliat dia langsung tanpa harus balik badan. Dewi ngurut badan aku dari kaki, naek ke paha, pas di selangkangan di lama-lamain biar aku tambah ngaceng.

Sambil senyum-senyum dia ngelirik aku yang nahan-nahan nafsu. Akhirnya aku beraniin megang-megang toket dia yang gak begitu gede.

Pertamanya dia nolak sambil nepis tangan aku, tapi aku langsung bilang “Kamu curang ya Wi”

“Curang kenapa mas?” Dia tanya sambil senyum-senyum.

“Masa kamu pegang-pegang dada saya, terus saya gak boleh megang-megang dada kamu Wi?”

“Hahahaha mas ini bisa aja, iya deh gak apa apa megang-megang dadaku” Gimana gak ngaceng denger cewek ngomong gitu, langsung aja aku pegang-pegang toketnya dari luar.

Terus aku beraniin buka kancing seragam dia satu-satu, dia diem aja sambil senyum-senyum.

Pas kancing terakhir ternyata dia gak mau di buka, katanya malu karena toketnya kecil.

“Kenapa kamu malu Wi? Kan kamu udah ngeliat sama megang dada saya tanpa tutup, masa saya gak boleh?”

“Malu mas, tetekku kecil mas”

“Gak apa apa Wi, buka ya Wi, aku pengen liat sama pegang tetek kamu” Akhirnya dia ngebiarin tangan aku masuk ke dalam BHnya, sambil aku remes-remes toketnya, aku pilin-pilin pentilnya.

Toketnya emang gak gede, tapi bikin nafsu, walaupun kecil, tapi kenceng bro.

Gak lama kemudian, Dewi ngasi tau aku kalo 10 menit lagi waktunya abis, aku langsung bilang sama dia “Tambah 1 jam lagi Wi”

“Mangnya mau ngapain mas nambah 1 jam lagi?”

“Kamu pijet saya lagi Wi, pijetan kamu enak Wi”

“Sebentar ya mas, aku bilang dulu sama yang di bawah”. Terus dia turun ke bawah ngasitau kalo aku nambah 1 jam lagi. Setelah ngasi tau, Dewi masuk lagi ke bilik, siap-siap mo pijet aku lagi.

Akhirnya dia mijet aku lagi, tapi keliatan banget kalo pijetannya udah gak kaya yang pertama, agak males gitu mijetnya, tapi ngabisin waktu 30 menit tambahan, damn it. Aku bilang sama dia “Pin pijetnya udahan aja, kita ngobrol-ngobrol aja Wi”

“Iya mas” Ternyata dia lagi makan permen, terus dia nawarin aku permen, aku bilang “Aku gak mau permen Wi”

“Mas maunya apa?”

“Aku mau itu tu” sambil nunjuk pake mulut ke toketnya, terus dia jawab “Mau apa sih mas?”

“Mau ini nih” Sambil aku pegang-pegang toketnya, dia agak malu nunduk-nunduk sambil senyum.

“Malu mas..”

“Gak usah malu, ntar aku kasih tips”

“Berapa tipsnya?”

“Kamu mau berapa?”

“Aku mau 200ribu mas” Sambil ketawa langsung aja aku bilang “Eit enak aja 200 ribu Wi, masa toket doang 200 ribu”

“Mangnya mas mau apa?” Wah deg-degan juga aku di tanya gitu, aku dieeeem aja sambil bukain kancing bajunya satu-satu, aku buka BHnya, aku pilin-pilin pentilnya.

Terus tiba-tiba dia nanya aku “Mas mau ngewe?”

“Wah iya Wi, aku mau ngewe sama kamu” “Kenapa gak dari tadi aja mas bilang, gak usah pake lama-lama gini mas, nih lat aku bawa apa” Ternyata dia nunjukin kondom yang disimpen di kantong bajunya. Langsung aja aku tembak,

“Kamu mau berapa wi kalo ngewe sama aku?”

“200ribu mas”

“Gak mau ah Wi, kemahalan, lagian aku gak bawa uang banyak Wi” Aku bohongin aja dia gak bawa uang banyak. “Mas ada uang berapa emangnya?”

“Aku cuma bawa 200ribu, bayar pijet 60ribu, kalo 100 ribu aja gimana?” Lama dia mikirnya, terus dia tanya, “Mas ntar suka ke sini lagi gak?”

“Mungkin iya Wi, kalo aku kecapean, aku pijet”

“Tapi mas kalo pijet sama aku ya mas”

“Iya Wi, ntar kalo aku ke sini aku mau sama kamu aja, yang penting pas kamu lagi gak kerja aja Wi”

“Ya udah mas kita ngewe yuk, 100 ribu gak apa apa mas, mas ganteng juga sih, tapi jangan berisik mas, kalo ketauan ntar aku bisa di pecat mas, mas penisnya gede gak mas?”

“Liat sendiri aja Wi, mangnya kenapa Wi kalo penisku gede?”

“Kalo kegedean,vaginaku ntar sakit mas, mana coba liat mas, ooh pas mas, tapi tetep pelan-pelan ya mas kita ngewenya, takut sakit mas”

“Iya sayang”.

Terus aku ngeliatin dia buka baju sama celananya, BH di buka, CD di buka, di depan aku udah berdiri Dewi yang telanjang.

“Mas jangan ngeliatin vaginaku terus, malu mas”

“Ngapain malu Wi, vagina kamu bagus Wi”

“Mas aku di atas ya mas”

“Kita langsung nih Wi?”

“Iya mas, aku udah nafsu banget mas pengen ngewe, dari tadi nahan kebelet pipis terus jadinya”. Setelah masangin kondom di burung aku, Dewi langsung naek ke dipan, ngukur-ngukur posisi lobang vaginanya biar penis aku masuknya pas.

“Aduh mas,kok gak mau masuk ya mas”

“Pelan-pelan aja Wi” Terus dia ngasih ludah di vaginanya, lobang vaginanya di gesek-gesekin ke penis aku biar bisa pas masuk. Sambil nahan agak sakit di vaginanya, Dewi nurunin pantatnya pelan-pelan biar penis aku bisa masuk ke vaginanya, akhirnya “Ahhh aduh mas, enak mas, pas banget penis mas masuk ke vagina Dewi”

“Iya Wi, vagina kamu keset ya Wi, padahal udah pake kondom ya Wi, aduh Wi enak banget Wi”

“Dewi genjot ya mas”

“Iya Wi” Dengan posisi dia di atas gitu, penis aku bisa masuk semua ke vaginanya. vagina Dewi ini masih agak rapet, penis aku ukurannya sedeng-sedeng aja bro, panjangnya 15cm diameternya 4cm, jadi bisa kalian bayangin kan rapetnya vagina cewek ini?

Kayanya si Dewi capek kalo terus-terusan di atas, akhirnya dia bilang “Mas aku capek, mas aja yang di atas ya mas”

“Iya sayang”.

Cewek ini sepertinya bukan tenaga pemuas nafsu yang profesional, gaya yang dia tau cuma cewek di atas or cowok di atas, soalnya aku ajakin gaya yang lain, dia gak tau, di suruh ngisep penis aja dia gak mau, katanya belum pernah. Posisi aku di atas aku manfaatin buat ngegeber cewek ini sampe dia lemes pokoknya.

Baru 5 menit aku hajar pake kecepatan sedeng, tiba-tiba “Maaaas Agussss, aduuuuuuh mas Agus penisnya enak banget sih masss..vagina Dewi di apain ini mas, aduuuuh mas enaaaaaaaakk, terus mas, terus mas terus mas..” Aku tambahin kecepatan jadi full speed,

“Maaasss Dewi mau pipis mas, ah ah ah ah ah ah ah aaaaaaaahhhhhhhhhhhh, cabut mas cabut mas cabut mas!” Pas aku cabut penis aku, si Dewi badannya gemeteran sambil megang vaginanya,

Aduh mas Dewi lemes banget mas, tapi enak mas, ayo mas di masukin lagi penisnya, kita ngewe lagi sampe mas puasssss” Penetrasi yang aku lakuin sekarang dengan membuka lebar-lebar kakinya, biar penis aku bisa nyentuh G-spotya dia.

Gak lama kemudian, Dewi minta di cabut lagi penis aku karena ngalamin orgasme yang kedua kalinya. “Aduuuuh mas geliiiii, mas penisnya enak banget sih mas..” Belum lama di cabut, aku langsung nusuk lagi vaginanya Dewi yang udah kemerah-merahan itu.

“Kamu jangan teriak-teriak Wi, kan katanya jangan berisik” “Ini juga bisik-bisik mas teriaknya” Aneh niy cewek,teriak kok bisa bisik-bisik. Pas aku masukin lagi penis aku ke vaginanya, ternyata vaginanya masih sensitif bekas orgasme yang terakhir tadi, jadi dia gigit tangannya sendiri nahan ngilu, geli, enak campur jadi satu.

“MMMMpppppphhhhhh mmmppppphhhhhh” Aku hajar lagi pake full speed, udah gak tahan lagi aku,ahirnya aku keluarin uneg-uneg yang ketahan di dalem.

“Aaaaaaaahhhh enak banget Wi vagina kamu Wi, mas keluar Wi”

“Iya mas, haduh Wi..wi ca..pek bang..et mas..ah ah aduh, mem..ek Wi..win ma..sih snut snut mas” .

Setelah beres-beres, ternyata waktunya udah lewat 10 menit, akhirnya kita selesein jam pijetnya. Aku kasih tipsnya ke Dewi di masukkin ke dalem BHnya sambil megang toketnya, lumayan sebelum pulang.

“Nanti kalo aku pijet ke sini sama kamu aja ya Wi”

“Nanti ke sini lagi mau pijet apa mau ngewe sama aku mas?hehehehe”

“Bisa aja kamu Wi” Terus aku cium dia, akhirnya aku turun ke bawah untuk bayar pijet selama 2,5jam sama minuman yang aku pesen.

Kemudian aku pulang dengan dengkul lemes tapi puas banget udah dapet vagina. Demikianlah ceritaku yang bisa ngentot dengan pegawai pijat yang masih muda, tunggu cerita sexku berikutnya dengan Dewi, makasih.

Cerita Sex – Nafsu Berapi Api..

Aku yang sudah menikah dan berencana masih belum ingin mempunyai momongan karena ingikn fokus terhadap kerjaan masing masing dahulu, suamiku juga begitu sama seperti aku tapilebih over kerjanya, aku yang bekerja sebagai sales promotion girl sering mendapat job tentang pamaeran mobil , memang perawakannku itu bisa dibilang seksi dengan tinggi tubuh 173 cm berate badan 50 kg, jadi aku sering menjadi perhatian orang yang hendak mau melihat lihat pameran tersebut,

Suamiku bernama viky dia bekerja bisa di bilang sukses karena mendapat kepercayaan pada atasannya jadi sering mendapat kerjaan sampai malam hari dan datang kerja pagi buta sekali ketika aku masih tidur dia bernagkat duluan, tapi suamiku itu juga tipe yang doyan sex , sempat dalam sehari dia minta jatah 2 x mau kerja dan sesudah kerja , awalnya aku bisa memahami dia karena tugasnya terebut, tapi lama kelamaan kami sering bertengkar akibat kita jarang komunikasi dan jarang bertemu walau satu rumah, dia pulang kerja aku tidur, dia berangkat kerja aku masih tidur begitu terus sampi 3 bulan,

Suatu hari suamiku mendapat proyek yang di kerjai dengan sahabat kantornya di luar kota, sebut saja namanya Ello, sahabat sering di ajak ke rumah dan di perkenalkan denganku mata dia sering melirik mupeng ke padaku, kadang aku juga merasa gimana kalau di lihatinya, memang dia berwajah ganteng dan penampilan style banget di tunjang dengan tubuh kekarnya, suatu ketika saat suamiku mendapat tugas untuk mengecek bagian kerjanya , Ello disuruh untuk menemaniku beberapa hari, mungkin suamiku percaya kepada dia, jadinya dia meminta bantuan terhadap Ello untuk menjaga rumah.

Dia tidur di bagian samping kamar aku dan suamiku, malam pertama saat ello mau tidur dia permanitan lewat kamarku , “mbak aku tak tidur dulu” sambil menatapku dari luar pintu, saat itu aku memakai baju tidur dan memang kalau tidur aku sering mencopot BH dan CDku supaya tidurku leluasa dan Viky kalau pulang rumah bisa langsung memeluk dan bercinta denganku, tapi kulihat mata Ello tadi mencuri curi pandang di antara celah baju tidur.

Pernah juga suatu hari saat Ello main dirumah, dalam keadaan sange aku dan suamiku tak kenal tempat kami melakukan di dapur saat perkempoan kami berlangsung tiba tiba Ello datang tanpa di ketaui oleh Viky karena posisi itu viky sedang duduk dan aku diatasnya sambil menggenjotnya, aku yang melihat Ello datang dan melihat adegan ngentotku , karena aku juga gak mau kalau viky menjeda genjotnya aku membiarkan tanpa memberitahu suamiku kalau Ello sedang berada dibelakangnya hanya aku kasih kode untuk diam karena aku tahu bahwa viky sedang dalam puncaknya, dan sampai crotttt ello memandangi adegana dengan suamiku ngentot dengan tuibuhku yang telanjang.

Pada akhirnya ello sering menatapku dengan mata mupeng, dan sewaku saat ada acara pesta kantor juga aku dan suamiku beserta ello ikut diundang dalam acara tersebut karena undangan khusus dari atasan viky aku sebisa mungkin untuk tampil seksi dan anggun dengan aku memakai gaun berwarna hitam dengan menonjolkan lekuk tubuhku yang seksi itu, sebelum berangkat ke pesta suamiku mengajak aku bercinta karena melihat diriku mala mini terliaht cantik dan seksi saat adegan aku ngentot dengan suamiku aku merasa ada yang melihat di celah pintu, memang kami yang terlalu bernafsu sehingga lupa untuk mengunci pintu kamar, lagi lagi Ello memandangiku di luar pintu dan melihat kami sedang ngentot, setelah itu kami bertiga berangkat menuju ke rumahnya bosnya viky.

Wah memang hebat rumahnya ada 2 lantai, yang bagian atas mendapat info ada koleksi benda benda antik punya si boss di lantai 1 sudah banyak orang yang datang, dan saat suamiku bertemu dengan si boss meminta untuk berbicara dengannya di ruangan khusus, “kamu nunggu sebentar disini ya, atau naik ke lantai 2 nonton koleksinya, aku sedang di suruh menghadap atasan”kata suamiku, “ya sayang tak masalah” kataku, aku beranjak pergi ke lantai 2 dan memang koleksinya sungguh antik sekali dari lukisan, patung patung dan cermin yang besar, aku sempat tertarik dengan cermin tersebut sampai aku mengaca melihat tubuhku yang seksi dan aku berlekuk lekuk di depan cermin, dilantai 2 saat itu hanya ada 3 orang tak taunya juga ada Ello yang ada disampingku.

“eittss ngaca terus , nanti kacanya ampun ampun lho melihat keseksianmu” kata Ello

“lhoo kamu kamu ikut naik juga Ello”

Dan dia meminta diriku untuk memegang gelas yang berisi air untuk di pegangkan sebentar,

Kami pun ngobrol di tempat ini, setelah kami ngobrol ngobrol tiba tiba Ello pergi ke belakang aku dan menyilakkan rambutku sambil berkata aku bisa membuat kamu semakin seksi lagi, dengan kedua tanganku yang memegang gelas aku tak bisa menepik yang hanya aku diam saja dan mendengarkan dia berbisik, sambil memegang leherku membuat aku merinding dan mengendus ngendus dengan nafasnya kemudian dia mencium leherku di bagian pojok,

“Ello kamu ngapaian , lhooo elloooo lepaskan seruku, aku hanya berbisik dan tidak berani berteriak karena ini acara orang orang besar dan aku tak mau mempermalukan diriku dan suamiku”

Ello masih melancarkan gerakannya dengan berani dia memegang BH ku dan menciumi leherku aku pun begerak sana sini dengan masih memegang gelas, tapi aku langsung si peluk dia dari belakang dan ello juga memegang selakanganku, Plisss ellhentikan kegiatan ini, jangan kau mempermalukan aku, saat tangan ello menyentuh bagian memekku aku sudah merasa basah dia tahu kalau aku menggunakan g string dan melepaskan talinan sehingga sampai copot g stringku.

Tangan ello sudah masuk di dalam rok dan meyentuh bagian memekku aku pun merintih rintih dengan jarinya yang mengelus ngelus , aku tak bisa apa apa lagi selain meronta ronta, tiba tiba dari bawah suamiku memanggil diriku , “mahh mahh dimana kamu” aku pun langsung bisa pergi dan meninggalkan ello dilantai 2, aku merapikan gaunku dengan g stringku yang tertinggal, pada waktu itu aku sempat deg degakan karena kami melakukan di tempat umum.

Suamiku memberitahu bahwa dia tidak bisa pulang bersama karena atas suruhan atasannya untuk bertemu dengan klien dengan bosnya dan dia meminta diriku untuk pulang bersama Ello, aku pun tak bisa menolak dan aku pulang dengan Ello memakai mobilku, dalam perjalanan pulang aku tak mengatakan spetatah kata pun, dia memuji muji kalau akau mala mini cantik dan seksi sekali tanpa aku tangggapi, smapi akhirnya kmi sampai dirumah dan aku langsung masuk kedalam kamarku sambil memikirkan hal tadi kenapa kejadian itu bisa berlangsung, tapi aku akui saat aku di permainkan oleh Ello aku merasa gairahku sangat tinggi.

Aku yang sudah memakia pakaian baju tidur , rupannya Ello sudah mengunci semua pintu rumah dan masuk ke dalam kamarku sambil mengembalikan g stringku tadi yang lepas akibat perbuatan dia, saat aku mau mengambil dia langsung menyergapku dan menciumi di atas ranjang,

Hehh Ellooo lepaskan diriku atau aku akan berteriak, tolong elooo jangan lakukan ini aku meronta ronta agar tak di sentuh , tapi dengan ganas dia memeluk tubuhku dan melepaskan baju tidurku, hingga aku sekarang talanjang tanpa ada istilah pemanasan dia langsung membenamkan penisnya masuk ke dalam memekku rupanya dia tidak memakai CD dan dia memang sudah menyiapkan, tanpa basa basi dia langsung menancapkan penisnya dan memompa maju mundur, bless blesss bloeesss aku di entot kira kira selama setengah jam waluapun aku menolak tapi aku menikmati penis besarnya, tak lama aku mengeluh panjang ahh ahhh ahhh aku sudah mencapai orgasme sedangkan ello masih sibuk dengan maju mundurunya tapi saat itu dia mempercepat gerakannya dan tak lama kemudian dia mengeluarkan sperma dan tumpah di dalam memekku.

Anja sungguh aku tak bisa menahan nafsuku , sambil berbisik ke telingaku dan bergegas meniggalkanku, sampai aku tertidur gak tau pukul berapa saat itu, paginya aku melihat suamiku viky berada di sampingku dan rupanya dia sudah tertidur aku gak yau dia pulang jam berapa, seperti biasanya aku pagi menyiapkan sarapan untuk suamiku dan Ello, dan dia lanjut untuk berangkat kerja, karena di rumah sendiri aku ingin rasanya berenang untuk lebih fresh, aku tahu karena di rumah aku sendiri jadi aku berenang tanpa menggunakan pakaian , aku bisa leluasa tapi apa beberapa jam kemudian si Ello datang lagi dan beralasan pada suamiku kalau badannya gak enak dan izin tidak berangkat ke kantor, dia masuk menggunakan kunci suamiku,

Lha kamu kok disini ello bukanya kamu masuk kerja ?? tanyaku saat masih di kolam renang dalam keadaan bugil, “iya tiba tiba badanku merasa sakit sambil menghampiriku yang belum tau kalau aku telanjang setelah dia melihatku dia malah langsung bergegas mencopot pakaiannya dan celananya aku pun melihat badan dia yang kekar dan penis yang menegang aku lari dan mau berdiri tapi aku malu kalau aku nanti kelihatan tubuhku, saat aku toleh kesana kesini aku tak meilihat ello dan saat sampai di tepian aku merasakan di bawah ada yang hangat rupanya ello ada di bawah selakanganku sambil menjilati di dalam air.

Aku pun tak bisa apa apa lagi beberapa detik memek aku di jilati sampai memunculkan gairah lagi, aku heran dia kuat menahan nafasnya di dalam air untuk beberapa detik, setelah puas dia berdiri di hadapanku dan menciumiku dan menggantikan penisnya untuk menyentuh memekku, ahh ahhha hhh dengan tusukan tusukan penisnya sudah masuk ke dalam memekku, aku menikmatinya karena memang sudah lama aku tak dijamah lagi dengan suamiku, kemudian aku ditarik mentas di samping kolam dan melanjutkan persetubuhan.

“aoohhh ahhh ahhh tubuhku dalam posisi nungging”

Tangan ello mengelus ngelus pundakku dan meremas toketku,

“anja kamu masih terlihat cantik semalaman dan sekarang ini”

Aku haya diam dan menikmati walaupun aku ingin rasanya juga menggoyangkan pantatku maju mundur tapi aku berpura pura tidak mengimbanginya nyatanya dia memuaskannku, aku yang mendesah membuat dia semakin gairah dia memompa blassss bless blaass blesss , tak lama kau merasakan orgasme duluan “ahhh ahhh ahhh ahhhhhhhhhh.

Bibrku aku gigit merasakan hal yang nikmat luar biasa denga penis besarnya, lagi lagi ello masih menggenjot dengan cepat tak lama juga ello mengeluarkan spermannya lagi, setelah selesai aku melepaskan dari tusukannya dan menampar dia plaakkk kemudian aku lari menuju kamarku dan membersihkan diri, semoaga dengan itu dia menjadi kapok, malamnya suamiku yang bebas dari kantor dia sedang berada di depan computer aku yang ingin merasakan persetubuhan dengan suamiku aku memancing dia dengan aku memakai pakain kimono, aku dekati suamiku dan aku sentuh pundaknya dengan susuku yang hanya memakai BH, aku goyangkan goyangkan biar dia terangsang , tapi apa balasannnya malah aku disiruh untuk diam dan tak mengganggu dia , sebab in untuk masa depan kita katanya.

Aku sedih mendengar perkataan dia kemudian aku putuskan untuk keluar dari kamar menuju tepian kolam sambil bersedih dan menahan gairahku yang masih haus, kulihat dari luar jendela kamarku suamiku masih sibuk dengan kerjaannya beda dengan Ello yang kulihat dari luar habis keluar dari kamar mandi, aku dekati jendela dia dan mengamati dari luar aku melihat tubuh ello yang kekar dan penisnya yang bergelantungan seakan akan memanggil memekku untuk di tusuk lagi, sambil mengamati dari luar aku mengelus ngelus memeku karena aku menahan nafsu tadi yang tak terlampiaskan,

Aku takut untuk masuk ke dalam kamar Ello tapi karena nafsu membutakan segalanya aku beranikan mengetuk jendela dan masuk ke dalam kamar Ello, Sttttttt jangan bicara keras keras, “lhoo kamu kenapa anja? Tanya Ello dengan heran.

“gak papa suamiku sedang sibuk di depan computer jadi jangan bicara kencang kencang, pintaku”

Aku langsung memeluk tubuh dia dengan keadaan bugil aku juga melucuti pakaianku sendiri jadi kami berdua telanjang, ello yang heran akan tingkahku hanya diam dan aku langsung mengambil posisi duduk di hadapan penisnya aku pegang penisnya dan aku kulum dari kepala penis sampai ke pangkal semakin lama semakin membesar penis ello dan kurasa puas aku gantian yang ingin di puaskan dengan cara aku berbaring di tempat tidur dan mengangkan pahaku, tanpa ada perintah ello sudah mengerti akan inginku dia langsung menyentuh memekku dan menjilatinya ahh ahhh ahh aku mendesah, nikmat untuk malam ini, setelah basah akan jilatannya , aku menyuruh kepada penis ello yang sudah mengeras untuk segera memasukkan ke dalam memekku,

Kali ini rasanya amat beda dengan perkosaan tadi, perlahan lahan dia memasukkan dari kepala penisnya blesss sampai setengah blesss blesss dan sampai ke pangkal aku mendesah dengan mulutku aku tutup dengan sprei supaya tidak kedengaran oleh suamiku, aku kali ini member perlawanan dengan menggoyangkan pantatku dan menaikkan pantatku auhh uhh uhh ahhhh tangan ello juga meremas remas toketku sampai putingku merasa keras, di genjot memekku sampai memerah karena aku takut nanti kalau suamiku mengetahui aku percepat gerakan pantatku dan aku orgasme untuk pertama ahhh ahhhh aku memeluk tubuhnya dan mencium lehernya, ello tau kalau aku sudah orgasme karena penisnya aku siram dengan cairanku.

Dengan itu ello yang masih nafsu membalikan tubuhku dengan masih penisnya tertancap di memekku, aku dibalik tubuhku sekarang dengan gaya doggy style di pompa penisnya maju mundur, pundak dan leherku di ciumi dia lagi, entah apa aku menjadi terangsang kembali kami pun berciuman juga dengan lama sementara tangannya memegangi toketku dan meremas remasnya , karena memekku sudah basah dan sudah siap untuk ronde berikutnya , kemudian ello langsung mengayuhkan rodalnya denga cepat hingga terdengar suara plokk plokk plokk aku juga sekarang bisa mengimbangi dengan pantataku aku manju mundurkan semakin kami membakar gairah lagi.

Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga penisnya menyentuh rahimku. Kupeluk Ello dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku. Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Ello dengan menaik turunkan pantatku. Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Ello diketuk Viky,

“Ello..kau sudah tidur?”, demikian ketuk Viky. Langsung saja Ello melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar. Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku.

Ello dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Viky masuk, Viky sempat terkejut melihat Ello telanjang,

”Sedang apa kamu Ello” tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku. Ello hanya tersenyum dan mengatakan,

”Mau tau aja..” Dasar Viky dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi. Setelah Viky keluar, Ello kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,”Anja buka pintunya..sudah aman”.

Begitu aku buka pintunya Ello langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless penisnya kembali memenuhi memekku “Ahhh..ahh..” erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Ello melahap buah dadaku dan putingku.

Sepuluh menit berlalu dan goyang Ello semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama “Braaam lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar..” desahku

“Tahan sayang kita bersamaan keluarnya”, dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam memekku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan.

“Elllooo..,” desahku tertahan.

Anjaa..kau hebat..” demikian katanya.

Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul.

“Terima kasih Ello..kau hebat..” kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku.

Viky tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Ello di sekujur buah dadaku. Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Viky tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya.

Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Viky berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Ello, kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renang, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah dadaku yang masih memar karena gigitan Ello. Saat kami berenang aku menyadari bahwa Ello sedang menatap kami dari kamarnya. Dan saat Viky sedang asyik berenang kulihat Ello memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan penisnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.

”Vik aku mau ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Viky, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Viky memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti.

Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Ello. Di sana Ello sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya. “Gila kamu Ello..bisa ketahuan Viky lho,” protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku

“Tapi kamu menikmatinya khan?!,” goda Ello sambil mencium leher belakangku. Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Ello menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga pantatku,

“Anja kamu suka ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan penisnya ke dalam memekku dari belakang.

”Ahh.. Ello lebih kencang..fuck me Ello..puaskan aku Ello..penismu sungguh luar biasa..Ello aku sayang kamu..” teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Viky.

Ello mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga memekku terasa lebih dalam lagi tersentuh penisnya dengan posisi ini,

”Anjaa..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Viky melihat sejenak ke kamar Ello maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya. Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan

“Teruuus Ello lebih khheeenncang..ahhhh aku keluar”, teriaku.

“Aaakuu juga Anjaaa..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan. Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Viky yang tidak menyadari kejadian itu.

Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Ello. Pernah suatu saat ketika akhirnya Viky mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun.

Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Ello sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang. Penisnya langsung menusuk memekku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku, “Ello kamu nakal” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Ello kudapatkan gairah terpendamku selama ini.

Pada akhirnya setelah selesai poyeknya bersama suamiku kami pun berpisah dengan Ello tapi sebelum perpisahan itu kami sempat malakukan diam diam di dalam kamar mandi denagn durasi yang cepat, begitulah ceritaku karena aku di biarkan oleh suamiku yang memang hasrat sex ku tinggi.