Certa Sex – Nafsu yang Berulang..

Kyna yang sedang berbaring di tempat tidur terlihat sedang orgasme, suaminya wajahnya terengah engah karena kelelahan, Hestu suami dari Kyna lebih tua 4 tahun, tapi wajah dan postur mereka berdua tidak mengisyaratkan sebagai pasangan suami istri , karena perbedaan yang mencolok dari Hastu dia pria berperut buncit dengan rambut yang sudah keluar ubannya sedangkan Kyna wanita mungil dengan segala perawakan yang enak dilihat.

cerita-sex-nafsu-yang-berulang

Tapi Kyna jelas bukan istri setia dan berbakti. Dia pernah berselingkuh selama pernikahannya dengan si burung emprit. Mulai dari anak tetangganya dan menyebar ke office boy dan beberapa pria di kantornya. Tapi mereka semua telah mengakhirinya sendiri .

Tak satu pun dari mereka memiliki nyali untuk melanjutkan bercinta dengan istri orang lain. Kyna merasa ditakdirkan untuk menghabiskan hidupnya tanpa kepuasan seksual.

Seperti biasa, malam itu segera setelah bercinta Hastu mendengkur keras, sehingga Kyna diam-diam keluar dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk bermasturbasi, berharap untuk memberikan dirinya kepuasan yang tidak bisa didapatkan dari suaminya.

Tapi saat ia membuka pintu ke kamar mandi, dia terkejut melihat apa yang terjadi di dalam kamar mandi.

Budi, anak semata wayangnya yang telah beranjak remaja, sedang duduk di kursi toilet, dengan celana yang telah melorot di atas lantai, seang asyik membelai sosisnya yang be ukuran besar. Budi memandang langsung ke arahnya, tahu dia ada di sana, tapi terus membelai pula.

Lengannya dipompa lebih cepat dan lebih cepat hinga muncratlah lendir yang membentuk tali yang tebal, membasahi seluruh lantai.

Melihat kejadian itu Kyna merasakan vaginanya menjadi becek dan mulai membasahi celana dalamnya. Selangkangannya terasa gatal dan ia dipenuhi dengan nafsu yang sangat kuat yang belum pernah dirasakannya selama ini.

Dia menatap penis yang ada di depannya, yang ukurannya tidak hanya akan mempermalukan milik suaminya tetapi juga penis dari seluruh laki-laki yang pernah tidur dengannya. Dan itu ada pada anaknya sendiri! Akan bertambah sebesar apa jika dia semakin dewasa kelak? Hanya dengan berpikir tentang hal itu membuat Kyna mendapatkan orgasme kecil.

Jantung Kyna berhenti berdetak saat ia menyadari bahwa ia telah menatap penis anaknya sendiri selama hampir satu menit. Wajahnya panas, ia bergegas kembali ke kamarnya tanpa berkata-kata, mengetahui dia akan menghabiskan malam horny dan tidak puas, tersiksa oleh mimpi bercinta dengan anaknya sendiri.

Budi tersenyum dalam kepuasan ketika ia melihat ibunya bergegas kembali ke kamarnya. Tahap pertama dari rencananya telah berhasil tanpa hambatan. Ia tahu rutinitas orangtuanya. Pada pukul sepuluh, ayahnya akan mulai bercinta.

Tidak sampai dua menit kemudian, dia akan selesai dan tertidur lelap. Ibunya akan datang ke kamar mandi untuk masturbasi. Jadi dia sudah menunggu di kamar mandi dengan lampu yang dipadamkan, meremas-remas penisnya, dan menunggu ibunya masuk kedalam kamar mandi. Keberuntungan baginya karena ibunya datang ketika dia melakukannya, tepat di depannya.

Tahap dua akan dilaksanakan tidak lama lagi. Besok Ayahnya akan berangkat dalam perjalanan bisnis ke Eropa, yang memberi Budi dua minggu sendirian dengan ibunya untuk memberikan apa yang dia benar-benar butuhkan, pria sejati dengan penis keras.

Kyna pulang dari bandara setelah mengantar suaminya pergi. Tak pernah terlintas dalam pikirannya apa yang akan dilakukannya dalam dua minggu kedepan sendirian dirumah dengan anaknya. Mereka masih belum saling bicara tentang malam kemarin.

Sejak kejadian itu, ia merasa bersalah karena setiap melakukan masturbasi selalu berkhayal tentang anaknya. Namun rasa bersalah itu segera memudar. Lagipula, sekadar khayalan bukanlah masalah asalkan tetap hanya sebagai khayalan belaka, bukan?

Kyna berhenti di depan rumahnya, menarik napas panjang, dan enggan masuk ke rumahnya.

“Budi?” dia memanggil. “Mamah pulang.”

“Mamah?” Suara Budi datang dari lantai atas. “Mah, tolongin Budi sebentar dong?”

“Oh Tuhan,” pikirnya. “Kamu lagi ngapain Nak?” Sahutnya sambil berjalan menaiki tangga ke lantai atas.

“Budi di kamar mandi,” kata Budi. Mengambil napas dalam-dalam, Kyna mendorong pintu ke kamar mandi. Ada Budi, basah sehabis mandi, berdiri telanjang. Apa yang dilihat Kyna membuat gairahnya bangkit.

“Mah, tolong ambilkan handuk dong?” Pinta Anaknya. Tanpa berkata-kata, Kyna menarik handuk dari rak dan memberikan kepadanya.

“Mah, sekalian aja keringkan badan Budi pake handuk kayak dulu waktu Budi masih kecil?” Seolah-olah terhipnotis, Kyna melakukan apa yang diperintahkan. Dia berlutut di depannya seperti seorang pemuja dan menyeka kakinya, menarik handuk ke arah selangkangannya. Matanya tak pernah meninggalkan kemaluannya, yang perlahan mulai membesar.

Tanpa membuang kesempatan Budi menggeser pinggulnya sehingga penisnya terdorong ke wajah Kyna dan meninggalkan bercak lendir di pipinya, tepat di sudut mulutnya. Perlahan-lahan Budi mulai menggesek penisnya ke pipi ibunya. Tanpa sadar, Kyna mulai membuka mulutnya. Budi siap untuk mendorong sosisnya ke dalam mulut ibunya.

Tiba-tiba Kyna terhenyak. “Tidak! Kita tidak boleh!” katanya terengah-engah.

“Mengapa tidak?” Tanya Budi sambil menyeringai. Ibunya masih belum mengalihkan matanya dari kemaluannya.

“Ini salah! Dan bagaimana jika mamah nanti hamil?” protes Kyna langsung dipotong oleh anaknya dengan menghujam penisnya ke dalam mulut ibunya. Kyna hampir tersedak tapi segera santai saat ia sekali lagi merasakan penis yang sudah mengeras di dalam mulutnya.

Dia ingin melepaskan diri, tapi batin pelacurnya, wanita yang menghianati suaminya, mengatakan untuk tidak dilepas. Kyna yang sudah hampir putus asa mendambakan penis sejati, kini tidak peduli jika itu putranya sendiri. Kyna mulai bereaksi terhadap penis anaknya.

“Aah, nah gitu dong mah,” kata Budi merasakan kepala ibunya mulai naik-turun pada poros nya. “Hisap terus, mah” Ketika Kyna merasakan cairan anaknya mulai menetes menggelitik ke tenggorokannya, blowjob nya menjadi lebih cepat.

Sesekali dia membuka mulutnya dan mulai memainkan lidahnya dari atas ke bawah menjilati batang penis anaknya sebelum membungkus bibirnya kembali sekitar itu.

“Wah, mamah bener-bener menikmati punya Budi ya?” kata Budi. Kyna menjawab sambil mengulum penis anaknya sehingga terdengar tidak jelas oleh Budi.

“Ngomong apaan sih , mah?,” kata Budi saat ia tiba-tiba menarik kemaluannya keluar dari mulut ibunya. Kyna, kehilangan apa yang ia inginkan begitu lama, mencoba untuk memasukan penis anaknya kembali ke dalam mulutnya tetapi Budi justru menarik menjauhinya.

“Katakan betapa Mamah menginginkannya,” perintah Budi. “Katakan betapa Mamah mencintai penisku. Mamah harus memohon kepada Budi untuk bercinta atau Budi berhenti sekarang..”

Kyna mulai terisak sebelum dia mulai menangis dalam penghinaan. “YA Mamah butuh kamu, sayang! Mamah ingin kamu menyetubuhi mamah! Mamah ingin merasakan penis besarmu dan semburan spermamu di dalam vagina mamah! Oh Tuhan, aku begitu lemah aku seperti pelacur.!!” Dia membenamkan wajahnya di kedua tangannya dan menangis bebas.

“Budi sangat mencintai Mamah,” kata Budi. Kyna terhuyung kedepan bertumpu pada lututnya, seperti pecandu membutuhkan obat. Dia seorang pecandu … untuk anaknya. Baru sekali ia merasakan cairan pra-ejakulasi anaknya dan ia langsung terpikat. Dia yakin bahwa tidak ada seorangpun akan pernah memuaskan dirinya lagi selain anaknya.

“Berbaringlah , Mah,” perintah Budi. ” Budi akan bercinta dengan mamah. Itu yang mamah inginkan bukan?”

Kyna berbaring di lantai kamar mandi, melepaskan celana dalamnya dan menaikkan roknya. “YA, Lakukanlah, nak! Bawa aku sekarang, sayang … anakku!” teriaknya.

Budi tersenyum serta menginginkannya. Ibunya sekarang miliknya. Namun Budi sekali lagi mencoba untuk menggodanya, ia bertanya polos, “Tapi bagaimana dengan Papah?”

“Persetan dia!” jeritnya. “Dia pecundang yang tidak berharga yang tidak bisa menyenangkan mamah! Mamah sekarang menjadi milikmu. Tubuh ini milikmu, sayang!”

Tidak lagi mampu mengendalikan dirinya Budi langsung menindih ibunya yang masih merengek dan mendorong penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina ibunya. Meskipun Kyna sudah sering selingkuh dengan banyak pria lain, tetapi vaginanya masih tembem dan rapet seperti empot ayam.

Baru beberapa tusukan keras, Kyna sudah mendekati orgasme pertamanya. Sodokannya semakin cepat, membuat payudaranya yang tidak memakai bra dibalik bajunya ikut bergincang. “Oh … oh … OHHHH!” dia tersentak saat mencapai klimaks. “Budi, sayaaang, OHHH !”

“Papah pasti tidak pernah memuaskan mamah seperti ini, bukan?”

“Ti-tidak!”

“Budi sayang Mamah!” kata Budi. “Budi ingin bercinta dengan mamah selamanya dan memliki keluarga denganmu, sayang!”

Karena nafsu gilanya, ide menikahi anaknya sendiri membuat Kyna kembali bergairah. “Lupakan papahmu. Mulai sekarang dia bukan suamiku lagi!” kata Kyna. ”

Mamah tak peduli Sekarang kamu suamiku! Si cacing kecil itu tidak akan pernah memiliki tempat dalam vaginaku lagi!” Kata-kata yang terlontar dari mulut ibunya itu membuat gairah Budi semakin memuncak.

“Oh Tuhan, nikmatnyaaa….aaahhhhhh…!” Dengan satu dorongan kuat terakhir, Budi melepaskan semprotan cairan spermanya dengan deras sekali. Benihnya membanjiri jauh ke dalam rahim ibunya. Pada saat yang sama Kyna juga merasakan orgasme, untuk yang keempat kalinya. Dia menjerit dan menggeliat dalam kenikmatan.

“ Terimakasih, sayang.” Kata Kyna. “Mamah puas banget. Mama akan menghabiskan sisa bulan ini sebagai budak cintamu dan nanti setelah papahmu pulang dari Eropa mamah tidak ingin hubungan kita berhenti.” lanjut Kyna sambil memeluk anak/kekasih barunya. Mereka saling berciuman lalu tidur bersama, menghabiskan malam pertama mereka di lantai kamar mandi.

Sejak itu, selama suami Kyna masih di eropa, pasangan Ibu dan anak tersebut hampir setiap saat melakukan sex disetiap bagian rumah. Tidak hanya di kamar tidur saja tetapi mereka juga melakukannya di ruang tamu, dapur, bahkan di serambi halaman belakang.

Karena seringnya melakukan sex mereka jadi malas untuk memakai pakaian kembalai sehingga mereka lebih sering telanjang bulat selama di dalam rumah. Ketika mereka lelah melakukan sex, mereka istirahat sebentar, entah nonton TV, makan bersama di meja makan, atau sekedar baca majalah semuanya dilakukan mereka dalam keadaaan bugil.

Seletah istirahat mereka kembali bercinta dengan ganas. Seluruh ruangan di dalam rumah kini beraroma sex karena banyak cairan sperma yang berceceran di lantai, karpet, sofa, dan meja. Aktifitas yang mereka lakukan akhirnya membuahkan hasil. Kyna positif hamil.

Awalnya mereka terkejut, namun pada akhirnya mereka senang dan memutuskan untuk tidak menggugurkan kandungan.

Siang itu Hastu tampak keluar dari taksi dan dengan tergesa-gesa ia masuk ke dalam rumah. Selama di luar negeri hasrat sexsualnya meningkat melihat wanita-wanita bule disana. Kini hasrat itu akan segera ia lepaskan bersama istri tercinta.

Ia sudah kagen dan tidak sabar ingin bercinta dengannya dan waktunya juga pas karena Budi pasti belum pulang sekolah, jadi mereka akan sendirian.

Melangkah di dalam pintu, ia mengendus aroma aneh. Tapi karena nafsu sedang memenuhi pikirannya, ia tidak memperdulikannya. “Sayang, papah pulang. ”

“Sebentar pah, papah tunggu dulu aja di dapur ya. Mamah punya kejutan untuk papah,” sahut Kyna dari lantai atas, sambil cekikikan.

“Wah, asyik kejutan dari istriku,” kata Hastu dalam hati. Ia bergegas ke dapur (yang juga punya bau aneh) dan duduk di meja.

Dia mendengar Kyna menuruni tangga. Sebelum memasuki dapur, istrinya bertanya, “Papah udah siap dengan kejutan dari mamah?”

“Apaan sih Mah, cepetan dong!” Hastu berkata keras, tidak dapat menunggu lebih lama lagi.

Kyna melangkah perlahan-lahan ke dalam ruangan, mengenakan bra berenda hitam yang dia beli untuk kesempatan khusus. Ini adalah pertama kalinya dia mengenakan baju itu. Kulitnya juga dipercantik dengan semacam cairan pelumas. Itu adalah pemandangan paling seksi yang pernah dilihat oleh Hastu.

“Tunggu sebentar,” pikir Hastu. “bukankah itu air … ‘

Itu adalah air mani. BANYAK air mani! Diseluruh tubuh istrinya, menutupi wajah, payudara, perut, dan selangkangan. Apakah yang telah terjadi?

Pertanyaan-pertanyaannya terjawab ketika putranya, telanjang, mengikutinya ke dalam ruangan. Budi mendekap tubuh Kyna dari belakang dan mulai membelai payudaranya yang berukuran melon. Dengan senyum sadis, Kyna melemparkan sesuatu ke meja. Ini adalah tes kehamilan positif.

Mulut Hastu ternganga pindah tanpa keluar kata-kata. Kyna menjawab pertanyaan yang tak terucapkan itu. “Ya, mamah hamil!”

Hastu akhirnya bersuara. “Anak itu … itu bukan milikku, bukan?”

“Tentu saja tidak, pah!” Budi tertawa.

“Budi, kamu,….kamu bajingan!” ia tergagap.

“Maaf, pah tapi Mamah adalah istri Budi sekarang,” kata Budi. “Dia tidak mau lagi jadi istri papah, benar kan mah?.”

“Ya, aku tidak menginginkanmu lagi, cacing kecil,” kata Kyna, senang akhirnya menggunakan nama itu keras-keras.

“Tidak! Ini tidak bisa … tidak mungkin! tidak!” Hastu mengoceh banyak kata penolakan kepada istri yang tidak setia dan anak durhaka. Budi takjub melihat bagaimana segala rencananya berjalan lancar. Hastu telah kehilangan pikirannya dan merekalah penyebabnya! Hal ini membuat gairah Budi naik.

Kyna menggenggam penis putranya. “Kau lihat ini?” dia berkata kepada suaminya. Masih shock, Hastu hanya mengangguk. “Ini baru yang namanya penis. Dan kami akan menunjukkan kepadamu bagaimana cara menggunakannya!.” Kyna meraih ujung meja dapur dan membungkuk, menunjukkan bahwa pantatnya juga ditutupi dengan dengan bekas cairan sperma. “Bawa aku sekarang, sayang…… di depan suamiku!” Kyna memohon kepada anaknya. “Mari kita tunjukkan padanya apa cinta sejati itu!”

“Oh! Dengan senang hati, mah. Mari kita tunjukan kepadanya bagaimana perempuan cantik dan seksi seperti mamah pantas dicintai dan dinikmati..!” Sahut Budi sambil tangannya bergerilya ke seluruh tubuh ibunya dan permainan sex pun dimulai.

Di saat terengah-engah kenikmatan, Kyna menoleh pada suaminya dan berkata, “Aku tidak … eh … akan menjadi … eh…oh Tuhan … istrimu lagi, Hastu .

Sekarang aku milik seorang pria yang memang layak untuk menikmati diriku. Putra kami! ” dia tertawa. “Ya….Terus, tusuk-tusukin punyamu ke lubang mamah! Jangan berhenti, sayang,,,,,! Enjot terus ibumu yang sedang hamil!”

“Mamah tidak akan pernah membolehkan cacing kecilnya papah masuk ke dalam lobang mamah yang inda ini kan?”

“Tidak, Budi. Ohhh Saya hanya milikmu, kekasihku!Ohhh.. Sayang, mamah hampir …”

“Sama, Mah. Budi juga hampir keluar…Ahhh.” Budi keluarin di dalam ya, Mah! ”

“Jangan, sayang. Tunjukan kepada papahmu seperti apa semprotan air mani dari laki-laki sejati”

“YEAH!” Budi segera menarik keluar penisnya dari lubang ibunya. Kyna berbalik dan menggenggam batang kemaluannya yang keras, mengocok-nocoknya hingga mucratlah segalon air mani.

Semprotan air mani tersebut menembak ke udara, lalu jatuh kelantai dengan percikan keras. Budi kemudian kembali memasukan batang kemaluannya yang masih keras ke lubang vagina ibunya untuk membuat Kyna orgasme ke sebelas kalinya di hari itu.

Hastu kembali shock saat melihat kuatnya semprotan air mani anaknya ke udara. Rasa sakit yang tiba-tiba menusuk sisi kiri dadanya. Sambil memegang dadanya yang sakit, tubuhnya jatuh ke lantai. Kyna dan Budi melihat, tapi mereka terlanjur asyik dengan permainan mereka.

Mereka berdua mendekati orgasme, sebuah titik di mana benar-benar tidak ada yang bisa membuat mereka berhenti.

Hal terakhir yang dilihat Hastu sebelum meninggal adalah ketika istri dan anaknya di meraih puncak kenikmatan bersama.

Hastu dinyatakan meninggal karena serangan jantung pada hari itu. Semua uang dan property Hastu menjadi warisan mereka. Dengan itu, Kyna bisa pensiun dini. Ibu dan anak tersebut menghabiskan hari-hari mereka bersama-sama sebagai suami dan istri, bercinta terus-menerus.

Sembilan bulan telah berlalu dan Budi berada di ruang tunggu rumah sakit, cemas menunggu kelahiran adik barunya / anak. Segera seorang perawat datang kepadanya. “Bapak Budi?” dia bertanya.

“Ya Bagaimana ibuku? Apakah dia baik-baik?”

“Ya,” kata perawat itu sambil tersenyum. “Dia dan bayinya baik-baik saja. Anda dapat pergi dan melihat mereka sekarang..” Dia membawanya ke ruang tempat ibunya sedang beristirahat, bayi baru mereka terbuai dalam pelukannya.

“Kemarilah,” kata Kyna. “Lihatlah ini an….adikmu.” Dia terkikik karena hampir salah ucap.

“Kami akan meninggalkan kalian bertiga saja,” kata dokter. “Jika ada sesuatu yang Anda butuhkan, tinggal tekan bel.” Dia dan perawat pergi, menutup pintu di belakang mereka.

“Bagaimana keaaan anak kita, mah?” Tanya Budi lembut.

“Dokter mengatakan dia sehat, tetapi lihatlah ini.” Kyna menarik diri selimut bayi.

Penis bayi itu ternyata besar. Panjangnya hampir setengah pahanya.

“Oh Tuhan,” bisik Budi. Dia tahu perkawinan sedarah yang dapat menghasilkan beberapa karakteristik yang tidak biasa. Mungkin itulah alasan penis bayi begitu besar.

“Kamu tidak cemburu, kan?” Kyna bertanya dengan senyum menggoda.

“Tidak sama sekali,” kata Budi, memaksa tersenyum. “Jadi penisnya akan terus tumbuh bersama dengan usiai dia?”

“Kayaknya sih begitu,” kata Kyna dengan nada akrab yang memberi tanda kepada Budi bahwa dia mulai terangsang. “Mamah penasaran akan besar apa nantinya ketika ia tumbuh dewasa. Sekarang taruh si kecil Ilham ke tempatnya sehingga dia dan mamah bisa beristirahat..”

Lima belas tahun telah berlalu dan Kyna meski telah berumur dan memliki dua anak namun tubuhnya masih tetap kencang dan kulitnya tetap segar. Ini karena dia selalu rajin Aerobik dan perawatan tubuh. Begitu pula dengan hasrat seksualnya yang tidak pernah padam.

Kehidupan seks juga dilanjutkan dengan Budi, tapi selama bertahun-tahun, kegembiraan mulai memudar. Mungkin karena Budi sekarang lebih sring berperan sebagai suami daripada sebagai anak. Hal ini sampai pada titik di mana ia kadang-kadang harus berpura-pura orgasme. Dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa itu normal untuk semua hubungan jangka panjang, tapi ia tahu kebenarannya.

Dia rindu berzinah.

Dia merindukan kegembiraan berselingkuh dari pasangannya. Dia merindukan bagaimana enaknya membodohi, mempermalukan dan menghina suaminya dengan cara berzinah dengan anaknya. Kyna telah mencoba selingkuh dari Budi dengan pria lain, tapi itu tidak sama rasanya.

Suatu hari, jawabannya datang kepadanya dalam sekejap. Dia membersihkan kamar Ilham, karena ia dengan tegas menolak untuk membersihkannya sendiri. Dia mencium aroma kamar Ilham yang aneh, seperti aroma sex.

Dilantai kamar tersebut bertebaran tissue-tissue bekas sperma. Dia menarik napas dalam, menghirup aroma sperma yang lezat tersebut. Dia berhenti saat merasakan sesuatu yang tersembunyi di bawah selimut. Dia menemukan album foto dia dan Budi yang telah tersusun mulai dari hari mereka akan mengungkapkan hubungan mereka dengan Hastu.

Foto pertama menggambarkan tubuh Kyna yang dilumuri sperma Budi sebagai persiapan untuk penghinaan Hastu waktu itu. Di saku belakang binder album adalah tes kehamilan positif.

Melihat kembali pada lembaran tissue bekas di kamar Ilham, ia menyadari bahwa banyak yang masih segar. Apakah dia menyemprotkan sperma sebanyak ini sekaligus?

Budi kembali ke rumah dari perjalanannya ke toko, bersemangat untuk menyenangkan ibunya. Dia membuka pintu dan melangkah masuk, sambil hendak memanggil nama Kyna.

Tiba-tiba Budi mendengar suara. Dia mengenal suara itu.

“Ohh..goyang terus! Oh, Tuhan, setubuhi ibumu, sayang,” teriak Kyna liar dari lantai atas. Suaranya bergetar dan tersentak dengan nafsu dan gairah seksual. Marah, Budi menjatuhkan belanjaan nya, berlari ke atas dan membuka pintu kamar tidur utama. Dia tertegun dengan apa yang dilihatnya.

Kyna berbaring telentang, telanjang, dan Ilham sedang asyik menyodokkan batang kemaluannya yang super besar masuk dan keluar dari vagina ibunya. Sebuah genangan besar dari air mani dari blowjob sebelumnya telah memercik ke mulut dan payudara.

Anaknya / cucunya menindih di atasnya, menjepit tangannya di atas kepalanya sambil ia menggoyangkan pantatnya. Kyna berusaha mengimbangi irama gerakan pantat Ilham dengan semangat yang membuat Budi menyadari betapa Kyna tidak lagi puas dengan Budi.

Dia berdiri di sana selama hampir satu menit sebelum mereka akhirnya memperhatikan kehadirannya. “Mah, lihat siapa yan datang,” kata Alan dengan sinis.

Kyna berbalik menghadapi suaminya, Budi dan mmemperlihatkan nafsu yang bergelora dimata Kyna. Tapi ketika melihat anak/suaminya itu berdiri di depannya, Kyna tersenyum lebar, senyum yang sama ketika dia menunjukkan Hastu tes kehamilan.

Dia menertawakannya, kasihan melihat si anak/suami yang kini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan cucu/anaknya Ilham dalam hal keperkasaan seksual.

“Kyna,” kata Budi tersedak-sedak. “Mangapa?”

“Maafkan aku, Sayang,” kata Kyna dengan suara tidak tulus tapi mengejek. “Saya menghargai hubungan kita tapi saya menemukan sesuatu yang lebih …” dia dan Ilham berbagi senyum,

“memuaskan.” Mereka tertawa lepas bersama-sama.

Mata Budi terbelalak ketika Ilham berpindah posisi ke belakang ibunya yang setengah nungging kemudian ia meremas dengan kasar payudara ibunya, sambil menghujamkan batang kemaluannya ke lubang pantat ibunya.

“Ahh…. ohhhh…..nikmatnya, sayang,” lutut Kyna bergetar hebat menahan kenikmatan orgasme yang entah kesekian kalinya. Tubuh Kyna akhirnya lungkai karena lemas dan ambruk ke kasur namun Ilham tetap menahannya sehingga posisinya kini menjadi doggy style di atas kasur.

Ilham terus melanjutkan hujaman-hujamannya bergantian ke lubang vagina dan ke lubang pantat ibunya. Semakin lama gerakannya semakin cepat. Hal ini membuat Kyna terangsang kembali.

“ Ahhh….teruss sayang. Jangan berhenti. Mamah udah hampir….ohhhh…” racau Kyna sambil menatap tajam Budi yang masih berdiri terpaku dengan mata berkaca-kaca dihadapan mereka.

“ Ilham juga mau keluar, mah…eh..eh…eh. Ilham keluarin di dalem ya, mah?” tanya ilham tanpa memperlambat goyangannya.

“Jangan, sayang…ahh…Tunjukan kepada kakakmu seperti apa lelaki perkasa itu, sayang.” Pinta Kyna sambil terengah-engah menahan nikmat.

“ Oke, mah.” Ilham langsung mencabut penisnya dari lobang pantat ibunya dan menghadapkannya ke wajah Budi yang masih berdiri shock dengan mulut ternganga.

“Arghhhhhh………rasakan ini! Tiba-tiba menyemburlah lahar panas dari ujung kemaluan Ilham. Semprotannya sangat kuat menuju ke udara tepat ke wajah Budi. Beberapa tembakan pertama tepat masuk ke mulut Budi yang masih ternganga.

Budi yang tidak siap menerima semprotan tersebut kembali shock dan akhirnya tubuhnya lunglai jatuh ke lantai tidak sadarkan diri. Wajahnya belepotan penuh dengan air mani adik/anaknya sendiri. Melihat Budi yang sudah terkapar tidak berdaya dengan wajahnya yang belepotan air mani, Kyna dan Ilham tertawa terpingkal-pingkal. Kemudian Kyna bangun dari tempat tidurnya menuju ke Budi yang tergeletak.

Ia lalu berjongkok tepat diwajahnya dan mengencinginya sambil terkekeh-kekeh. Mereka kembali tertawa puas dengan kelakuan mereka dan akhirnya karena kecapaian mereka tidur pulas bersama ditempat tidur sementara Budi dibiarkan begitu saja tergeletak apa adanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s