Cerita Mesum

Cerita Sex – Adikku Hypersex..

Pada suatu malam yang panas di kamar Andra. Ia tidak bisa tidur. Andra menggulingkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, dengan malas diliriknya jam duduk di atas meja belajarnya. Amel, adik perempuannya, menggunakan komputer di kamar Andra semalam suntuk. Ayahnya yang mengijinkannya untuk menggunakan komputer Andra kapan saja dia memerlukan. Dan Andra tidak bisa tidur mendengarkan cara Amel belajar. Biasanya, kalau Andra tidak belajar, cuman akan dapat ‘C’.

Andra bangun dan menuju ke arah kamar Amel. Ia membuka pintu dan menguncinya setelah ia masuk. Amel sedang berbaring di tempat tidurnya. Dia memakai suatu baju tidur yang tembus pandang. The air conditioner disetel High/Cold.

“Amel,” bisiknya. Andra maju menghampir adiknya. Ia menggoyang-goyang tubuh adiknya.

” Amel,” ia serunya sedikit lebih nyaring.

“Huh.. A.. Ada apa?”

“fish, aku tidak bisa tidur.”

“Lalu mau apa, pergi sana.”

“Beri aku kesempatan tidur di sini malam ini.”

“Kenapa?”

“Ini semua gara-gara kamu! Kamu membuatku terjaga semalam suntuk! Aku hanya bisa tidur lebih baik kalau ada temannya? Dan Aku tidak mungkin pergi tidur dengan ibu dan bapak.

Tolonglah, Aku mau melakukan apapun! Aku mau dijadikan budakmu untuk seharian besok! Maksudku, bukan budakmu beneran tetapi bagaimana jika aku memasakkan kamu?”

“Tidak, aku ingin sendirian!”

“Baiklah, baiklah, Aku jadi budakmu.. Hari ini. Tolonglah, biarkan saja aku tidur disini malam ini. Aku tidak bisa tidur sendirian.”

“Oke Ndra, kamu boleh tidur di sini.”

“Yah! Terima kasih!”

Andra pun meloncat ke tempat tidur.

“Tidur di kanan.” Bentak Amel.

Andra menggulingkan tubuhnya melewati tubuh Amel. Ia merasakan puting susu Amel yang keras menggesek dadanya. Beberapa detik dia berada diatas tubuh gadis itu, kemudian berguling kesisi kanan.

“Ohh! Mau apa kamu? Menggencet tubuhku?”

“Yah!” Andra menjawab

“fish! Aku kedinginan, Peluklah aku Ndra?” kata Amel.

“Oh, tentu.” Kata Andra.

Andra menempatkan kakinya diatas paha Amel dan tangan kanannya memeluk tubuhnya. Lengannya tepat diatas dada kanan Amel dan tangannya memegang tangan yang kirinya. Andra mencium rambut pirangnya. Cerita Ngentot

“Hmm, harum.”

“Terima kasih. Ohh dingin sekali,” keluh Amel sambil memutar tubuhnya dan memeluk lengan kanan Andra, tubuhnya kini merapat kedada Andra.

Kepalanya menyandar didada kakaknya. Kaki kanan Andra berada antara pahanya. Sehingga Andra dapat merasakan hawa panas yang muncul dari vagina Amel. Penis Andra mulai mengeras. Amel dapat merasakan ketegangan yang menekan perutnya.

“Aku mencintai kamu Ndra,” bisik Amel.

“Aku juga mencintaimu, Mel,” kata Andra sambil mencium rambut Amel.

Amel memutar tubuhnya, wajah mereka saling berhadapan, matanya saling menatap. Pelahan Amel mendekatkan bibirnya dan Andra pun merendahkan wajahnya. Kedua bibir mereka bertemu, lidah mereka saling menyentuh dan mengait.

“Hhh!” seru Amel sambil menghembuskan nafas berat.

Tangan kanan Andra merayap di bawah gaun Amel ke atas dan bukit dada telanjang Amel pun diremasnya dengan lembut. Kemudian Andra menurunkan wajahnya, dan puting susu gadis itu dijilatnya.

” Oooh.. Aduh Ya Tuhan, Ndra, ohh..” Keluh Amel sambil menarik nafas panjang.

Andra menurunkan tangannya kebawah ke arah pangkal paha Amel, dan membelai celah-celah vagina Amel. Bagian tersebut terasa sangat panas dan basah. Andra segera bangkit duduk, membuka kemejanya dan menurunkan celana pendeknya.

Amel pun membuka pahanya dan menempatkan tubuh Andra diantara kedua pahanya. Vagina Amel terbuka lebar dihadapannya dan ini adalah untuk pertama kalinya bagi pemuda 19 tahun ini melihat bentuk liang perawan dalam jarak yang demikian dekat. Andra segera menyentuh clitoris kecil yang mencuat itu dan kemudian menggosoknya pelahan-lahan dengan jarinya. Sambil menggosok clitoris adiknya itu, dia menjulurkan lidahnya dan dicucukkan lidahnya keliang vagina yang masih tertutup rapat itu.

Amel merintih, mendesah sambil mengangkat-angkat pinggulnya. Tiba-tiba kakinya menegang dan menjepit, sehingga hampir mencekik leher Andra ketika untuk pertama kalinya gadis usia 15 tahun ini mencapai orgasmenya. Setelah sekitar 30 detik tubuhnya melemas dan kemudian terkulai relax.

“Ohhh, Aduh Ya Tuhan! Apa yang yang terjadi?” bisik Amel.

“Kupikir, kamu mencapai orgasme!” Jawab Andra.

“Ohhh Ndra. Demi Tuhan aku mencintaimu!” kata Amel sambil mencium kakaknya dengan sangat mesra sekali.

Tubuhnya digesekkan dengan lembut ke Andra, putingnya yang mencuat keras seperti menggaruk dada Andra. Andra segera merebahkan Amel dan memposisikan penisnya yang sudah sangat tegang itu di vagina adiknya, pelahan-lahan digesek-gesekkan ujung topi bajanya naik turun menyusuri celah yang sudah sangat basah itu, sambil berusaha untuk temukan liang perawan yang tersembunyi disana.

“Stop, tunggu dulu!” seru Amel tiba-tiba.

“Ada apa?”

“Aku masih perawan. Kudengar akan berdarah untuk pertama kali. Ambi handuk itu, aku tidak ingin seprei ini terkena noda.”

Andra segera meraih handuk, melipatnya dua kali dan menggelarnya dibawah pinggul adiknya. Amel segera menempatkan pinggung ditengah handuk itu.

“Ok kak, sekarang buat aku menjadi seorang wanita!”

Ndra memposisikan ujung batang penisnya tepat digerbang liang perawan itu. Kemudian menekannya pelahan-Iahan. Amel memeluk pinggang kakaknya sambil pinggulnya menekan ke atas. Wajah Amel menyeringai, dahinya berkerut-kerut menahan sakit ketika pelahan-lahan ujung penis Andra yang berbentuk topi baja itu menyeruak masuk keliang sempit itu. Akhirnya, diiringi dengan jeritan Amel, Andra berhasil menembus selaput keperawanan adiknya itu dan batang penisnya yang 6 inci itu tenggelam seluruhnya keliang sempit itu.

“Aaahh, Aduuhh Ya Tuhan!”

“Kamu baik-baik Mel?” tanya Andra khawatir.

“Yah, Aku sudah nggak apa-apa, ayo teruskan lagi, cuman jangan keras-keras ya.”

Andra kemudian menggerakkan pinggulnya naik-turun pelan-pelan, pemuda itu benar-benar ingin menghayati pengalaman pertamanya ini, gesekan dinding vaginanya yang sempit itu, jepitan yang demikian ketat dan.. dia benar-benar tidak pernah menduga bisa senikmat ini.

“Ya, ya, aduhh, ya, terus seperti itu.. Ohh, jangan stop. Ohh aahh,” terdengar desahan dan rintihan anak gadisnya.

Andra terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Dia angkat kaki adiknya kepundaknya sambil meneruskan gerakannya. Sekujur tubuh keduanya sudah mandi keringat. Tampak noda-noda merah menghiasi handuk dari cairan vagina yang bercampur darah keperawanan Amel.

“Aduh Mel, oohh, aku mencintai kamu Mel, aku mencintaimu.. Sepertinya aku mau keluar!”

“Ahh.. Ya Tuhan! aku juga aahh!”

Andra semakin mempercepat gerakan pinggulnya, ujung penisnya terasa membentur-bentur dasar liang vagina Amel. Amel pun sepertinya sudah melupakan rasa sakitnya. Hanya sensasi-sensasi kenikmatan yang dirasakannya..

Ketika Andra merasakan denyutan-denyutan di batang penisnya, dia tekan sedalam-dalamnya dan dia semburkan cairan spermanya didasar liang vagina adiknya itu. Dan bersamaan dengan itu Amel juga mencapai orgasmenya. Tubuh gadis itu sampai bergetar ketika denyutan-denyutan nikmat memancar dari dalam liang vaginanya dan ditambah lagi semburan sperma Andra yang memancar berulang-ulang. Keduanya kemudian lemas terkulai sambil berpelukan, dan batang penis Andra masih tertanam diliang vagina adiknya.

“Ohh Mel, Aku Mencintai Kamu, Mel.”

“Aku juga mencintai Kamu Ndra.”

Setelah kejadian malam itu, mereka kembali mengulanginya lagi ketika ada kesempatan dirumahnya. Karena belakangan Andra mengetahui kalau adiknya adalah gadis hyper sex, jadi dia terpaksa melayani nafsu adiknya yang liar. –

Advertisements

Cerita Sex – Pengalamanku Dikampung..

Aku Linda, mahasiswi hukum Universitas Pajajaran. Semenjak dua tahun yang lalu, saat diterima kuliah di Universitas Pajajaran, aku tinggal di Bandung. Aku berasal dari Sukabumi, ayahku berasal dari Bandung, sedangkan ibuku asli Sukabumi. Mereka tinggal di Sukabumi.

Kisah ini menceritakan kisahku yang terjadi saat aku masih duduk dibangku 1 SMA di Sukabumi yang terus berlanjut sampai aku kuliah sekarang. Aku anak yang paling tua dari 2 bersaudara. Aku mempunyai 1 adik laki-laki. Umurku berbeda 2 tahun dengan adik. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecil, aku sering mandi bersama bersama adikku, tetapi sejak dia masuk SD, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, aku masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis seorang cowok. Sejak saat itu, aku tidak pernah melihat lagi penis cowok. Sampai suatu ketika, pada hari senin sore, aku sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Aku telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya aku rasakan kandung kemihku penuh sekali. Aku kebelet pipis. Benar-benar kebelet pipis, sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Aku berlari menuju ke kamar mandi terdekat.

Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

”Hey..! Siapa di dalam..? Buka dong..! Udah nggak tahan..!” aku berteriak sambil menggedor-gedor pintu.

“Akuu..! Tunggu sebentar..!” ternyata adikku yang di dalam.

Terdengar suaranya dari dalam.

”Nggak bisa nunggu..! Cepetan..!” kataku memaksa.

Gila, aku benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

“Kreekk..!” terbuka sedikit pintu kamar mandi, kepala adikku muncul dari celahnya.

”Ada apa sih..?” katanya.

Tanpa menjawab pertanyaannya, aku langsung nyerobot ke dalam karena sudah tid tahan. Langsung aku jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.”Serrrr…” keluar air seni dari vaginaku. Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

“Wooiiiiii..! Sopan dikit napa..?” teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.

“Sebentarrr..! Udah nggak kuat nih,” kataku.

Sebenarnya aku tidak mau menurunkan pandangan mataku ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga. Kelihatan deh burungnya.

“Hihihihi..! Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikitlah…” gumanku dalam hati.

Aku takut tertangkap basah melihat penisnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mataku melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mataku lagi. Sialan..! Dia lihat vaginaku yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vaginaku biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

”Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..!” aku bersungut dalam hati.

“Oooo..! Kayak gitu ya Teh..?” katanya sambil tetap melihat ke vaginaku.

“Eh kurang ajar Lu ya..!” langsung saja aku berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.

“Bletak..!” kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

”Ya… basah deh rok Teteh…” kataku melihat ke rok dan celana dalamku.

”Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..!” katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.

”Mandi lagi ahh..!” lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.

Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.

”Waduh.., sialan nih adik..!” sungutku dalam hati. Waktu itu aku bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi aku jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu.

Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

”Udah.., pake aja handuk Aku..!” kata adikku.

Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan penisnya mengkerut lagi.

”Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..!” batinku.

Aku lalu membuka celana dalamku yang warnanya merah muda, lalu rokku. Kelihatan lagi deh vaginaku. Aku takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adikku. Eh sialan, dia memang memperhatikan aku yang tanpa celana.

”Teh..! Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? Hehehe..!” katanya sambil nyengir. Sialan, dia menghina vaginaku,

“Iya..!” kataku sewot.

“Daripada culun kayak punya Kamu..!” kataku sambil memukul bahu adikku.

Eh tiba-tiba dia berkelit,

“Eitt..!” katanya. Karena aku memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya aku terpeleset.

Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.

”Iiihhh.., rasanya geli banget..!” cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut,

“Huh..! Elo sih..!”

“Teh.. kata Teteh tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..?” katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.

Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.

”Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..?” kataku mengejek dia.

Padahal aku kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng aku tanya,

“Gedein lagi bisa nggak..?” kataku sambil mencibir.

”Bisa..! Tapi Teteh harus bantu dikit dong..!” katanya lagi.

”Megangin ya..? Wekss.., ya nggak mau lah..!” cibirku.

“Bukan..! Teteh taruh ludah aja di atas tititku..!” jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.

“Gitu doang kan..? Mau Teteh ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Teteh pengen ngeludahin Kamu”

”Asyiiikkk..!” katanya.

Sialan nih adikku, aku dikerjain. Kudekatkan kepalaku ke arah penisnya, lalu aku mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga aku membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin besar, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. Asyiik banget melihatnya.

Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Aku benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul. Seperti penyanyi utama yang baru muncul di atas panggung setelah ditunggu oleh fans-nya. Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Aku jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.

“Hehe…” dia ke arahku. “Masih culun nggak..?” katanya lagi.

“Hehe..! Macho kan..!” katanya tetap tersenyum..

Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun aku terangsang, tentu saja aku tepis tangan itu.”Apaan sih Elo..!” kubuang tangannya ke kanan.

“Teh..! Please Tehhh.. Pegang aja Teh… Nggak akan diapa-apain… Aku pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja Teh..” kata adikku, kembali tangannya mendekati selangkanganku.

Waduuhh.. sebenarnya aku mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi aku juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di vagina.

”Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..!” akhirnya aku mengiyakan.

Deg-degan juga hati ini.Tangan adikku lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Aku lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. Uuppss… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vaginaku. Geli sekali rasanya saat bibir vaginaku tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vaginaku. Aku jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vaginaku mengeluarkan cairan.

“Hihihi.. Teteh terangsang ya..?”

”Enak aja… sama Kamu mah mana bisa terangsang..!” jawabku sambil merapatkan selangkanganku agar cairannya tidak semakin keluar.

”Ini basah banget apaan Teh..?”

”Itu sisa air kencing Teteh tahuuu..!” kataku berbohong padanya.

”Teh… memek tu anget, empuk dan basah ya..?”

”Tau ah… Udah belum..?” aku berlagak sepertinya aku menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya aku ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir vaginaku.

”Teh… gesek-gesek dikit ya..?” pintanya.

”Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..!” aku pura-pura tidak mau.

”Dikit aja Teh… Please..!””Terserah Kamu aja deh..!” aku mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh.

Hihihi.. Habis enak sih…Tangan adikku lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vaginaku terbawa juga ke dalam.Ouughh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari bibirku. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vaginaku mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vaginaku ikut tertarik lagi.

”Ouughh..!” akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vaginaku.Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, aku bertumpu pada bahu adikku.

“Enak ya Tehh..?”

”Heeh..,” jawabku sambil memejamkan mata.Tangan adikku lalu mulai maju dan mundur, kadang klitorisku tersentuh oleh telapak tangannya.

Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.

”Tehh..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!”

”Kamu mau diapain..?” jawabku lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.

”Ya pegang-pegangin juga..!” katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah penisnya.

Kupikir egois juga jika aku tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tanganku. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah aku bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.Tiba-tiba dia berkata,

“Teh..! Titit Adek sama memek Teteh digesekin aja yah..!”

”Heeh” aku langsung mengiyakan karena aku sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.Lalu dia melepas tangannya dari vaginaku, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkanganku.

Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vaginaku. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vaginaku.”Ouughhh..!” aku kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.

”Dek… masukin aja..! Teteh udah nggak tahan..!” aku benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan.

Aku akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam vaginaku.

”Iya Teh..!”Lalu dia menaikkan satu pahaku, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke vaginaku.

Aku terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya aku hanya bisa menggigit bibirku untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian aku mengalami orgasme. Vaginaku rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.

”Ouuggggkkk..!” aku tidak kuat untuk tidak berteriak.

Kulihat adikku masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.

”Ouughhh..!” katanya.

Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vaginaku. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vaginaku.Lama kami terdiam dalam posisi tu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vaginaku. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas susuku dan memilin putingnya.

”Teh..! Teteh nungging, terus pegang bibir bathtub itu..!” tiba-tiba dia berkata.

”Wahh..! Gila Lu ya..!”

”Udah.., ikutin aja..!” katanya lagi.

Aku pun mengikuti petunjuknya. Aku berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Aku tahu adikku bisa melihat dengan jelas vaginaku dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vaginaku dari belakang.

”Akkkhh..! Gila..!” aku menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vaginaku.

Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudaraku. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Aku rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vaginaku. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamarku ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur.

Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh.

Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya aku membiarkan pintu kamarku tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adikku akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan.Kini setelah aku di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan aku yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor spermanya ke vaginaku. Saat ini aku mulai berani menghisap sperma yang dikeluarkan oleh adikku.

Cerita Sex – Mamaku Ternyata Maniak Seks..

Cerita ini bermula pada saat gue masih berumur 17 taon, saat itu gue masih duduk di bangku SMA. Waktu itu gue akuin kalo gue emang tergolong anak yg bandel, gue seneng banget nongkrong/ ngumpul sama anak-anak yang usianya jauh diatas gue. Itu semua berakibat pada umur segitu gue udah ngerasain sex bebas.

Sampai pada suatu hari (hari sabtu) …, waktu gue baru bangun tidur telepon rumah gue bunyi dan saat itu seperti biasanya dirumah engga ada orang selain gue dan nyokap gue. Dengan terpaksa walaupun mata masih lima watt gue jalan ke ruang tengah buat ngangkat telepon. Ternyata dari cewek gue… langsung aja rasa ngantuk gue ilang sama sekali, berhubung dari semalem gue udah ngerencanain kegiatan yang mantaf punya dengan cewek gue itu.

Ngobrol punya ngobrol engga taunya cewek gue ngasih kabar bahwa pada hari itu dia ada acara dengan keluarganya keluar kota katanya sih arisan keluarga dan dia mau engga mau harus ikut.Walaupun dengan segala macam rayuan dia tetap bilang kalo engga bisa jalan ama gue hari itu, denga kesal telepon gue banting yang ada dipikran gue saat itu… ilang deh rencana yang udah gue buat semaleman, padahal gue udah ngebayangin malem ini bakalan ngelonin body cewek gue yang aduhai….

Abis teleponan gue berniat nyari rokok gue ke kamar dan sekalian bermaksud buat tidur lagi…abis kesel sih!. Baru beberapa langkah telepon udah bunyi lagi… gue pikir ini pasti dari cewek gue lagi. Pas gue angkat ternyata dari kakaknya nyokap gue, berhubung gue lagi bad mood gue bilang aja kalo nyokap gue masih tidur. Tante gue akhirnya hanya kasih tau kalo acara jalan ama nyokap gue dibatalin dan minta tolong untuk disampein. Abis itu gue engga jadi ngambil rokok gue dikamar tapi gue langsung menuju ke kamar nyokap buat ngasih tau perihal telepon tadi.

Waktu gue buka pintu kamar gue lihat nyokap gue sedang duduk di ranjang sambil sandaran di bantal dan nyokap kelihatan sedang merem sambil tangannya maninin nonoknya sendiri pake alat yang mirip seperti kontol beneran. Waktu itu gue kaget setengah mati takut kalo nyokap gue marah…tapi keliatannya nyokap gue juga kaget bercampur malu. Dia langsung ngeberesin bajunya yang acak- acakan dan peralatannya di masukin kelaci tempat tidur.

Sambil masih kaget gue bialng aja…

“Mah tadi ada telpon dari tante Eni katanya acara hari ini batal!”. Gue lihat nyokap gue udah bisa netralisir keadan dan bilang

“Oh… Gitu toh…ya udah engga apa-apa Vic, maksih deh…!” Setelah itu gue langsung aja beranjak menuju ke pintu untuk segera keluar dari kamar nyokap.

Tapi baru beberapa langkah gue denger nyokap manggil gue…

”Vic…kamu mau nolongin Mamah engga sayang…?”.

“Nolong apaan sih Mah? pasti Vicky mau dong..!”, sambil gue balik badan.

“Sini dulu dong, duduk disini samping Mamah…!” kata nyokap.

Dengan masih agak bingung gue duduk juga disamping nyokap gue. Trus nyokap gue bilang…

”Vic…kamu kan tadi udah liat Mamah lagi ngapain kan…!, abis Papah kamu udah lama engga pulang sih Vic, kamu pasti ngerti lah…!!”.

“Iya Mah…Vicky ngerti koq’” jawab gue.

“Trus Vic…Mamah kayaknya lagi nanggung nih..! Kamu bisa tolong mamah sebentar kan?”, tanya nyokap gue lagi.

“Maksud mamah apa nih…Vicky belon ngerti Mah…?”, gue belagak bego.

“Kamu Mamah ajarin deh! nanti juga kamu ngerti gampang koq Vic…!”. Abis itu nyokap gue langsung ngelepas dasternya dan dibalik itu dia ternyata udah engga pake apa-apa lagi…!!alias bugil…(gile juga yah nyokap gue).

Gue kaget bukan main tetapi berhubung pingin tau juga gue diem aja sambil memperhatikan bentuk tubuh nyokap gue, ternyata body nyokap gue masih dua tingkat diatas body cewek gue. Body nyokap gue kelihatan udah mateng bener, teteknya masih kenceng dengan puting yang tegak menantang. Jembut yang lebat namun ditata dengan rapi berbentuk segitiga sehingga bagi yang melihatnya merupakan suatu pemandangan yang menggiurkan.

Tanpa gue sadarin kontol gue udah ngaceng dan berhubung gue cuma pake celana pendek tipis doang maka jelas terlihat. Dan rupanya hal ini disadari oleh Nyokap gue,

“Nah kan kamu udah mulai terangsang…jadi kayaknya makin gampang aja nih Vic…?”, kata nyokap gue sambil usaha untuk ngelepasin semua baju gue.

“Tapi Mah…nanti apa kata orang…?”, sahut gue sekenanya.

“Kan engga ada yang ngeliat Vicky…dan ngapain juga kita harus kasih tau ke orang-orang… cukup kamu sama Mamah aja…!”, Nyokap gue ngasih penjelasan.

Setelah baju sama celana pendek gue lepas maka gue cuma pake celana kolor doang, dan gue lihat Nyokap gue ngasih kode ke gue untuk ngelepasin yang satu itu juga. Tapi gue masih ragu

“Kan malu Mah…”, kata gue.

“Malu sama siapa sih Vic…kan cuma sama Mamah aja masa sih kamu malu…ya udah Mamah yang lepasin yah…?”, abis bilang gitu nyokap gue ngeplorotin celana dalem gue dan ngelempar ke kolong ranjang.

Setelah CD gue lepas maka kontol gue yag dari tadi udah ngaceng berat langsung nunjuk ke muka nyokap gue.

“Wah punya kamu lumayan juga nih…Vic, kayaknya sih sama dengan punya Papah kamu nih…!”, sambil ngomong gitu nyokap gue ngelus-ngelus kontol gue dengan lembut.

Perasaan gue saat itu kayaknya gimana…gitu… gue engga tau lagi harus berbuat apa, jadi gue diemin aja sambil mencoba nikmatin apa yang diperbuat nyokap gue. Abis itu nyokap langsung jilat palkon gue yang udah berdenyut-denyut engga karuan, sambil sesekali ngelamot abis batang kontol gue yang lumayan gede. Selang beberapa menit nyokap gue nyuruh gue untuk naik ke ranjang, maka kita berdua segera beranjak dari lantai kamar ke atas ranjang nyokap gue yang empuk dan luas.

Nyokap gue langsung ambil posisi celentang dengan kedua pahanya dikangkangin lebar-lebar sambil bilang..,

”Vic…coba kamu sini…jilatin tetek Mamah dong…!”. Berhubung gue udah dirasuki oleh birahi yang tinggi ditambah memang seharusnya hari ini gue ngelakuin ini dengan cewek gue sendiri dan acara itu ternyata gagal total, maka gue langsung aja menghampiri tetek nyokap gue yang masih kelihatan kencang dan padat walaupun tidak begitu besar tapi cukup proposional dengan ukuran tubuhnya.

Gue lantas ambil inisiatif untuk menjilati bagian putingnya dulu sambil sesekali menggigit gemas (dalam urusan begini gue udah bukan beginer lagi).

Usaha ini ternyata menimbulkan rangsangan buat nyokap gue ini terbukti dengan terdengar rintihan nikmat dari mulut nyokap gue,

“Shhhhh….uuuhhhh… shhssshhhsss….aduh…Vic… “. Ternyata tetek nyokap gue memang masih kencang dan bertambah kencang setelah gue lamot abis.

Setelah puas dengan tetek gue mulai turun ke bagian bawah yaitu ke bagian nonok nyokap gue. Gue mulai dari arah jembut yang berbentuk segitiga terus turun ke arah itilnya yang udah mulai nyembul keluar, semua gue jilat abis sampe engga ada yang kelewat.

Suara nyokap gue yang tadinya cuma rintihan berubah menjadi teriakan,

“Aaaahhhh….waaawww…Vic… aduhhhh…Vic…k amu pinter banget sih….ahhhh….shhhhh…!”.

“Udah Vic….ahhh..Mamah udah engga tahan nih…!!”, kata nyokap gue lagi. ya udah, abis itu gue bangun dan langsung gue arahin kontol gue ke arah lobang vagina yang udah basah mendekati banjir.

Gue masukin pelan-pelan…dan terasa hangat, bleeep…masuk sudah kontol gue ke dalem nonok nyokap gue. Walaupun terasa sedikit agak longgar dibanding punya cewek gue tapi ranggsangan yang gue terima lebih besar dan ini semua menambah nikmat yang tidak ada bandingnya. Pelan-pelan gue maju mundurin kontol gue sesuai dengan gerakan yang dilakukan nyokap gue, makin lama gerakan gue makin cepat dan gue rasain tubuh nyokap gue bergetar hebat sambil kedua tangannya meremas pantat gue kenceng banget.

Gue tau kalo nyokap gue udah orgasme dan itu pun ditandai denga erangan hebat…

”Aaaaawwww…..ahhhh….Vickyyyyyy…..adu uuuhhhh….Mamah engga tahan Vic…..aaahhhhhhh……..”, gue ngerasa kontol gue dibanjiri oleh cairan yang membuat makin licin dan kayaknya gue juga udah engga tahan.

“Mahhhh….Vicky udah mau keluar nihhhhh…..ahhh…..,keluarin di dalem apa diluar Mah…..?”, tanya gue.

“Udah keluarin di dalem aja Vic…engga apa-apa koq….!”, jawab nyokap sambil ngelus ngelus pantat gue.

Dengan cepat gue gesekin kontol gue dan akhirnya muncratlah peju gue di dalem nonok nyokap gue,

“Creeet… creeeet…..creeeet….aaaahhhhhhh, Mah enak banget nih….”, ujar gue setelah muncratin peju gue banyak banget.

“Iya sayang…Mamah juga enak koq….”, balas nyokap dengan lembut di kuping gue.

“Tuh…Vic gampang kan…udah gitu enak lagi!!”, kata nyokap gue setelah kita berdua tidur berdampingan sambil menyeka keringat yang keluar dari tubuh masing masing.

“Vicky makasih banyak yah…sayang… yah…!”, kata nyokap gue sambil mengecup pipi gue lembut banget, abis berkata begitu dia langsung bangun dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan dengan air dari shower.

Sambil masih tiduran gue, jadi berpikir apa yang gue lakuin dengan nyokap gue ini bener apa salah…tapi ini semua awalnya kan diluar kehendak gue sendiri jadi akhirnya gue putusin

“What the hell lah…”. Semenjak saat itu gue jadi rutin ngelakuin itu sama nyokap gue dan kita udah bikin jadwal tetap disesuaikan dengan jadwal kepulangan bokap gue, dan itu semua yang ngatur nyokap gue sendiri.

Hubungan dengan cewek gue masih berlanjut tapi itu cuma sekedarnya, cuma buat pelampiasan kalo bokap gue pulang dan libido gue lagi tinggi. Yang jelas setelah saat itu gue cuma pingin ngentot sama nyokap gue sendiri karena rasanya lebih nikmat dibanding dengan yang lain.

Sekian cerita dari gue, sekarang gue udah berusia 25 taon dan udah kerja di salah satu perusahaan yang bergerak dibidang komputer. Sampai saat ini gue masih suka ngelakuin itu sama nyokap gue cuma frekuensinya udah jarang, itu juga kalo kepingin aja dan lagi malas untuk keluar rumah.

Cerita Sex – Sejuknya Alam Pegunungan..

Liburan kali ini mungkin yang terindah selama hidupku. Niko adalah namaku dan aku berasal dari keluarga yang cukup bahagia.

Kejadiannya sekitar beberapa bulan yang lalu ketika Mamaku datang ke Boston tempat aku menuntut ilmu. Tidak kusangka setelah hampir sekitar 9 bulan tidak bertemu, penampilan beliau semakin ok saja. Bagaimana tidak, di usianya yang 40 tahun (aku sendiri 19 tahun) dengan ukuran vital 38C-29-36 ditunjang pula dengan kegiatan fitnes membuat badannya seperti gadis berusia 25 tahun. Nah faktor inilah yang membuat nafsu birahiku berkobar-kobar.

Setelah menginap dua malam di apartemenku, beliau mengajak untuk keluar kota menikmati alam indah pegunungan. Tanpa pikir-pikir lagi kita segera berkemas dan segera berangkat di pagi hari karena perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 3 jam dengan mobil. Kalau hitung jarak sih seperti dari Jakarta ke Pangandaran. Sesampainya di sana kita segera mencari area perkemahan yang nyaman di dekat sungai. Setelah mendirikan tenda, aku bergegas mencari kayu bakar untuk memasak air dan untuk menghangatkan badan, maklumlah suhu di sini sekitar 5 derajat Celcius. Mamaku sendiri segera menyiapkan peralatan memasak untuk keperluan makan malam.”Cerita Sex: Sejuknya Alam Pegunungan”

Menjelang makan malam kita bercerita mengenai keadaan masing-masing. Beliau bercerita mengenai ayah kami yang sekarang sudah semakin sibuk dengan pekerjaannya dan juga adik saya (pria) lagi gila dengan hobinya balap mobil. Aku sadar bahwa setelah kepergianku untuk sekolah Mamaku agak kesepian.

Sambil bersantap Mamaku banyak menanyakan hal-hal pribadi yang menyangkut kehidupanku dan aku jawab dengan jujur apa adanya.

Sambil meneguk beberapa gelas wine, beliau bertanya,

“Niko, kamu udah punya pacar belum di sini?”

Kaget juga mendengar pertanyaannya,

“Kalo yang tetap sih yah..belum, tapi temen cewe sih banyak. Mau yang bule juga ada kok.” kataku sambil nyerocos.

Beliau tertawa mendengarnya dan aku dipeluknya erat. Entah kenapa kok tiba-tiba batang kemaluanku segera tegang, mungkin karena buah dada Mamaku yang besar itu mengganjal di dadaku atau juga karena cuaca yang cukup dingin. Beberapa saat kita bersenda gurau melepas rindu dan akhirnya kita memutuskan untuk tidur. Beliau segera terlelap di kantung tidurnya mungkin karena capek di dalam perjalan tadi siang. Sedangkan aku sulit tidur karena masih membayangkan bentuk tubuh Mamaku dan juga batang kemaluanku belum turun. Dengan susah payah, akhirnya aku tertidur juga.

Baca juga cerita sex lainya di http://www.orisex.com

Pagi harinya aku terbangun karena sinar matahari masuk ke tenda kami. Kutengok ke katung tidur Mamaku, ternyata beliau sudah tidak ada. Setelah sarapan seadanya aku ingin segera mandi di sungai. Jarak dari sungai ke tenda kami sekitar 100 meter. Dari kejauhan aku melihat seorang wanita sedang main air. Ternyata setelah aku dekati tidak lain adalah Mamaku sendiri. Penasaran juga, aku semakin dekat sambil mengintip sedang apa sih beliau.

Tak lama kemudian, beliau membuka kaos putihnya dan juga celana pendeknya. Habis itu beliau melihat sekitarnya memastikan tidak ada orang dan juga membuka BH-nya serta celana dalamnya, kemudian langsung terjun ke sungai. Menyaksikan pemandangan yang indah ini, batang kemaluanku kembali menegang bahkan lebih tegang dari kemarin malam. Tanpa disadari aku mengocok-ngocok batang kemaluanku sendiri sambil berkhayal aku sedang ML denga beliau.

Melihat pantatnya yang bulat menyembul dari permukaan air, semakin keras pula aku kocok batang kemaluanku.

Tidak tahan lagi,

“Creet.. crett.. crettt..” maniku keluar.

Kuputuskan untuk tidak jadi mandi dan kembali ketenda. Setelah itu kulihat beliau juga balik ke tenda dengan raut wajah yang segar kembali. Kita bergegas ganti pakaian karena ingin melihat beberapa acara di pusat perkemahan. Menjelang sore, kita kembali ke area tenda untuk istirahat. Aku segera mengambil handuk untuk pergi mandi, karena seharian ini aku memang belum mandi. Aku pamit dan beliau berkata akan segera menyusulku ke sungai. Tentu saja aku kaget campur gembira. Setibanya di sana, ingin tahu juga rasanya mandi berbugil ria di alam terbuka. Kucopot kaos dan celana pendekku sekaligus celana dalamku. Pertama sih aku kedinginan, tapi setelah itu malah keasyikan sampai aku lupa kalau Mamaku mau menyusul.

“Niko, kayaknya kamu asyik banget tuh,” tiba-tiba suara beliau menyadarkan lamunanku.

Refleks aku menutupi batang kemaluanku yang sudah lama tegang. Aku sadar mukaku mungkin merah kuning hijau saat itu. Apalagi dia tanpa ragu-ragu membuka kaosnya dan rok mininya.

Terus katanya,

“Boleh dong mama ikutan?”

Sambil terheran-heran kujawab,

“Bo.. boleh kok..”

Segera beliau masuk ke dalam air. Setelah membasahi badannya, beliau segera melepas BH-nya diikuti celana dalamnya (mungkin beliau menyadari bahwa tidak adil kalau hanya aku yang berbugil ria). Wah birahiku semakin tidak bisa diajak kompromi nih, begitu juga batang kemaluanku yang sudah mulai kram karena kelamaan tegang.

Kami bercanda siram-siraman, saling mengelitiki dan lainnya. Karena sebel dikitikin (aku paling geli soalnya), kupeluk erat Mamaku dari belakang sampai beliau tidak bisa bergerak. Ternyata tanpa disengaja, batang kemaluanku yang sudah tegang ini bersentuhan dengan pantatnya yang bulat (seperti punya bayi) itu.

Beliau bilang,

“Udah dong Niko, mami sakit nih.. aduh apa nih yang nempel di pantat mami?”

Karena kaget bercampur malu, aku tarik mudur pantatku supaya batang kemaluanku tidak menyentuh pantatnya.

“Niko, Niko mami rasa tadi ada benda yang neken pantat mami. Barang kamu yah?” tanyanya.

Dengan malunya, saya jawab,

“Ngga tau tuh mam, mungkin daun kali.”

Mamaku tertawa mendengarnya dan tiba-tiba tangannya sudah memegang batang kemaluanku.

“Nah, ini nih kayaknya yang mengganjal tadi,” katanya sambil mengelus-ngelus batang kemaluanku.

Aku tidak bisa bicara apa-apa, kecuali mengendurkan peganganku. Dielusnya batang kemaluanku dengan lembut sambil dikocok sekali-kali. Aku semakin tidak tahan dibuatnya. Kuciumi lehernya yang putih mulus dari belakang serta tanganku bergerilya ke payudaranya yang besar dan kenyal itu. Terdengar desahan keluar dari mulut Mamaku.

Rupanya beliau juga sudah tidak kuat menahan nafsunya. Kuputar badannya sehingga kita berhadapan muka dan segera kukulum bibirnya yang sexy itu. Beliau juga membalas ciumanku dengan ganas pula, sehingga lidahku disedot ke dalam rongga mulutnya yang hangat itu. Tidak mau kalah, aku juga melakukan hal yang sama sampai kami kesulitan bernapas karena nafsunya. Air dingin sebatas leher sudah menjadi hangat sepertinya.

Dengan tangan kiri menempel di pantatnya dan satu lagi meremas payudaranya, membuat keadaan semakin berkobar. Kubimbing tangannya menuju batu besar di tepi sungai, lalu kusuruh beliau duduk di atasnya, sementara aku masih berada di dalam air. Kurentangkan kedua belah kakinya yang indah itu dan segera terlihat bukit yang ditumbuhi bulu-bulu halus serta goanya yang mulai terbuka. Dengan insting seorang lelaki, aku jilat lubang kemaluan Mamaku, tempat aku muncul di dunia ini 19 tahun yang lalu. Hal ini membuat beliau semakin menekan-nekan kepalaku serta membelai rambutku.

“Ohh Nikooo.. enak banget.. teruss.. mami udah ngga tahan,” desahnya.

Kujulurkan lidahku semakin dalam dan semakin terasa pula cairan kewanitaannya di lidahku yang terasa sangat nikmat.

“Ohh yess.. oh yeh.. mami keluaarr..” tiba-tiba badannya menegang.

Kujilati kembali badannya dari perutnya menuju lehernya hingga tiba di bibirnya. Sekarang badannya sudah berada di dalam air lagi sambil membelakangiku. Kulebarkan kakinya berlawanan arah dan kuisyaratkan untuk lebih membungkuk. Dengan keadaan begitu, aku bisa memasukkan batang kemaluanku yang dari tadi sudah dengan sedikit leluasa.

Ternyata ML di air itu membuat lubang kemaluan menjadi serat dan agak sulit dimasuki. Susah payah juga, sedikit demi sedikit akhirnya amblas juga semuanya (20 cm dengan diameter 4 cm punyaku).

“Oh mmam, you are the best..,” bisikku.

“And you had the biggest dick inside me.” sahutnya sambil mengulum bibirku.

Mulailah kugenjot, pertama perlahan-lahan, lama kelamaan semakin cepat sambil memutar-mutar batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya seperti orang mengebor. Kadang aku sengaja agak keras sehingga perutku mendorong-dorong pantatnya. Hampir sekitar 20 menit, kami menikmati adegan ini dan sudah yang kedua kalinya Mamaku mengalami orgasme.

Sambil merem melek, aku mendesah,

“Mam aku udak mau keluar iih.. akh.. ahh.. croott.. croott.. crot..”

Tidak tahan lagi aku tembakkan saja spermaku di dalam hampir sebanyak 6 kali tembakan. Dan kelihatan Mamaku sangat menikmati pertemputan ini. Kami kembali berciuman seperti layaknya sepasang kekasih.

Sesudah itu, Beliau naik duluan ke atas dan kembali ke tenda sambil membawa bajunya tanpa mengenakannya terlebih dahulu. Sementara aku masih memikirkan apa yang baru saja aku lakukan.

Menjelang malam, kulihat Mamaku sedang mempersiapkan makan malam untuk kami berdua. Sambil makan malam, kami kembali membahas apa yang terjadi tadi siang, dan tentu saja beliau berpesan agar semua yang terjadi di sini hanya kami berdua yang mengetahuinya. Aku sih setuju banget. Setelah kenyang dan mencuci peralatan masak, kami kembali mengobrol sambil menikmati wine yang kami bawa. Mengingat besok sudah harus kembali ke kota, kami berdua sepakat untuk membuat kenangan yang tidak terlupakan.

Kembali kami berciuman mesra di samping api unggun sambil kami saling membukakan pakaian kami masing-masing. Udara dingin yang tadinya menyengat berubah menjadi kehangatan yang tiada tara. Tanpa disadari kami sudah telanjang bulat dan posisiku terlentang di tikar. Sambil berciuman tangan beliau mengocok batang kemaluanku yang sudah mulai menegang, dilanjutkan dengan mejilati dadaku dan pentilku, turun menuju perut terus sampai ke jempol kaki.

Dihisapnya jempol kakiku yang membuat aku melayang.

“Niko, ini namanya mandi kucing.” terangnya.

“Aduh mam, enak banget, geli tapi enak.” sahutku gemetaran.

Kembali beliau menjilati betisku, dengkulku dan terakhir buah batang kemaluanku dilahapnya. Dijilatinya satu persatu hingga mengkilap terkena sinar api unggun. Gilanya lidah beliau sekali-kali menyapu lubang pantatku yang membuat aku semakin melayang. Tiba akhirnya, lidahnya menjilati kepala batang kemaluanku sebelum dimasukkan ke mulutnya yang hangat.

Dengan sedikit menjulurkan kepalaku, bisa kulihat kepala Mamaku naik turun sambil tangannya membelai-belai dadaku. Semakin cepat gairah, kepalanya naik turun sehingga membuatku mau orgasme.

Kubilang,

“Mam kayaknya mauu kkeelluuaarr nih.”

“Yah udah, keluarin aja yah di mulut.” katanya.

Tanpa ragu-ragu kusemprotkan semua spermaku di rongga mulutnya. Lalu terdengar bunyi, “Glek” seperti orang menelan air. Ternyata semua spermaku habis ditelannya tanpa setetes pun tersisa sambil terus menyedot-nyedot batang kemaluanku dengan rakusnya serasa buah batang kemaluanku ikut tersedot. Sesudah puas, beliau bangkit dan mengambil 2 gelas wine untuk kami berdua, kemudian kami toast.

“Niko, mami sayang banget sama kamu.” katanya.

Tidak mau kalah kataku,

“Niko juga sayang sama mami, sayang buanget,” kemudian disambutnya dengan ciuman mesra.

Akhirnya, kami tertidur kecapean tanpa sehelai benangpun di dalam kantong tidur yang sama.

Paginya, kami segera berbenah untuk segera kembali ke kota, karena sore harinya Mamaku sudah harus kembali ke LA untuk menemui teman lamanya sebelum beliau kembali ke Jakarta. Setibanya di kota aku kembali sibuk mengurus tiketnya dan dia juga sibuk membeli beberapa cindera mata. Sekitar jam 19:30, tibalah waktunya untuk mengantar Mamaku ke airport. Terbersit kesedihan di matanya karena kami harus berpisah beberapa saat. Aku juga tidak tahan sebetulnya dengan perpisahan. Setelah boarding, kami mengobrol dulu sejenak, tapi tiba-tiba Mamaku menarik tanganku menuju ke suatu tempat.

Tempatnya agak pojok seingatku, itu adalah toilet khusus wanita. Setelah menunggu isyarat darinya, baru aku berani masuk dan ternyata kosong. Kami memilih salah satu bilik dan menguncinya dari dalam. Mungkin karena berada di negara yang bebas, aku sedikit tidak terlalu takut. Mamaku mengulumku dengan ganasnya sambil membuka retsleting celana jeansku. Maka dengan mudah batang kemaluanku keluar karena sudah tegang dari tadi. Diciumnya dengan mesra sekali kepala batang kemaluanku berkali-kali yang kemudian dibenamkan dalam-dalam mulutnya.

Di sela-sela kulumannya sempatnya beliau berpesan,

“Nikoo, kalau mami ngga ada, jangan ML sembarangan yah! Pilih-pilih dulu and jangan lupa pake komdom. Buat ngga kena penyakit.”

Aku sih hanya bisa menganggukkan kepala saja, sebab lagi asyik. Semakin menggalak saja beliau menghisapnya, sambil tangannya memainkan buah batang kemaluanku.

“Mam.. aku udah mau keluar nihh.. ahh.. uuhh.. crot.. croot..” kataku sambil menutup mulutku takut terdengar orang lain.

Kali ini mungkin terlalu banyak, sehingga sebagian dari spermaku mengalir keluar melalui bibirnya yang seksi. Diusapnya pakai tangannya kemudian dijilati kembali dengan lidah mungilnya.

Tiba-tiba, kenikmatan kami terganggu karena berita panggilan kepada para penumpang untuk segera naik ke pesawat. Dengan tergesa-gesa aku menaikkan celanaku dan kami merapihkan baju masing-masing.

Sementara itu Mamaku malah membuka celana dalam G-stringnya dan memberikannya kepadaku sambil berpesan,

“Niko, kamu simpan ini, dan bawa balik ke Jakarta kalo kamu pulang nanti..”

Kaget bukan kepalng, aku terima dan aku masukkan ke dalam kantong celana jeansku.

“Ok Mam, aku janji deh.” sahutku sambil mencium keningnya.

Kami berlari menuju pintu masuk. Sempat-sempatnya aku memperhatikan pantat Mamaku terguncang-guncang karena tanpa celana dalam dan dibungkus rok mini ketat. Di depan pintu aku mencium tangannya seperti hubungan normal ibu dan anak. Mamaku bergegas masuk sambil melambaikan tangannya, yang sementara itu aku masih berpikir, sepertinya ada yang janggal di bibir Mamaku tadi. Pikir punya pikir ternyata itu bekas spermaku yang membentuk garis putih di atas bibir, seperti orang habis minum susu atau milkshake. Tapi sudah terlanjur masuk, jadi aku tidak sempat untuk memperingati beliau supaya menghapusnya dengan tissue.

“Have a nice flight, Mom.. see you soon.” kembali aku bergumam.

Cerita Sex – Adikku Suami Keduaku..

Ririn, 21 tahun, adalah mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi cukup ternama di Bandung. Sangat cantik, kulit putih, tinggi badan sekitar 165 cm mungkin lebih, buah dada tidak terlalu besar tapi terlihat kenyal dan menantang dibalik kaos atau kemeja ketat yang suka dia pakai. Di kampus, Ririn berpacaran dengan seniornya, Fajar, 25 tahun.

 “Ririn, aku pengen nih?” kata Fajar berbisik kepada telinga Ririn suatu saat di kantin kampus.

“Dasar.. Kamu kan sudah aku kasih semalam,” ujar Ririn sambil mencubit tangan Fajar.

“Tapi sekarang aku horny, nih…” ujar Fajar sambil mengusap selangkangannya.

“Ini kan masih di kampus.. Emangnya mau main di kantin sini?” tanya Ririn sambil menatap Fajar.

“Kita ke aula, yuk!” ajak Fajar sambil tersenyum.

“Kita tidak usah main, isepin saja punya aku, ya…” pinta Fajar.

Ririn tersenyum sambil bangkit. Setelah membayar jajanannya, mereka bergegas menuju aula yang memang selalu sepi kalau hari biasa. Mereka tidak langsung masuk, tapi sebentar melihat dulu situasi yang ada. Setelah dinilai aman, mereka segera masuk. Lalu mereka langsung menuju balik panggung podium. Fajar menarik tangan Ririn agar mendekat. Lalu sambil mengecup bibir Ririn, Fajar membuka sabuk dan resleting celananya. Setelah itu diperosotkan celananya sampai lutut.

“Ayo dong, sayang.. cepat isep,” pinta Fajar tak sabar.

Terlihat celana dalam bagian depannya sudah menggembung. Ririn tersenyum lalu berjongkok.

“Tidak sabaran amat sih,” ujar Ririn sambil mengelus celana dalam Fajar yang menggembung.

Sejurus kemudian diperosotkan celana dalam Fajar sampai lutut. Kontol Fajar yang sudah tegang dan tegak lalu dikocoknya perlahan sambil sesekali ujung lidah Ririn menjilat lubang kontol Fajar.

“Uhh…” Fajar mendesah sambil menatap wajah Ririn.

Tak lama mulut Ririn sudah penuh mengulum kontol Fajar yang besar. Jilatan dan hisapan serta kocokan tangan Ririn membuat Fajar terpejam dan memompa pelan kontolnya di mulut Ririn.

“Ohh.. Terus sayangg.. Ohh…” desah Fajar.

Selang beberapa menit, tubuh Fajar mengejang. Didesakannya kepala Ririn ke selangkangannya. Kontolnya agak ditekan dalam-dalam ke mulut Ririn. Lalu.. Crott! Crott! Crott! Air mani Fajar keluar di dalam mulut Ririn. Ririn dengan mendongak menatap Fajar sambil menelan semua air mani Fajar di mulutnya. Sambil tersenyum Ririn bangkit berdiri lalu memeluk dan melumat bibir Fajar. Fajarpun dengan hangat membalasnya..

“Sudah puas?” tanya Ririn sambil merapikan pakaian Fajar.

Fajar tersenyum lalu mengecup bibir Ririn. Merekapun keluar aula.. Suatu hari selesai jam kuliah, Fajar mengantar Ririn pulang. Setiba di rumah, adik kandung Ririn, Bagas, sedang menonton televisi.

“Kamu tidak sekolah, Gas?” tanya Ririn sambil duduk di depan adiknya itu.

“Males ah.. Aku bolos hari ini?” kata Bagas santai sambil tiduran di kursi dan menaikkan satu kakinya ke sandaran kursi.

“Gila kamu!” hardik Ririn. Bagas tetap diam tak memberikan reaksi sambil terus menonton televisi. “Rin, aku pulang dulu ya?” kata Fajar. “Aku harus ketemu teman nih.. Sudah janji,” kata Fajar sambil bangkit lalu menghampiri Ririn.

“Iya deh.. Jangan nakal ya?” kata Ririn.

“Iya…” kata Fajar sambil mengecup pipi Ririn.

“Aku pulang dulu ya, Gas…” kata Fajar.

“O, iya…” kata Bagas sambil tersenyum sementara kakinya tetap naik di sandaran kursi.

Fajarpun segera pulang.

“Mama kemana sih,” tanya Ririn.

“Tadi sih bilangnya mau ke Mall beli sesuatu,” kata Bagas.

Mereka terdiam sambil menonton acara di televisi. Tiba-tiba mata Ririn menoleh ke Bagas ketika adiknya itu menggaruk pahanya karena gatal. Dan dengan santai, Bagas menggaruk pahanya terus sampai ke pangkal paha. Celana pendeknya ikut naik seiring garukan tangan. Ririn sebetulnya merasa biasa saja melihat hal itu. Tapi ketika tangan Bagas agak lama menggaruk selangkangannya, mata Ririn melihat sebagian celana dalam Bagas menyembul. Terutama bagian depan celananya yang jadi perhatian Ririn.

Entah perasaan apa yang datang dalam hati Ririn, yang jelas mata Ririn terus tertuju ke arah selangkangan Bagas walau Bagas sendiri sudah selesai menggaruk dan merapikan celana pendeknya.

“Kenapa sih kamu melototin celana aku?” tanya Bagas mengagetkan Ririn.

“Eh.. Ihh! Aku tidak lihat apa-apa kok,” kata Ririn sambil memalingkan wajahnya dan pura-pura menonton televisi lagi.

“Kamu tuh horny ya lihat aku garuk selangkangan?” kata Bagas sambil tertawa.

“Yee..!!” teriak Ririn lalu tertawa sambil melempar Bagas dengan bantal. Bagas juga tertawa.

“Eh, kamu sudah pernah begini tidak dengan si Fajar?” tanya Bagas sambil menyelipkan jempol tangannya diantara telunjuk dan jari tengah.

“Kamu nanya apaan sih? Tau ah!” kata Ririn sambil melotot.

“Aku kan cuma nanya…” kata Bagas tenang.

Ririn bangkit lalu menghampiri Bagas. Diambilnya bantal lalu dipukulkannya ke wajah Bagas.

“Nakal kamu ya!” kata Ririn sambil tertawa dan terus memukulkan bantal.

Bagaspun tertawa sambil mencoba merebut bantal. Ketika sudah terebut, ditariknya bantal tersebut sampai Ririn ikut terjatuh menimpa badan Bagas di kursi. Sesaat Tubuh Ririn berada di atas tubuh Bagas. Entah kenapa perasaan Ririn yang tadi datang tiba-tiba datang lagi ketika tubuhnya berada di atas tubuh Bagas. Apalagi ketika wajah mereka sangat berdekatan hampir bersentuhan. Mereka saling bertatapan sambil diam. Entah gairah seperti apa yang menuntun bibir Ririn mengecup dan melumat bibir Bagas. Bagaspun dengan hangat membalas ciuman kakaknya itu. Tangan Bagas dengan lembut mengusap punggung Ririn lalu turun dan mulai meremas pantat Ririn.

Mereka berdua terus menikmati ciuman demi ciuman dengan mata terpejam dan nafas mulai memburu.

“Pindah yuk?” bisik Ririn.

“Kamar siapa?” tanya Bagas.

“Kamar kamu,” bisik Ririn lagi.

Mereka segera bangkit lalu menuju kamar Bagas. Bagas, waktu itu 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Wajah ganteng, malah mirip dengan Ririn. Sebagai pemuda yang mulai masuk pubertas, obsesinya terhadap seks sangat besar. Mulai dari bacaan, majalah dan film porno banyak dia koleksi. Di kamarnyapun banyak tertempel poster-poster porno. Di dalam kamar, mereka kembali berciuman di atas ranjang. Elusan, rabaan, dan remasan pada tubuh masing-masing sudah mulai gencar dilakukan.

Bagas yang baru pertama kali menyentuh wanita terlihat sangat agresif. Tangannya segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh Ririn. Kemudian Bagas melepas pakaiannya sendiri.

“Ohh, Gas…” desah Ririn ketika lidah Bagas menjilati puting susunya sambil tangannya yang satu meremas buah dadanya.

Bagas terus memainkan buah dada Ririn dengan lidah dan tangannya sementara kontolnya yang sudah tegak digesek-gesekannya ke memek Ririn.

“Uhh.. Sshh…” desah Ririn sambil terpejam ketika lidah Bagas turun menuruni perut lalu mulai menyusuri dan menjilati selangkangannya.

“Ooww.. Mmhh…” desah Ririn makin keras ketika belahan memeknya terasa hangat dan nikmat waktu lidah Bagas menjilatinya.

Tubuh Ririn agak melengkung merasakan nikmat ketika lidah Bagas menjilati kelentitnya.

“Ohh.. Cepat masukkan, Gas.. Cepatlahh…” desah Ririn.

Bagas menurut. Setelah mengelap mulutnya yang basah oleh cairan memek Ririn, Bagas segera mengangkangi tubuh Ririn. Diarahkan kontolnya ke lubang memek Ririn. Tangan Ririn segera memegang dan membimbing kontol Bagas agar bisa masuk ke memeknya. Setelah Bagas menekankan kontolnya, bless.. cleb.. cleb.. Kontol Bagas sudah mulai keluar masuk memek Ririn. Mata Bagas terpejam sambil terus menyetubuhi Ririn.

“Mmhh…” desah Bagas di sela-sela genjotannya.

“Ohh.. Teruss.. Teruss.. Mmhh…” desah Ririn sambil memeluk tubuh adiknya itu. Bagas terus memompa.

“Mmhh.. Aku capek…” bisik Bagas.

“Gantian…” bisiknya lagi.

Ririn mengangguk sambil tersenyum. Bagas mencabut kontolnya lalu merebahkan badannya. Ririn langsung bangkit lalu naik ke atas tubuh Bagas dan mengarahkan lubang memeknya ke kepala kontol Bagas. Kemudian dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh Bagas, pinggul Ririn bergerak naik turun sesekali berputar dan menekankan memeknya keras ke kontol Bagas. Desahan-desahan kenikmatan memenuhi kamar Bagas yang memang sudah terhias dengan poster-poster porno menambah suasana romantis adik kakak kandung tersebut.

Tak lama gerakan Ririn makin cepat dan keras, tangannya mencengkram pundak Bagas. Dengan mata terpejam terdengar desahan panjang dari mulut Ririn.

“Ohh.. Uuhh…” desah Ririn sambil mendesakkan memeknya ke kontol Bagas lebih dalam. Kemudian tubuh Ririn lemas.

“Sudah?” tanya Bagas. Ririn mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari badan Bagas. Bagas segera menaiki lagi tubuh Ririn.

Kembali kontolnya keluar masuk memek Ririn lebih hebat karena Bagas ingin segera mendapat kepuasan. Semakin lama gerakan Bagas semakin cepat, sampai akhirnya dengan cepat Bagas mencabut kontolnya dari memek Ririn. Kemudian disodorkan kontolnya ke mulut Ririn. Setelah sedikit mengelap kontol Bagas yang basah, Ririn segera menghisap kontol Bagas sambil mengcocoknya.

Tak lama kemudian Ririn merasakan kontol Bagas berdenyut dan terasa ada cairan hangat dan asin di lidahnya yang keluar dari kontol Bagas. Bagas mengejang ketika air maninya menyembur di dalam mulut Ririn. Ririn dengan tenang menelan semua air mani Bagas, lalu menjilati sisa air mani yang ada di kepala kontol Bagas sampai bersih. Bagas merebahkan tubuhnya di samping tubuh Ririn.

“Kamu hebat,” puji Ririn.

Bagas tersenyum sambil mengecup pipi Ririn. Kemudian mereka bangkit lalu berpakaian. ***** Sesuai dengan cerita dari Ririn, persetubuhan dengan Bagas berlangsung sampai sekarang walau Ririn sudah menikah dengan Fajar dan dikaruniai 2 orang anak. Bahkan menurut Ririn juga, satu hari menjelang pesta pernikahan dengan Fajar, dia dan Bagas sengaja menyempatkan diri pergi ke hotel dan menumpahkan semua kasih sayang disana selama beberapa jam sebagai tanda hadiah perkawinan. Bagas juga sekarang sudah menikah, dikaruniai 1 orang anak.

Cerita Sex – GaraGara Di Intip Anakku..

Tidak ada yang bisa memaafkan dengan apa yang pernah saya lakukan. Yang pernah kami lakukan, lebih tepatnya. Suatu perbuatan yang tidak terpuji, maksud saya adalah pembenaran dari suatu hal yang buruk atau mungkin hal yang menjauh dari kesucian, dari tindakan buruk yang pernah kami lakukan. Tapi pasti ada alasan, pasti ada, pasti selalu ada konsekuensi dari suatu kelakuan yang buruk.

Saya tidak meminta simpati dari para pembaca, tapi jika anda mempunyai empati dari cerita yang saya buat, saya harap cerita ini bisa membuat anda mengerti. Memang, alasan saya menulis cerita ini untuk mengklarifikasi dan sebagai motivasi dan kelemahan dan juga suatu kebutuhan yang didasari suatu kebodohan dan juga mungkin kesenangan dari sebuah hubungan sedarah kami, sewaktu saya menyetubuhi anak laki – laki saya.

Jika cerita ini memang terdengar klise atau sudah pernah di tulis, itu hanya disebabkan oleh kesamaan suatu keadaan perilaku Manusia. Namun cerita sex ini berdasarkan dari kisah saya. Erik (pacarnya memanggilnya Robert, teman-teman nya memanggilnya Rob, tapi aku tetap memanggilnya Erik, anak laki-laki ku yang sangat ku sayang) sekali lagi dia mengganggu privasi aku, sewaktu aku mandi. Yang ke-3 kalinya di dalam bulan ini. Dengan alasan sebelumnya bahwa adik perempuannya memakai kamar mandi kami yang lain, dan Erik menjadi sangat benar2 cerdik dalam kenakalannya. (suatu alasan yang memang tidak bisa aku sanggah)

Saat pertama dia hanya buang air kecil, tapi dia lakukan dengan waktu yang lama, menggoyangkan k0ntolnya, memasukan ke celananya dan menutup retsleting celananya sebelum dia berlalu. Memang seperti itu prosedurnya (kecuali memang karena harus melakukan sesuatu yang membutuhkan waktu yang panjang). Dia pernah menanyakan kepadaku tentang sesuatu (tapi aku lupa tentang apa) dan pertanyaan itu membuat dia semakin lama untuk keluar dari kamar mandi, aku jadi curiga dia berusaha untuk melihat sekilas tubuh telanjangku dari balik kaca plastic yang buram, tetapi tetap bisa memperlihatkan lekuk tubuhku yang langsing diusiaku yang ke- 38 ini.

Aku harus mengakui dimana aku tidak bisa menyembunyikan diriku lebih jauh, dari anak laki – laki yang berumur 16 tahun dan sebagai remaja masa kini, pasti sudah melihat banyak sekali tubuh wanita yang sedang telanjang. Sudah pasti saat dia sedang kencan (dan jika beruntung) dia akan mendapatkan semua kejujuran dan kebohongan apa yang disimpan wanita, tentang suatu rahasia yang berada diantara kaki wanita, secara pribadi. Sebenarnya aku tidak berpikir lebih tentang niatnya untuk mengintip ku sampai nanti, setelah beberapa saat Erik muncul waktu aku sedang menyabuni tubuhku. Saat itu juga aku langsung membilas tubuhku dari sabun, dan seketika itu juga aku tersadar dengan isyarat bahwa aku tidak sendirian dirumah. Suamiku sudah pergi ke kantor pagi-pagi sekali, lalu dimana Rika ? Aku berkata di dalam hati.

“ Maaf, Mam”, terdengar suara dari anak lakiku yang mempunyai tubuh lumayan atletis itu. “ Rika memakai kamar mandi yang lain dan aku sudah putus asa tidak tahan ingin buang air kecil, jadi aku masuk ke kamar mandi Mama”. Kata Erik kepadaku, sambil membalikan badan ke kloset, dan duduk di kloset, setelah itu saya melihat bayangannya dari balik kaca penghalang plastic dia menurunkan celana boxernya dengan sekali gerakan “ Dia bilang mau buang air kecil, tapi kenapa dia duduk di kloset dan melepas semua celananya”, aku bergumam di dalam hati.

Setelah aku perhatikan, suatu perhatianku kepadanya yang tidak terlalu khusus,

”Mmm..”, aku bergumam yang gumaman ku mungkin agak keras dan bisa terdengar diantara derasnya suara air pancuran, dan aku tetap melanjutkan membilas badanku.

Dan diluar ruangan shower, aku melihat dengan sudut mataku ada semacam rupa gerakan yang berirama, dan sudah bisa dipastikan itu adalah gerakan yang sangat familiar.

” Sepertinya dia sedang menarik K0ntolnya, benar gak ya..Hmmm”, aku jadi sedikit penasaran. Aku tidak bisa menahan senyum kecilku, ternyata aku melihat anak lakiku secara diam-diam melakukan onani di hadapan Mamanya yang sedang telanjang.

Aku merasa seperti tergganggu tetapi juga merasa senang dalam waktu yang bersamaan, bingung sekali rasanya.

Yang membuat ku senang bukanlah sesuatu yang sedang dia lakukan. Tetapi Tubuh ku ini, setelah aku lihat2, aku bangga mempunyai tubuh yang bisa menjadi inspirasi bagi dia, itu yang membuatku jadi agak tersenyum nakal. Yang membuat ku merara terganggu dan risih adalah karena tidak ada tanggapan yang sesuai dari ku sebagai seorang Ibu, aku merasa bersalah karena aku tidak marah kepadanya. Tapi faktanya, malah membuatku seperti agak sedikit horny dan merasa berada di dalam keanehan yang eksotik, aku malah merasa sebagai penari striptis yang sedang tampil di dalam sebuah pelindung kaca.

Aku geser badanku dengan sedikit goyangan yang sexy, yang memperlihatkan lekuk tubuhku, dan aku mendengar meningkatnya tempo pergerakan genggaaman tangannya di k0ntolnya. Di dalam sebuah gerakan tubuhku yang total tanpa aku merasa ragu untuk memperlihatkan bayangan lekuk tubuhku dari balik penghalang kaca platic yang buram itu, dan aku tidak tahu dari mana ide ini datang seperti spontan saja mengikuti naluri, aku majukan perutku ke menghadap plastic pelindung yang tembus cahaya itu tepat disebelanya adalah muka Erik yang sedang mengintipku secara langsung.

Dengan aku memajukan perutku agak menempel ke kaca tersebut, otomatis dia melihat bagian gelap di bawah perut Mamanya yang memperlihatkan seperti semak tipis yang gelap yang sedang disirami oleh siraman air dari shower, dengan gerakan tubuh ku yang naik dan turun perlahan secara berulang – ulang, dengan sangat benar-benar memprovokasinya.

Menurutku gerakan itu cukup memberikan dia serangan mendadak ke psikisnya dan membuat dirinya berpikir untuk mengambil tisu sebanyak-banyaknya untuk menahan semprotan derasnya aliran sperma yang mengalir deras dari k0ntolnya, agar tidak bercucuran di lantai. Pikiran nakal yang ada di otakku adalah, menginginkan dengan sangat untuk menghisap bagian vital dari anak lakiku itu yang sedang dimainkan olehnya dan melakukan hisapan ketika spermanya keluar bagaikan air mancur.

“ Tapi dia adalah anak laki mu”, protes hati nurani ku, sambil aku membalikan badanku menjauh dari wujud bayanganya yang sedang memuntahkan sperma, tapi jariku sendiri malah menyentuh Memekku secara spontan.

Menurutku, mungkin saat itu kami mempunyai pikiran yang sama, tentang ketidak senonohan/lancang mengenai diri kami masing2, berpikir dengan memutar imajinasi kami tentang keuntungan atau keburukan yang akan kita dapatkan. “Ibu dan anak sama2 mempunyai nafsu sexual yang tinggi”, pikirku.

Aku menunggunya sampai dia keluar dari kamar mandiku, dia terliahat seperti terburu-buru saat keluar dari pintu kamar mandi. Aku tidak tahu, apakah dia sebenarnya tahu apa yang sedang terjadi, sehingga dia keluar cukup tergesa-gesa, atau dia takut diketahui oleh diriku, (jika memang aku tidak tahu, tapi mengapa tadi aku tempelkan tubuhku,agar dia bisa melihatku di kaca plastik ini?) Tapi sayangnya akibat ketergesa-gesaannya dia telah melewatkan pertunjukan besar dari ibunya, yang ternyata diriku juga merasakan orgasme, tidak lama kira-kira tidak sampai 30 detik setelah dia keluar dari kamar mandi.

Dan menurutku itu sangat memalukan!! Dan aku mengakuinya kepada diriku sendiri sesaat setelah aku pulih dari nikmatnya orgasme kecilku. Jika dia bukan anak ku, mungkin aku sudah tergoda. Aku mengingat kembali tetang aksi masturbasi kita antara aku dan Erik yang saling berbalasan tapi secara sembunyi dan aku mengingatnya satu persatu, aku membayangkan jika aku jadi Erik atau pada diriku sendiri, seperti kejadian yang terjadi begitu saja dan memang tidak terencana tapi memang sungguh nyata, meskipun diantara kita sekarang sudah tidak di ruangan yang sama.

Sampai pada suatu kesempatan, Rika anak perempuanku pergi keluar rumah pagi-pagi sekali. Dimana menurut Erik, Rika pergi untuk melakukan suatu kegiatan di luar rumah. Jadi kesempatan kali ini, bisa digunakan Erik untuk mengintip lagi Ibu-nya yang sedang telanjang. Apakah aksi Erik sebelumnya, merupakan suatu kelicikan? Akankah dia melakukannya lagi, dan apakah tanggapanku yang harus aku buat kali ini?

“Ah, tidak, Jangan” tapi pikiran nakalku berbisik,” Ayolah, sayang, biarkan inspirasi erotis itu datang dan ada diantara kalian berdua”,hal ini bisa membuatku nakal lebih jauh, dan libidoku yang tinggi ini ingin merasakan sisi gelap dari sebuah gairah yang terlarang.

Bagaikan seorang permaisuri di dalam novel-novel romantis yang tertarik kepada Pemuda-pemuda nakal, dan membayangakan pemuda tersebut sebagai sumber obsesinya, dan gairah kupun kembali menyala.

Aku mencoba untuk menempatkan diri dan berpikir, jika aku berada pada situasi itu, aku masih belum bisa menemukan jalan keluar mengenai masalah ini sampai dengan 8 hari kemudian, sekali lagi privasi ku diserang. Tapi kali ini, sesaat setelah aku selasai mandi dan bersiap untuk keluar dari kamar mandi, sebelum Erik menyelesaikan aksinya.

“ Upsss…!!”, kataku. Erik, berdiri diatara aku dan handuk besarku yang masih tergantung di gantungan pintu kamar mandi, dan aku kembali masuk kedalam ruangan shower , lalu aku berkata

“ Hey, sayang..tolong berikan handuk Mama, yang warna merah jambu, lempar saja handuk itu dari atas!! “

Saya melihat gerakan bayangan k0ntolnya dari bayangan kaca plastik pelindung, sewaktu dia melemparkan handuk kepadaku. Aku segera memakai handuk dengan melilitkan kebadanku, dan aku segera keluar dari ruangan shower.

Sewaktu aku keluar, perasaan ku seperti meleleh. Aku melihat Erik dengan celana pendeknya, yang sudah siap dengan ujung k0ntol yang sudah terlihat keluar dari celananya. Handuk kecil yang ada ditangannya tidak terlalu lebar untuk menutupi k0ntolnya, dari situ aku mulai mengerti. Anak laki – laki ku menatap dengan berani kearah tubuh ibunya. Dia menjulurkan tangannya ke k0ntol untuk membetulkan posisi k0ntolnya agar lebih nyaman. Dan dia mulai mengocok K0ntolnya di depan diriku, namun itu hanya asumsi ku saja mungkin apa yang ku lihat adalah salah, dan aku akan mencoba memikirkannya nanti.

Saat pertama kali kami menggunakan kamar mandi bersama, mungkin dia terlihat seperti kejadian yang tidak disengaja, tapi lama kelamaan dan kali ini, dia lebih berani dan mempunyai maksud tersembunyi, dan sekarang, dia melakukannya secara nyata di depanku.

”Sudah keterlaluan, menurutku” dan spontan aku langsung menampar mukanya dengan keras.

Akibat tamparanku, Erik sangat kaget, dan akupun juga kaget, mengapa aku menampar Dia, aku agak sedikit merasa bersalah. Terlihat dari muka Erik yang sangat kebingungan dan sangat sedih. Aku tahu bahwa mungkin aku telah salah bertindak, dengan tidak melihat situasi dan kondisi. Melihat kebingungan dan ketakutannya, sikap keibuanku pun mulai keluar, dan aku jadi tidak memperhatikan mengenai keadaanku sekarang yang sudah mendekati telanjang, hanya berbalut handuk merah jambu, tapi aku tetap acuh dan melupakan keadaan ku sekarang yang hanya berbalutkan handuk, aku langsung memeluknya dengan pelukan erat seorang ibu yang sangat sayang kepada anak laki-laki nya. K0ntolnya yang tadi berdiri tegak dan keras, menjadi agak lembek beberapa saat, tapi mukanya secara tidak langsung menempel pada payudaraku, karena dekapan pelukanku yang erat kepada dirinya.

Aku merasa menjadi sangat buruk di mata Erik, dan aku ingin memberikanya suatu ganti rugi untuknya.

“Oohh Erik anaku sayang, maafkanlah Mama sayang, Mama tidak bermaksud untuk menyakitimu, soalnya Mama sangat kaget ketika membuka pintu shower, kamu sedang onani dengan mengintip Mama, dengan melihat tubuh Mama yang sudah tua ini”.

Erik hanya terdiam, dengan mengeluarkan sedikit air mata, dengan tetap meneruskan pelukannya pada tubuhku dan terus menyandarkan kepalanya di Dadaku. Aku coba mengatakan kepadanya, agar kejadian ini tidak dianggap sebagai hal yang serius, dengan mengatakan,

” Adakah yang Mama bisa lakukan untuk mu, agar kamu bisa melupakan kejadian ini, sayang?” , “ Apa yang bisa mama dapakan untuk bayi Mama ini, apakah kamu mau yang special dari Mama? Ayo, bilang ke Mama, Sayang!!!”

Sewaktu aku sedang membujuknya, aku merasakan Puting susuku yang sebelah kiri seperti dihisap. Ternyata setelah aku melihat kearah Payudaraku, Erik telah berkata dengan tersirat melalui aksi mulutnya, apa yang dia inginkan dariku. Apa yang bisa dilakukan lebih, dari seorang ibu kepada anaknya kecuali menyusuinya, meskipun anaknya sudah berumur 16 Tahun. Hati dan perasaan ku seperti menabur rasa kemurnian kasih sayang dari seorang ibu untuk anaknya melalui bagian tubuh yang sangat intim, yaitu putting susu ku ke Bibir Erik. Rasanya aku ingin memelihara kedekatan fisik, tubuh kami antara aku dan anak ku, sebagai moment yang manis. Sama seperti saat Erik masih bayi. Tapi dengan bertumbuhnya kedewasaan diantara kami, pasti akan menimbulkan image yang buruk.

Aku merasakan K0ntolnya mulai mengeras dan berdiri tegak kembali, dan artinya hisapan di Puting susuku terasa bukan hisapan yang kekanak kanakan, tetapi dengan mengerasnya Batang k0ntol Erik, memperlihatkan bahwa dia sedang berada di dalam samudra gairah yang tak tertahankan!! Gelombang gairah itu pun akhirnya juga menerpa dan mulai merasuki ku, dan aku mulai terangsang sangat hebat, sikapku pada saat itu mulai berubah dari seorang wanita yang sangat keibuan menjadi seorang Ibu yang sangat menginginkan bercinta dengan seorang pemuda yang umurnya terpaut jauh lebih muda dariku (MILF).

Saya mulai merasakan telapak tangan Erik, meluncur turun kebawah perutku dan jari-jrinya menuju kearah lipatan vertikal ku yang ditumbuhi bulu halus, yang memang sangat aku rawat, dan sekarang memek ku sudah mulai basah oleh cairan kewanitaanku, karena rangsangan yang hebat yang aku rasakan dari rabaan jari – jari Erik.

Dia pasti tahu dengan apa yang dia lakukan kepadaku dan akan membuatku menggeliat, dimana tangan kanannya meyeruak masuk kedalam Memekku dan jarinya memainkan bagian yang paling tervital di tubuhku, jarinya mulai memelintir dengan halus klitorisku, dan aku merasakan aliran darahku yang deras berdesir ke seluruh tubuhku, suatu kenikmatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, aku merasa seperti melayang jauh tinggi ke awan. Yang kurasakan ini mungkin karena, Anaku sendiri yang membuatku jadi begini, memang rasanya terasa sangat jauh berbeda , saat aku melakukan ini dengan suamiku.

Tanpa sadar aku terus memajukan pinggulku untuk penetrasi ke dalam sentuhannya jari2nya, kami lakukan ini dengan sangat perlahan, dan aku sangat menikmatinya. Erik memindahkan mulutnya untuk menghisap puting ku yang satu lagi, dan jari dari tangan kirinya tetep menusuk kedalam liang memekku, sambil kadang memencet klitorisku dengan lembut, dan aku rasakan sisa jarinya yang masih diluar liang memekku meraba bibir anusku dengan nakal, kadang dimasukan atau menggesek gesek bibir anusku.

Aku mulai merasa kehilangan kontrol terhadap situasi yang terjadi saat itu, aku sangat yakin bahwa aku tidak mempunyai kehendak untuk menghentikan cekramaan dari rangsangan gairah nafsu yang sedang membakar kami berdua. Yang terjadi malah aku mencengkram Bantang k0ntol anaku yang mengacung tinggi dan keras, yang selama ini anakku pamerkan kepadaku tapi aku acuh tak acuh, dan aku merasakan kekuatan dari seorang lelaki yang mempunyai nafsu seperti binatang. Semakin aku berpikir liar, dan aku semakin terangsang sangat hebat. Sentakan dari desiran darah di dalam adrenalinku merasuki sistem pertahanan tubuhku, dan aku dibuat sangat lemah karenanya, aku sudah melupakan kejadian saat aku menamparnya tadi. Dan aku merasakan lututku mulai melemah.

Erik mengetahui bahwa memang pertahananku sudah runtuh, dan dia juga tahu bahwa ibunya sudah pasrah dengan rangsangan dari kenikmatan siksaan yang dia berikan dan dengan mudah dia membaringkan tubuhku ke lantai. Karpet berwarna merah muda pekat, dengan bahan kain sedikit berbulu, melapisi lantai kamar mandi utama kami, dan menjadi bantalan yang empuk dah halus yang memang tepat sekali untuk alas bercinta yang sangat indah, aku merasa badanku seperti perlahan melayang jatuh saat tubuh telanjangku terbaring, lebih tepatnya dibaringkan diatas bulu2 halus di karpet itu dengan dibantu oleh Anak lakiku tercinta yang kuat dan sangat tampan.

Setelah tubuhku terbaring di lantai, Erik langsung memeluku, aku berada di bawahnya yang juga menyambut pelukan itu dengan langsung mencium bibirnya dengan penuh gairah yang tertahan untuk diledakan, aku merasakan mulut Erik dan merasa anaku ini juga ingin di explor olehku,lidahnya menelusuri tiap inci dalam mulutku, baru kali ini aku merasakan tentang Erik anak laki-laki ku yang ternyata sangat hebat dalam bercinta.

Aku sempat terpikir, dengan apa yang sedang terjadi sekarang, dan dampak apa yang terjadi setelah kejadian ini, dan lama kelamaan bersama dengan desiran angin asmara diantara aku dan Anakku, pikiran itu hilang terbawa gelombang kenikmatan surga yang datang menerpa diriku dan aku merasa seperti tubuhku sedang melayang terbang jauh menuju sebuah Bintang yang memberikan harapan tentang kenikmatan suatu keintiman Seks yang indah yang mungkin akan aku rasakan dan diberikan oleh anaku sendiri.

Diriku semakin haus akan kepuasan, bukan saja haus melainkan aku sudah sangat merasakan lapar akan kenikmatan Bercinta, aku sudah sangat basah, aku sempat berpikir biarlah aku Hamil dari anaku sediri, semua sudah kepalang basah, yang penting aku hanya mau kenikmatan itu, aku arahkan agar Erik untuk segera memasukan batang K0ntolnya yang lumayan besar itu untuk segera menerobos masuk ke dalam Memek ibunya yang merah merona dan merekah yang sudah sangat banjir akan cairan-cairan kewanitaan.

Aku mulai menggenggam lengan atas Erik, dan merasakan otot bisep dan trisepnya yang semakin membuatku bergelora, dengan ketelanjangan kami berdua, aku merasakan bersatunya tubuh dan badan kami antara ibu dan anak, dengan sensasi yang benar-benar luar biasa, merasakan kulit ku bersentuhan langsung secara penuh dengan kulitnya tanpa adanya batasan dan halangan dan kami lakukan dengan tanpa ada rasa tabu diantara kami. Tubuhku sudah mendekap erat tubuhnya dan memperlihatkan suatu buaian – buaian kasih sayang dengan penuh nafsu dan rongrongan birahi. Aku menjadi birahi kepada anak lakiku, sangat dan teramat sangat, sehinggap Erik dapat dengan mudah membuat serapat mungkin tubuhnya kepadaku agar dia dapat lebih leluasa untuk menentukan posisi yang nyaman untuk menyetubuhi ibu kandungnya sendiri, yang mungkin terkesan kuno tapi klasik dengan cara bercinta lelaki diatas perempuan.

Dalam situasi berciuman kami yang penuh dengan hasrat dan birahi, aku bisa merasakan K0ntolnya mulai menyodok dan mulai mendorong mencari lubang Memek ibunya sendiri yang memang sudah basah, banjir oleh cairan yang licin dan lengket yang sudah siap untuk diterobos masuk, pintu kenikmatan surgaku seperti diketuk sudah siap kubuka, kenikmatan surga duniawi yang penuh dengan dosa, tapi sangat indah dan luar biasa, Surga duniawi sudah menunggu kami, dan kami berdua siap melayang terbang kesana menggapai kenikmatan yang terbalut dengan indahnya dosa. Birahi kami sudah sangat tidak bisa kami tolerir.

Tiba-tiba aku merasakan suatu sensasi yang sangat sulit untuk diungkapan, tanpa tuntunan tangan ku ternyata k0ntolnya telah menyeruak menerobos masuk dengan hentakan nafsu binatang seorang anak Laki2 dan terus mendesak terpompa semakin dalam dan semakin dalam ke liang Memek ku, dengan ukuran besar dan panjangnya k0ntol anaku aku sedikit merasakan agak ngilu pada bibir Memek ku, tapi rasa sakit dan ngilu itu terhapuskan oleh buaian gelombang nafsu birahiku yang sedang berkobar, dan aku merasakan suatu sensasi nikmatya dari suatu hujaman yang bisa menggapai rahimku, dimana kesucianku sebagai seorang ibu telah terengut dan dirampas oleh anak kandungku,yang selama ini hanya aku khususkan untuk suami ku tersayang, dengan jujur aku katakan aku menikmati terenggutnya dan terampasnya kesucian ini, kesucian dari sebuah Memek, sebuah rahim seorang ibu yang bisa menghasilkan sumber kehidupan dan benih dari suatu kehidupan baru.

Penetrasi demi penetrasi kami lakukan bersama, suatu dorongan, desakan dan hujaman demi hujaman K0ntol anak ku kedalam Rahim tempat dimana dulu dia dikandung. Penetrasi itu menimbulkan setruman setruman, yang secara intensif dari setiap gerakan didalam persetubuhan fisik kami dalam suatu hubungan sedarah/inces, yang termotivasi lebih dari suatu pengorbanan ungakapan cinta dari sepasang manusia. Hujaman K0ntolnya keluar dan masuk seperti itu berturut turut kedalam Memekku, dan aku dengan sangat senang menerima hujaman tersebut ke dalam memekku, pasti kami merasakan rasa persetubuhan yang sama indahnya, suatu sensasi kepuasan yang belum tentu bisa di gapai oleh orang lain.

Kenikmatan dari persetubuhan yang nista ini bagaikan binatang yang tidak mengenal ayah ibu atau anak, yang terpenting adalah kepuasan, aku merasa menjadi seorang yang primitive seperti tidak ada laki2 lain di dunia ini yang bisa memberikan aku kepuasan tanpa batas, erangan demi erangan kami lakukan, desahan demi desahan, dan jeritan jerita kecil yang ku ungkapan ke telinga Erik membuatnya semakin Liar menghujamkan k0ntol besar dan panjangnya itu sedalam dalamnya kedalam liang Memekku sehingga aku merasakan sodokan pada rahimku. Basahan dari keringat kami berdua yang membasahi sekujur tubuh kami, menimbulkan suara tepukan yang terdengar sangat dramatis, setiap tepukan dari bagian tubuh kami dari kulit yang basah oleh keringat, pertemuan antara selangkangan ku dengan selakangan Erik yang menimbulkan suara tepukan dipadukan dengan nikmatnya Sodokan, dan jeritan, sangat sulit diungkapkan. Yang pasti sangat nikmat.

Tubuh kami terkunci dalam suatu dekapan erat yang tak terlepaskan, dadanya mendekap dadaku sehingga payudaraku tergencet dan tertumpah menyembul ke samping diantara badanku dan dia, pinggul dan pahanya menghantam pinggul dan pahaku naik turun dengan sangat perlahan tapi pasti dengan nafsu birahinya kepadaku, dengan erat aku cengkram kedua pantat sexy anak ku, membantu mendorong membuat hujaman2 keras dan sedikit kasar untuk Memekku, gerakan yang sangat bermanfaat dan membuat kami seperti terbang bersama sesaat, merasakan hujaman demi hujaman yang dia lakukan terhadapku.

Aku mulai menantikan dengan waswas dan hati berdebar tapi sangat menginginkannya juga, aku sangat menyukai disaat saat seperti ini dimana aku rasakan sebuah k0ntol yang besar keras dan panjang akan menyemprotkan sperma di dalam Memekku, k0ntolnya sudah mulai berdenyut dengan hebat,dengan denyutan k0ntolnya itu pun aku juga mulai merasakan hal yang tak akan pernah kurasakan di di dalam hidupku, bahwa nafsu birahiku terpuaskan oleh anak kandung ku sendiri, Suatu sensasi yang memang sangat luar biasa, sepertinya aku juga akan mengalami oragasme. Sengaja aku tahan oragasme ku agar Aku dan Erik dapat bersama menikmati Nikmatnya Suatu dosa hubungan sedarah antara ibu kandung dengan anak kandungnya.

Erik memiliki K0ntol dengan batang dan kepala yang cukup besar, saat dia melakukan hujaman yang kali ini cukup terasa keras bagiku, tiba-tiba Erik diam mematung seperti membeku, badannya bergetar menahan suatu kenikmatan yang selama ini dia impi-impikan, Aku rasakan K0ntolnya seperti terkunci tertelan sangat dalam di memekku dengan kepala K0ntol berada jauh di dalam rahimku, aku melihat wajahnya yang tampan dan kedewasaan mulai tergambar dari raut wajahnya yang mungkin nanti menjadi Ayah dari anak yang akan ku kandung ini.

Akhirnya hal yang kutakutkan terjadi aku terlambat mencabut batang k0ntolnya dari dalam memekku, tapi disatu sisi aku merasakan sensasi nakal yang menjalar di tubuhku yang ingin merasakan rasanya jika dibuahi oleh anak kandung ku sendiri, Erik melenguh dan mendesah hebat K0ntolnya menyemburkan sperma di Rahimku tempat dimana aku mengandungnya, semburannya berkali kali sangat kencang terasa, dan saat itu pula aku merasakan Memekku juga berdenyut keras dan aku menjerit histeris karena merasakan Orgasme yang selama ini belum pernah aku rasakan, karena sensasi persetubuhan sedarah ini, aku merasa seperti terbebas terbang, aku orgasme sangat panjang dan lama seiring dengan keluarnya sperma Erik yang menyembur di dalam Memekku. Terasa hangat basah, gemericik, sedikit lengket pada selangkangan kami yang menempel terkunci satu sama lain, dengan aku menyilangkan kakiku pada pinggang Erik.

“Mam, aku mengeluarkannya di dalam…maaf”, ucapnya dengan nada datar, takut aku hamil, tapi dia puas tanpa ada penyesalan.

“Ya Tuhan, Erik… Kamu ini benar-benar nakal. Tapi mau gimana lagi, kan sudah keluar?”, itu yang aku katakan kepadanya.

Kami mengalami klimax persetubuhan sedarah yang sangat indah, terdengar tabu tapi faktanya indah dan luar biasa.

Spermanya perlahan lahan mengalir keluar dari dalam Memek ku, bercampur dengan cairan kewanitaan ku, spermanya sangat banyak, dan aku yakin dia sehat dan pasti spermanya juga sehat. Hamilkah diriku? Apa yang terjadi, menjadikan kami ketagihan akan hubungan rahasia yang sangat penuh dengan dosa, aku akan menjalani hubungan ini dengan caraku, dan aku tidak akan pernah menyerah.

Memang seperti yang aku katakan di awal cerita ini, perbuatan ini pasti tidak bisa di maafkan, apa yang kami lakukan pasti akan ada kosekwensinya, aku tahu itu dan aku mengerti.

Tapi disaat Erik ada disebelahku, dan waktu kami melakukan Dooggie style, atau jika aku berada diatasnya layaknya wanita penunggang kuda, atau di manapun kami menumpahkan cairan kenikmatan itu, semuanya mengandung resiko yang sangat tinggi, ketahuan oleh suami atau orang lain tentang hubungan sedarah kami, atau aku hamil. Tapi aku, kami berusaha secantik mungkin agar semua itu tertutup dengan rapih, dan sepintar mungkin agar aku tidak mengandung benih dari anak ku sendiri. Tapi sayangnya tetap saja aku berhasil jebol juga. Aku benar-benar menjadi hamil dari benih anakku sendiri

Singkat kata,” Waktu aku tahu Anak lakiku masuk kedalam kamar mandi, untuk mengintip Mamanya yang sedang Mandi, dan menawarkan suatu permainan yang beresiko tinggi, AKU TIDAK BISA MENOLAKNYA”!!!

Cerita Sex – Maafkan Aku Papa..

Aku baru saja naik ke-kelas 2 SMP saat aku mulai merasa ada yg salah dlm diriku (saat menceritakan ini usiaku sudah 16 tahun). Sebagai sisiwi SMP aku termasuk anak yg pintar. Namaku Arini, panggilan sehari-hariku Rini. Aku lebih suka bergaul dengan teman yg diatas usiaku, dan aku punya teman akrab yg masih tetanggaku, mereka adalah mbak Inun (18)tahun dan mbak Riska(18)tahun. Mereka berdua saat itu masih duduk dibangku SMA kls 3. Walaupun aku masih kls 2 SMP tapi mereka menganggapku sebagai teman baik, dan aku juga merasa beruntung karena banyak hal berupa wawasan yg bisa aku dapatkan dari mereka berdua.

Suatu hari kami pernah ngumpul saling ngegosip dirumah mbak Riska, karena kebetulan orang tuany dan adiknya lagi bepergian kerumah pamannya. Kami bertiga banyak bercerita dan saling curhat sambil menikmati rujak yg kami buat sendiri. Ntah darimana awalnya mbak Riska bisa cerita tentang dia dan pacarnya, begitu juga mbak Inun, gak mau kalah menceritakan perjalanan cintanya dengan pacarnya. Aku tidak tau sama sekali kalau waktu itu pergaulan mereka berdua sudah melewati batas wajar, dan aku menyadarinya setelah aku terjerumus akibat pengaruh pergaulan dan cerita mereka. Aku ingat waktu itu mbak Riska bercerita kalau pacarnya sangat menyayginya dan sangat bangga punya pacar, begitu juga mbak Inun, yg mengatakan sungguh nikmat berpacaran. Waktu itu aku tidak tau sama sekali tentang arti pacaran yg sesungguhnya, karena usiaku masih hampir 14 tahun.

Kalaulah saat itu aku menyadari bahwa mereka bukanlah teman yg baik, mugkin aku tidak menjadi seperti sekarang ini. Aku merasa seperti menyesal dan seperti merasa ada yg lain pada diriku. Berkali-kali aku curhat menceritakan pada orang yg sudah dewasa tentang semua yg kualami, tapi tetap saja beranggapan bahwa aku yg salah.

Disaat acara ngumpul dirumah mbak Riska itu, ada hal yg membuatku selalu tanda tanya, ada hal yg membuat pikirannku selalu membaygkannya, dan aku semakin penasaran aja. Menurut mereka berdua (yg saat itu aku tidak tahu sama sekali kalo mereka punya niat buruk padaku), cewek remaja itu dijaman sekarang gak jamannya lagi kalo belum kenal cinta, gak jamannya lagi kalo belum punya pacar. Dan mereka berdua juga sangat terbuka padaku, bahkan mereka cerita kalau mereka sudah tidak perawan lagi. Menurut mereka juga, sex itu indah…sex itu segalanya apalagi bila dilakukan dengan pacar. Semua cerita mereka saat itu seolah membuat agar aku malu belum punya pacar.

Aku bahkan saat itu diejek, dikatai kalo aku itu kurang pergaulan, walau aku sudah bilang umurku baru hampir 14 tahun, tapi malah dibilang kalo aku itu anak mami, anak pingitan dan tidak kenal dunia luar. Sebagai gadis remaja yg sudah SMP aku marasa malu dikatain begitu, aku merasa gak senang kalo dibilang kurang pergaulan. Dan masih kuingat kalau ada kata-kata mereka yg katakan, bahwa aku tidak pernah punya cerita gaul tentang pacaran dan nikmat pacaran. Dan aku lebih merasa terhina lagi saat mbak Ani bilang, wanita itu belum dikatakan wanita kalo belum rasakan sex…wanita itu masih belum bisa dibilang wanita sesungguhnya, kalo belum menikmati sex. Perkataan itulah yg buat diriku yg akhirnya menjadi pukulan berat bagiku.

Aku tidak bisa bilang apa-apa saat mereka mengatakan itu setengah mengejek padaku, bahkan kuingat mataku hampir berkaca-kaca saat itu karena malu sekali mendengarnya. Mereka berdua sadarkan aku, kalo aku memang gadis yg tidak gaul alias kuper, gadis pingitan yg belum kenal cinta dan sex. Dan aku juga gadis yg belum bisa dikatakan wanita yg sesungguhnya, karena belum pernah merasakan atau menikmati sex.

Sejak mendengar perkataan teman-temanku itu, setiap hari hanya perkataan itu saja yg ada dlm lamunanku, setiap saat teringat dan itu membuatku sedih. Aku jadi malu pada diriku sendiri (ternyata aku kuper). Dan sejak itu aku sering menghindar dari mereka berdua, karena kusadari diriku kuper. Setiap hari aku melamun dan mengingat-ingat cerita mereka, mengingat cerita mereka tentang ciuman, cerita mereka tentang melakukan sex, cerita mereka cara memuaskan pacar mereka. Apalagi mereka bilang, buat apa punya wajah cantik kalo belum punya pacar dan belum tahu sex, belum rasakan nikmatnya sex. Kata-kata itu bila terngiang ditelingaku menyakitkan sekali. Dan aku gak mau jadi gadis yg kuper seperti yg temanku katakan, aku tidak mau jadi gadis kuper yg belum pernah rasakan sex.

Dlm hatiku, aku harus punya pacar, aku harus bisa jadi wanita yg sesungguhnya, dan aku gak mau jadi penasaran terus menusrus. Maka sejak itu aku mimpi ingin punya cowok yg bisa jadi pacarku, tapi karena aku masih kls 2 SMP, sulit rasanya nemukan cowok yg bisa jadi pacar. Walau kuakui wajahku sangat manis dan imut, tapi bodiku gak begitu tinggi karena umurku 14 tahun kurang 2 bulan saat itu. Hampir selama 2 bulan aku merubah penampilanku, aku sering dandan secantik mungkin (agar ada yg menaruh perhatian padaku). Tapi sampai 2 bulan aku belum juga menemukan pacar yg kuharapkan, bukan karena aku jelek, tapi gak mungkin aku yg agresif deketin cowok. Maka aku sampai putus asah, karena belum ada dapat cowok yg akan jadi pacarku. Dan sungguh ini buatku makin malu pada diri sendiri.

Hingga disuatu hari, siang itu aku sudah pulang dari sekolah, sudah makan siang dan sudah beres-beres dikit pekerjaan rumah, dan tinggal nyantai mempercantik diriku yg memang manis dan imut. Aku kecarian sama yg namanya sisir. Kucari dikamarku gak ada, kucari-cari dimana-mana juga gak nemukan. Akhirnya kucari dikamar mama (mamaku kerja dari pagi sampai malam sebagai bisnis berlian). Disana kutemukan sisir mamaku yg memang punya alat-alat lengkap untuk merias diri. Dan sungguh ada sesuatu dlm kamar mamaku yg membuat aku sama sekali gak bisa mikir jernih, aku seperti terhipnotis, dan jantungku detaknya gak menentu.

Saat itu kulihat papaku sedang tidur diranjangnya (papaku 39 tahun kerjanya gak menentu, tapi punya rumah kontrakan 5 pintu dibelakang rumah kami). Kulihat papa sedang tidur diranjang dengan hanya memakai celana dlmnya saja yg berwarna hitam. Aku langsung keluar kamar karena malu dan takut kalo nanti papa terbangun dan melihatku ada dikamarnya. Baru saja aku akan sisiran dlm kamarku, tapi baygan papaku yg sedang tidur dlm kamarnya teringat jelas dibenakku, dan sangat mengganggu pikiranku. Aku malah merasa jantungku makin berdetak kuat gak nentu. Dan kuakui pikiranku jadi jorok, jadi teringat cerita temanku tentang sex. Mungkin karena setan telah merasuki pikiranku dan rasa penasaran yg telah lama aku pendam, maka aku beranikan diri untuk masuk lagi kekamar papa.

Langkahku pelan agar tidak didengarnya, dan saat aku sudah dipintu kamarnya, aku sempat berhenti, karena perasaan cemas takut kalo dia terbangun dari tidurnya. Hampir kuurungkan niatku waktu itu, tapi karena penasaran yg terpendam selama ini, maka aku melangkah mendekati papa keranjangnya, ruangan kamar papa tidak gelap juga tidak gitu terang kali. Dari jarak 1 meter ketubuh papa, aku berhenti melangkah, aku masih berdiri memandangnya, aku perhatikan matanya benar-benar tidur pulas. Aku pandangi tubuh papaku, “gagah” batinku. Lalu rasa penasaran semakin, waktu kupandang celana dlmnya, yg membuatku melangkah mendekatinya. Aku duduk pelan disampingnya membelakangi wajahnya, dan mataku selalu memandang arah paha dan celana dlmnya, yg saat itu kulihat agak mengembung. Tapi perasaan takut selalu mengingatkanku saat itu. Gimana kalau ketahuan papa kalo aku ada duduk disampingnya.

Sebelum tanganku memegang celana dlmnya, aku melihat kearah wajahnya untuk mastikan kalau papa gak bangun dari tidurnya. Pelan sekali kesentuh celana dlmnya. Karena rasa ingin tauku yg begitu menggebu, kubuka celana dlm papaku dengan sangat berhati-hati sekali, aku takut sekali kalo sampai ketahuan papa. Dengan jari tangan kananku, aku berhasil turunkan cd papa walaupun cuma sedikit, dan ternyata tidak ada tanda-tanda kalau papa terbangun. Dan kutarik lebih bawah lagi cd nya hingga nampak semua benda terlarang papa, dan aku memang terkejut, rasa ingin tauku terjawab sudah, dan aku bukan gadis kuper lagi (karena sudah melihat sendiri alat sex laki-laki meski punya papaku sendiri).

Karena teringat cerita teman-temanku tentang sex, rasa penasaranku semakin. Aku kalo bisa jujur, saat itu benar-benar sadar akan apa yg aku lihat, aku merasa suka dengan melihat alat kemaluan papaku. Mungkin inilah cara orang terangsang, cara teman-temanku menikmati pacaran dan sex. Dengan rasa takut dan hati-hati, aku pegang seperti menggenggam kemaluan papa yg bagiku pertama kali melihat dan menyentuh kemaluan laki-laki. Aku tau kalo saat itu kemaluan papa belum menegang, tapi aku juga tau ukurannya sangat gede. Aku suka melihatnya, jujur aku suka. Karena aku sudah merasa nafsu dengan apa yg kupegang, maka aku mencium kemaluan papa yg dinamakan k0ntol itu. Sebagai gadis usia 14 tahun mengakui kalau aku benar-benar suka melihatnya, melihat bentuknya, dan aku terangsang, apalagi aku sudah lama membaygkan seperti ini.

Sambil menggenggam k0ntol papa, kuciumin bagian atas k0ntolnya. Ada perasaan sayg dan suka aku menyentuhnya. Kuperhatikan bentuknya, bulu-bulu lebatnya yg tumbuh disekeliling pangkal k0ntolnya yg ukurannya sangat gede. Walau perasaan takut dan cemas selalu mengawasiku, tapi tidak menghentikan rasa penasaranku untuk terus menyentuhnya. Tidak puas dengan hanya menciuminya…aku malah makin nafsu melihatnya, dan gak tau darimana datang rasa ingin mengemutnya. Aku beranikan diri, aku masukkan kemulutku k0ntol papa, walau hanya bagian kepalanya saja yg bisa aku emut, namun sudah cukup membuatku untuk menikmatinya.

Aku benar-benar sudah gak kontrol diri, aku juga heran kenapa ada rasa suka…dan kenapa nafsuku timbul sampai aku mau mengemut k0ntol papa yg lagi tertidur nyenyak. Apakah karena badan papaku gagah…apa karena aku sudah lihat k0ntolya…sungguh sampai sekarang aku masih belum bisa nemukan jawabannya. Dan diwaktu aku lagi asik emut-emut k0ntol papa, aku perhatikan dan rasakan…kok kayaknya k0ntolnya makin memanjang, makin membesar ukurannya, juga makin keras menegak. Dan melihat itu aku malah semakin nafsu dan sangat suka. Lalu karena kulihat mata papa masih tetap tertidur, aku lanjautkan emut-emut bagian kepala pensinya, karena hanya bagian kepala k0ntolnya aja yg bisa kuemut, ukurannya sangat gede.

Kira-kira 2 menit disaat k0ntol papa yg sudah menegang sangat besar itu aku emut-umut, aku merasakan seperti ada tangan yg membelai-belai kepalaku dan juga rambutku. Aku tersadar…sangat terkejut, takut dan sangat malu. Aku tau kalo yg belai-belai kepalaku itu adalah tangan kekar papaku sendiri. “gawat…papa sudah bangun…” jerit batinku dlm hati. Langsung aku bergerak cepat, kuhentikan mengemut k0ntol papa…cd nya aku naikkan lagi menutup k0ntolnya dengan sangat cepat. Dan aku langsung berlari keluar kamar meninggalkan papa diranjangnya, tanpa berani melihat kearah wajah papaku. Karena aku sangat yakin kalo papaku sudah terbangun saat itu (terbukti dia telah belai-belai kepalaku ).

Aku masuk kamarku dan langsung menutup pintu kamarku. Aku terduduk ditempat tidurku dengan perasaan cemas dan takut, bercampur dengan rasa malu juga. Aku mengira kalo papaku bakalan datengi aku kekamarku, tapi setelah kutunggu sekitar 5 menit…tidak ada tanda-tanda kalo papa akan datang kekamarku, aku merasa lega dan rasa takutku mulai hilang. Setelah aku merasa semuanya aman, dibenakku masih teringat akan k0ntol papa, masih teringat aku sempat menyentuh dan mengemutnya. Semakin aku membaygkannya, semakin datang pula rasa penasaranku untuk ingin melakukannya lagi. Aku masih merasa terangsang, dan masih saja tidak bisa lupa dengan yg barusan aku lakukan. Setan mungkin telah menguasa pikiranku…mendorong hasratku sebagai gadis belia berusia 14 tahun kurang 2 bulan.

Dan saat itu juga aku beranikan diri untuk mengintip papa dikamarnya, aku berharap sekali papaku kembali tidur pulas, agar bisa kuteruskan rasa penasaranku. Dan sesampai dipintu kamarnya, kubuka dikit pintu dan kuintip papa, ternyata dugaanku benar…papa sudah tidur lagi. Aku masuk mendekati papa dengan langkah sangat pelan dan hati-hati sekali. Belum sampai ditepi ranjang papa, langkahku terhenti dan aku merasa heran, aku merasa ada yg beda. Aku lihat papa sudah bugil tanpa cd’nya yg berwarna hitam yg dipakainya tadi. Dan kulihat kebawah…ternyata cd papa sudah ada diatas lantai. Dan herannya papaku tidurnya aku lihat pulas, tapi kok, napa k0ntolnya menegang sangat tegak keatas, ukurannya sangat besar dengan warnanya agak mengkilat kehitaman. Nafsu sungguh tak bisa kubendung saat memandang k0ntolnya yg sudah menegang didepanku. Dan karena aku yakin kalo papaku memang benar-benar tidur, maka aku mendekat, dan duduk dipinggir ranjangnya tapi kakiku masih terjuntai kelantai (posisiku membelakangi wajah papa dan menghadap kek0ntolnya).

Lalu kucoba pegang tangan kiri papa yg dekat sekali kepahaku, kugoyg-goyg tanganya…dan kulihat tidak ada tanda-tanda kalo papaku terbangun, “aman” batinku. Langsung kupegang k0ntolnya yg sedang menegak itu, kubelai lalu kubuat gerakan tanganku seperti naik turun saat menggenggam k0ntolnya. Bahkan jari-jari tanganku gak bisa nyatu menggenggamnya…k0ntol papaku sungguh gede, panjang dan besar. Sangat kusuka melihatnya “mungkin semua laki-laki dewasa pasti k0ntolnya gede seperti ini” ucapku dlm hati saat memegangnya. Aku masukkan lagi kemulutku dan aku emut-emut makin nafsu. Aku senang sekali emut k0ntol papa, karena kupikir ini kesempatan untukku, mumpung papa lagi tidur.

Sambil terus aku emutin kepala k0ntolnya aku lihat juga sekali-sekali kewajahnya, takut kalo papa terbangun lagi. Dan ternyata papa tidak terbangun dan dia juga tidak ada belai-belai kepalaku, itu buat aku sangat yakin kalo papa bobok sangat pulas. Selain emut-emut k0ntolnya, aku juga jilatin bagian pelirnya yg banyak bulu disekitarnya. Kadang wajahku kubenamkan disekitar kemaluan dan pelirnya. Aku juga cium perut papa, cium dadanya yg bidang, yg ditumbuhi bulu tapi gak banyak bulunya didada. Wajah papaku gak cakep tapi gak jelek, tapi tubuhnya bagus…tinggi besar. Dan papaku sangat pemarah.

Setelah hampir 10 menit aku emut-emut k0ntol papaku, aku merasa mulutku mulai pegal dan capek. Tapi rasa puas dan nafsuku masih terus ingin. Tiba-tiba aku teringat cerita mbak Inun dan mbak Riska, tentang cerita mereka pernah sex. Karena teringat cerita mereka, aku buka bajuku, buka semua sampai aku bugil. Lalu aku naik pelan-pelan keatas ranjang papa, dan aku tidur disebelah papa (posisiku agak ketengah diranjang papa disebelah kanannya). Jantungku berdetak cepat, sampai aku keringat dingin karena aku gak tau apa yg mau aku lakukan. Dan saat itu entah dari mana aku bisa punya ide, aku balikkan badan papa pelan-pelan sampai badannya menindihku. Sungguh aku gak merasa kesulitan balikkan badan papaku yg besar samapi bisa menindihku. Dan aku juga terus perhatikan mata papaku, dan kulihat matanya tertutup tidur pulas.

Saat badan papa sudah ada diatas tubuhku…sudah menindihku, aku jadi merasa takut sendiri, aku takut kalo dia terbangun pasti aku gak bisa lari lagi karena sudah ditindih oleh badannya. Saat itu aku berharap dlm hati semoga papa tidak terbangun, dan semoga kali ini aku berhasil ngobati rasa penasaranku. Aku gak mau jadi gadis yg kuper yg gak pernah rasakan sex, seperti temanku bilang saat mengejekku. Lalu dengan rasa hati-hati sekali bercampur takut dan cemas, kucoba pegang k0ntol tegang papa dan kuletakkan diatas memekku. Dan saat itu kurasakan, tiba-tiba kedua paha dan kaki papa bergerak seperti melebarkan kedua belah pahaku. aku sempat terkejut dan takut, tapi karena kulihat matanya masih juga tertutup tidur, aku jadi merasa aman walau tetap aja ada rasa cemas. Dan saat selangkanganku sudah terbuka lebar, dan kakiku seperti melingkari pinggul papa. Kedua tangan papa saat itu berada disebalah kedua wajahku.

Aku jadi benar-benar takut, aku takut untuk melanjutkannya, tapi kini badan papa sudah diatasku, dan aku harus lanjutkan “toh papa juga gak tau, kan papa sedang tertidur” batinku saat itu menghibur rasa takutku. Lalu kupegang lagi k0ntol papa, dan kurasakan sangat keras sekali, lalu kuarahkan kepala k0ntolnya kemulut memekku, lalu kulepaskan dari tanganku. Dan saat kulepaskan dari tanganku aku merasa kalo k0ntol papa seperti menekan kemulut memekku, aku lihat badannya tidak bergerak dan matanya juga masih bobok, tapi k0ntolnya seperti makin menusuk menekan mencoba masuk kelobang memekku. Tusukannya pelan tapi tekanannya sangat kuat. Aku merasa takut, lalu kupegang kedua pinggul papa. Dan kurasakan makin lama tekanannya terus dan mulai menusuk masuk sedikit-sedikit. Walau agak lama k0ntol papa masuk sedikit-sedikit, tapi tekannanya terus dan gak berhenti. Hingga kira-kira hampir 3 menit, aku hampir menjerit menahan sakit, saat kurasakan k0ntol papa menekan kuat, menusuk masuk kedlm memekku. Mungkin seluruh bagian kepala k0ntolnya sudah tertanam semua dlm memekku.

Yg aku rasakan perih bukan main, sepertinya memekku sobek karena tusukan k0ntol gede papa. Aku menahan memekku agar k0ntolnya tidak bisa menerobos lebih dlm lagi, sakit sekali dan terasa perih. Dan saat itu kurasakan tekanan k0ntol papa seperti berhenti tidak menusuk lagi. Tapi setelah lebih dari 2 menit aku merasakan kalo k0ntol papa mulai menekan lagi, mulai menusuk, dan tekanannya kali ini lebih kuat, dan pinggul papa juga seperti bergerak menekan. Aku makin kewalahan dan semakin takut, karena saat itu juga k0ntol papa mulai masuk lebih dlm, dan terus menekan kuat hingga makin masuk lebih dlm. Dan aku ingat saat itu kalo memekku seperti sobek berdarah, padahal k0ntol papa belum ada masuk setengah kedlm memekku.

Karena aku merasa sakit sekali diselangkanganku, perih sekali dan aku tidak tahan, bahkan airmataku sampai keluar, aku menangis menahan sakit, tapi aku gak bearani bersuara, aku takut kalo aku bersuara bisa buat papa terbangun dan bakalan ketahuan sama papa. Beberapa menit kurasakan tidak ada tekanan dari k0ntol papa, tapi karena perih yg tak tertahankan, kucoba mendorong tubuh papa keatas dengan kedua tanganku agar k0ntolnya tercabut dari memekku. Tubuh papa bukannya makin terdorong…semakin kudorong tubuhnya sekuat tenaga keatas, tapi semakin sperti ada tekanan pada k0ntolnya kememekku, kudorong lagi sekuat tenaga supaya k0ntolnya tercabut, tapi malah kurasakan k0ntolnya makin menekan masuk kememekku dan semakin perih kurasa seperti makin sobek memekku.

Akhirnya aku lemas kehabisan tenaga, sementara airmataku terus mengalir menahan sakit. Lalu dengan sisah tenaga yg ada kucoba sekali lagi sekuat tenagaku mendorong badannya keatas…tapi hasilnya bukannya malah tercabut k0ntolnya…yg kurasakan k0ntolnya malah seperti makin menekan masuk. Aku takut sekali saat itu karena sungguh gak tahan menahan perih. Tenagaku habis dan k0ntolnya sudah masuk setengah mungkin kedlm memekku. Aku gak bisa mendorong badannya lagi, dan sempat juga aku berniat mau bangunkan papa supaya dia cabut k0ntolnya dari memekku, tapi karena aku takut ketahuan dan gak mau malu, maka aku hanya bisa mengeluarkan airmata dan pasrah.

Dan semenit kemudian…tiba-tiba aku merasa kalo badan papa mulai bergerak-gerak sendiri, pinggulanya bergerak naik turun. Dan karena tubuhnya kurasakan k0ntolnya juga ikut bergerak sepereti keluar masuk dlm memekku. Aku benar-benar tersiksa karena gerakannya membuat memekku ditusuk-tusuk k0ntol papa yg sangat gede itu. Rasanya mau mati nahan sakit hingga badanku kaku dibuatnya. Aku menjerit dlm hati karena gak berani mengeluarkan suara, takut ketahuan sama papa. Saat itu aku ingin sekali bangunkan papa, aku mau bilang supaya k0ntolnya dicabut dari memekku, tapi aku tetap saja takut membangunkannya, tetap saja aku gak berani. Badan papa tetap bergerak naik turun dan aku hanya bisa pasrah menahan sakit dengan linangan airmata yg tiada hentinya.

Aku benar-benar kapok sekarang, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain merasakan memekku ditekan-tekan kuat menusuk oleh k0ntol papa yg sangat gede. Semakin lama gerakannya semakin kuat…semakin lama gerakannya juga semakin cepat dan semakin membuatku serasa mau mati menahan perih. Karena tidak sanggup menahan perih dan aku juga seperti megap sampai sulit bernapas, akhirnya aku gak sadarkan diri. Saat itu tidak tau apa lagi yg terjadi. Dan diwaktu aku terbangun dan sadar, aku lihat tubuh papa masih ada diatas menindihku, dan gerakan tubuh besar papa saat itu sangat kuat sekali menekan-nekan memekku, begitu juga napas papa aku dengar sangat kasar mendesah, semenatara matanya masih bobok aku lihat dan badannya penush dengan keringat.

Aku tersiksa lagi menahankan sakit yg sangat perih, karena k0ntol papa sudah masuk menekan-nekan sampai dlm memekku. Ingin menjerit gak berani…ingin berteriak juga gak berani…ingin bangunkan papa juga aku gak berani. Hingga gak lama kemudian tiba2 papa bergerak badannya sangat cepat dan kuat dan tiba-tiba badannya menyentakkan kuat k0ntolnya menakan kememekku, dan saat itu badannya kaku diatas tubuhku, lalu kurasakan kalo didlm memekku sperti ada semburan cairan dari k0ntol papa. Dan setelah badan papa tidak bergerak lagi, dan napas juga sudah tidak mendesah kuat lagi, hanya keringatnya yg semakin membasahi tubuhnya.

Penderitaanku berakhir saat badan papa tidak lagi bergerak, dan k0ntolnya juga tidal lagi menusuk-nusuk memekku. Semenit kemudian aku mencoba membalikkan badan papa, kucoba mendorong dengan sisah tenagaku yg ada. Sungguh aku gak menygka, walau tenagaku gak kuat lagi tapi aku mampu mendorong badan papaku yg besar dan berat itu. Aku berhasil balikkan badannya dan pensinya pun tercabut dari memekku. Aku juga sempat heran…kenapa kali ini aku berhasil mendorong badannya, dan sepertinya badan papa ringan sekali kudorong. Tapi aku gak mau berpikir panjang, yg penting aku sudah lepas dari tindihan badannya. Lalu aku mencoba bangun untuk meninggalkan papa diranjangnya, “aaagh..” aku terpekik menjerit pelan saat kurasakan perih diselangkanganku. Aku merasa perih saat akan melangkah, sakit sekali diselangkanganku. Sampai dikamarku aku melihat dibahagian pahaku ada tetesan darah dari memekku sudah hampir mengering. Setelah kubersihkan sisa-sisa darah perawanku sisekitar memek dan pahaku, maka aku pun tertidur karena lelah dan sakit.

Setelah kejadian itu keesokan harinya aku masih tetap merasa sakit diselangkanganku. Dan pada hari itu aku tidak masuk sekolah karena badanku agak demam, dan kurasakan badanku juga lemas. Pagi hari jam 9 papa dan mama bertanya padaku kenapa aku tidak sekolah…aku mengatakan kalo aku agak demam. Dan papa juga memberi obat demam padaku dan menyarankan aku supaya istirahat aja dirumah. Saat itu aku takut juga kalo seandainya papa tahu apa yg telah kulakukan padanya kemaren, dan syukurlah dia tidak tau karena aku melakukannya dia saat dia tidur. Dan seperti biasa mama berangkat bekerja tiap jam 9 pagi dan akan pulang jam 10 atau jam 11 malam. Kuakui hubungan papa dan mama sudah hampir 2 tahun agak renggang kurang harmonis, karena menurut mama…papaku suka selingkuh dan suka kasar sama mama.

Semenjak itu mama jadi kurang perhatian pada keluarga dan banyak habiskan waktu diluar bersama ibu-ibu yg lain bisnis berlian. Mama juga sering seminggu tidak pulang karena harus keluar kota untuk urusan bisnisnya, tapi beliau selalu melebihkan uang jajanku dan selalu belikan apa yg kuminta. Kalo mama berangkat bekerja…papa juga biasanya pergi keluar rumah entah kemana dan terkadang sampai malam juga baru pulang. Dan jarang sekali ada dirumah diwaktu siang hari. Dan disiang itu waktu (jam 1) aku baru saja selesai makan siang (keluargaku bayar bulanan untuk rantangan makan siang dan makan malam), dan aku terkejut sekali lihat papa pulang. Dia sempat menanyakan kesehatanku sebelum dia berlalu masuk kedlm kamarnya.

Setelah itu aku melangkah keruang tamu dan kuhidupkan tv, sebenarnya aku mau tidur dikamarku tapi takut nanti papa keluar rumah tidak ada yg kunci pintu, maka kutunggu sampai papa keluar kamarnya san pergi keluar rumah (karena biasanya papaku jarang dirumah siang dan sore hari, kalo pun datang…hanya sebentar lalu pergi lagi dan memintaku untuk kunci rumah dari dlm).

Setelah kutunggu selma 15 menit, tapi tidak ada tanda-tanda kalo papa akan pergi keluar rumah lagi, dan papa juga belum keluar dari kamarnya. Sambil nonton TV aku bertanya dlm hati, napa papa gak keluar ya…biasanya papa siang hari tidak pernah berada dirumah. Lalu karena penasaran aku coba melihat kekamarnya, dan kulihat pintu kamar tertutup tapi tidak rapat dan masih bisa melihat jelas dari luar. Aku dorong dikit pintunya dan kulirik kedlm…nampak sedikit kaki papaku sedang tidur diatas ranjangnya. Lalu kututup pintu kamarnya dan aku melangkah keruang tamu dan kumatikan Televisi, lalu aku berjalan kekamarku.

Sampai dikamarku aku masih bertanya-tanya dlm hati…kok papa sekarang rajin tidur siang ya…semalam dan hari ini dia tidur siang. Seumur-umur baru semalam itu dia aku lihat tidur siang, kenapa hari ini juga tidur siang…biasanya malam dia baru pulang kerumah. Tapi siang itu aku tetap saja mengurung diri dlm kamarku, aku gak keluar rumah ataupun menemui teman-temanku, karena aku juga masih merasa lemah. Aku tidak bisa tidur tapi tetap merebah sambil membaygkan apa yg telah kulakukan pada papaku semalam itu. Setengah jam kemudian aku seperti mendengar suara dari Televisi yg ada diruang tamu. Padahal aku ingat kalo televisi sudah aku matikan sebelum aku masuk kamar tadi. Aku mau tau siapa yg menyalakan televisi dan aku keluar kamar menuju raung tamu. Disana aku jumpai papa sedang tidur dengan pakai sarung diatas karpet diruang tamu dan matanya masih terbuka menonton tv. Papa tau aku datang dan bertanya padaku

“belum tidur juga ya…” lalu kujawab

“sudah tadi pa…tapi kupikir aku lupa matikan tv makanya aku terbangun dan mau matikan tv, rupanya papa yg hidupkan”

“iya papa juga tadi mau tidur siang dikamar papa, tapi gak bisa tidur juga, papa kepanasan, jadi papa mau tidur disini aja” ucap papa sambil matanya mulai dipejamkannya, tapi televisi dibiarkannya tetap hidup.

“ya uda kalo papa mau tidur…aku juga mau tidur pa…ngantuk..” aku berlalu meninggalkan papa, tapi tiba-tiba papa berkata padaku

“Rini…nanti matikan tv nya ya kalo papa sudah tidur…jangan sekarang matikannya, nanti saja kalo papa sudah tidur…gak lama kok 5 atau 10 menit papa sudah tidur kok”,

“iya pa…nanti Rini matikan..”, jawabku sambil berjalan menuju kamarku.

Setelah 10 menit aku keruang tamu lagi hendak mematikan tv seperti yg diperintahpan papaku padaku. Sesampainya disana aku sangat terkejut sekali, kulihat papaku sudah tertidur tapi sarungnya sudah terbuka dibawah kakinya, dan saat itu k0ntol papaku tampak membesar menegang. Aku melihat mata papaku benar-benar tidur, dan segera kumatikan tv, tapi tetap saja mataku melihat tubuh bugil papaku, aku kembali seperti terangsang melihat k0ntol papa. Ingin kembali kumenyentuhnya, karena aku begitu suka melihatnya dan k0ntol papaku yg gede itu membuat nafsuku kembali menggebu. Aku masih berdiri didekatnya, menatap k0ntolnya, dan kulihat matanya tertutup tidur. Mungkin sarung papa gak sengaja terbuka kebawah karena tendangan kakinya diwaktu tidur, dan papa tidak menyadarinya. Aku masih bisa menahan nafsu waktu itu, karena aku masih merasa sakit diselangkanganku.

Sebenarnya aku ingin sekali menyentuh k0ntol papaku lagi, apalagi dia tidak tau saat itu, dia sudah tidur nyenyak, bahkan dia tidak tau kalo aku sudah matikan televisi. Kutahan nafsuku yg menggebu, aku gak berani menyentuhnya, walau aku tau sebenarnya aku ada kesempatan menyentuhnya lagi, karena papaku sedang tertidur, tapi aku takut dan gak mau menahan sakit lagi. Aku benar-benar jerah dan kapok, aku benar-benar gak sanggup menahan sakit. Maka kutinggalkan papa diruang tamu dan aku masuk kamar ku lagi.

Siang itu rasanya aku benar-benar berperang melawan nafsuku, aku tetap berkeras gak akan sentuh k0ntol papa lagi, aku benar-benar kapok semalam dibuatnya, aku gak bisa baygkan rasa sakit yg kuderita sewaktu k0ntolnya kumasukkan dlm memekku. Dan disiang itu untuk kedua kalinya aku melihat k0ntol gede papaku, tapi aku berhasil melawan nafsuku karena takut membaygkan rasa perih yg sangat perih. Akhirnya setelah 1 jam kemudian, kudengar papa terbangun, dan dari dlm kamar aku bisa mendengar kalo papa berada dikamar mandi sedang mandi. Dan akhirnya papa pamit padaku untuk keluar rumah.

Namun ke-esokannya yaitu hari ke-3, saat aku pulang sekolah dan baru saja tiba dirumah, aku menemukan papa sedang menonton TV diruang tamu seorang diri. Papa meyapaku sebelum aku sempat berlalu kekamarku.

“waah anak papa sudah pulang ya…”,

“hehehe…iya pa…kok papa tumben ada dirumah…biasanya sampai malam baru pulang”, ucapku menggeledek papa sambil berlalu meninggalkannya diruang tamu. Setelah ganti pakaian aku langsung menuju dapur untuk ambil makan siang.

“papa sudah makan belum?, makan bareng yuk pa…”,

“papa sudah makan tadi, Rini makan sendiri aja ya…”.

Selesai makan aku langsung masuk kamar dan tidak keluar lagi. Namun 10 menit kemudian dari dlm kamarku, aku seperti tidak mendengar suara televisi lagi. Karena mau tau apakah emang benar televisi sudah dimatikan, aku bergerak keruang tamu dan aku takut papa pergi tanpa menutup pintu depan. Ternyata papa tidak ada disana…dan pintu depan juga tertutup. Maka kucari kekamar papa, karena rasanya gak mungkin kalo papa tidur siang lagi, aku tau kalo papaku itu makhluk paling jarang tidur siang. Lalu aku kekamar papa dan langsung masuk, karena pintu kamarnya terbuka hampir setengah.

Astaga…ternyata papa ada didlm dan sedang tertidur, dan…aku lihat papa tidurnya tanpa sehelai pakaian membalut tubuhnya, aku terdiam kaget melihat papa tidur dlm keadaan bugil. Takut papa tau kalo aku ada dlm kamarnya aku langsung bergerak keluar kamar papa dan kembali kekamarku. Saat berada dlm kamarku, nafsuku benar-benar diuji, aku sungguh gak bisa melupakan apa yg aku lihat barusan. Tubuh bugil papa seakan lengket dlm benakku, tubuh gagahnya, k0ntolnya, serta bulu-bulu yg banyak tumbuh dibagian-bagian tertentu badannya. Hatiku bertanya…mengapa papa tidur bugil, dan mengapa dlm 2 hari ini kalo tidur k0ntol papa selalu dlm keadaan sudah membesar dan menegang…padahal hari pertama aku memergoki papa sedang tertidur dia pakai cd, dan k0ntolnya juga tidak menegang, tapi napa 2 hari ini selalu dlm keadaan menegang…?.

Saat itu aku hanya berpikir, kalo papa mungkin saja kepanasan atau sudah terbiasa bugil dari dulu kalo sedang tidur, mugkin aku tidak mengetahuinya selama ini. Dan akhirnya karena tidak tahan melawan nafsu, aku kembali lagi kekamar papa karena pengen melihat k0ntol papa lagi. aku benar-benar sudah tidak bisa menguasai nafsuku, aku benar-benar sudah suka melihat k0ntol gede papaku, yg bagiku adalah sesuatu yg unuk sesuatu yg asing tapi punya daya tarik yg sangat besar, hingga membuatku ingin selalu melihatnya, lagi…dan lagi…aku terpesona dan kagum.

Ketika sudah berada dlm kamar papa, aku melangkah pelan-pelan mendekatinya, dan aku duduk disebelahnya dengan mataku seakan tak ingin berkedip melihat benda papa yg telah membuatku kagum padanya. Jantungku berderak gak menentu saat aku melihat k0ntol papa dari dekat, entahlah mengapa aku sangat menyukainya aku juga tidak tau, aku sangat tertarik untuk menyentuhnya. Maka kucoba pegang paha kiri papa dengan kedua tanganku, lalu kugoyg-goyg ingin tau apakah dia terbangun. Ternyata papa tidak bangun saat kugoyg-goyg pahanya dan aku tau kalo dia tidurnya pulas. Aku semakin berani dan leluasa untuk berbuat sepuas hatiku untuk mempermainkan k0ntol papa. Kutelan airludahku saat tanganku telah menggenggam k0ntol papa yg sudah menegang sangat gede itu.

Dan tanpa menunggu lama aku langsung menciumnya dan jga memasukkannya kedlm mulutku. Aku benar-benar seprti gadis belia yg sudah sangat menyukai k0ntol laki-laki, emutanku sengaja kubuat nyedot kuat-kuat, aku sangat menikmatinya dan aku berusaha buat k0ntol papa masuk sedlm mungkin dlm mulutku, namun hanya bisa masuk bagian kepalanya aja, k0ntol papa terlalau gede buat mulutku. Seluruh batang k0ntol papa kujilatin sampai batangnya basah semua karena air ludahku saat menjilatinya. Sekali-sekali kuperhatikan kearah wajah papa, aku melihat mata papa dan menurutku papa benar-benar tidur dan sama sekali tidak tau apa yg telah kuperbuat.

“oh papa…maafkan aku telah melakukan ini tanpa sepengetahuanmu…maafkan aku papa” jeritku dlm hati.

Dan mulutku benar-benar menikmati k0ntol papa, aku telah menyukai k0ntol papa dan aku terangsang, aku bernafsu melihat k0ntol gede papa. Lama sekali aku mengemut k0ntol papa, tapi rasa puas belum juga aku dapatkan. Hingga 15 menit aku mengulumnya, aku merasa kalo mulutku sudah mulai pegal, leherku juga sudah mulai terasa capek karena terus-terusan mengulum k0ntol gede papa. Aku sangat bernafsu sekali apa lagi mata papa kulihat tetap tidur, dan tangan papa juga tidak ada membelai rambutku. Maka aku sangat yakin kalo papa benar-benar tidak tau dan tidak menyadari apa yg sedang aku lakukan. Karena merasa belum puas dengan mengulumnya saja, aku membuka seluruh pakaianku dan aku bugil dihadapan papaku yg sedang tidur pulas.

Lalu aku naik keranjang papa dengan gerakan yg kusengaja sangat pelan berhati-hati sekali, agar jangan sampai membuat papa terbangun dari tidurnya. Aku tidur lagi disebelah papa dan mulai meneruskan rencanaku selanjuntnya. Ketika akan kubalikkan tubuh kekar papa supaya menindihku, aku hampir saja mengurungkan niatku, aku teringat kalo aku merasa gak sanggup kalo k0ntol papa sampai masuk kedlm vagiaku. Namun karena nafsuku sudah benar-benar gak bisa dikendalikan lagi, kucoba balikkan badan besar papa dengan sangat hati-hati sekali, dan aku merasa tidak menemukan kesulitan saat membalikkan badan papa, aku merasa kalo badan besar papa seperti ringan…gampang sekali aku membalikkan badannya hingga dia menindihku. Segera kupegang k0ntol keras papa yg gede dan kutuntun kebagian memekku.

Saat kepala k0ntol papa sudah aku letakkan tepat dimulut memekku, maka langsung kutarik tanganku dan kulepas k0ntolnya dari peganganku. Kuperhatikan mata papa bobok, dan aku merasa kalo badan papa sangat berat berada diatasku. Namun beberapa detik kemudian…kembali kurasakan kalo kedua paha papa bergerak, dan kedua pahanya sperti melebarkan kedua belahan pahaku. Karena kaki papaku besar dan berat maka belahan pahaku langsung ngikut terbuka lebar, tetapi mata papa tetap aku perhatikan tutup. Setelah selangkangan pahaku terbuka lebar, seketika itu juga kurasakan kalo k0ntol papa seperti menekan kememekku. Aku heran…badan papaku tidak bergerak sama sekali dan mataya juga aku lihat sedang tidur, tapi napa k0ntolnya terus menekan.

Aku takut seakali, aku langsung teringat kalo gak tahan menahan perihn nantinya. Kucoba pasrahkan diriku walau tetap saja ada perasaan takut dlm hatiku menanti k0ntolnya masuk dlm memekku. K0ntol papa semakin menekan…sedikit demi sedikit kuarasakan kalo k0ntol papa mulai masuk sendiri kedlm memek kecilku yg masih belum ditumbuhi bulu sedikitpun. Aku hampir merintih menjerit sakit saat k0ntol gede papa semakin menekan lebih dlm dan sudah masuk seluruh bagian kepala k0ntolnya. Karena tak tahan menahan perih maka kucoba mendorong tubuhnya keatas agar k0ntol papa tercabut dari memekku, tapi semakin kudorong keatas badan papa…kurasakan k0ntolnya semakin menekan menusuk kedlm, kudorong lagi sekuat tenaga tapi tetap saja tidak bisa dan malahan k0ntol papa semakin masuk menekan kedlm. Aku gak habis pikir…tubuh papa seperti tidak ada bergerak tapi mengapa bisa menekan masuk kedlm memekku.

Hingga akhirnya aku kegabisan tenaga dan tidak mampu untuk mendorong badannya lagi, kurasakan tekanan k0ntol papa semakin dlm, dan k0ntolnya sampai masuk setengah dari panjang batang k0ntolnya. Aku menangis tapi tidak berani bersuara, mau menjerit juga takut ketahuan, mau bangunkan papa agar k0ntolnya dicabut dari memekku juga gak berani, takut ketahuan dan gak mau menanggung malu.

Dan aku kembali merasakan kalo memekku seperti koyak karena ditembus k0ntol gede papa, hingga menembus sampai setengah dari batang k0ntolnya. Aku kembali merasa seperti mau mati nahankan sakitnya. Saat begitu aku merasa menyesal, merasa kapok karena tidak dapat lagi berbuat apa-apa selain pasrah menahan sakit dan perih. Setelah kira-kira 1 menit setelah k0ntolnya tidak lagi menekan masuk, tiba-tiba badan papa bergerak sendiri lagi, sama sperti waktu kejadian pertama, matanya tutup tapi badan tegapnya bergerak naik turun dan saat itu kurasakan kalo k0ntol papa juga ikut keluar masuk menekan-nekan dan menusuk memek kecilku.

Aku sangat kesakitan sampai tubuhku kaku menahan perih, aku berusaha supaya k0ntol papa tidak masuk terlalu dlm, aku mnjepitnya dengan memekku, tapi sungguh tiada artinya, karena k0ntol gede papa sangat keras dan terus menekan menusuk-nusuk berusaha masuk lebih dlm lagi. Makin lama gerakan badan papa semakin cepat dan semakin kuat-kuat, dan itu sungguh menyiksaku yg hanya mampu mengeluarkan air mata tanpa berani bersuara sedikitpun. Saat-saat seperti ini aku hanya berharap semoga cepat berakhir…aku sungguh gak tahan. Gerakan badan papa makin lama makin sangat kuat menusuk, dan semakin lama semakin dlm masuk kememek kecilku, semakin membuatku megap susah bernapas.

“papaaa ampuuuun…uuuuughh…uuuugh…” jeritku sangat kuat dlm hati, karena aku gak berani bersuara takut bapak terbangun.

Napas papa terasa kedengaran kasar dan gerakannya kadang yentak sampai masuk dlm, tapi matanya tetap aja tidur aku lihat.

“ampuuuuun paaaa…aduuuuu…aaaaagh…uuuuuggh…” aku selalu menjerit dlm hati karena menahan perih.

Ingin sekali cepat berakhir, tapi aku sungguh gak pernah tau kapan itu berakhir, aku hanya menunggu badan papa sampai tidak bergerak sendiri lagi, karena untuk membangunkannya aku gak mungkin, pasti ketahuan nantinya. Aku perhatikan seluruh badan papa penuh dengan keringat, dan napas nya juga sangat kasar dan matanya tetap saja tidur (karena itu emang kuharapkan, aku gak mau dia sampai terbangun dan akhirnya ketahuan). Sampai lebih 25 menit, akhirnya kurasakan tiba-tiba badan papa bergerak sangat cepat dan menyentak-nyentak sangat kuat sehingga k0ntolnya menyentak kuat-kuat menusuk sampai kandas-kandas kedlm memekku, dan aku megap gak bisa bernapas bahkan hampir pingsan.

Lalu kudengar desahan panjang dari mulut papa saat sentakan terakhir tubuh besarnya dan k0ntolnya tertanam kandas dlm memekku, lalu kurasakan sperti ada cairan hangat yg disemprotkan dari k0ntol papa dlm memekku. Dan aku tidak tau mengapa…tiba-tiba badan papa tidak bergerak lagi tapi tetap diatas tubuhku dan k0ntolnya juga masih berada dlm memekku. Kalo sudah begitu, rasanya sungguh aku sudah terbebas dari penderitaan yg amat menyiksaku menahan perih selama hampir 1/2 jam. Rasanya tenagaku habis dan tubuhku sangat lemah dan ikut basah akibat keringat papa yg terus mengalir bercucuran siang itu dlm kamarnya.

Dua menit kemudian aku mencoba membalikan badan papa agar tidak menindihku lagi, dan sungguh memang tidak sulit seperti k0ntolnya menekan memekku (waktu k0ntolnya seperti menekan memekku, aku gak mampu untuk mendorong badannya agar k0ntolnya tercabut dari memekku ), tapi saat ini aku gampang sekali mendorong badan besarnya dan membalikkannya sehingga k0ntolnya juga ikut tercabut dlm memekku. Aku masih membiarkan badanku tidur telentang sebentar saja sambil menunggu tenagaku pulih kembali.

Lalu setelah bebarapa menit aku bangkit meninggalkan papa sendiri dlm kamarnya. Setelah aku membersihkan tubuhku aku kembali tidur dikamarku karena aku lemah sekali dan selangkanganku juga terasa perih. Dan 1/2 jam setelah itu aku dengar dari kamarku kalo papa bangun dan pergi mandi kekamar mandi, gak lama setelah selesai mandi papa pergi keluar rumah dan akan pulang sampai malam nanti. Kejadian ini sungguh tidak diketahui papa, dan hanya aku sendiri yg tau dan karena aku sendiri yg lakukannya disaat papa tidur.

Aku telah berhasil menjadi wanita yg sesungguhnya seperti yg teman-temanku bilang…perempuan itu belum bisa dibilang perempuan yg sesungguhnya kalo belum pernah rasakan sex. Dan aku bukan lagi menjadi gadis kuper seperti yg selalu mereka ucapkan padaku saat mereka pernah permalukan aku. Aku sudah rasakan sex walaupun aku tersuksa melakukannya, walaupun aku merasa seperti ada yg dirobek-robek dlm memekku.

Aku sempat merasa ragu dan curiga pada papaku…karena setelah kejadian pertama, kedua dan ketiga…papaku jadi semakin sering tidur siang, bahkan setelah kejadian itu papa setiap hari berada dirumah siang hari dan selalu tidur siang dikamarnya, dan kalo tidur juga selalu dlm keadaan bugil. Namun aku tidak menemukan tanda-tada kalo papa sadar atau terbangun dari tidurnya, karena aku selalu lihat matanya bobok, dan saat aku mengulum k0ntolnya juga dia gak pernah lagi belai-belai kepalaku. Itulah yg buat aku yakin kalo papa memang benar-benar gak tau dan memang dlm keadaan gak sadar melakukannya.

Hingga akhirnya aku semakin hari semakin menyukai k0ntol gede papaku sendiri, dan setiap kali papa tidur siang aku merasa seperti ada yg menyuruhku untuk masuk kekamarnya, seolah-olah aku ingin selalu melihat papa tidur bugil, selalu membaygkan k0ntol gede nya yg berwarna gelap itu, dan mengapa juga aku bisa sangat menyukainya, sangat mengaguminya, seakan-akan benda terlarang milik papaku itu seperti punya daya tarik yg hebat untukku. Setelah hari yg ke-4, ke 5, ke 6 dan seterusnya hingga sebulan aku terus masuk kamar papa, dan selalu intip dia bobok, dan selalu kutemukan papa bobok dlm keadaan bugil dan dlm keadaan k0ntolnya sudah sangat besar sekali menegang dan panjang, dan itu sangat membuatku nafsu sekali melihatnya ingin segera menyentuh dan mengulumnya.

Mulanya niatku hanya ingin melihat tubuh bugil papa disaat tidur, dan hanya ingin mempemainkan k0ntol gede nya dlm mulutku, dan ternyta kalo aku sudah mengulum k0ntolnya dan mempermainkan k0ntolnya dlm mulutku, aku selalu merasa tidak puas dan akhirnya aku bugil sampai tidur disebelahnya dan membalikkan badannya pelan-pelan sampai menindihku. Jujur aku katakan…kalo badan papaku sudah berada diatasku dan kalo k0ntolnya sudah menekan bahkan sampai badannya gerak-gerak sendiri, itu sangat membuatku tersiksa menahan sakit dan aku sangat menyesal selalu kalo badan papa sudah berada diatasku dan menekan k0ntolnya kedlm memekku.

Yg buat aku gak abis pikir adalah…napa kalo lihat papa tidak sedang bobok aku sama sekali tida ada rasa nafsu ataupun suka melihat dia. Aku merasa tidak tertarik sedikitpun dan itu emang kuakui, karena aku hanya tertarik dan bernafsu kalo aku lihat papa sedang bobok bugil, aku bernafsu kalo sudah lihat k0ntol papa, dan selalu begitu kejadiannya. Setelah sebulan terus melakukan itu disaat papa bobok, aku pernah sakit dan gak sekolah 2 hari, badanku terasa lemah sekali, sehingga hanya istirahat dlm kamar. Tapi karena aku lelah dan badanku lemah, aku tidak masuk kamar papa dan tidak melihat papa lagi tidur siang dikamarnya. Hingga sore harinya aku dengar langganan rantangan makam malam kami aku dengar datang, dan aku segera bukakan pintu dan menerima rantangan nya dari bi Inah.

Setelah itu aku bersih-bersih diri dan makan. Lalu aku nonton televisi diruang tamu. Tiba-tiba papa keluar dari kamarnya hanya pakai sarung telanjang dada, dan papa juga bawa bantal aku lhat. Papa sempat bilang kalo dia lagi gak enak badan dan mau istirahat aja dirumah, dan aku diminta jangan kemana-mana suruh dirumah aja sama papa. Papa tidur diruang tempat nonton tv, saat itu jam 5 sore kalo gak salah. Kata papa dia mau tidur disitu aja sambil nonton tv biar cepat tertidur katanya, karena dikamar katanya susah mejamkan mata. Papa memintaku untuk tetap menyalakan tv agar dia cepat tertidur, dan aku terus nonton tv sambil duduk disofa sebelah kanan papa.

5 menit kemudian kulihat papa seperti gelisah dan suara napasnya keluar seperti orang yg sedang tidur pulas…aku gak nygka kalo papa bisa cepat tertidur kalo tv dinyalakan. Dan saat papa sudah tertidur nyenyak, badannya mutar kekanan dan balik kekiri karena gelisah, dan saat dia balik kekiri aku lihat sarungnya terlepas tertendang kaki kanannya, sehingga sarungnya saat itu aku lihat sudah turun sampai kebawah betisnya. Dan saat itu juga langsug terpampang keluar k0ntol papaku yg aku lihat sudah dlm keadaan menegang sangat besar tegak memanjang.

Sungguh aku tidak bisa melihatnya, jantungku berdetak cepat lagi, dan ntah napa aku jadi nafsu dan ingin sekali meyentuhnya. Padahal dari siang hari aku sudah niatkan untuk tidak masuk kamar papa agar tidak melihat k0ntolnya, karena pada hari itu aku sangat lemah sampai aku tidak masuk sekolah. Saat melihat nya sudah dlm keadaan bugil, dan k0ntolnya juga seperti sudah menantiku untuk dipemainkan mulutku, aku sempat bilang pada hati kecilku untuk melawan gejolak nafsuku “tidak Rini…tidak, jangan lihat dan jangan sentuh…jangan Rini…tinggalkan saja dan masuk kekamar mu..”, batinku menolak untuk tidak melihat da menyentuhnya, tapi nafsu sangat menggebu-gebu dan aku benar-benar tidak mampu melawan nafsuku sore itu.

Aku terlanjur melihatnya dan tidak mungkin rasanya untuk tidak menyentuh (mungkin kalo tidak lihat tubuh bugil papa dan k0ntolnya, aku gak akan terangsang dan nafsu). Dan akhirnya aku lakukan lagi diruang tengah rumah kami itu tanpa sepengetahuan papaku karena dia dlm keadaan tidur. Aku lakukan sore itu mempermainkan k0ntolnya dlm mulutku sampai sepuasku, dan niatku hanya sampai sebatas mengulum pensinya aja, tidak usah sampai dimasukin kememekku, tapi nafsuku tetap saja merasa tidak puas hingga akhirnya nafsuku memaksaku untuk bugil dan membalikkan badan papaku sampai menindihku.

Dan aku sungguh tidak pernah bisa menguasai nafsuku apabila sudah mengulum k0ntol gede papa. Dan sore itu aku hampir pingsan karena k0ntol papa menusuk menyentak-nyentak…dan lama sekali badannya tidak bergerak lagi, mungkin hampir 1/2 jam sampai badan papa penuh dengan keringat. Dan yg aku herankan…walaupun selama sebulan itu aku tiap hari melakukannya pada papa disaat dia tertidur, tapi aku tetap saja merasa kalo memekku seperti dikoyak k0ntolnya.

2 bulan, 3 bulan hingga setahun aku tetap melakukan ini pada papaku disaat dia sedang tertidur, dan dia tidak pernah mengetahauinya sampai hari ini. “maafkan aku papa…maafkan aku telah melakukan dosa padamu, telah berdosa karena kelemahan yg kumiliki…”, aku tak ingin sampai papa tahu semua ini, dan kalo itu sampai terjadi mungkin jalan satu-satunya yg harus aku tempuh adalah akan pergi jauh dari papa dan mama. Karena aku gak mau menanggung malu karena telah memanfaatkan papa disaat dia tidur.

Sesungguhnya aku tidak pernah menyesali apa yg telah aku lakukan, hanya gak mengerti sampai saat ini…apakah ada kelainan pada diriku?, apakah yg kulakukan ini wajar?. Sungguh ini membuatku bingung dan hampir prustasi. Dan mengapa juga aku tidak pernah hamil, apakah karena papa melakukannya disaat tidur…aku sangat tidak ingin kalo aku sampai hamil, dan semoga itu tidak akan pernah terjadi. Hingga aku berumur 16 tahun aku masih tetap melakukan itu dan seperti tidak bisa berhenti melakukannya.

Dengan beberapa orang dewasa yg aku percaya aku pernah curhat, dan mereka beri jawaban yg berbeda-beda tiap kali kubertanya. Ada yg bilang aku punya kelainan sex karena hanya suka pada lelaki yg sedang tertidur, dan ada juga yg bilang kalo aku korban sex, ada juga yg bilang kalo papaku selama ini telah mengetahuinya dan selalu melakukannya dlm keadaan sadar. Semuanya sungguh membingungkanku. Hingga akhirnya disuatu hari aku sudah duduk dibangku SMU, aku pernah curhat dengan tetangga yg kuanggap bisa jaga rahasia. Dia adalah orang yg termasuk pintar mengobati penyakit, dan banyak orang yg sudah berobat padanya merasa puas karena terlepas dari penyakitnya.

Dia adalah pak Joko (nama samaran ) umur 43 tahun. Memintaku datang kerumahnya hari selasa malam setelah aku curhat padanya 2 hari sebelumnya, menurut beliau aku ada kelainan dan masih bisa disembuhkan. Yg saat itu aku sangat mempercayai beliau. Dan saking percayanya dan sangat ingin sembuh dari kelainan yg dia katakan pada diriku, hingga akhirnya aku menuruti semua perkataannya. Malam itu aku diobati dirumahnya tapi dengan mengikuti segala persyaratan yg sudah dia buat tetunya. Malam itu dlm ruang tertutup dan hanya kami berdua didlmnya, dia memintaku untuk melakukan teraphi dengan cara melakukan hubungan sex. Dia bilang dia ingin tau dan ingin lihat apakah aku bisa melakukannya dengan orang yg tidak sedang tidur. Dan ternyata malam itu, aku sama sekali tidak punya nafsu untuk melakukannya, aku tidak tertarik sama sekali. Maka pak Joko mengobati dengan cara dia sedang tertidur, dia bilang hanya dengan begitu bisa mengobatiku.

Malam itu dia tertidur setelah 5 menit baca-baca mantra yg aku tidak tau samasekali apa yg dia ucapkan. Dia memintaku menunggu setelah 5 menit dia pejamkan mata, dan saat itu dia tertidur didepanku diatas tempat tidur dlm ruangan dirumahnya sendiri. Dia tidur hanya dengan memakai sarung tanpa celana dlm. Setelah kupastikan dia tertidur dlm 5 menit, maka aku melakukan seperti yg aku lakukan pada papaku. Aku lakukan tanpa dia mengetahuinya, tapi dia bilang dia mengetahuinya dlm mimpi tidurnya. Dan semakin lama aku semakin ragu padanya, aku merasa sia-sia dan tidak ada perubahan pada diriku. Setelah selama sebulan melakukan teraphi seperti itu tiap malam, akhirnya aku gak mau lagi diminta datang kerumahnya tiap malam. Aku sadar kalo diriku sepertinya gak bisa sembuh dibuatnya, dan malah penderitaan yg kurasa karena harus melakukan itu padanya tiap malam, walaupun dia sedang tertidur.

Semua yg kulakukan ini tidak pernah kuceritakan pada teman-temanku, dan aku selalu menyimpan rahasia ini dari teman-temanku. Sekarang terserah orang mau bilang apa tentang diriku, yg pasti aku melakukannya bukan karena haus sex, aku hanya tidak bisa kalo lihat papaku sedang tertidur dlm keadaan bugil. Dan aku juga inginkan kesembuhan pada diriku, dan aku samasekali tidak mengharapkan hal sperti ini dlm hidupku, walau aku tau sukar bagiku untuk terlepas dari kelainan ini. aku juga tau semua kita yg hidup pasti punya masa lalu…dan semoga pengalaman buruk ini bisa menjadi pelajaran bagi gadis yg masih remaja, yg merasa dirinya kurang pergaulan seperti diriku. Silahkan tinggalkan saran dan koment anda…yg mungkin punya pengalaman untuk buat solusinya…karena hingga saa ini aku masih tetap melakukannya pada papaku dan dia juga tidak pernah tau sampai saat ini…