Cerita Sex – di Ruang Kepala Sekolah..

Kali ini aku tidak akan menceritakan kisah sexku melainkan aku mempunyai cerita yang mana terjadi pada teman satu kelasku panggil saja Farah dia gadis yang cantik dengan jilbab yang selalu di pakai di sekolahan, Teeetttttttttttt bunyi bel sekolah sudah berbunyi pukul 7 .15 wib para murid memasuki ke dalam kelas dan selang beberapa menit datanglah pengajar di kelas, “selamat pagi bapak guru, sorak murid murid “

“pagi semuanya “ jawab guru tersebut, sambil mata guru menuju ke gadis berjilbab “Farah” dipanggil nama tersebut.

“ya pak” jawab farah

“kamu di suruh menghadap ke ruang kepsek, sekarang “ kata guru

Farah sudah menduga alasan kenapa dia di panggil ke ruang kepsek, dia sudah menuggak 1 minggu tidak membayar SPP dan bulan yang lalu juga belum melunasi, dia beranjak dari kursi dengan wajah yang lesu sambil di lihati teman teman satu kelasnya, langkah Farah sangant lemah sekali karena dia harus menyiapkan alasan yang pas untuk menjawab pertanyaan nantinya, berjalan menyusuri lorong sekolah akhirnya sampai di depan pintu kepala sekolah.

 “tok tok tok tok suara ketukan pintu” “silahkan masuk , jawab dari dalam ruangan”

Krekkkk pintu di dorong oleh farah , “pagi pak?? Sapa farah dari pintu

“ya selamat pagi farah, silahkan masuk dan duduk “ sambil menutup pintu ruangannya. cerita sex ABG

Mata dari kepala sekolah menatap wajah farah yang merenung dengan kecantikan yang selalu memakai jilbab, dengan wajah yang menunduk dia mengahadap ke kepala sekolah,

“langsung saja ya nak, bapak mau kasih tau , kalau kamu tunggakan SPP belum kamu bayar untuk bulan kemarin dan bulan ini , kata kepsek”

“iya pak, farah tau kalau farah belum bayar SPP tapi aku mohon pak karena orang tua saya belum punya uang jadi belum bisa untuk membayar SPP untuk bulan lalu dan ini, kata farah sambil merengek. http://www.tempatceritasex.com

“tapi gimana lagi farah memang ii sudah peraturannya , kamu sudah menunggak 2 bulan dan kamu harus di keluarkan di sekolah ini kalau dalam waktu seminggu belum bisa membayar” kata kepsek’

“Mohon pak jangan beri farah waktu”rengek Farah.

“iya bapak tau kalau farah itu di kelas pandai , dan sayang seklai kalau sampai putus sekolah, gini saja bapak mau tanya , apakah non farah sudah mempunyai pacar???

Farah agak bingung dengan perkataan kepsek tersebut

“lha bagaimana pak, kalau belum punya pacar “jawab farah

“bapak bisa meringankan beban kamu , gini kalau kamu belum punya pacar bapak punya solusi dan tidak usah bayar SPP asal syaratnya kamu mau bercinta dengan bapak setiap bapak pengen???gimana non farah atau gak mau ya dengan terpaksa bapak akan mengeluarkan kamu dari sekolah ini.

“maksut bapak bagaimana ini , farah belum paham??

Senyum jahat kepsek tersebut hehehehe , kamu pasti tau lah maksut dari keinginan bapak, jadi gak usah ddi perjelas lagi,

“kepala farah mengeleng geleng tandanya tidak mau, “maaf pak farah gak bisa kalau permintaan bapak begitu”

“kalau gak bisa , berarti kamu aku akan keluarkan dari sini hari ini juga”

“maaf pak , gak bisa segitunya dong pak , ronta farah.

“iya farah bapak tau, lagian bapak gak sejahat itu kok pada kamu” bapak Cuma ingin bersenang senang dengan kamu, sayangku??

Dalam hati farah dia berkecamuk dan masih menundukan kepalanya.

Kepala sekolah terus saja merayu, “bapak bisa memberimu uang jajan setiap hari, jadi farah masih bisa senang senang dengan teman lain”

Farah masih menundukan kepala sambil geleng geleng kepalanya. Cerita Dewasa Perawan SMA

Tak berapa lama wajah kepsek mendekati wajah farah dan tanpa di ketahui farah kepsek tersebut mencium bibirnya yang mungil, “farah mohon pak, jangan lakukan ini pak, ronta farah , aku gak mau pak..langsung farah beranjak dari kursi dan berlari ke pintu, tapi dengan sigap kepsek tersebut mencegah farah untuk lari dari ruangannya.

Ditarik tangan farah dan di kunci langsung pintunya, karena meronta ronta dan menjerit suara farah , pipi farah di tampar oleh kepsek, dia berhenti meronta dan merengek sekarang , pipi dia memerah dengan wajah yang masih terutup oleh jilbab. Di rangkul tubuh farah dan di hempaskan di sofa panjang, “kamu jangan meronta ronta lagi, menurut saja kemauan aku, atau kamu nanti aku siksa , dengan nada tegas kepsek itu mengancam farah.

“pak, jangan pak please tolong lepaskan farah ,jeritnya”

Plakkk kembali tamparan kepsek tersebut mengarah ke pipi farah.

Sakit pak , rengek farah sambil memegang pipinya.

“makanya kamu jangan cerewet diam saja nurut kemauan bapak saja, sudah terpenuhi nafsunya.

Kemudian di copot seragama farah satu persatu dan di buka BHnya juga terlihat toket yang masih numbuh dengan putting yang berwarna coklat di pegang ke dua toketnya dan di mainkan putingnya di sentuh di jawil jawil sampai farah meronta lagi, “jangan pak lepaskan, farah gak mau seperti ini. Farah malu”

“makanya kamu diam saja atau kamu aku tampar lagi mau??? Matanya sudah mengalir air mata.

Dihisap putingnya dengan cepat oleh kepsek sleeeppp slepppp aduh pak sakit pak , jangan di gituin , terusin jeritanmu makin menjerit bapak semakin nafsu.

Terus di remas toketnya dan memainkan putingnya yang masih ranum belum tersentuh sama sekali, farah merasa sakit tapi kepsek masih saja membuat farah bergairah “aahhh ihh uhh pakk , jangan pak. Kepsek yang semakin buas kemudian menyingkap roknya naik ke atas sampai ke paha , farah yang gak bisa apa apa hanya pasrah apa yang di perbuat oleh kepsek, terlihat paha yang mulus dan bersih,

Tangannya sudah mengelus ngelus pahanya dari bawah sampai ke selakangannya mata kepsek tertuju pada gundukan memeknya yang amsih tertutup oleh celana dalam, “memek kamu sungguh imut, bikin bapak semakin nafsu farah”

Kemudian wajah kepsek beralih ke bagian selakangan di cium cium di endus endus bagian memeknya hmmm bau khas perawan nih , dibuka lebar lebar kakinya sambil di hirup hirup dan menyentuh memeknya dengan hidungnya di gesek gesek membuat farah geli geli, tangan kepsek langsung menurunkan celana dalam farah yang berwarna pink , dan saat terbuka terlihat memek yang masih bersih dengan warna merah muda, masih sempit dengan bulu tipisnya yang tumbuh di sekitar selakangannya,

Dengan cermat tangan kepsek menyentuh dinding memeknya dan membukanya sambil mencari letak klitorisnya setelah ketemu di mainkan klitoris milik farah di jawil jawil dengan jari tengahnya , sampai terlihat basah kemudian lidah kepsek menyentuh memeknya dan menjilatinya “ahhh ahh jangan pak , jangan pak ronta farah”

Dengan tubuh yang meronta ronta , tangan farah sudah di pegang erat oleh kepsek dan lidahnya semakin dalam semakin memainkan lubang memeknya, lidahnya menyentuh klitorisnya dan di jilatinya bau cairan yang khas dari wanita farah terus mengerang dan merontah di selingi desahan desahan, makin lama farah bisa menikmati sentuhan kepsek birahinya muncul , dia merasakan nikmat yang pertama kalinya, memek perawannya sudah basah karena lendir dia dan ludah kepsek.

Semakin liar jilatan kepsek mengusik sampai dalam lubang memek, “sudah pak, lepaskan saja pak, mendengar perkataan tersebut kepsek menghentikan dan memandang wajah farah “yang benar sudahan nih farah, kulihat kamu sudah naik birahimu, kata kepsek.

Di lanjut lagi lidah kepsek menyentuh klitorisnya “Ahhh auhhh ughhh ,desahan farah, lidahnya menjilati lendir di sekitaran memeknya , gimana sayang farah kamu menikmatinya kan, dan enak kan?? Kata kepsek.

Farah gak menjawab pertanyaan kepsek, di ulang lagi pertanyaannya “gimana neng farah enak gak , kalau di tanya ya di jawab” dengan mata terpejam farah menggangguk dan menjawab secara singkat enak dengan menutupi wajahnya dengan kain jilbabnya.

Di arahkan lagi lidah kepsek ke lubang memeknya “ahhh nikmat pak, kata dari farah yang sudah terlena akan kenikmatan, karena kepsek sudah ahli dalam mempermainkan birahi , klitoris farah di cokot sedikit membuat farah kesakitan tapi disamping itu merasa greget liang memeknya mengeluarkan lendir yang semakin banyak.

Tubuh farah kesana kesini di atas sofa menggeliat tak menentu karena di mainkan memeknya , baru pertama ini di rasakan oleh farah akan kenikmatan dan tanpa disadari puncak sudah mau datang, yaitu hentakan hentakan dari memek dan pinggulnya sudah mereaksi masih saja lidah kepsek memainkan maju mundur dan tiba saatnya tubuh farah kejang itu tandanya dia sudah merasakan orgasme , “ahh ahhh ahh sambil menghentakan pinggulnya , erangan farah sambilo menutupi selakangannya dengan tangannya.

Dan kepsek itu tau kalau farah sudah orgasme membiarkan dia untuk menikmatinya,tak lama kemudian kepsek yang sudah berapi api mengeluarkan senjatanya yaitu penis yang sudah berdiri di copot celana panjang dan celana dalamnya, dikeluarkan penis yang besar kea rah wajah farah , saat mengarahkan ke mulut farah, dia menolak dengan alasan jijik karena benda asing masuk kie dalam mulut farah, “farah gantian dong kamu jilat punya bapak”

Menuntun tangan farah untuk memegangi penis yang sudah tegang , diremas remas penis kepsek sambil matanya merem melek “ahh ahh ahh erangan kepsek , semakin lama farah sudah memahami dan di remas remas sambil mengocoknya naik turun,

“ah ahh ahh erangan kepsek, dia meminta untuk di jilat penisnya dengan mulutnya, awalnya farah ragu , karena bujukannya kemudian lidah farh menjulurkan dan menjilati penis kepsek, jilatan yang kurang ahli di rasa tidak memuaskan kepsek di ambil penis dari mulut farah kemudian di tujukan kea rah lubang memeknya di tempelkan kepala penis ke dinding memeknyqa sambil di tekan tekan penis yang besar itu masuk ke dalam lubang memeknya.

Baru sampai setengah farah menjerit kesakitan “ahhh pak sakit pak, berhenti pak,. Tapi kepsek masih menanamkan penisnya sampai dalam dan bles bless bless hentakan ke tiga dengan paksa penis kepsek masuk semua mengakibatkan dinding vaginanya robek slaput darahnya, “ahhhhh farah mengeluh panjang sambil menggigit bibirnya , kepsek masih melanjutkan aksinya tanpa henti dia memaju mundurkan penisnya , perlahan lahan penis kepsek di keluarkan dengan di iringi oleh desahan ahhh ahhh

Memek kamu sungguh gurih sekali farah kata kepsek, sambil memasukkan lagi penisnya ke dalam memek farah kepsek dan farh sudah menikmati adegan perkempoan antara murid dan guru raut wajah farah meringis tangannya mencengkeram tepian sofa, dan mulutnya keluar desahan desahan yang rintih sambil kepalanya menggeleng geleng menahan perih yang dirasakan.

Penis kepsek tetap maju mundurkan ke dalam lubang kenikmatan, dibasuh keringat dan nafas yang sudah tak teratur “aouhhh ouhh sakit pak , sakit pak, erangan farah membuat semakin bernafsu kepsek, membuat tubuh farah menjadi lemas, gerakan semakin cepat tandanya kalau kepsek juga mau ejakulasi dengan hentakan keras bless bless bless farah menjerti tak lama kepsek berhenti sejenak sambil menekan nekan pinggulnya , farah merasakan kucuran sperma yang masuk di dalam memeknya dan perlahan penis kepsek di keluarkan dari lubang memeknya.

Terlihat sperma yang kental keluar dari lubang dan berwarna merah ada juga bercak darah dari memeknya , di ambilkan tisu untuk menyuruh mengusap lendir dan darah di memeknya, sambil mengelap mata farah menitihkan air, “gak usah pakai nangis segala kamu neng, dah bersihkan aja dulu bekas cairannya”

Dan langsung setelah bersih farah memakai roknya dan seragamnya dan merapikan jilbab , dan langsung dia berjalan ke pintu tanpa menatap wajah kepsek , di cegah untuk keluar dulu dan kepsek memberikan uang jajan berupa bebrapa uang 50an ribu kepada farah, “ini buat jajan kamu, dan kamu gak usah bersedih lagi karena kamu gak bakal di keluarkan di sekolah ini, “kata kepsek

“iya pak”

“dan besok besok kami datang lagi ke sini ya , kemudian kepsek membukakan pintu dan farah berjalan dengan menundukan kepalanya menuju ke ruang kelasnya. Begitulah kisah tragis farah yang telat untuk membayar SPP sekolahnya, demikianlah cerita yang aku dapat dari salah satu teman farah. terimakasih.

Cerita Sex – ABG Pacar Gelap..

Aku ada cerita yang merupakan kisah nyataku saat aku menjadi guru, disini aku mengajar sebagai guru SMP swasta di Jakarta, langsung saja ya ke ceritaku, aku di kelas kalau mengajar memang bisa buat murid jadi nyaman dan mudah memahami cara aku menyampaikan, dari situ banyak murid yang mengidolakan saya, terutama Kristi dia selalu ingin dekat denganku walau bagaimana caranya dan ada saja alasannya agar bisa bertemu denganku, ya jujur saja aku sebagai guru juga risi di kejar kejar seperti itu, biasa aku sering menghindar darinya.

Dan suatu hari aku mendapat tugas dari kepala sekolah memberi waktu untuk bimbel kelas 3 , disamping itu setelah bimbel di suruh untuk mengoreksi hasil hasil test murid dan jika kalau aku kerjakan di rumah pastinya tidak bisa cepat dan konsen karena ada anaku yang masih kecil jadinya aku kerjakan di ruanganku saja, tiba tiba aku di kagetkan dengan murid yang datang di ruanganku namanya Indri

“hallo pak, lagi ngoreksi ya??

“iya ni ndri, kamu sendiri kok belum pulang jam segini, ??? tanyaku.

 “iya pak, di luar mendung nanti takut kalau di jalan kehujanan mending sekalian nunggu hujan datang dan reda, lagian aku juga di temani oleh Kristi pak, dan katanya juga mau bertemu dengan bapak??

“kemana Kristi kok gak kelihatan???

“itu ada di luar pak”

Dan aku persilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam ruanganku yang sepi, hanya kami bertiga saat itu, dimana indri duduk di depanku sedangkan Kristi duduk di sampingku, hujanpun datang dengan lebatnya setalah kami ngobrol sana sini, Kristi berbisik kepadaku “pak boleh gak kalau aku lihat punya hasil testku tadi”

“ehh jangan kris” sambil aku ambil buku yang ada di depanku dan aku angkat , karena Kristi ingin mengetahuinya jadi dia berusaha untuk mengambil buku yang aku angkat, tak taunya badan dia menempel di bahuku kuhirup aroma tubuhnya sangat harum dan payudaranya yang mau tumbuh tertempel denganku rasanya empuk. Dalam batinku semoga aku bisa menahan nafsuku terhadap muridku sendiri.

Karena memang setan sudah penuh di dalam otakku, dan Kristi pun aku juga tau maksut dari dia, karena memang lama dia menempelkan payudaranya ke pundakku entah itu disengaja atau tidak, aku mulai mencari akal agar birahi Kristi terlampiaskan, ee eee ee ee malah kesempatan itu jalannya sangat mulus dimana indri langsung berpamitan untuk keluar dulu, mungkin tugas dia untuk menghantarkan Kristi sudah selesai dan Kristi bisa bertemu denganku.

Kami pun hanya berdua di dalam ruanganku menyadari kalau kami hanya berdua Kristi lebih mendekatkan dirinya, dan dengan spontan adek yang ada di dalam celana mulai tegang, tak pakai lama aku langsung merangkul dirinya dari belakang dan ku cium di area lehernya sambil tanganku meremas toketnya , Kristi pun menggelinjang dan tak melawan kira kira ada 15 menitan aku meremas remas toketnya , kudengar ada suara yang mendekati ruanganku dan aku langsung melepaskan remasan dan duduk agak menjauh, rupanya yang datang adalah indri.

Aku kode dengan Kristi nanti aku akan menelepon kamu saja, setelah hujan berhenti indri mengajak Kristi untuk pulang dan malamnya kira kira pukul setengah delapan aku menelpon Kristi, biasa untuk menanyakan kabar dan akhirnya aku tau maksut dia, rupanya dia ingin aku tembak, setalh basa basi dia aku tembak untuk menyatakan jatuh cinta kepadanya hehe lucu kan, dan memang itu yang diharapkan oleh Kristi, setelah itu aku ajak dia jalan pas hari minggu dan kebetulan juga saat itu aku ada tugas untuk mencarikan villa di puncak untuk organisasi sekolah.

Minggu paginya sesuai janji kami bertemu di stasiun KA kami menggunakan KA agar bisa duduk bersama dan memang Kristi orangnnya sangat romantis dari tadi tanganku di pegang terus kadang kalau gak ada yang melihat dia merangkul diriku dengan manjanya, tak ku bayangkan aku bisa mempunyai pacar gelap dengan muridku sendiri yang seksinya minta ampun dan sensual sekali.

Kami pun sampai di tujuan dan setelah bertemu dengan pengurus penginapan dan setelah aku booking aku lanjut untuk pulang langsung, tapi tiba tiba Kristi meminta untuk istirahat sebentar dulu,

“pak kristi capek nih gimana kalau kita istirahat dulu”

“istirahat dimana kris?? Tanyaku

“itu pak, di sana ada penginapan hotel, sambil menunjuk arah sana”

“oke deh”

Langsung aku memesan kamar dan kami mulai masuk awalnya aku masih ragu dan gugup dengan anak yang usianya sangat muda dari aku mungkin selisih 15 tahun, aku mencoba untuk menenangkan diriku dengan mandi , Kristi pun juga sama dia sehabis aku mandi dia gantian mandi, setalah kami selesai mandi dilanjutkan dengan menonton tv di atas ranjang, mata kami saling berpandangan seolah olah menyihir kami pun berdekatan dan berciuma aku kecup keningnya dan ku lumat bibirnya.

Mulai aktif dia dia juga membalas ciumanku tanganku langsung bergeriliya ke arah dadanya ku masukan tanganku dan ku raih kedua toketnya dimana pentilnya masih kecil mengeluarkan suara desahan yang lirih dengan badan yang menggelinjang, mulai ku buka kaosnya dan BHnya pun aku lepas terlihat dua buah toket yang menantang dengan pentil yang mengeras, kemudian aku ganti kulum toketnya dari kiri ke kanan dia mendesah kenikmatan sambil ku remas remas toketnya.

Ku turunkan tanganku menuju kea rah selakangannya yang memakai rok, ku elus elus bagian memeknya dengan masih menggunakan celana dalam “ssttttt ahhh pak pak” desahan desahan membuat aku semakin bernafsu , aku mulai membuka bungkusan memeknya dan ternyata sudah basah ku carfi itilnya dan kumainkan dengan halus awalnya desahan lirih berganti dengan desahan yang liar dan aku menyukai desahan Kristi yang menggemaskan.

“kaos bapak di lepas dong, masak Kristi saja yang telanjang, membuyarkan kosentrasiku saat menyentuh klitosrisnya”

“ya ya aku langsung buka bajuku dan celana panjangku “ku rangkul dia dan ku peluk sambil begulingan ke sana kemari, sambil berciuman, karena kurasa penisku sudah berdiri dengna maksimal aku tawarkan untuk mencoba penisku ku masukkan ke dalam memeknya”

“kris boleh kah bapak masuk ke dalam anumu”

“jangan pak” tolakan Kristi

“lhoo enak lho kris, kamu akan merasakan sensasi yang luar biasa, sambil kurayu dengan mengelus ngelus memeknya”

Aku rayu dengan lembut dan jujur saja aku sudah bernafsu sekali, sampai pada akhirnya aku copot celana dalamku dan ku arahkan kepala penisku di depan memeknya, dia masih menutupi dengan tangannya rupanya dia masih ragu, aku singkirkan dan aku masih melanjutkan dengan jilatan jilatan menyentuh klitorisnya entah berapa banyaknya dia mengalami orgasme, “ahh ushh agghhh ahhh enak pak desah krsiti”

Kemudian setelah basah di bagian memeknya aku sodorkan penisku dan ku tempelkan sambil aku gesek gesekan, dan setelah pada sasarannya aku tekan secara perlahan sampai masuk kepala penisku dan aku diamkan sebentar karena kulihat Kristi merintih kesakitan tapi saat aku masukkan rasanya dalam memeknya ada yang menyedot nyedot penisku supaya lebih masuk ke dalam, secara perlahan aku masukkan rasanya hangat dan licin.

Seteleh ku tekan secara perlahan aku merasakan hal nikmat yang luar biasa seperti di pijat pijat dalam cengkramannya dan kurasa Kristi sudah bisa menerimanya aku keluarkan dan aku masukan secara perlahan lagi lagi dia mendesah panjang dan meremas sprei di pinggiran ranjang.

“ouhhhhhh pakkkkk terusin pakkkkk” rupanya Kristi merasakan orgasme lagi, dan di sembur penisku dengan cairan hangatnya karena merasa tak tahan aku juga ikut menggenjot dari perlahan semakin kencang “ahh ahh ahh ahhh” akhirnya aku pun juga ingin mengeluarkan sperma, tapi keluarkan di luar saja karena aku takut kalau Kristi hamil, dan kucabut ku semprotkan di atas perutnya crott crott crottt , setelah itu kami lemas dan berpelukan lagi sebelum pulang kami mandi lagi dan meneruskan perjalanan pulang.

Sehabis kejadian tersebut rasa rasanya kecanduan , dan pernah juga saat dia sudah lulus dan masuk sekolah SMA , kami sempat janjian untuk bertemu di salah satu mall dia sehabis pulang sekolah dan aku juga sehabis mengajar berjanjian untuk menonton film , aku cari film yang penontonya tidak banyak saat itu ada film action yang pemerannya juga gak terkenal aku pesan tempat duduk yang berada paling belakang karena memang naitnya tidak untuk menonton film melainkan bersenggama, saat film sudah mulai di putar dan kulihat memang sepi penontonnya aku gelar jaketku di depan tempat duduk Kristi, kami melakukan foreplay yang mana aku jongkong di depan tempat duduk Kristi karena dia memakai rok tinggal saja aku singkapkan dan ku buka celana dalamnya ku jilati itilnya dan kuhisap hisap sampai dia merasakan orgasme dan aku juga memasukkan penisku ke dalam memeknya dengan posisi dia duduk di pangkuanku sensasinya sangat beda sekali dan tentunya nikmat sekali.

Kami pun masih banyak pengalaman lain dimana ada juga saat aku di suruh untuk menjaga rumah orangtuaku karena mereka ingin mengunjungi adekku yang berada di luar kota lha 2 hari aku tidur di rumah orang tuaku, aku sudah menyiapkan film film bokep dan kusuruh Kristi untuk datang kesini dengan aku kasih alamat lengkapnya dan lagi aku melakukan kegiatan ngentot dengan pacar gelapku.

Pernah juga aku melakukan hubungan intim di berbagai hotel melati di Jakarta dan Bogor, semuanya kami lakukan dengan suka sama suka selama tiga tahun total hubungan yang kami lakukan krang lebih enam puluh kali. Akhirnya kami menyadari bahwa hal ini harus berakhir, karena saya sudah punya istri dengan empat orang anak, sedangkan Kristi harus meniti karir sebagai seorang sarjana teknik, sampai saat ini hubungan kami tidak ada yang mengetahui dan kabarnya Kristi sudah mempunyai calon suami.

Aku sendiri saat ini sudah tidak menjadi guru, saat ini aku berwiraswasta. Pengalamanku bersama Kristi membuat aku menjadi pecandu ngentot, jika aku hubungan badan kadang-kadang aku heran sendiri karena “penisku kaga ade matinye” karena sekarang aku jadi pecandu, sedangkan aku ngga ingin ngeluarin uang maka aku kini nyambi sebagai cowok panggilan, aku jadi cowok panggilan karena yang panggil aku biasanya yang buas-buas alias hiper sex, nah aku suka itu.

Pernah aku dipanggil oleh seorang ibu muda beranak satu, setelah dia bertemu denganku rupanya dia meragukan kemampuanku karena usiaku yang sudah tigapuluh sembilan tahun, akhirnya aku kasih dia garansi jika aku keluar duluan aku yang menservice dia tapi nyatanya ibu muda itu ketagihan terhadapku. Aku dalam hubungan tidak mencari uang tapi yang ku cari happy aja, happy yang gratis, begitulah kira-kira.

Minggu depan aku sudah diwanti-wanti untuk siap-siap menservice seorang wanita setengah baya (46 tahun) istri seorang pejabat di Kalimantan yang akan ke Jakarta, Ibu ini walau umurnya sudah cukup tapi masih sangat enerjik, badannya sintal, payudaranya padat, tatapannya penuh dengan kemesuman. Beberapa hari yang lalu HP ku bunyi.begitulah pengalaman seksku yang sekarang aku menjadi pecandu seks .terimakasih yang sudah menyimak cerita nyataku.

Cerita Sex – Cara Alternatif Cepat Hamil..

Anggi yang lama digabur oleh suaminya karena alasan kesibukannya dalam bekerja sudah satu bulan lebih anggi jarang merasakan kepuasan dalam urusan ranjang, bisa dibilang anggi dan mas dedi adalah pasutri yang masih muda dia juga belum mempunyai anak, kira kira sudah 2 tahun dia menikah tapi belum ada tanda tanda hamil.

Awalnya dia satu rumah dengan orangtua mas dedi tapi karena sebab dia memutuskan untuk mengontrak rumah, karena ada tekanan dari orangtuanya mas dedi di anggap kalau anggi itu wanita yang tak bisa mengasih keturunan dan segala cara yang sudah di lakukan oleh anggi dari konsultasi dokter dan sebagainya di katakan bahwa pasangan ini juga tak ada masalah.

Mungkin dari yang atas belum mengasih keturuanan , dan karena sudah tak sabar untuk segera mendapat momongan dengan cara alternatif anggi dan suaminya menempuh jalan lain yaitu mendatangi dukun yang katanya bisa mengasih keturunan dengan persetujuan suami juga maka anggi berangkat untuk menemui sang dukun tersebut.

Mas dedi juga mencari infornasi dimana tempat tinggal orang pintar tersebut sewaktu makan siang mas dedi mendengar pembicaraan pemilik warung makan katanya dia memakai cara lain agar warungnya bisa ramai setiap hari dia berkata kalau orang pintar tersebut namanya mba totok, dia sering memakai jasa mbah totok unutk membuat warungnya ramai pengunjung dari situ mas dedi tertarik dan minta alamat rumah mbah totok kepada pemilik warung. cerita dewasa terbaru

Setalah menemukan alamatnya kedua pasangan tersebut langsung berangkat dan mencari rumah mbah totok, sudah di beri petunjuk kalau waktu yang dibutuhkan untuk sampai sana kira kira 6 jam perjalanan menggunakan mobil setelah tanya sana sini akhirnya semakin dekat dengan rumah mbah totok yang mana letaknya sangat mendalam jauh dari keramaian kota, terlihat dari jauh hanya ada satu rumah dan itulah rumah orang pintar.

Banyak pepohonan yang rindang di sekitar rumahnya dari jauh memang tampak menyeramkan tapi kalau di dekati sangat terawatt dan bersih , dengan mengetuk pintu rumahnya kemudaian datanglah mbah totok yang menyambutnya terlihat wajah mbah totok juga gak terlalu tua tapi hanya ada sedikit uban di rambutnya, disini mbah totok tinggal sendiri tanpa ada istri ataupun anak.

Mbah totok yang pada saat itu hanya menggunakan sarung dan kaos putih mempersilahkan pasangan tersebut untuk masuk ke dalam rumahnya mata mbah totok sudah paham akan maksut kedatangan meraka keisni matanya selalu memandangi tubuh anggi yang mempesona tersebut, anggi juga merasakan hal itu seperti ada birahi yang muncul saat di tatap matanya oleh mbah totok.

Mbah totok sudah bisa menebak apa maksut kedatangan mereka kesini

“nak mbah sudah tau makisut kalian datang kemari, kalian pasti ingin segera memiliki keturunan kan??

“iya betul mbah jawab anggi dengan semangat”

Mas dedi yang bengong mendengar perkataan mbah totok tadi , “mbah kok tau maksut kedatangn kamu disini padahal kami belum satu kata berucap mbah tau maksut kami”

“heehee mbah totok tertawa dan menyalakan rokok sambil minum kopi”

“kalau soal itu mah mudah , asal ada syaratnya yang harus di penuhi “

“syaratnya apa mbah:kata mas dedi

Sambil menghisap rokok mbah totok menjelaskan dengan gumanan tapi masih jelas di dengarnya

Coba dari mas dedi dulu untuk menutup matanya , mbah totok mengambil segelas air dan ada minyak entah minyak apa itu, kemudian tangan mas dedi dipengang sama mbah totok sambil membaca mantra, terlihat mas dedi merintih karena kesakitan saat di bacakan mantra dan tubuhnya serasa panas, “mbahhh panasss mbaaahhh” “iya sebentar nak, kamu sepertinya ada yang menempel di tubuhmu, dan ini mungkin bisa jadi penghalang untuk kalian mendapat momongan”

Dan saatnya anggi yang di periksa oleh mbah totok di pegang tangannya sambil membacakan mantra, malah tubuh anggi seperti ulat menggelinjang dan tertawa tawa menahan kegelian, sambil matanya anggi terpejam dia menahan kegelian yang dirasakan anggi adalah ada yang menggelitik bagian selakangannya, kemudian setelah selesai mbah totok berkata “ mas istrimu ada yang nungguin dan tak bisa dilihat dari kasat mata.

Gimana mba apa yang dirasakan tadi, “wajah anggi mengeleng geleng dan tersipu malu” untuk dari itu mbah menyarankan kalau mba anggi sementara tinggal disini karena aku akan menetraliris gangguan pada diri mba anggi dulu , dan syaratnya tadi mas dedi harus mencarinya kira kira ada yang jualan di sekitaran pasar tapi memang agak susah untuk mendapatkannya.

Setelah mendengar perkataan mbah totok tadi mas dedi yang mau menjawab belum sempat , malah mbah totok pergi ke belakang untuk mengambilkan dua buah gelas yang isinya adalah jamu yang dibuat khusus untuk oirang yang datang berobat disini “ini jamu buat mengghilangkan rasa capek karena mbah tau tadi dalam perjalanan sangat lama kan sampai kesini”

Diminum jamu tersebut tanpa sedikit curiga , mas dedi yang sudah meminum duluan sampai habis dan berikutnya anggi juga ikut meminum, setelah beberapa menit jamu itu bereaksi dimana kalau mas dedi di kasih pertanyaan mas dedi selalu menjawab iya dan iya saja sedangkan anggi serasa pada tubuhnya ada rasa cinta dan sayang kepada lelaki tua , seakan akan ada pellet dalam minuman jamu tersebut.

Dan mulailah mbah totok melancarkan aksinya dia berbicara kepada mas dedi “mas, sekarang sudah saat untuk pengobatan awal” mas andi mengangguk angguk saja. Di raih tangan anggi dan menyuruh untuk masuk ke dalam ruangan mba totok yang biasanya di pakai untuk mengobati pasien lainnya, anggi pun merasa hatinya senang di ajak masuk kedalam kamarnya karena ingin segera mendapatkan momongan, dengan cara pengobatan semacam ini. cerita seks bergambar

Mulailah saat anggi sudah di dalam kamar dia disuruh untuk duduk di sebuah kursi sedangkan mba totok sudah berada dibelkang sambil berbisik “mba sudah siap untuk pengobatan awal ini”

“iya mbah aku sudah siaapppp” jawab dengan tegas

“mbak benar ingin kan mendapat momongan??’

“ya mbah sudah kepingin sekali”

Dengan di bisiki dari belakang membuat anggi juga sudah merasa terangsang, di jilat bagian kupingnya dan menempelkan tonjolan penis mbah totok di punggungnya yang sudah membesar, tanpa sadar anggi pun langsung mendesah dengan jilatan mbah totok di telinganya, tangan mbah totok juga langsung meremas remas kedua toketnya.

Dilanjut dengan tangan mbah totok membuka pakaian anggi yang dikenakannya sehingga anggi bagian atas telanjang hanya terbungkus oleh BH , ukuran payudaranya juga sangat besar dengan semakin nafsu mbah totok melumat bagian lehernya , anggi mendesah “Ssttthhhh auuhhhh mbahhhh ouhhh” tangan mbah totok masuk dalam BHnya dan memegang putingnya sambil memilinnya , karena nafsu mbah totok mencopot tali BHnya sehingga terpampanglah bongkahan toket yang masih kencang, beganti posisi sekarang mbah totok ada di hadapan anggi kemudian mbah totok mengulum kedua toketnya bergantian dan menjilati putingnya.

“ucccchhh mbahhhhhh mbahhhhh semakin mendesah diri anggi tak bisa menahan birahinya juga” dilanjut mbah totok langsung membaringkan tubuh anggi di kursi panjang lalu dia melorotkan celana panjang yang anggi pakai sampai celana dalamnya sehingga terlihat bentuk memek anggi yang di penuhi oleh bulu jembutnya dan sudha basah.

Anggi mendesah merasakan sentuhan jari mbah totok di uyek uyek bagian lubang memeknya sampai masuk kedalam “ahh mbaaaah mbahhh” rasanya mbahh nyeriiii” karena tangan mbah totok masuk keluar secara kasar dan cepat.

“gimana mbak, enak apa enggak”

“iyaa mbah enak banget tapi tolong mbah agak pelan karena terasa nyeri sekali”

“ini baru jari jari saja mbak, kalau mau lebih enaknya mbah jagonya”

“ini memang agak sempit mbak jadinya memang sedikit sakit kalau di gininiin , jadi mbak tahan dulu, nanti enak kok”

“iyaaa mbah manut aku mbahhh”

Dan nanti mbak aku kasih yang lebih besar lagi dari tangan mbah, rasanya pasti lebih nikmat, dan setelah puas mengoyak ngoyak dengan jari mbah totok kemudian menjilati memeknya ang sudah basah, jilattt sleppppp masuk kedalam lubangnya “ACCCCHHHH MBAHHHHH”

Dah mbak nikmati saja ini baru awal kok, dan saat di jilati oleh mbah totok memeknya seakan akan tubuh anggi bergetar hebat “hrrrrrrrrr hrrrrr hrrrrr hrrrrrr mbahhh mbahhh aku keluarrr mbaaaaH”seketika langsung mbah totok menjilati cairan yang keluar dari memek anggi seperti menjilati permen dan menghisapnya seperti menghisap madu.

“ahh mbahhhh legaaa mbahhh”

Dan ini masih permulaan mbak dilanjut lagi kalau mbak sudah siap untuk tahap berikutnya.

Mbak anggi kemudian memakai pakaiannya tapi baru memakai celananya tangan mbah totok memegang tangan anggi “mbak untuk bonusnya mbak boleh memegang kontol mbah”

Anggi yang masih terhanyut atas buaian mbah totok, menuruti dan sekarang tangan anggi mengocok kontol mbah totok dengan pelan pelan seirama “ahhhh mbakk enak mbak terusin agak lama mba pinta mbah totok, di oles oles dari atas sampai ke pangkal karena semakin memuncak mbah totok meminta untuk membuka mulutnya “Mbak coba dengan cara ini, agar makhluk halus ini bisa cepat keluar, tolong mulut mba di buka”

Setelah di buka kemudian kontol mbah totok dimasukkan di dalamnya sambil menggoyangkan dan memaju mundurkan “slubb slubbb ahhhh mbaaakk lebih dalam mbak” kira kira ada 15 menitan kontol mbah totok di kulum dia mengeluarkan spermanya ccrottt crottt crotttt di dalam mulut “mbak coba telan semua sperma mbah agar bisa cepat pergi(demitnya)

Setelah meraka sama sama terpuaskan meraka langsung memakai pakaian lengkap dan keluar dari kamar mas dedi yang tak mengetahui mereka sedang ngapain dan menunggu lama dia tertidur di ruang tamu, dan dibangunkan oleh anggi “mas mas bangun sudah selesai mas pengobatannya”

“ohh iyaaa udah ya sayang”, lama sekali yaa”

“iya mas”

Setelah perbincangan singkat mereka ijin untuk pulang dan ada waktunya lagi kira kira minggu depan dia disuruh untuk datang lagi untuk penyembuhan lanjutannya.

Mbah totok mengijinkan untuk meraka pulang kerumahnya, dan menuggu pengobatan minggu berikutnya,

Cerita Sex – Viral Istri ke Sangean..

Pagi pagi saat aku terbangun dari tidur semalamku melihat istriku ternyata berada di sampingku, biasanya aku kalau pagi di bangunkan oleh dia , tapi kali ini dia masih ngorok tidurnya oyaa baru ingat dia baru pulang jam 1 nan dari saudaranya dan mugnkin dia masih kecapena, sedikit tentang diriku aku tipe lelaki yang kelebihan sex dimana wajib kalau sehari aku harus berhubungan badan, sesalnya lagi kalau istri sedang berhalangan kepalaku jadi pusing.

Tadi malam sebelum mau tidur aku niatnya sih untuk minta jatah dengan cara aku ajak ngobrol istriku karena dia kecapean dan dia malah tidur, setalah bangun pagi duluan aku membuka selimut dia dan aku masuk kedalam sambil menciumi bau aromanya , hmmmm bau badan istirku membuat aku bergairah inilah alasan kenapa aku benar benar cinta dengan istriku dia sangat cantik dan sangat sempurna bagiku.

Pernah waktu muda selalu bermain wanita lain , dimana sering gunta ganti pacar, sering jajan di luar bareng PSK, dan ayam kampuspun aku coba . dan sekarang aku bisa meninggalkan kehidupan yang dulu demi istriku, kadang pula aku masih sempat di hubungi oleh teman temanku dulu untuk reuni hal semacam itu, tapi aku urungkan karena di rumah aku sudah punya istri yang bisa memuaskan diriku, ta[I kalau istriku sedang pergi lama baru aku keluar untuk cari mangsa.

Aku kalau jajan diluar pastinya tanpa sepengerahuan istriku , kadang jika aku yang butuh aku akan menghubungi wanita yang aku mau, dari situ tidak ada yang mengetahui kalau aku menjalin rahasia dengan istriku, dan apabila rahasia ini bocor pasti sudah tau hukumannya,

Pernah ada kejadian dimuat di hampir semua surat kabar Jakarta, kejadiannya di depan Keris Gallery Menteng, istri saya ditodong, dan tanpa ampun orang tersebut dikasih hadiah di keningnya berupa “timah”.

Mereka melakukan itu semua karena perintah dari saya, sebab saya pernah berkata: “jika sampah di rumah tidak segera dibuang, maka rumah tsb akan terdapat kuman dan bakteri yang membuat penghuninya tidak sehat, negarapun seharusnya demikian, jika ada “sampah masyarakat” harus segera dimusnahkan agar negara ini sehat”.

Dan motto itu selalu saya jalankan, dan saya perintahkan ke semua bodyguard untuk menjalankan, belum ada 1 orang pun yang pernah menodong atau merampok saya sekeluarga masuk ke sel, tetapi selalu masuk ke tanah.Untuk apa orang seperti itu masuk ke sel, keluar akan meresahkan masyarakat kembali, jika dia masuk ke tanah, masyarakat akan ikut tenang.

Setelah puas mencium aroma tubuhnya, perlahan-lahan saya membuka pakaian tidurnya, dia selalu tidak pernah memakai pakaian dalam. Saya membuka pahanya perlan-pelan dan memperhatikan memeknyanya, sangat cantik sekali, berwarna merah muda. Gairahku bangkit kembali, langsung saya menciumi perlahan-lahan Mulutku dengan cepat menempel ketat pada kedua bibir kemaluannya dan lidahku menyapu serta menjilat gundukan daging kecil pada bagian atas lubang kemaluannya.

Segera terasa badannya bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram kepadaku, ternyata istriku telah terbangun dari tidurnya. Dia menekan ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.

Keluhan panjang keluar dari mulutnya

“Ooohhhhh.., oohhhhh.., oohhhhhh..!” Saya merubah posisi 69, kontolku dipegang olehnya, lalu saya merasakan ujung lidahnya mulai bermain-main di seputar kepala kontolku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke seluruh badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan kenikmatan dari mulutku.

Kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat seakan-akan berlomba-lomba ingin memberikan kepuasan pada satu sama lain. Setelah 8 menitan bertempur, istriku mulai mengejang dan berteriak.

“Aahh.. aahh..” jeritannya disertai dengan merapatnya kedua paha, serta dicakar-cakarnya buah pantatku. Satu setengah menit dia menjepit kepalaku, sampai akhirnya dia terkulai, sementara saya terus dengan aksiku menjilati setiap tetes air yang mengalir dari lubuk memeknyanya.

 “Enough.. honey.. auuow..” rintihnya.

Dia menjatuhkan diri dan telentang pasrah sambil menarik nafas panjang, pandangan matanya menerawang ke langit-langit kamar.

“Sudah tidak yach, karena ditinggal 1 minggu”, katanya.

“Iya nich, 1 minggu kamu cuma bisa gigit jari, sekarang lu harus bayar semua” balasku.

“He he he he..” istriku tersenyum manis.

Beberapa saat kemudian saya menyuruhnya untuk menungging. Dalam keadaan menungging begitu dia kelihatan lebih aduhai! Bongkahan pantatnya yang putih dan mulus itu yang bikin aku tidak tahan. Kupegang kontolku dan langsung kuarahkan ke memeknyanya, lalu langsung kukayuh perlahan-lahan, setelah sekian lama Kuraih badannya yang kelihatan sudah mulai mengendur.

Kupeluk dari belakang, kutaruh tanganku di bawah toketnya, dengan agak kasar kuurut toketnya dari bawah ke atas dan kuremas dengan keras.

“Eengghhhh.. oohhhh.. ohhhh.. aahhhh”, tidak lama setelah itu bendunganku jebol, kutusuk keras banget, dan spermaku menyemprot lima kali di dalam.

Setelah istirahat sejenak, kami lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu kembali ke ranjang. Sambil tiduran kami ngobrol dan becanda, sampai saya terangsang kembali. Kemudian sambil telentang saya menarik dia ke atasku, sehingga sekarang dia tidur tertelungkup di atasku.

Badannya dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua pahanya kupentangkan. Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan terasa kontolku yang panjang dan masih sangat tegang itu langsung terjepit di antara kedua bibir kemaluannya.

Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantatnya dan sentakan ke atas pantatku, maka kontolku langsung menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya. Amblas semua batangku.

“Aahh..!” terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulutnya.

Saya segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa dia sudah mau klimaks. Saya tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku.

Kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang sexy itu bergoyang-goyang di atasku. Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggulnya yang sedang berayun-ayun di atasku. Batang kontolku sebentar terlihat sebentar hilang ketika dia bergerak naik turun di atasku.

Hal ini membuatku jadi makin terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam kontolku mencari jalan keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku. Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang memeknyanya, yang pada saat bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-lonjak. Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras. Pada saat bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat.

Akhirnya dia tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulutnya terlihat senyuman puas.

“Thanks yach, lu sudah memberikan breakfast yang nikmat sekali..!” katanya Saya membalasnya dengan memberi ciuman di keningnya.

“Honey.. i wanna to tell you something” lanjutnya.

“What honey?” jawabku

“You must be promise 1st”

“Promise for what?”

“Promise don’t mad with me”

“I can’t mad to you honey” jawabku sambil mencium keningnya lagi.

“OK.. I’m pregnant” katanya pelan.

“WHAT.. are you serious?” “Yes.. honey” Mungkin karena terlalu senang, seperti orang kesurupan, saya langsung memeluknya dengan erat, dan menciuminya bertubi-tubi. Kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan kami yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain, sehingga dengan cepat nafsu kami terbangkit kembali. Lidah kami saling berpilin dan menyedot, enak sekali rasanya. Kupencet-pencet puting susunya sambil terus berciuman.

Sekarang mulutku berpindah ke leher jenjangnya, kujilat lehernya dan tanganku makin ganas di dadanya. Istriku membalik tubuhnya dan berada di atasku, lalu dia mengambil posisi 69, tanpa basa basi dijilatinya barangku mulai dari buah pelir ke kepalanya, kemudian dimasukkan ke mulutnya.

Saya langsung menjilati klitorisnya yang sudah basah itu dan dibalasnya dengan sedotan-sedotannya yang nikmat, dia membiarkan batang kemaluanku dalam mulutnya dan dimain-mainkan dengan lidahnya sambil dihisap, sementara aku mengigit pelan bibir kemaluannya.

Setelah 10 menit, karena saya tidak mau cepat-cepat orgasme kusuruh dia berhenti. Kali ini dia tidur telentang, saya menindihnya dan kumasukkan batang kemaluan ke dalam liang kewanitaannya. saya mulai memompanya. Kugerakkan pantatku naik turun dan dia pun mengikuti gerakan tubuhku. Dia mulai ribut merintih sambil mengigiti jarinya, menggeleng-gelengkan kepalanya, dan kakinya sudah melingkari pinggangku, sesekali dia juga mencium bibirku.

“Ohh.. mooree..!” Makin lama makin kupercepat gerakanku, kami semakin liar di ranjang, kalau ranjangnya murahan bisa-bisa ambruk karena guncangan sekuat ini.

30 menit kami berada dalam posisi ini, tubuh kami sudah mandi keringat. Akhirnya kurasakan dia mulai mengejang, kedua kakinya semakin kencang menjepit pinggangku, tangannya memelukku erat-erat bahkan kurasakan kukunya mulai menggores punggungku, tapi tak kuhiraukan. Akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batang kemaluanku disertai lolongan panjangnya. Tapi saya masih belum orgasme, kuteruskan menggenjotnya sampai 5 menit kemudian giliranku yang menyemburkan maniku di dalam liang kewanitaannya.

Tubuhku mulai melemas, kami saling cium sambil berguling-guling sampai akhirnya berbaring dengan nafas terengah-engah.

“I’m very glad you pregnant!” kataku terbata-bata karena nafasku masih tidak bisa teratur.

“I love you” balasnya sambil menyeka keringat di dahiku.

Mendadak dia menciumku turun ke leher, dada, perut, akhirnya batang kemaluanku. Dikulumnya batang kemaluanku yang masih berlumur sperma dan cairan liang kewanitaannya itu dengan rakus. Batang kemaluanku yang tadinya mulai loyo kembali menegang di mulutnya.

Saya mengubah posisiku bersandar di ujung ranjang sehingga saya bisa memijat-mijat toketnya yang berukuran sexy itu. Setelah membersihkan batang kemaluanku, dia duduk di pangkuanku dengan posisi berlutut. Sambil kuelus-elus pantatnya dia perlahan-lahan menurunkan badannya sampai batang kemaluanku tertanam di liang senggamanya.

Tanpa kuperintah, dia langsung menggerakkan tubuhnya turun naik seperti naik kuda. Toketnya yang tepat di depan wajahku ikut bergoyang-goyang naik turun seirama gerakan badannya. Kuhisap toket kirinya sementara yang kanan kupijat-pijat dengan lembut sesekali kuputar & kutarik puting merah muda yang sudah keras itu. Sebelum klimaks kedua kalinya kusuruh dia berganti posisi.

Kali ini dia menungging di depanku, ingin main belakang rupanya sekarang. Kumasukkan batang kemaluanku dan tanganku meremas-remas toketnya yang menggantung itu. Genjotanku membuatnya mengerang-erang nikmat sambil terus memacu tubuhnya mengimbangi gerakanku. Butir-butir keringatnya berjatuhan di ranjang.

Setelah 15 menit bermain doggy style, kita orgasme bareng, spermaku menyemprot 2X ke dalam rahimnya. Setelah kami istirahat 1 jam, kami pergi ke restaurant untuk merayakan kehamilan yang pertama ini. Ternyata istriku ke luar negeri tidak hanya untuk menjenguk kakaknya, tetapi juga untuk memeriksa kehamilannya.

Cerita Sex – Desahan Ibu Muda..

Senang hati aku bisa berbagi cerita sex lagi di web tempatceritasex.com dan di bawah ini adalah cerita nyataku yang aku alami dengan ibu kandungku, perkenalkan namaku Wisnu aku masih SMP yang mana wajah aku dan ibu masih terlihat muda ketimbang bapak karena bapak di ketahui umurnya lebih dari 40 tahun sedangkan ibuh 20 an tahun , kenapa bisa begitu sempat aku mendengar cerita dari paman kalau ibuku itu dulu pernah di perkosa sama orang kampung dan yang melakukannya pada kabur sementara waktu itu bapak kamu masih belum dapat jodoh jadi dia menerima keberadaan ibu kamu yang di perkosa tersebut.

Sekarang Ibu tidak mungkin hamil lagi karena Ibu mengalami pendarahan rahim yang sangat parah saat melahirkan aku, itu dikarenakan umur Ibu yang masih sangat muda saat melahirkan aku. Aku sangat menyayangi dan mencintai Ibu disamping itu ada juga perasaanku ingin menikmati tubuh Ibu.

Ibu sangat cantik, dadanya besar, dan kalau setiap melihat Ibu pasti adikku selalu bangun. Apalagi setiap aku melakukan onani dalam anganku aku melakukan hubungan intim dengan Ibu.

“Wisnu kamu berhasil, dan kamu juga mendapat ranking 1” teriak Ibu sambil melambaikan tangan kepadaku.

Pukul 7 malam, kami sekeluarga makan bersama.

“Selamat ya Nu, kamu ingin melanjuntukan ke SMU mana?” tanya Papa.

“Enggak tau Pa” jawabku.

“Kok enggak tau sih, ntar kamu tidak sekolah loh” kata Ibu.

“Ya sudah ntar Papa cariin tapi kamu harus pertahankan prestasimu yaa” kata Papa.

Pukul 8 malam, aku dan Ibu nonton TV bareng. Papa pergi ke Bandung setelah makan tadi karena katanya ada urusan kerja dan Papa akan di Bandung selama 4 hari, dan aku disuruh menjaga Ibu. Ibu tidak berapa lama pergi ke kamar tidur.

“Ibu tidur dulu ya Nu” kata Ibu.

Aku menonton TV acara misteri, aku yang orangnya takut akan hal-hal gaib pergi ke kamar Ibu supaya ditemanin nonton. Aku mendorong kamar Ibu yang ternyata tidak terkunci. Aku sangat takjub melihat Ibu yang sedang tidur karena Ibu tidur hanya memakai BH dan CD. Aku sesak napas tak tahu harus bagaimana karena ini benar-benar kejadian yang tak diduga.

Aku mendekati Ibu, Ibu kalau tidur susah untuk dibangunkan jadi mungkin ini kesempatanku untuk merasakan tubuh Ibu pikirku dalam hati. Dengan perasaan takut kubuka BH Ibu. Begitu terbuka, aku sadar bahwa dada Ibu sangat indah. Dada Ibu tidak kalah indah dengan dada cewek jepang yang aku tonton di blue film. Kuremas-remas kedua dada Ibu dengan ritme kadang keras kadang lembut, kuremas berulang-ulang.

“Akhh.. Akhhh..” desah Ibu walau pelan tapi aku mendengar.

Aku seperti mendapat lampu merah menghisap tetenya kanan kiri secara bergantian sedangkan tangan kiriku kuselipkan ke dalam CD Ibu untuk memainkan vagina Ibu.

“Sshhhhh.. Shhhhh” desah Ibu tangan kiriku yang kuselipkan ke CD untuk memainkan vagina Ibu terkena lendir Ibu yang sudah keluar.

Payudara Ibu yang kuhisap kedua puting Ibu mengeras. Setelah puas menghisap dan menjilat puting Ibu aku membuka CD Ibu yang sudah sedikit basah sama lendir Ibu sendiri. Kujilat, kuhisap dengan keras vagina Ibu dan kumasukkan lidahku ke dalam vagina Ibu.

“Ohhkkk.. Sshhhh” desah Ibu dan lendir Ibu lagi-lagi keluar.

Aku ganti dengan mengocok vagina Ibu dengan jari tangan kanan sementara tangan kiri mengelu-elus klitoris Ibu yang membesar.

“Akhhhh.. Sshhhh.. Okhhhh” desis Ibu agak keras tapi tetap dalam keadaan tidur.

Aku tidak peduli Ibu bangun atau tidak kukocok tangan kananku yang mengocok vagina Ibu dengan cepat.

“Plak.. Plak Plakk” bunyi kocokan vagina Ibu lalu.

“Akhhhh.. Akhhhh. Yaa.. terus.. sampai” gunggam Ibu yang disertai tubuh Ibu mengejang dan mengeluarkan lendir banyak.

Aku tahu pada saat itu Ibu pasti orgasme langsung saja kujilati vagina Ibu yang masih berlendir.

“Wah benar-benar vagina Ibu wangi dan lendirnya enak” kataku kubisikkan ke kuping Ibu yang aku sendiri tidak tahu Ibu masih tidur atau sudah bangun.

Ibu masih mengatur napas karena habis orgasme, tapi aku nekat dengan mencium mulut Ibu dan memasukkan lidah ku ke dalam mulut Ibu. Ternyata Ibu membalas kulumanku dan memainkan lidah Ibu dengan lidah aku, lama sekali kami saling menghisap dan mengulum. Tapi tanganku tidak diam. Tanganku meremas buah dada Ibu, memilin puting Ibu yang menyebabakan Ibu mendesis.

“Okhhhh.. Akhhhhh”.

Tubuh Ibu tiba-tiba mengejang lagi tang menandakan Ibu orgasme untuk ke-2 kalinya.

“Akhhhh.. Okkhhhhh.. Datang.. Nikmat” gunggam Ibu lagi tetapi tidak menampakkan Ibu akan bangun.

Lagi-lagi lendir Ibu keluar. Aku tidak berani membuat Ibu melakukan oral kepadaku karena takut Ibu tahu aku berbuat mesum padanya. Makanya aku langsung memasukkan kontolku ke vagina Ibu yang sudah basah. Walaupun vagina Ibu basah tapi kontolku ynag besar tidak dapat masuk. Aku akui kontolku besar dan panjang tapi setelah kucoba-coba akhirnya dapat masuk.

“Okhhhh… Sshhhhh..” desah Ibu waktu kontolku masuk ke vagina Ibu.

Vagina Ibu sempit, aku sangat sulit menggerakkan kontolku. Vagina Ibu terasa nikmat yang membuat aku melayang syraf-syaraf dan otot-otot vagina Ibu memijit kontolku. Ibu pun seperti cacing kepanasan menggoyangkan pantatnya tidak beraturan yang membuat kontolku akhirnya masuk seluruhnya ke vagina Ibu.

“Akkhh.. Okhh” desah Ibu sambil mengejang dan itu membuat aku kaget karena Ibu orgasme ke-3 kalinya.

Dan cairan Ibu yang keluar agak memudah kan aku melakukan gerakan kontolku di vagina Ibu. Ibu merenggangkan kedua pahanya untuk memudahkan aku menggerakkan kontolku. Mula-mula kukocok pelan-pelan, lalu selanjutnya berirama kadang pelan kadang cepat yang semakin membuat Ibu mengugam.

 “Akhh.. Teruus nikmat.. Yaa” aku semakin bersemangat, mulai menganti posisi Ibu sekarang Ibu telungkup dan pantatnya kubuat menungging, dengan gaya doggie style ini aku merasa nikmat dan Ibu pantatnya mengikuti irama goyangan kontolku, otot vagina Ibu mengedut dan aku yakin Ibu orgasme, ternyata Ibu orgasme untuk ke-4 kalinya.

Aku juga mengedut dan muncratlah spermaku di vagina Ibu, bahkan aku yakin spermaku menymprot rahim Ibu karena kontolku di vagina Ibu selalu kena rahimnya.

“Akhhhh.. Akhhhh” desah Ibu.

Aku tak puas lalu kupangku Ibu dan wajah kami berhadapan lalu kumasukkan kontolku ke vagina Ibu. Plleess.. bunyinya.

“Akkhh..” desah Ibu.

Kukocok dengan berirama, aku dan Ibu orgasme berbarengan sambil kami mengulum. Kudiamkan sebentar kontolku dalam vagina Ibu. Kukeluarkan, plop bunyinya. Kucium kening Ibu dan kuusap rambutnya. Kulihat Ibu sangat lelah dengan keringat yang bercucuran, ku bisikkan ke telinga Ibu.

“Lain kali lagi ya Ma, Ibu sangat enak vaginanya” lalu aku matikan TV dan pergi ke kamar sebelum tidur kulihat jam ternyata jam 3 dini hari aku selesai main sex dengan Ibu.

Kesokannya..

Pukul 17.00, aku berenang dengan santainya, aku tidak canggung kalau bertemu Ibu begitu juga dengan Ibu seperti tidak tahu kejadian semalam.

“Nu Ibu ikut berenang donk” kata Ibu yang begitu aku berbalik melihat Ibu sudah memakai bikini untuk berenang, dan aku yakin bahwa Ibu tidak memakai apa-apa selain bikini itu. Ibu lalu masuk ke kolam dan menuju ke aku.

“Ajarin Ibu berenang donk Nu” kata Ibu agak manja. Aku yang mendapat kesempatan langsung berpikir bagaimana caranya untuk menyetubuhi Ibu lagi.

“Begini ya Ma, Wisnu akan ngajari Ibu tapi Ibu harus nuruti kata Wisnu. Gimana bu, mau enggak?” tanyaku.

“Boleh” kata Ibu sambil tersenyum.

“Pertama kita pemanasan dulu bu” kataku.

Lalu aku membelai dada Ibu yang montok. Aku melihat Ibu diam saja sambil napas Ibu terlihat sesak, aku mulai membuka bikini atas Ibu.

“Jangan nuada Bi Inah dan Bi Pur” kata Ibu.

“Enggak pa.. pa.. Ma enggak ketahuan kok” balasku.

Ibu diam saja, segera aku menjilat dada kanan Ibu dan memilin puting kiri Ibu dengan tangan.

“Akhh… akhh, kamu mulai bandel ya.. Nu” kata Ibu sambil mendesah.

Kucium mulut Ibu dan Ibu membalas dengan memasukkan lidahnya dan menghisap kidahku serta meludahi aku. Kami bermain lidah sangat lama.

“Nu cepet masukin donk, Ibu enggak tahan nih akhh..” kata Ibu.

Aku lalu menaikkan tubuh Ibu ke pinggir kolam lalu membuka bikini yang melindungi vaginanya. Begitu terbuka kulihat lendir Ibu sudah keluar segera saja kuhisap, kujilat dan kumasukkan lidahku dalam vagina Ibu.

“Akkh.. Okhh enak Nu vagina Ibu sangat enak” kata Ibu.

“bu aku kan membuat Ibu lebih baik tapi Ibu tidak boleh main sex dengan siapapun termasuk Papa” kataku sambil mengocok-ngocok vagina.

“Iya Nu, Ibu kan budak sex mu, cepat Dot masukkin kontolmu ke vagina Ibu akkhh.. Sshh” jawab Ibu.

Aku naik ke pinggir kolam lalu mendudukan Ibu di atas pangkuanku dengan wajah kami bertemu “bleess” bunyi kontolku ke vagina Ibu.

“Wah, Ibu sudah bisa ya nampung kontol Wisnu” candaku.

” Kan kemarin sudah latihan ama kamu” kata Ibu.

Lalu aku sadar bahwa Ibu kemarin suka melakukan sex denganku. Dengan semangat kupompa dengan cepat.

“Akkhh.. Yess.. Enak sayang.. terus” teriak Ibu.

Senyumku melebar dan aku pun mencium mulut Ibuku yang dari tadi mendesis dengan disertai pompaanku yang cepat.

“Sayang.. Saayangg Ibu datangg” teriak Ibuku.

Lalu kurasakan mani Ibu menyiram kontolku yang masih memompa Ibu. Tubuh Ibu menegang dan memelukku dengan kuat, tapi tiba tiba Bi Inah kulihat datang.

“Kenapa sayang kamu mau main di kolam sama Ibu?” tanya Ibu.

“Iya bu habis Bi Inah datang”jawabku.

Aku senderan di dinding kolam sedangkan Ibu berhadapan denganku. Ibu lalu masuk ke air dan tanpa kusadari Ibu melakukan oral kepadaku. Ibu hisap, jilat pokoknya Ibu melakukan yang hebat dan membuat aku mendesah.

 “Akhh”.

“Kenapa Den?” tanya Bi Inah. Aku kaget.

“Enggak pa.. pa.. Bi” jawabku.

Lalu Bi Inah ke dalam dan aku orgasme tapi Ibu meminum spermaku sekaligus minum air kolam. Kutarik Ibu.

“Enggak pa.. pa.. bu?” Tanyaku.

Waktu ibu mau menjawab, kucium mulut Ibu dan kumasukkan kontolku ke dalam vagina Ibu dengan gaya aku seperti mengendong Ibu. Lama kami melakukannya dan Ibu memeluk erat-erat, tubuhnya mengejang dan orgasme Ibu untuk ke-2 kalinya. Aku yang masih bangun menyuruh Ibu naik lagi ke luar kolam dan Ibu ku suruh menungging. Kali ini aku masukin kontolku ke lubang pantat Ibu.

“Ma, kita anal sex yuk?” tanyaku.

“Jangan Nu, Ibu belum pernah” jawab Ibu.

Tanpa memperdulikan jawaban Ibu kumasukkan dengan paksa ke pantat Ibu walau pun lama akhirnya masuk juga.

“Penuh Nu.. Sakit” teriak Ibu.

Aku tak peduli tetap kukocok tak berapa lama Ibu menggoyang pantatnya untuk mengimbangi kocokanku.

“Enak Nu.. Shh.. Yang keras Nu” teriak Ibuku.

Kupercepat lajuku, kontolku mengedut dan tubuh Ibu mengejang lalu kami sama-sama orgasme.

“Akhh Ibu datang sayang” teriak Ibu.

“Akhh vagina Ibu enak juga” kataku.

Setelah kami selesai sex. Kami mandi berdua lagi dan melakukan sex lagi. Terus-terusan kami melakukannya dimana ada kesempatan, entah saat mandi, malam ketika Papa keluar kota, di mobil, dan kami juga menyewa hotel jika kondisi tidak aman tapi kami ingin melakukan sex. Pokoknya kami melakukannya setiap hari baik itu dimana tempatnya.

Cerita Sex – Tempat Kost Laknat..

Sebelumnya aku selalu berharap kepada mas Gilang dimana sewaktu pacaran inign di akhiri dengan jenjang yang lebih serius , tapi apa aku juga gak di lamar lamar oleh dia melainkan aku mendapatkan hal lebih jelek dari apa yang aku inginkan, sumpah aku juga tak tahan seperti ini rasa rasanya juga ingin menyelesaikan hidup ku, aku juga gak tau harus bagaimana , maka dari itu aku mencoba menuliskan kisahku yang benar benar nyata.

Perkenalkan namaku Citra aku sudah menganggpa mas gilang sewaktu pacaran seperti suamiku walaupun kami belum menikah, aku sudah merelakan tubuhku buat dia segala macam kenikmatana aku berikan kepada dia tapi akhir akhir ini dia agak cuek dan tak memperhatikanku.

Berawal dari saat aku dan mas gilang melakukan hubungan badan di kamarku , siang itu aku masih ingat rasa rasanya ada yang mengintip di balik jendelaku dari situlah awal mulanya, mas gilang yang sedang bekerja tidak bisa pulang ke kost alasannya sibuk , aku yang sehabis pulang sekolah langsung masuk ke kamarku kebetulan antara kos laki dan perempuan jadi satu Cuma yang perempuan berada di lantai atas.

Jadi kita seperti serumah gitu dengan mas gilang, badan serasa capek dan ingin segera membarignkan tubuhku, saat tiduran tiba tiba saja aku mendapat SMS dari nomer yang tak ku kenal, isinya intinya gini “hai Citra kemarin aku lihat kalian sedang bermain sama mas gilang kan?? Membaca sms itu aku pun jadi kaget ,siapa ini dan maksutnya apa”??

“maaf kamu siapa , aku bales seperti itu. Dia cepat sekali membalasnya.

“jika ingin tau kamu turun saja, dan jangan tau siapa siapa kalau kamu kasih tau video yang ada di HP aku akan aku sebar,

“hmmm video apaan , apa saat berhubungan dengan mas gilang kemarin itu yang dia maksut”

Tubuhku langsung gemetaran, mungkin wajahku juga pucat. Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku mencoba tenang, lalu ku balas smsnya lagi, ‘Mau kamu apa sich?’. ‘Saya di kamar nomor 14, cepetan’, cuma itu isi dari smsnya.

Sedikit penasaran aku akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari kamar kost ku dan coba turun ke bawah. Dengan langkah yang sedikit berat karena aku ketakutan, aku memaksakan diri mencari kamar nomer empat belas tersebut.

‘Tok tok tok’, aku mengetuk pintu kamar kost nomor empat belas itu, lalu segera saja dibuka, dan tampak seorang pria berdiri di dalam mempersilahkanku masuk. Wajahnya aneh, berperawakan kurus kerempeng, dengan kacamata tebal, kulit putih dan rambutnya yang sedikit kribo, seperti seorang kutu buku. Aku tidak begitu mengenalnya, namun aku pernah melihatnya berseragam anak kuliahan. “Masuklah…”, katanya sambil tersenyum, lalu pintu ditutup dan dikuncinya.

“Mau mu apa?”, aku bertanya langsung.

“Tenang… Santai dulu… Duduk gih…”, katanya sambil menunjuk ke arah kasur. Kamarnya sedikit berantakan, tidak ada tempat duduk selain berduduk di kasurnya.

Aku pikir kalau dia macam-macam, aku bisa melawannya, apalagi tubuhnya kerempeng begitu, aku juga bisa saja teriak minta tolong.

“Nama aku Putra…”, dia memperkenalkan diri sambil ingin berjabat tangan denganku. Aku menghiraukannya, aku berjalan ke arah pintu sambil berkata,

“Kalau ga ada urusan, aku pergi…”.

“Eits, tunggu dulu… Justru itu yang mau aku bicarakan denganmu…”, katanya coba menahanku.

Aku sedikit bingung, ia bergegas mengambil laptopnya lalu dinyalakan, “Aku mau upload video, makanya aku mau minta ijin kamu dulu…”, katanya semakin membuatku tambah bingung.

“Sini…”, pintanya agar aku mendekatinya, lesehan di lantai samping kasurnya itu, ia mulai mengutak-ngatik laptopnya itu, kuperhatikan apa yang ingin ia tunjukkan padaku.

Sangat kaget bagiku, ia membuka sebuah folder yang penuh dengan daftar video, sekilas kubaca judulnya merupakan video-video porno bertuliskan nama berbau Jepang. Lalu discrollnya hingga ke bawah dan diklilnya satu file yang membuatku hampir pingsan melihat itu. “Darimana lu dapat?!”, tanyaku keras.

 “Boleh ga saya kirim?”, tanya Putra.

“Hapus ga lu?!”, perintahku.

“Hahaha, enak saja…”, jawabnya membuatku sangat-sangat marah, ingin sekali aku melempar laptopnya itu. Video yang ia tunjukkan itu adalah video hubungan seks ku bersama Mas Gilang.

“Aku pengen lu layani aku, atau aku sebarin video ini…”, ancam Putra. Sial pikirku, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin melayani pria cabul ini. Putra senyum-senyum sambil memainkan alisnya naik turun sehingga kacamatanya ikut bergerak.

“Tapi mas…”, aku coba menjelaskan. Sungguh gawat jika Putra menyebarkan video itu. “Saya banyak soft copy nya, kamu tak perlu cari cara buat ngelak deh…”, jelas Putra semakin membuat aku kebingungan.

“Saya beli saja semua copyan mu itu…”, tawarku mencoba membujuk Putra. “Hehehe, lu mau bayar berapa duit? Aku cuma butuh kehangatan…”, ujarnya.

Aku pun sangat terpaksa. “Di siang bolong gini?”, tanyaku. “Tenang aja cantik, lu cukup nyepongin aku aja kok…”, balas Putra. Aku tidak punya pilihan lain, aku coba melihat sekitar, kamar Putra tertutup rapat.

“Tenang aja, rahasia lu bakal aku jaga baik-baik…”, kata Putra sambil membuka resleting celananya dan mengeluarkan kontolnya.

Astaga, luar biasa besar dan panjang, tidak sebanding dengan tubuhnya yang kurus kerempeng, bahkan kontolnya lebih besar dari milik Mas Gilang yang bertubuh tegap sedikit kekar.

“Oke, cepetan ya”, jawabku resah ingin cepat-cepat pergi dari kamar ini. Putra pun segera duduk di ranjang, sedangkan aku berlutut di depannnya. Lalu perlahan ku kocok kontolnya itu dengan tanganku. Besar sekali dengan dihiasi urat-urat besar di sekelilingnya.

“Cantik banget lu kayak artis saja…”, puji Putra sambil membelai rambutku.

“Eits, apa-apaan ini?”, aku terkaget setelah beberapa menit mengocok kontolnya, ternyata sedari tadi Putra merekam ku dengan menggunakan hp. “Tenang aja cantik, ini aku simpan buat pribadi…”, jawabnya.

“Ga!”, jawabku sambil melepaskan tanganku dari kontol besarnya. Ia pun tampak cemberut, ia menjawab dengan nada sedikit mengancam,

“Ini buat koleksi pribadi! Kalau video yang tadi itu buat konsumsi umum!!!”. Mendengar itu aku kembali lemah, tidak ada yang bisa kuperbuat kecuali kembali mengocok kontolnya.

“Nah gitu dong…”, kata Putra. “Kalau kamu sudah putus dengan pacarmu itu, Mas Putra siap jadi cadanganmu… Hehehehe”, lanjutnya sambil kembali mengambil video saat aku tengah mengocok kontolnya dengan tangan.

Aku masih sedikit jijik jika harus menyepongnya. Semoga Putra bisa segera berejakulasi sehingga aku tidak perlu menyepongnya.

Sekitar lima belas menit, Putra belum juga berejakulasi. Dan tampak dia sudah tidak tahan, ia kemudian menjambak rambutku dan menarik kepalaku hingga mengentuhkan wajahku ke kontolnya. Aku memang sudah tahu apa yang dia inginkan. Aku pun terpaksa membuka mulutku, dan membiarkan kontol besar itu masuk ke dalam mulutku.

“Ahhh….”, desah Putra merasakan nikmat. Aku perlahan menyepongkan kontolnya itu. Kontolnya besar sehingga memenuhi semua rongga mulutku.

Putra sangat menikmatinya, tampak matanya merem merasakan hangat dan nikmat di kontolnya. Sesekali ia mengecek hp nya agar tidak salah menyorot ke arah kontolnya.

Sungguh membosankan, aku harus menyepong kontol seseorang yang tidak ku kenal, apajadinya jika Mas Gilang tahu dengan keadaanku. Sudah masuk ke menit tiga puluh, tampaknya Putra sudah mulai masuk ke klimaks, ia tampak menggigit bibir atasnya, tangan satunya tetap memegang hp untuk menyorotiku namun satu tangannya sudah mencengkram kepalaku, ia kemudian mengejang, dan akhirnya ia berejakulasi dengan posisi kontolnya masih tertancap di mulutku.

Aku tidak bisa melepasnya, tangannya mencengkram kuat kepalaku, hingga seluruh spermanya memenuhi mulutku, amis, aku sangat jijik, terasa mual ketika Putra memaksaku untuk menelan semua sperma yang ia semprotkan itu.

Perlahan ku rasakan kontolnya mulai melemah. Mengecil, lalu Putra menariknya lepas dari mulutku, cairan putih meler dari samping bibirku. Aku segera melapnya, ingin sekali cepat-cepat pergi dari sini. Putra bangkit sambil merapikan celananya kembali, ia berjalan ke arah pintu dan membukanya,

tugasku selesai, Putra mempersilahkanku keluar,

“Terima kasih”, katanya ketika aku menuju pintu itu. Sungguh rendah rasanya, aku merasa ternoda, apalagi Putra berpesan,

“Lain kali ke sini lagi ya kalau aku minta…”.

Hari itu aku sangat lelah, lelah pikiran dan perasaan. Aku putuskan untuk beristirahat, ketika Mas Gilang pulang, entah apa harus aku menceritakannya atau merahasiakannya. Aku tidak berani, aku sempat berpikir harus pindah kost, namun ku pikir ulang mungkin Putra akan mendapatkan alasan untuk mengirim videoku di dunia maya ke seluruh jagat raya ini.

Ku coba tenangkan diri dan tidur di sore itu. Hingga malam aku terbangun, baru saja jam 19:45, aku mendengar suara sms, entah itu dari Mas Gilang atau Putra. Aku sedikit ogah untuk membukanya, namun kembali terbesit ancaman Putra yang akan mengupload videoku, aku pun terpaksa melihat sms itu.

Benar, itu sms dari Putra. ‘Sini donk’, isi sms itu. Aku kembali bingung, apa yang harus aku lakukan, dengan perasaan penuh dengan keterpakaaan aku pun turun ke lantai bawah.

Kost kami sedikit bebas dikarenakan pemiliknya jarang ke sini. Pikirku daripada Putra nekad mengupload video itu, lebih baik aku menurutinya saja. Aku pun sampai di depan pintu kamar Putra. Dan ku ketok, Putra sudah menantikan kedatanganku.

Pintu terbuka, hanya Putra sendiri saja di dalam sana, ia sudah siap dengan hanya mengenakan sehelai handuk, tubuh kurusnya yang masih basah menunjukkan sepertinya ia baru selesai mandi.

“Citra cantik banget malam ini…”, katanya. Aku sebenarnya risih sekali,

“Cepatlah, Citra mau istirahat..”, balasku. Putra langsung saja mengunci pintu kamar.

“Ayo lepas semua!”, perintahnya memintaku membuka pakaianku.

“Loh, Citra ga bisa! Cukup sepong saja!”, aku menolaknya.

“Ya sudah…”, balas Putra lalu membuka kunci pintunya kembali, “Silahkan kembali ke kamarmu…”, dengan nada sedikit mengancam membuatku ketakutan.

Sial, aku tidak bisa berbuat apa-apa, hatiku bergejolak kuat, ingin rasanya aku menangis. “Tapi…”, kataku.

“Terserah maunya gimana…”, kata Putra. Air mataku mulai mengalir, sungguh hina diriku, barusan tadi siang aku sudah merendahkan diriku untuk menyepongkan kontolnya, kali ini dia meminta lebih.

Takut video ku disebarkannya di internet, aku pun dengan sangat-sangat terpaksa memohon, “Tapi jangan apa-apai aku ya…”, kataku.

“Aku kan suruh lu buka pakaian!”, jawab ketus Putra, sepertinya dia jengkel denganku.

“Baiklah…”, jawabku, lalu Putra kembali mengunci pintu kamarnya diikuti diriku yang mulai melucuti pakaianku sendiri.

Wajah Putra terlihat kegirangan, dengan senyum cabulnya ia berkata, “Semuanya…”, aku pun terpaksa membuka bra beserta celana dalamku. Putra berjalan mendekat, kulihat handuknya sudah sedikit terangkat karena kontolnya yang mengeras.

Ia menelan ludah sambil melihat tubuhku secara mengeliling. Aku sedikit menutupi tubuhku dengan tanganku, Putra mencoleknya, dari pinggang, punggung, paha hingga dada dicolek-coleknya.

“Hehehe”, ia cengesan sambil memperhatikan tubuhku. Saking sibuknya ia berkeliling memperhatikan tubuhku, handuknya terjatuh, dan terpampang jelas lah kontol besarnya itu.

“Dadamu masih segar ya…”, dicuil-cuilnya seperti mencolek puding, Putra sangat tertarik dengan susuku yang putih dan masih cukup kecil ini, dengan puting yang masih sedikit kemerahmudaan, Putra semakin tertarik hingga berkali-kali menelan ludah. Lalu ia juga mencolek-colek selangkanganku, jembutku yang masih sedikit jarang itu pun dibelai-belainya.

Aku sudah mulai terbiasa menerima perlakuan ini, aku sudah tak mungkin berbuat apa-apa lagi, hanya membiarkan Putra menikmati tubuhku ini. Semakin dekat ia memandang, akhirnya dia pun memberanikan diri menjamah susuku,

“Wuuih kenyal banget…”, kata Putra dengan perlahan. Hingga kedua tangannya ku biarkan meremas-remas kedua belah payudaraku itu.

Beberapa menit meremas dadaku sepertinya Putra sudah mulai bosan, ia pun kemudian memelukku, dadanya mengenai susuku, dan kontolnya pun mengeras dekat selangkanganku. Putra lalu menciumi bibirku, aku sedikit jijik, namun apa boleh buat, aku harus merelakan bibirku disentuh bibirnya daripada aku harus merelakan tubuhku dilihat semua orang di dunia maya. Apalagi aku tahu, Mas Gilang seorang polisi, itu akan menjadi aib baginya jika video kami tersebar.

Putra melahap bibirku seperti orang yang kerasukan, kurasakan ludahnya sudah banyak masuk ke dalam mulutku. Ia memelukku erat, hingga ia benar-benar tidak tahan lagi. Ia kemudian mendorongku jatuh ke kasur, Putra segera menindihku, lalu kembali menciumi bibirku hingga beberapa saat hingga kemudian ia melahap susuku.

Aku mulai takut ketika Putra mulai membuka kakiku, ia mulai menjelajahi liang memekku dengan jarinya. Aku mulai menangis karena aku ketakutan, sesuatu yang harus kujaga kini menjadi mainan Putra, jarinya mulai menusuk hingga ke lubang memekku. Aku merasa kotor, walaupun aku sudah memberikan tubuhku pada Mas Gilang, namun aku tidak terima harus diperlakukan secara begini.

“Jangan…”, aku mencoba mendorong Putra, karena ia sudah bosan mengoral memekku dengan jarinya setelah beberapa menit. Putra sudah mulai mengarahkan kontolnya ke memekku, tentu saja aku ketakutan, aku mencoba melawan. Air mataku mulai menetes karena aku tidak mampu melawan Putra, walau pun tubuhnya kurus, namun tindihannya kuat, aku tidak bisa bergerak.

“Tolong jangan….”, aku memohon dengan terisak-isak. Air mataku terus mengalir. “Hmm, pakai kondom aja deh kalau Citra takut…”, katanya lalu ia bangkit dan mencari kondom di laci mejanya.

Antara ketakutan dan sedikit lega, paling tidak Putra tidak bisa menghamiliku jika ia menyemprotkan spermanya di dalam liang memekku. Setelah memakai kondom tersebut, Putra langsung saja kembali menidihku, aku hanya terdiam, kututup mataku, aku tidak bisa berpikir apalagi yang harus aku lakukan, kecuali pasrah membiarkan Putra menyetubuhiku hingga ia puas.

Putra mulai memasukkan kontolnya yang terbalut kondom le dalam memekku, sedikit sakit, sepertinya ukuran kontol miliknya sedikit merobek dinding memekku.

“Aaaargggggghhhh….”, rintihku kesakitan. Putra pun terlihat menikmatinya, dengan senyum cabulnya ia mulai menggerakkan bokongnya hingga kontolnya terasa memompa di dalan liang memekku.

Air mataku tidak berhenti menetes, sakit terasa hatiku bagai disiram air comberan, aku resah, aku malu, aku merasa jijik. Aku membiarkan tubuhku bergerak mengiringi gerakan genjotan Putra.

“Tubuhmu nyaman sekali say…”, puji Putra sambil mendesah di telingaku. Aku tidak bisa sabar lagi menunggu waktu, sudah cukup lama dia menggenjotku. Mungkin sudah satu jam lebih aku berada dalam kamar kost ini.

Tubuh ku lelah terus-terusan digenjot Putra yang sedari tadi belum berejakulasi. Mungkin dia telah meminum obat kuat sebelum memaksaku ke sini.

Pikiranku sedikit berkunang-kunang. Aku akhirnya terlelap sebentar tak merasakan lagi sakitnya dinding memekku yang ditusuk kontol besar Putra. Mungkin hanya terlelap sekitar tiga puluh menit, aku terkaget karena Putra masih belum selesai menyetbuhiku, dan saking kagetnya ada sosok seorang pria yang berdiri di samping sambil menonton.

“Apa-apaan ini?”, tanya ke Putra. Dia hanya tersenyum, lalu ku perhatikan wajah pria itu, ternyata dia adalah Deki, pria yang kost di samping kamar Putra.

“Dia sudah bangun Put”, kata pria itu kepada Putra sambil menonton Putra menyetubuhiku.

Hatiku benar-benar hancur, kini ada seorang pria lagi yang sudah melihat tubuhku ini. “Baguskan, masih fresh…”, kata Putra. Aku pun mulai kembali berlinang air mata, entah apa dosa ku hingga diperlakukan seperti ini. Putra juga entah telah menggunakan obat apa yang membuatnya bisa setangguh ini.

“Lu mau cobain ga bro?”, tanya Putra kepada Deki. Aku segera menutupi kedua buah susu ku yang kecil dengan tanganku, sambil menangis aku menggeleng-geleng, berharap Deki tidak termakan ajakan Putra.

Sambil menepuk pundak Putra, Deki pun berkata, “Lain kali bro, aku capek hari ini, tadi kerjaan banyak…”, lalu ia keluar dari kamar kost.

Syukurlah, aku sudah tidak kuat sekarang, hanya bisa menunggu Putra menyelesaikan kemauannya. Aku kembali mengistirahatkan badanku kembali membiarkan Putra melanjutkan genjotannya hingga beberapa menit, dan Putra pun berhasil berejakulasi dengan menyemprotkan spermanya dalam kantong kondom yang ia kenakan.

“Hehehe, jangan kapok ya layani aku…”, kata Putra lalu menarik lepas kontolnya dari memekku. Aku ketakutan, badanku gemetaran, tanpa banyak bicara aku segera mengambil pakaianku dan mengenakan kembali.

Dengan tergesa-gesa aku pun meninggalkan kamar itu, kamar laknat, aku takut penghuni kost mengetahui kejadian ini, sudah cukup Putra mengerjaiku, aku takut Deki juga meminta bagian.

Putra tersenyum melihatku gelagapan pergi meninggalkan kamar kostnya. Aku segera balik ke kamar dan mandi. Aku jijik dengan diriku ini. Besok mungkin aku harus menyiapkan rencana untuk pindah dari kost ini, bahkan kalau bisa harus pergi dari kota ini sebelum Putra kembali mengerjaiku.

Cerita Sex – Main Bertiga Seru Juga..

Kisah ini sudah terjadi lama saat masih musim bermain di warnet dan Seperti biasa jika bertemu dengan Weekend caraku mengisi hari dengan kongkow di sebuah warnet, mulai pukul 6 malam aku menuju ke tempat biasa dan masuk ke bilik warnet sambil membuka email email yang masuk, sambil bermain chat dan download film terbaru.

Waktu itu hujan deras sekali , saat aku keluar dari bilik untuk mengambil minuman soft drink aku melihat wanita yang mau masuk ke warnet, terlihat dari pakaiannya basah mungkin habis kehujanan kulihat salah satu wanita yang memakai baju putih itu snagat menerawang sehingga BH nya terlihat dari baju putihnya.

Sedangkan cewek yang satunya memakai celana pendek dengan baju berwarna biru, mereka berdua memiliki ukuran toket yang lumayan besar, ke dua wanita itu masuk ke bilik tepat di depan meja saya, sambil chat aku lirik lirik ke pandangan cewek tersebut, karena pada saat itu aku melihat pahanya yang putih bersih, Pada jam 20:00, listrik di warnet itu padam. Para penjaga warnet terlihat sibuk memberitahu bahwa listrik akan segera menyala dan meminta agar netter sabar.

Tetapi 30 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan menyala sehingga sebagian netter merasa tidak sabar dan pulang. Sedangkan saya masih di dalam warnet dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak bisa karena di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor. Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras.

Mereka hanya bisa duduk di sofa yang disediakan pihak warnet (sofa yang digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat samar-samar akibat emergency light yang terlampau kecil, mungkin karena sudah malam dan takut tidak bisa pulang. Melihat kejadian itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi dingin akibat angin yang masuk dari lubang angin di atas pintu. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa.

Ternyata mereka enak juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Ratri (baju putih) dan Yola (baju biru). Lagi enak-enaknya ngobrol kami dikejutkan oleh seorang cewek yang masuk ke dalam sambil tergesa-gesa.

Dari para penjaga yang saya kenal, cewek tadi adalah pemilik warnet. Saya agak terkejut karena pemilik warnet ini ternyata masih muda sekitar 25 tahun, cantik dan sexy. Cewek tadi menyuruh para penjaga pulang karena listrik tidak akan nyala sampai besok pagi. Setelah semua penjaga pulang, cewek tadi menghampiri kami.

“Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya..” kata cewek yang punya nama Tania ini. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door.

“Saya bantu Mbak,” kataku.

“Oh, nggak usah repot-repot..” jawabnya. Tapi aku tetap membantunya, kan sudah di beri tempat berteduh.

Setelah selesai aku menyisakan satu pintu kecil agar kalau hujan reda aku bisa lihat. “Ditutup saja Dik, dingin di sini..” kata Tania, dan aku menutup pintu itu. Entah setan mana yang lewat di depanku, otak ini langsung berpikir apa yang akan terjadi jika ada tiga cewek dan satu pria dalam sebuah ruangan yang tertutup tanpa orang lain yang dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalam.

Aku kembali duduk di sofa sambil berbincang dengan mereka bertiga jadi sekarang ada empat orang yang tidak tahu akan berbuat apa dalam keremangan selain berbicara. “Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju..” kata Tania.

Aku bertanya dengan nada menyelidik, “Mbak tinggal di sini ya?” “Iya, eh kalian di atas aja yuk supaya lebih santai, lagian baterai lampu sudah mau habis, ya..” katanya. Kami bertiga mengikuti Mbak Tania ke atas. Warnet itu terdapat di sebuah ruko berlantai tiga, lantai satu dipakai untuk warnet, lantai dua dipakai untuk gudang dan tempat istirahat penjaga, lantai tiga inilah rumah Tania.

Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yang akan menghentikan kita apabila pintu tidak dibuka, setelah masuk kami tidak merasa berada di sebuah ruko tapi di rumah mewah yang besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Tania bilang dia akan mandi dan menyalakan sebuah notebook agar kami bertiga tidak bosan menunggu dia mandi.

Ternyata notebook itu tidak memiliki game yang bisa membuat kami senang. Tapi aku sempat melihat shortcut bertuliskan tempatsex, aku menduga ini adalah permainan, ketika kubuka ternyata isinya adalah cerita yang membuat adikku berdiri.

Ratri dan Yola pun agak malu melihat cerita-cerita itu. Tapi yang membuat aku tidak tahan adalah mereka tidak memperbolehkan aku menutup program itu dan mereka tetap membaca cerita itu sampai habis. Aku pun hanya bisa terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. Setelah selesai membaca, Ratri merapatkan duduknya dan aku bisa merasakan benda kenyal menempel di lengan kananku.

Yola pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku. Sambil mereka melihat cerita yang lain, aku merasakan sakit di dalam celanaku. Aku sudah tidak bisa konsentrasi pada cerita itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Ratri membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Yola membuka kaosnya dengan alasan kaosnya basah dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat tubuh mereka, sambil membetulkan posisi adik, aku mengatakan kalau hawanya memang panas dan aku membuka baju juga.

Kini tangan mereka berdua dirangkulkan di tengkukku, aku semakin panas karena lenganku merasa ada dua benda kenyal yang menghimpit tubuhku dari kiri dan kanan. Akhirnya jebol juga iman ini, aku menaruh notebook itu di meja di depanku dan aku menciumi Ratri dengan nafsu yang sudah memuncak, Ratri pun tak mau kalah sama seranganku, dia membalas dengan liar.

Sedangkan Yola sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Tangan kiriku kulingkarkan pada Yola dan mulai meremas buah dada yang masih tertutup BH itu, sedangkan tangan kananku kulingkarkan di tubuh Ratri dan memasukkan ke dalam BH dan meremas buah dadanya. Yola mulai membuka celanaku dan menghisap penis yang sudah tegang itu.

“Ouhh.. mmhh.. yahh..” aku mulai menikmati jilatan Yola pada kepala penisku. Ratri pun jongkok di depanku dan menjilat telurku. Aku hanya bisa pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Kemudian Tania keluar dari kamar dengan selembar handuk menutupi tubuh, dia menarik meja di depanku supaya ada cukup tempat untuk bermain.

Tania berlutut sambil membuka celana Ratri. Setelah celana Ratri lepas, dia mulai menghisap vagina Ratri. “Ooohh.. Ssshh.. ahh..” Ratri mendesah. Tak lama kemudian Ratri membalikkan tubuhnya dan sekarang posisi Tania dan Ratri menjadi “69″.

Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Yola dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka aku langsung menghisap vagina yang sedang merah itu. “Auuhh.. Ooohh.. Sayang..” desahan Yola semakin membuatku bernafsu.

Dengan segera aku mengarahkan penisku ke vagina Yola, dan mulai menusukkan secara perlahan. Yola merasa kesakitan dan mendorong dadaku, aku menghentikan penisku yang baru masuk kepalanya itu. Selang agak lama Yola mulai menarik pinggangku agar memasukkan penis ke vaginanya, setelah masuk semua aku menarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali secara perlahan-lahan.

“Ahh.. ayo Sayang.. ohh.. cepat..” Aku pun mulai mempercepat gerakanku. Dari tempatku terlihat Ratri dan Tania saling menggesek-gesekkan vagina mereka. “Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh..” desahan Yola berubah menjadi teriakan histeris penuh nafsu.

Tak lama kemudian Yola mencapai orgasme, tapi aku terus menusukkan penis ke arah vagina Yola.

“Gantian donk, aku juga pingin nih..” kata Ratri sambil menciumi bibir Yola. Aku pun menarik penisku dan mengarahkan ke vagina Ratri setelah dia telentang.

Ketika penisku masuk, vaginanya terasa licin sekali dan mudah sekali untuk masuk, rupanya dia telah mengalami orgasme bersama Tania. Tampaklah Yola dan Tania tertidur di lantai sambil berpelukan. Sedangkan aku terus menggenjot tubuh Ratri sampai akhirnya Ratri sudah mencapai puncak dan aku merasakan akan ada sesuatu yang akan keluar.

“Aahh..” suara yang keluar dari mulutku dan Ratri. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya. Setelah kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Ratri dan Yola. Tania sekarang sudah menikah dan tetap tinggal di ruko itu. Sedangkan aku masih sibuk dengan urusan kerja dan tidak pernah ke warnet itu lagi karena sudah ada sambungan internet di rumahku.