Cerita Sex – Teh Hana Akhwat Semok…

Lelaki memang buaya darat. Tak cukup satu. Bahkan aku pun yg sudah beristri 2, pengen nambah lagi dan lagi. Rumput tetangga memang lebih hijau dan subur dari yg tumbuh di halaman kita.

cerita-sex-teh-hana-akhwat-semok

Melihat kecantikan dan body semlohay istri kakak iparku mas Akbar kakanya Nafisah, jadi pengen menjamah jg. Apa lagi lihat kulit putih, hidung mancung dan body oke, sapa yg mau nolak kalo dia mau. Apa lagi dia keturunan Arab, dukh gak kebayang gimana kalo dia main.

Dah hampir 2 tahun kakak iparku mas Akbar menikah dgn Hana. Tp belum dikaruniai anak jg. Mungkin belum rezekinya aja. Atau mungkin suaminya yg gak bisa ngasih anak. Hehehe. Hanya tuhan yg tahu.

Yg kulihat kehidupan mereka cukup harmonis. Untuk menghilangkan kesuntukannya, kadang mereka suka main ke rumah. Bahkan sampe nginap segala. Biasa maen sama keponakannya anakku. Mereka nikah belakangan duluan aku sama Nafisah. Maklum mas Akbar kan adiknya cewek Nafisah. Ya jelas aja keduluan nikah sama adiknya.

Kadang kalo maen ke rumah suka kugodain teh Hana sama aku.

Kok belum punya anak jg ya teh, jangan-jangan mas Akbar gak bisa bikinnya . Kataku.

Hus, istighfar Bondan, dosa!! !Allah aja yg belum mempercayai kami. Jawabnya sambil muka merah karena marah.

Iya iya teh Bondan cuma bercanda aja. Tukasku,

Sering banget kugodain, ya karena mungkin dah biasa denger godaanku, akhirnya jadi biasa dan dianggap bercanda aja. Kadang kusuruh supaya mungut anak, ya sebagai pemancing gitu. Tp jawaban mas Akbar sama teh Hana katanya musyrik jangan percaya gituan. Maklum mereka ustaz dan ustazah, Malah mereka bilang kan kami sayang anakku Bahkan mereka memperlakukan anakku sebagaimana anak mereka Lebih sayang pakde sama budenya malah Hehehe.

Suatu waktu mereka menginap di rumahku karena mas Akbar ada pengajian jamaah. Terpaksa teh Hana tidur dikamarku sama istriku Nafisah, padahal waktu itu giliran aku sama Nafisah bukan sama Nida istriku yg pertama. Karena teh Hana nginep terpaksa aku ngalah tidur di kamar tamu, Duh sial, adahal si otong dah gak kuat pengen ngentot. Kalo gak takut terjadi kiamat, ingin kujamah seluruh tubuh teh Hana sebagai ganti Nafisah, Tp apa daya cuman bisa dalam hayalan saja. Akhirnya aku coli sendiri sama liat video 3x di hp ku, Kacau deh.

Sekitar jam 11 malam karena hawa panas banget di kamar tamu gak ada AC, aku pergi mandi ke Wc belakang pengen mandi. Ibu2 dan anakku dah pada tidur. Di Wc aku malah terbayang teh Hana dan malah coli lagi. Lagi enak-enak telanjang sambil coli duduk di closet sambil ngocokin penisku yg gede lagi panjang, tiba-tiba ada yg terburu-buru masuk Wc dan gak menghiraukan aku. Mungkin saking kebelet pengen pipis. Langsung tarik daster tidur, cd dan wesh pipis.

Ternyata teh Hana, begitu kulihat dari belakang, pantatnya putih dan bahenol banget. Dah gitu seksi banget pake daster istriku, belum pernah aku liat dia pake daster Ya maklum dia ustazah lagi akhwat. Walau depan saudara, mereka tetep pake jubah dan jilbab. Kecuali kalo mereka mau tidur. Itu pun ganti di kamar. Teh Hana belum nyadar kalo ada aku didalam Wc. Mungkin saking kebeletnya.

Tp, pas dia mau cebok nyuci mekinya dan nengok kebelakang, dia hampir jatuh dan menjerit melihat aku lagi duduk di closet sambil megangin penisku yg lagi ngaceng. Beruntung aku cepet narik dan megangin tangannya hingga dia gak sampe terjengkang.

Sssttt. Kataku.

Aduh teh, jangan menjerit. Nanti nafisah bangun. Ntar kita disangka ngapa-ngapain. Akhirnya teh Hana diam.

Terus dia melongok liat penisku yg gede lagi ngaceng. Dia memalingkan mukanya. Sambil bilang,

Bondan. Ngapain kamu disini?Gak sopan banget kamu.

Ssstt. Pelan-pelan teh. Justru teteh yg gak sopan. Tau Bondan lagi didalam. Tukasku.

Maafin teteh, tadi kebelet pengen pipis katanya. Wa. . . h, kesempatan neh. Sapa tau bisa memanfaatkan.

Udah teh, cebok dulu, nanti bau loh. Apa Bondan yg cebokin?Kataku sambil terkekeh.

  1. . . kh, gak sopan banget kamu Bondan. Jawabnya nyolot.

Sudah lah teh, teteh mau liat ini kan?Kataku sambil ngeliatin penisku padanya.

  1. . . . . y, jijik Bondan. Sambil memalingkan mukanya.

Sudah lah teh, Bondan tahu kok teteh gak bahagia sama Mas Akbar. Sambil begitu, kutarik tangannya dan kutempelkan di penisku.

Kugenggamkan telapak tangannya di penisku. Langsung kupeluk dia, dan tanganku menarik dasternya keatas dan tangan kananku langsung hinggap di mekinya. Langsung kupegang dan kuremas mekinya yg masih basah oleh sisa air seni dia karena belum sempat cebok. Tanpa memberi kesempatan, sambil kupeluk dia, aku kobel mekinya. Dia mau berontak, tp pas dah kukobel mekinya, dia malah mendesah dan merintih. Jangan Bondan, dosa besar katanya. Tp terus kukobel-kobel dan kumainkan itilnya dan kuremas teteknya.

  1. . . . . h!!!Dia cuman mendesah diperlakukan begitu. Kutarik tangannya dan kugenggamkan di penisku.

Dia cuman menggenggam aja. Tp seiring kukobel mekinya, akhirnya tangan dia pun meremas-remas penisku.

  1. . . . h, mmmppphhhh, Bondan jangan Ndan. Inget, aku tetehmu. Tp tak kupedulikan, terus kuremas-remas teteknya dan kukobel mekinya.

Tanpa menunggu kesadaran dia pulih sepenuhnya, aku membuat tangan dia berpegangan sama bak mandi sampe posisi dia nungging. Dan tanpa menunggu waktu, aku mengarahkan penisku pada lobang mekinya. Dan ketika dah tepat dilobang mekinya, maka langsung kutekan. Slep blessh.

  1. . . . h!!!Teh Hana mendesah keenakan.

Beruntung mekinya masih basah dan licin oleh cairan dari rangsangan tadi. Penisku amblas kedalam meki teh Hana. A. . . h, nikmat banget. Mekinya terasa sempit dan menjepit penisku yg gede. A. . . h, nikmat banget. Penisku serasa diremas-rems. Lalu aku memompa dan menggenjot penisku.

  1. . . . h, ah ah ah a. . . . h, sssh o. . . . h!!!Teh Hana mendesah keenakan.

Sambil kugenjot, aku meremas-remas teteknya. Pantat dia yg bahenol bergoyang2 mengimbangi setiap sodokan penisku. Serasa ngentot perawan. Ya maklum aja teh Hana belum punya anak. Sekitar 10 menitan aku menggenjot meki teh Hana. Terasa aku pengen orgasme. Lalu aku mempercepat sodokanku. Dan pada sodokan terakhir,

  1. . . . . kh, se. . . r. Creet creet creet creet. Penisku memuntahkan laharnya dgn banyak dalam meki teh Hana.

Dia pun hampir berteriak dgn keras. Beruntung aku cepat menutup mulutnya dgn tanganku. Aku dan teh Hana orgasme secara bersamaan. Kutekan dan kubiarkan penisku menancap dalam meki teh Hana. Kami menikmati sisa-sisa orgasme kami. Kupeluk dan kuremas teteknya dari belakang. Setelah penisku lemas , aku mencabutnya dari meki teh Hana.

Tiba-tiba dia berbalik, dan plak, plak, dia menampar kedua pipiku. Dia terisak dan seperti menahan tangis.

Kamu bejat Bondan!Kamu tega sama kakak iparmu!Isaknya.

Kurangkul dia, tp dia mencoba mendorongku.

Sudah lah teh. Bondan jg tahu teteh menikmatinya. Jangan siksa bathin teteh. Bondan tau teteh gak bahagia kan sama mas Akbar. Kataku.

Teh Hana mau nampar aku lagi, tp aku pegang tangannya dan mendorongnya bersandar di dinding kamar mandi.

Sudah lah teh. Teteh kan pengen punya anak. Biar Bondan kasih. Nikmatin aja teh. Teh Hana akhirnya diam.

Lalu kuangkat dagu dia dan kutatap wajahnya. Begitu cantiknya. Hidungnya sangat mancung. Dia gak berani melihat tatapanku.

Teh, Bondan tahu, nafsu sex teteh sangat besar. Dan mas Akbar gak bisa muasin teteh kan?Biar Bondan yg muasin teteh aja. Lalu kukecup keningnya. Dia diam saja.

Ketika kulumat bibirnya, dia gak bereaksi. Tp ketika kuremas tetek dan mekinya, akhirnya dia membalas lumatan bibirku. Dgn ganasnya dia melumat bibirku. Ya aku tahu, dia menginginkan kepuasan. Entah apa yg terjadi sama mas Akbar hingga istrinya gak bisa hamil dan haus akan sex.

Teh, dikamar belakang aja ya mainnya. Teh Hana cuman menganguk.

Tp kusuruh dia cebok dulu. Aku yg nyuci pake sabun sirih istriku dan menyiranya dgn air. Lalu kami pergi ke kamar belakang dgn hati-hti takut Nafisah bangun dan bercinta lagi dgn ganasnya. Aku menuntaskan hasratku sama teh Hana kakak iparku. Dan teh Hana pun menikmatinya. Dia benar-benar haus akan sex. Gak peduli dia akhwat atau ustazah, kalo hasrat dah menggelora disimpan dulu gelarnya itu. Aku menikmati setiap lekuk tubuh teh Hana. Benar-benar sangat mulus dan menggairahkan.

Teh Hana pun bermain dgn ganas. Hampir-hampir aku gak bisa mengimbangi. Katanya penis mas Akbar sangat kecil dan cepet banget keluar. Dia terlalu egois dan ingin enaknya sendiri. Dah dicoba bilangin supaya konsul ke dokter spesialis, malah dia marah-marah. Akhirnya teh Hana cuma bisa menahan rasa sendiri. Pantas saja mainnya sangat liar.

Dan setelah puas, dia balik lagi ke kamar dan tidur sama Nafisah istriku.

Itulah awal perselingkuhanku. Dan setelah itu, kami melakukannya setiap ada kesempatan. Tebak aja, akhirnya dia hamil dan mengandung anakku. Ketika dah lahir dan kucoba tes DNA, ternyat persis punyaku. Mas Akbar gak tahu kalo itu anaknya dan menganggap itu adalah anaknya.

Sampe sekarang perselingkuhanku tetap berjalan. Semoga aja langgeng dan gak ketahuan,hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s