Cersex – Percintaanku Dengan Ibu Kandungku..

Cerita ini sebenarnya sangat malu aku ceritakan karena ini termasuk aib yang ingin aku tutup rapat-rapat namun karena sudah tidak tahan aku simpan lama-lama daripada aku menyesal seorang diri akhirnya aku beranikan diri untuk mengungkapkanya kepada rekan-rekan yang ingin mendengar kisah percintaanku dengan ibu kandungku sendiri!!

Dari judul yang aku cantumkan, aku yakin para pembaca bisa dengan mudah menebak inti dari ceritaku ini. Tapi yang ingin aku ceritakan adalah bagaimana sampai tabu ini terjadi. Mengapa aku bisa sampai terlampau melewati batas norma-norma masyarakat dengan melibatkan diriku dengan kelainan seks yang istilah ilmiahnya bernama incest. Kejadian ini terjadi sewaktu mamaku sedang berlibur ke kota Perth sambil menjengukku.

Aku lahir di Jakarta tahun 1989. Di saat itu mamaku baru berusia 17 tahun. Mama kawin muda karena alasan berbagai macam. Papa kandungku berasal dari latar belakang yang cukup berada dengan bisnis/toko-toko electronic yang lumayan terkenal di Jakarta. Kehidupan rumah tangga kami kurang begitu harmonis. Papa sangat sibuk mengurus toko yang mana cabangnya di mana-mana. Untung saja mama adalah fulltime housewife (ibu rumah tangga). Saat ini mamaku baru saja berusia 36 tahun, dan masih tampak cantik dan berkulit putih bersih.

Di Jakarta, kami hanya memiliki satu pembantu rumah tangga, tidak seperti rumah-rumah tangga yang lainya, yang bisa memiliki lebih dari 2 pembantu rumah tangga. Aku hanya anak tunggal, jadi cukup dengan 1 pembantu rumah tangga saja.

Aku mengalami puberitas sewaktu masih duduk di bangku 2 SMP. Aku mengenal yang namanya blue film, cerita stensilan, dan game computer porno dari teman-teman seperguruan. Kami sering kali bertukar blue film, atau barang-barang pornografi. Sepertinya inilah yang membuatku menjadi sedikit abnormal dengan masalah seksualitas, ditambah dengan kejadian-kejadian aneh di rumah yang sering aku alami.

Posisi kamarku bersebelahan langsung dengan kamar papa/mama. Di tengah malam di saat ingin membuang air kecil, aku sering mendengar desahan mama/papa di saat mereka sedang menikmati malam suami-istri mereka. Pertama-tama aku sangat amat jijik dan risih mendengarnya, kemudian menjadi biasa, dan pada waktu aku menginjak saat SMA/SMU, aku malah menjadi penasaran saja apa yang mereka lakukan di balik pintu kamar.

Di kamar mama ada kipas angin yang menempel di dinding yang digunakan untuk membuang udara dalam kamar keluar. Mama/papa sering lupa menutup kipas angin tersebut di saat menyalakan AC.

Baca cerita sex lainya di http://www.orisex.com

Suatu malam, papa/mama sedang ‘gituan’ di dalam kamar, dan mereka lagi-lagi mereka lupa menutup kipas angin mereka. Aku menjadi penasaran, dan ingin mengintip apa yang sedang mereka lakukan di dalam kamar. Aku mendengar jelas suara mama sedang mendesah dan mengeluh panjang, seperti atau mirip dengan wanita-wanita yang pernah aku tonton di film-film bokep. Aku menjadi sedikit kelainan, ingin sekali dan penasaran ingin melihat wajah mama di saat sedang di-’gituin’ oleh papa.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengintip, meskipun aku rasa takutku akan kepergok masih sama besarnya pula. Aku tarik kursi belajarku pelan-pelan, kemudian aku taruh pas di bawah kipas angin. Dengan perlahan-lahan aku naik ke kursi belajar, dan mencoba mengintip sedikit demi sedikit. Untunglah situasi di luar kamar kami tampak gelap, hanya lampu di luar rumah saja yang masih menyala, sehingga bisa mereka tidak mungkin dapat melihat sosokku di balik kipas angin.

Kamar mama masih tampak remang-remang, hanya lampu di samping ranjang mereka yang sedang menyala, namun masih tampak jelas seisi ruangan kamar mereka. Kakiku seperti lemas langsung melihat mama merebah di atas ranjang dengan selangkangannya terbuka lebar-lebar. Aku hanya melihat punggung papa yang penuh dengan peluh keringat dan papa tampak asyik memainkan pinggulnya maju mundur di selangkangan mama. Kedua tangan mama meremas-remas selimut tipis, matanya terpejam, dan bibir mama hanya berkomat-kamit seakan-akan menahan geli dan nikmat yang luar biasa. Jujur saja jantungku berdegup kencang, dan aku pun ikut bernafsu melihat mereka sedang asyik di sana.

Setelah beberapa menit kemudian, tubuh papa tiba-tiba bergetar sedikit, dan papa mulai membuka suara yang amat pelan seperti memberikan aba-aba kepada mama dan mama hanya mengangguk saja seperti mengerti apa yang akan terjadi. Tak lama dari aba-aba papa, tiba-tiba tubuh papa bergetar hebat, dan pinggulnya menekan dalam-dalam ke dalam selangkangan mama. Mama pun sama, seperti sedang keenakan, mama menempelkan kedua telapak tangannya ke pantat papa, dan menekannya dengan kencang, seperti ingin agar yang sedang masuk di selangkangan mama itu tertanam dalam-dalam. Mama mengeluh panjang, begitu juga dengan papa. Papa memeluk mama yang sedang merebah di atas ranjang, sambil menciumi leher mama dengan penuh nafsu.

Karena takut kepergok, aku cepat-cepat turun dan kabur dari sana. Biasanya seabis keluhan panjang mama/papa, karena paling tidak salah satu dari mereka pasti keluar dari kamar. Paling sering mama yang keluar dulu dari kamar, dan langsung ke kamar mandi.

Malam itu aku ngga bisa tidur. Sosok mereka terbayang-bayang di dalam otakku. Mama yang begitu cantik dan lembut, tampak binal dan merangsang sekali di saat ‘begituan’ dengan papa. Seperti singa betina yang haus dengan nafsu birahi. Untunglah papa juga singa jantan yang mampu memuaskan singa betina yang haus itu.

Sejak saat itulah, aku tumbuh sedikit demi sedikit menjadi aneh. Aku suka sekali membayangkan tubuh mamaku sendiri. Aku tau bahwa ini sangat tidak benar. Puberitasku semakin berapi-api. Aku sering sekali mengintip mamaku mandi atau sesekali mengintip sewaktu dia sedang ganti baju di kamarnya. Aku tidak lagi mengintip aksi papa dan mama di dalam hari, karena ada perasaan ngga senang atau jealous.

Tetapi kelainan yang aku alami ini aku simpan sendiri, dan tiada satupun teman atau orang lain yang mengetahui sifat kelainanku ini. Perlu yang para pembaca ketahui, bahwa aku masih suka menonton film biru, dan masih terangsang saja melihat wanita lain dalam keadaan terlanjang di film biru atau mengenakan pakaian seksi di tempat umum. Namun, di samping itu, aku pun juga suka melihat mamaku sendiri dalam keadaan terlanjang. Aku lebih memilih untuk berdiam diri, karena apabila bersuara sekali, bisa heboh dan rusak nama baikku.

Aku cukup memendam perasaan aneh ini lebih dari 3 tahun. Setelah tamat SMA, aku langsung memutuskan untuk kuliah di kota Perth. Aku berangkat ke sana sendirian, dan sempat tinggal di homestay selama 3 bulan, kemudian aku memutuskan untuk tinggal di apartment sendiri dengan alasan kebebasan.

Beberapa minggu setelah aku tinggal di apartment, mamaku memberi kabar bahwa dia akan datang menjengukku sekalian jalan-jalan di negeri Australia. Rencana awal mama akan datang bersama papa dan adik mama. Namun seperti biasanya, alasan sibuk papa selalu saja menjadi penghalang utama untuk tidak ikut dengan mama. Adik mama sebenarnya ingin sekali datang, tapi karena saudara sepupuku (anak dari adik mama) terkena cacar air, jadi urunglah niatnya untuk datang bersama mamaku.

Aku jemput mamaku di airport hari Minggu pagi. Cuaca saat itu lumayan sejuk, dan mungkin terasa dingin untuk mamaku yang datang langsung dari kota Jakarta yang panasnya minta ampun. Aku bawa jaket cadangan, jaga-jaga apabila mungkin mama kedinginan sewaktu keluar dari airport. Saat itu aku sedang liburan pertengahan tahun selama 3 minggu. Jadi kunjungan mama ini tepat pada waktunya.

Betapa gembiranya bisa bertemu mamaku lagi setelah beberapa bulan berpisah. Setelah berpelukan melepas kangen/rindu, kami kemudian naik taxi menuju apartementku. Selama perjalanan kami banyak berbincang-bincang. Mama lebih banyak bertanya daripada aku, terutama tentang bagaimana kehidupanku selama jauh dari orang tua.

Tak lebih dari setengah jam, kami sampai di apartmentku. Setelah membayar uang taxi, kami langsung naik lift menuju kamar apartmentku. Kamar apartmentku hanya ada 1 kamar, dan karena aku baru beberapa minggu pindah di apartment ini, aku belum banyak membeli perabotan rumah. Ruang tamuku hanya ada TV dan 1 bean bag sofa. Aku belum sempat membeli sofa beneran.

“Ricky, kamu kok jorok banget! Apartmentmu berantakan sekali.” sambil mecubit pipiku. Aku hanya tertawa saja.

“Sekarang mama mau kemana? Mau sarapan dulu?” tanyaku.

“Mama pengen tidur-tiduran dulu deh. Tadi mama sudah sarapan di pesawat. Ricky kalo mau sarapan, mama bikinin dah.” tawar mama.

“Hmmm … ngga usah dah … Ricky beli aja di Mc Donald. Breakfastnya lumayan kok. Mama tidur aja dulu.” jawabku.

Mama lalu menggangguk, dan aku pun berangkat membeli breakfast meal di Mc Donald. Aku memutuskan untuk sarapan di tempat saja, daripada di bawa pulang.

Setengah jam kemudian aku pulang ke apartment. Suasana di apartementku hening. Kulihat bagasi mama sudah terbuka, aku bisa memastikan mama sudah ganti pakaian. Kemudian ku cek kamarku, kulihat mama sedang tidur pulas di atas ranjangku. Aku membiarkan dia beristirahat dulu. Sambil menunggu mama bangun, aku menghabiskan waktu browsing-browsing Internet di laptopku.

Selang 3 jam kemudian, mama tiba-tiba keluar dari kamar.

“Ricky, kamu lagi ngapain?” tanya mama sambil mulutnya menguap ngantuk.

“Lagi main Internet, ma. Mama sudah lapar belon? Sudah jam 2 siang loh.” tanyaku.

“Belum seberapa lapar sih. Emang Ricky mau makan apa?” tanya mama balik.

“Hmmm … Ricky mau ajak mama makan di restoran Thailand deket sini. Enak banget deh, mama pasti doyan.” ajakku.

“Ok, mama ganti baju dulu yah” singkat mama. Aku pun menggangguk dan bersiap-siap diri.

Mama mengambil baju lagi dari tas bagasinya, dan kemudian masuk ke kamar untuk ganti pakaian. 5 menit kemudian mama keluar dari kamar. Siang itu mama mengenakan kaus ketat, dan celana jeans. Tampak dada montok mama menonjol. Aku jadi sedikit risih melihatnya, meskipun dalam hati ada perasaan senang. Mama tampak seperti wanita yang baru berumur 25 tahunan. Padahal saat itu mama sudah berumur 35 tahun.

Hari itu aku mengajak mama jalan-jalan melihat kota Perth. Mama tampak hepi menikmati liburannya. Tidak bosan-bosannya mama mengambil foto dan sesekali meminta orang yang sedang lewat untuk mengambil foto bersamaku. Dengan wajah mama yang tidak seperti wanita berumur 35 tahun, kami seperti terlihat sedang pacaran saja.

Kami jalan-jalan sampai larut malam, dan kami kembali ke apartment sekitar jam 11 malam lebih. Badanku amat letih, begitu juga dengan mama. Aku senang sekali mama bisa datang ke sini. Selain aku bisa dimanja, aku juga bisa mengajaknya jalan-jalan kemana-mana.

“Mama mandi dulu aja.” suruhku sambil memberi handuk bersih ke mama.

Sewaktu aku sedang unpacking barang belanjaan kami seharian, tiba-tiba terdengar suara mama sedikit teriak.

“Ricky, ini gimana ngunci kamar mandi. Kok mama ngga liat ada kunci di sini?” tanya mama penasaran sambil tubuhnya dibalut handuk.

Kulihat pundak dan paha mama yang benar-benar mulus.

“Di sini emang sudah biasa ngga ada kunci di kamar mandi, ma. Sudah biasa aja orang sini.” jawabku.

“Iya, tapi mama ngga biasa.” protes mama kemudian balik ke kamar mandi.

Tak lebih dari 10 menit, mama keluar dari kamar mandi. Malam itu mama mengenakan kaus ketat dan celana boxer yang amat pendek (kira-kira 20 cm dari lutut), sehingga tampak paha mama yang putih mulus dan juga kedua payudaranya yang menonjol karena kaus ketatnya.

Mama kemudian duduk disebelahku seakan-akan melihat sedang apa aku di depan laptopku. Bau sabun wangi terhirup dengan jelas dari tubuh mama. Bau sabun yang tidak asing lagi bagiku.

“Ricky, kenapa kamu belon beli sofa?” tanya mama.

“Belon sempat aja ma.” jawabku santai.

“Besok mau beli sofa? Mama beliin deh.” tawaran mama.

“Boleh aje …” jawabku santai.

“Ricky, sono mandi. Mama pinjam laptop dulu, mau emailin papa dulu.” sambung mama lagi. Tanpa perlu dikomando, aku kemudian bangkit dari bean bag sofa, dan langsung menuju kamar mandi.

Di dalam kamar mandi, diotakku sempat keluar pikiran jorok. Aku berpikir ingin mengintip mama mandi besok, mumpung tidak ada kunci di kamar mandi apartementku ini.

Setelah selesai mandi dan mengeringkan rambut, kulihat mama masih asyik chatting dengan papa. Aku diminta mama juga ikutan membaca chattingan mereka.

Jam telah menunjukkan pukul 1 pagi. Aku tidak kuat lagi menahan rasa kantuk. Aku berpamitan untuk tidur dulu. Mama masih terlihat asyik ber-chatting ria dengan papa.

Karena aku masih belon punya sofa beneran, malam itu aku tidur bersama mama di satu ranjang. Untung tempat tidurku itu ukuran queen bed, jadi cukup luas untuk 2 orang. Untung mama tidak sungkan atau risih dengan ide tidur satu ranjang. Mungkin karena anak sendiri mungkin mama tidak menaruh curiga atau risih.

Malam itu aku tidur nyenyak sekali, karena sehari sebelum-nya aku kurang tidur karena harus menjemput mama pagi-pagi di airport.

Tepat pukul 8 pagi, aku membuka kedua mataku perlahan-lahan. Sang surya telah terbit dengan cerahnya dibalik gorden/kerai kamar. Aku merasakan ada sesuatu yang lembut dan empuk ditangan kananku. Perlahan-lahan aku menoleh ke kanan, tampak mama yang masih tertidur lelap di samping kananku sambil memeluk lengan kananku. Terasa hangat dan empuk payudara mama di lengan kananku. Baju ketat yang mama kenakan itu terkesan tipis ditambah dengan mama yang tidak mengenakan BH, sehingga terasa betul kekenyalan payudara mama. Wajah mama bersembunyi dibalik lengan kanan atasku, sedangkan paha kanannya menimpa paha atasku. Namun, kedua tubuh kami masih terbungkus selimut tebal.

Pagi itu lumayan dingin, jadi ini mungkin instinct mama (dibawah sadar) untuk mencari kehangatan. Jadi tanpa sadar dia memeluk lenganku, agar merasa hangat.

Perasaanku tidak karuan rasanya. Biasanya setiap bangun tidur, mr junior pasti juga ikut bangun. Tapi pagi ini mr junior bangun dalam keadaan yang benar-benar keras. Aku memilih untuk diam seperti patung. Aku tak ingin goyang sedikit pun. Takut apabila aku goyang sedikit, mama bakalan merubah posisinya lagi.

Jam menunjukkan pukul 9 kurang. Berarti aku telah hampir 1 jam lamanya diam seperti patung. Posisi mama pun tidak berubah pula, malah lebih mengencangkan pelukannya dan paha mulus mama sekarang mendarat di perutku. Mr junior alias batang penisku tertimpa paha mulusnya. Namun bukan berarti mr junior bakalan loyo, justru kebalikannya – makin tegang saja. Jantungku berdegup kencang, karena pikiran kotorku telah meracuni akal sehatku.

Tangan kiriku mulai bangkit dan memutuskan untuk bergerilya di paha kanan mama.

Perlahan-lahan aku mengelus-elus dengkulnya, selang beberapa lama kemudian aku mulai mengelus-elus pahanya. Sungguh susah kupercaya, bahwa paha yang mulus tanpa borok ini adalah milik mamaku sendiri. Aku semakin bersemangat mengelus-elus paha mama. Tubuh mama masih tidak bereaksi. Aku semakin berani dan nekat.

Kini jarak elusan tanganku semakin melebar. Pertama dari dengkul, kemudian merangkak maju sampai ke batas celana boxer mama, sekarang mulai masuk ke celana boxernya.

Hanya dalam hitungan beberapa menit, tubuh mama mulai bereaksi perlahan-lahan dan kesadaran mama pun mulai bangkit perlahan-lahan pula.

“Hmmm … Ricky … kamu lagi ngapain? Geli loh!” tanya mama sambil terkantuk-kantuk, tapi masih memeluk lenganku.

“Anu … Ricky lagi elus-elus mama.” jawabku seadanya plus sedikit panik.

“Ehmm … kalo mau elus-elus mama, punggung mama aja atau rambut mama. Jangan di paha, geli banget di sana.” kata mama.

“Jadi ngga enak?” tanyaku penasaran.

“Bukan ngga enak sayang, tapi geli aja. Enak sih enak, tapi jadinya lain …” ucapan mama stop.

“Lain apanya?” tanyaku lagi.

“Pokoknya lain enaknya. Jangan di sana lagi deh.” pinta mama.

Aku kemudian menghentikan gerilyaku, dan kembali menjadi patung lagi. Aku tidak tau apakah mama merasakan tonjolan mr junior di pahanya atau tidak. Kalo dipikir secara logika, dia pasti merasakan tonjolan keras dibalik celana tidurku, karena pahanya tepat mendarat di sana. Tapi dia tidak beraksi apapun.

Setelah itu, mama tidak bisa lagi tidur. Jadi kami akhirnya ngobrol-ngobrol di atas ranjang dengan posisi yang sama pula.

Sudah hampir 1 jam kami ngobrol di atas ranjang, akhirnya aku meminta mama untuk mandi dulu, karena hari ini kita mau jalan-jalan lagi. Mama kemudian bangkit dari tempat tidur, dan menuju kamar mandi.

5 menit kemudian, aku pun bangkit dari tempat tidur. Kupikir sambil menunggu mama selesai mandi, lebih baik aku menyiapkan sarapan pagi (roti panggang pake selai strawberry).

Setelah berjalan beberapa langkah dari pintu kamar, aku dikejutkan oleh sesuatu di depan mataku.

Kudapat pintu kamar mandi tidak tertutup rapat oleh mama. Ini adalah kesengajaan atau tidak, aku tidak tahu.

Akal sehatku mulai berkelahi dengan akal kotorku. Akal sehatku menyuruhku untuk tidak melihat dibalik pintu yang tidak tertutup rapat itu dan segera langsung menuju ke daput, sedangkan akal kotorku mengatakan kalo hanya mengintip sebentar tidak ada ruginya. Alhasil dari perkelahian akal sehat melawan akal kotor, pemenangnya adalah akal ngga sehatku alias akal kotor.

Aku berjalan sambil berjinjit-jinjit, agar langkah kakiku tidak terdengar olehnya. Kudorong perlahan-lahan pintu kamar mandi yang tidak tertutup rapat tersebut. Posisi shower di kamar mandi tepat disamping pintu kamar mandi. Shower cubic/ruang shower di kamar mandi terlapisi oleh kaca yang bening. Sehingga dapat terlihat dengan jelas siapapun yang mandi di sana.

Kubuka pintu kamar mandi hanya sekitar 1.5 centimeter lebarnya, dan mata kananku perlahan-lahan mulai mengintip lewat celah sempit tersebut.

Hanya sekilas saja, aku langsung menelan ludah, dan jantungku kembali berdegup kencang. Antara takut dan bergairah menjadi satu. Takut apabila nanti kepergok mengintip mandi, dan bergairah karena menonton tubuh bugil mama sedang mandi. Mr junior alias batang penisku kembali mengeras. Napasku jadi tidak beraturan.

Kulihat mama sedang membilas rambutnya dengan shampoo dengan mata yang terpejam, kemudian setelah itu menyabuni tubuhnya (dari dada, perut, punggung, tangan, dan kakinya) dengan shower gel. Oh … sungguh indah pemandangan saat itu. Begitu sempurna tubuhnya di umurnya yang masih 35 tahun.

Hampir 10 menit lamanya aku berdiri termangu di depan pintu kamar mandi. Jantungku terus menerus berdegup dengan kencang-nya. Mr junior pun ikut nyut-nyuttan alias menegang pada tegangan yang paling tinggi.

Tiba-tiba mama memutar kran showernya, pertanda mandinya telah selesai. Aku dengan segera lari-lari berjinjit-jinjit menuju dapur. Sesampai di dapur, aku lupa apa tujuan awalku di dapur. Aku hanya membuka-buka lemari di dapur dan kulkas. Mengambil makanan apa saja yang aku lihat.

Tak lama kemudian mama keluar dari kamar mandi dengan santainya dan menuju ke dapur. Tidak tampak di raut wajahnya adanya perasaan kaget atau curiga. Sikap mama biasa-biasa saja sambil berjalan mendekatiku.

“Ricky, kamu mau bikin apa?” tanya mama santai.

“Oh ini … Ricky mau bikin breakfast dulu. Mama siap-siap aja dulu. Kita keluar setengah jam lagi.” jawabku.

“Iya sudah, sini mama yang bikinin, kamu mandi dulu deh. Biar ngga buang-buang waktu.” perintah mama.

Selama di kamar mandi, bayangan tubuh mama tadi yang sedang bugil sambil mandi tidak dapat dengan mudah lepas dari pikiranku. Aku dibikin pusing oleh pikiran jorok ini. Tetapi di dalam hati kecilku berharap agar hari-hari berikutnya aku masih bisa mengintipnya paling tidak sekali atau dua kali, dengan harapan mama mungkin lupa menutup kamar mandinya lagi.

Hari itu kami menghabiskan waktu berjalan-jalan di kota pinggiran dan sempat mampir ke toko furniture untuk membeli sofa. Namun sayang sekali sofa yang kami pilih tersebut masih harus menunggu sekitar 2 minggu untuk bisa diantar ke rumah, karena kami memilih warna sofa yang sedang tidak ada stok barangnya. Jadi si toko tersebut harus membuat yang baru. Bagiku 2 minggu menunggu tidak ada masalah, karena ide untuk membeli sofa bukan datang dariku. Tidak ada sofa pun aku masih bisa bertahan hidup, karena pada dasarnya aku hanya tinggal sendirian saja.

Karena mama bakalan tinggal di Australia ini lebih dari 2 minggu, kami sempat mampir ke travel agent terdekat untuk mencari-cari info tentang holiday di Sydney, Gold Coast, Melbourne, dan Hobart (Tasmania). Namun hari itu kami masih belon memberikan keputusan akan berlibur di kota yang mana. Aku secara pribadi ingin sekali mengunjungi kota Sydney dan bermain-main di theme park di Gold Coast. Kalo mama antar Sydney atau Melbourne. Karena masih belum ada keputusan yang solid, kami tidak mem-booking dulu pake holiday tersebut.

Tak terasa kami seharian keluar rumah. Sesampai di rumah pukul 8 malam. Malam itu kami membeli makanan take away untuk makan malam kami. Terlalu letih untuk makan di restoran lagi, dan terlalu letih untuk memasak di apartment. Jadi membeli makanan take away adalah pilihan yang tepat. Mama membeli paket sushi kesukaannya, dan karena aku tidak doyan sushi, aku membeli paket bento yang berisi nasi, ayam terayaki, dan sayur mayur.

Kami makan sambil ngobrol santai. Kalo dengan mama ada saja yang bisa diobrolkan. Dia sepertinya banyak sekali bahan pembicaraan. Dari cerita kehidupannya, kehidupan papa, dan kehidupan teman-temannya. Termasuk kehidupanku sewaktu masih kecil.

Jam telah menunjukkan pukul 10 malam.

“Besok kita mau ke mana?” tanya mama.

“Hmm … terserah mama. Besok mau coba main golf ngga? Di sini banyak orang Indo pula yang datang untuk bermain golf di sini.” ajakku.

“Tapi mama ngga bisa maen golf. Papa tuh jago maen golf.” puji mama.

“Iya kita ke sana aja. Kita maen aja yang asal pukul aja … namanya Driving Range.” jawabku lagi.

“Ok.” jawab mama singkat.

Aku pun segera beranjak dari meja makan, dan membereskan piring-piring kotor. Mama pun beranjak dari meja makan, kemudian menuju laptopku.

“Mama mau emailin papa dulu yah. Moga-moga dia online. Jadi mama ngga perlu telp. Ricky mandi dulu abis cuci piring yah?!” ujar mama.

Selama aku mencuci piring, suasana menjadi sedikit hening. Mama terlalu berkonsentrasi dengan laptopku menulis cerita tentang kegiatan kita seharian lewat email. Pikiran jorokku mulai kambuh lagi di saat aku sedang asyik mencuci piring. Di dalam hati kecilku juga berharap agar malam ini mama lupa lagi menutup rapat pintu kamar mandinya. Pikiran jorok dan harapan yang tidak tau malu ini masih meracuniku di saat aku sedang mandi malam.

“Ma, Ricky dah selesai mandi. Mama mandi dulu deh.” suruhku.

“Iya, ntar rada tanggung.” jawab mama.

Aku pun duduk bersila di samping mama. Kulihat monitor laptopku. Mama sedang mengetik panjang email tentang kegiatan kami seharian. Dari makan pagi sampai makan malam. Tapi aksiku di pagi hari yang mengelus-elus paha mama jelas tidak diceritakan di email tersebut.

Setelah email itu dikirim, mama pun beranjak dari bean bag sofa dan langsung menuju kamar tidur untuk menata oleh-oleh yang dibelinya seharian dan juga mengambil pakaian tidur barunya sebelum mandi. Aku diam-diam mengamati gerak-gerik mama. Aku berpura-pura mondar-mandi di dapur untuk mencari camilan dan minuman ringan. Sesekali aku masuk ke kamar tidur dengan pura-pura mengambil buku atau mengambil apa aja. Berlagak pura-pura sibuk.

Setengah jam kemudian, mama keluar dari kamar tidur dan menuju kamar mandi. It is the moment of truth (inilah moment yang ditunggu-tunggu).

“Takkk … ” begitulah bunyi pintu kamar mandi. Suara pintu yang tidak begitu keras. Aku mencoba untuk tidak bertindak terlebih dahulu.

Setelah menunggu 5 menit lamanya, aku bangkit dari bean bag sofa-ku dan berjalan berjinjit-jinjit menuju ke kamar mandi untuk mengecek keadaan pintu kamar mandi.

Sesampai di depan kamar mandi, entah mengapa hatiku menjadi girang tak karuan. Sekali lagi, pintu kamar mandi tidak mama tutup dengan rapat. Aku mulai menaruh sedikit kecurigaan dengan kelakuan mama ini. Aku curiga apa ini dilakukan dengan sengaja olehnya. Karena pertama, pintu kamar mandi tidak rusak, dan bisa tertutup dengan rapat apabila memang mau ditutup. Kedua, tadi pagi sewaktu mama selesai mandi, semestinya dia sadar apabila pintu kamar mandi tidak tertutup rapat, bahkan terbuka 1.5 centimeter. Apabila dikata yang tadi pagi itu adalah suatu kesalahan, tidaklah mungkin akan mama lakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

Jantungku kembali lagi berdegup dengan kencang, namun kali ini perasaan takutku menjadi sedikit berkurang dibanding yang pagi hari. Karena diotakku telah ada asumsi bahwa ini adalah suatu kesengajaan dari mama. Sekali lagi aku sedang menikmati pemandangan indah yang kurang lebih mirip seperti yang pagi hari.

Ketika aku sedang asyik menonton pemandangan yang indah penuh nafsu itu, tiba-tiba kran shower tiba-tiba dimatikan olehnya. Inilah sinyal untuk segera kembali ke tempat asalku yang tadi. Aku berpura-pura memandangi layar monitor laptopku, namun otak bersihku masih belum sepenuhnya sadar. Aku berpura-pura membuka berita-berita di Internet.

Tidak sampai 5 menit sejak kran shower dimatikan, mama muncul dari kamar mandi. Aku berpura-pura sibuk.

Bau wangi yang tidak asing lagi semakin lama semakin mendekat. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara dibelakang.

“Papa online ngga?” tanya mama.

Alamak … aku kaget sekali dan hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat di sampingku. Mama tiba-tiba bertekuk lutut di sampingku sambil melihat layar monitor laptopku dengan tubuhnya yang setengah basah hanya terbungkus handuk sambil memegang baju kotornya. Aku sampai sempat melongo dengan tingkah mama malam itu. Selama ini belum pernah aku melihat kondisi mama yang seperti ini sewaktu aku masih di Indonesia. Bisa dikatakan kondisi mama saat itu setengah terlanjang. Bahu dan dada atasnya yang putih mulus tampak terlihat dengan jelas.

Aku berpura-pura cool atau bisa dikatakan sok cool. Seperti cuek aja dengan kelakuan mama malam itu.

“Nup, papa ngga online.” jawabku santai.

“Ehmmm … apa belum pulang papa dari kantor?” tanya mama heran.

“Coba aja mama sms papa.” jawabku lagi.

“Iya dah gampang. Mama mau coba packing oleh-oleh lagi deh.” serunya sambil meninggalkan ruang tamu, kemudian menuju kamar.

Aku memutuskan bahwa asumsiku tidaklah salah. Ini pasti ada unsur kesengajaan mama. Aku semakin penasaran saja apa sebenarnya rencana dia.

Otakku semakin berperang, batinku tidak tenang. Positive dan negative tidaklah lagi seimbang. Otakku semakin menjurus ke negative thinking.

Satu jam kemudian, suasana di dalam rumah menjadi hening. Aku tidak mendengar suara gaduh dari kamar tidurku. Yang aku dengar hanya kipas angin laptopku saja. Kulihat jam sudah lewat pukul 12 malam. Aku berjalan pelan-pelan menuju ke kamar, kulihat mama sudah tidur di atas ranjang dengan lampu yang masih menyala.

Aku mematikan laptopku, kemudian sikat gigi, bersiap-siap untuk tidur pula. Besok adalah hari yang panjang lagi. Banyak kegiatan dan aktifitas yang ingin aku lakukan dengannya. Kumatikan lampu kamar tidur, dan kemudian naik ke ranjang dan cepat-cepat menutup selimut.

Aku susah sekali untuk tidur, sudah 15 menit aku membolak-balikkan badanku, mencari posisi yang enak untuk tidur. Otakku yang sebelumnya berpikiran jorok, sekarang menjadi nakal. Entah ada dorongan dari mana, tiba-tiba aku ingin sekali menjahili mama malam itu.

Kucoba memepetkan tubuhku dengan tubuhnya dibalik selimut. Posisi tidur mama sedang terlentang. Perlahan-lahan tangan kananku mendarat ke paha kirinya. Aku diam sejenak seperti patung. Setelah mengatur nafasku, aku mencoba mengelus-elus paha kirinya dengan lembut. Aku kembali teringat kata-kata mama apabila pahanya dielus-elus memberikan kesan yang berbeda enaknya. Aku menjadi penasaran dan ingin tahu perasaan berbeda yang seperti apakah yang dimaksud mama pagi itu.

Setelah lama aku elus-elus paha kirinya, tidak ada reaksi yang berarti darinya. Kucoba naik sedikit mendekati pangkal pahanya. Untung saja malam itu mama mengenakan celana boxer yang sama seperti kemarin malam. Jadi mengelus-elus daerah paha atasnya atau daerah pangkal pahanya tidaklah sulit. Hanya beberapa menit saja, aku merasakan ada reaksi dari tubuh mama. Kedua kakinya mulai sedikit bergerak-gerak. Seperti menahan geli yang nikmat.

Aku semakin berani dan mulai sedikit kurang ajar. Seakan-akan berasumsi bahwa ini adalah lampu hijau, aku semakin nekat saja jadinya. Mr junior kembali menjadi tegak. Nafasku menjadi terputus-putus. Telapak tanganku berusaha mencapai pangkal paha kirinya, dan setelah merasa sudah mentok di sana, kujulurkan jari tengahku untuk menyelinap di balik celana dalam mama.

Ketika sampai pada mulut kemaluannya atau mulut vaginanya, aku merasakan jelas bulu pubis atau istilahnya jembut mama sudah basah, dan hanya dengan hitungan detik tiba-tiba … “Plakkk” … sakit sekali.

“RICKY … kamu kok kurang ajar sekali ama mama.” bentak mama setelah menampar pipiku.

“Kamu ini belajar dari mana sampai kurang ajar seperti ini.” bentaknya lagi.

Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak bisa melihat wajah mama yang sedang marah karena suasana kamar telah gelap. Aku takut bercampur malu. Tapi rasa takutku lebih banyak daripada rasa maluku.

“Ricky … jawab pertanyaan mama. Kamu kok bisa kurang ajar ama mama.” desak mamaku.

Aku mati kutu, benar-benar tidak tau harus menjawab apa. Karena memang tidak ada yang mengajariku untuk berbuat kurang ajar seperti itu. Ingin menceritakan kepadanya bahwa aku sering melihatnya ‘bermesraan’ dengan papa, kayaknya sudah tidak mungkin. Karena mungkin itu akan membuatnya semakin marah dan malu. Aku menjadi pasrah saja dengan keadaan.

“Anu … anu … Ricky ngga tau mama.” jawabku pasrah.

“Kalo ngga tau kenapa kamu kurang ajar sekali dan nekat gitu.” tegas mama.

Aku menyesal sekali karena asumsiku ternyata salah total.

Akhirnya aku memilih untuk menyerah dan menceritakan apa yang sedang aku alami sewaktu masih di Indo, dan kelainan aneh yang aku alami dari pertama sampai akhir. Mama mendengarkan dengan seksama dan menderung untuk mendengarkan. Aku bercerita tentang diriku yang aneh dan kejadian-kejadian aneh yang aku alami ini dari A sampai Z cukup lama. Aku menafsir kira-kira 2 jam lamanya aku menceritakan semua isi hatiku ini kepadanya.

Yang mengherankan, justru setelah aku menceritakan semuanya ini, beban perasaan yang aku simpan bertahun-tahun ini langsung lenyap. Meskipun aku tahu bahwa yang mendengarkan ceritaku ini adalah mamaku sendiri.

Setelah ceritaku berakhir, mama hanya diam saja. Tidak ada omelan, ocehan, atau bentakan darinya lagi. Tingkah mama seolah-olah mengerti, memaklumi, dan seolah-olah seperti menemukan jawaban yang dia nanti-nantikan.

Mama kembali merebahkan tubuhnya kembali di atas ranjang sambil membelakangiku. Suasana kembali hening. Aku juga ikut berbaring di atas ranjang. Mataku masih belum terpejam, dan sedang merawang-rawan di atas langit-langit kamar yang gelap. Aku menghela nafas panjang. Kecewa, malu, lega, dan takut menjadi satu.

Kondisi mama pun juga sama, dia juga tidak bisa tidur. Meskipun dia sedang membelakangiku, namun tubuhnya tidak pernah diam. Seperti mau begini tidak enak, mau begitu tidak enak. Aku tidak tau apa yang sedang mama pikirkan, dan aku juga tidak berani bertanya macam-macam lagi. Aku memilih untuk diam dulu.

Tiba-tiba mama membalikkan badannya, dan tanpa aku duga tiba-tiba tangan kanan menyelinap di bawah celana tidurku dan langsung menggenggam penisku yang masih loyo dengan gampang dan cepatnya. Perlu diketahui bahwa aku sampai sekarang ini tidak pernah memakai celana dalam sewaktu tidur, karena alasan kenyamanan saja bila melepas celana dalam waktu tidur. Terang saja tidak sulit baginya untuk menemukan posisiku penisku di balik celana tidurku.

Terus terang aku kaget setengah mampus dengan gelagat mama malam itu. Aku tidak pernah menyangka sama sekali apa yang sedang dia lakukan sekarang. Dengan cepatnya dia menggenggam penisku.

“Mama … ” seruku kaget setengah protes.

“Sssttt … Ricky tenang aja. Anggap ini bonus.” bisik mama. Aku kembali diam, dan membiarkan apa rencana yang akan mama buat malam itu.

Penisku perlahan-lahan mulai mengeras, karena ternyata mama mengganti genggamannya dengan kocokan-kocokan lembut. Jantungku kembali berdegup kencang. Nikmat sekali kocokan-kocokan lembut dari tangannya. Sangat berbeda dengan kocokan tanganku sendiri sewaktu sedang ingin ber-onani.

“Ahhh … ” desahku. Tanpa bisa aku kontrol desahan ini tiba-tiba keluar dari mulutku.

Tak lama kemudian, mama menaruh air liur sedikit di telapak tangannya dan mengocok-kocok lagi penisku. Alamak … kali ini kocokan lebih nikmat dari yang tadi. Air liur mama membuat licin kocokan tangannya, membuatku semakin keenakan dibuatnya.

“Ahhh … ahhh …” desahku makin menjadi-jadi, penisku makin lama makin mengeras. Mama tidak berkomentar sama sekali, dan tetap saja dengan santainya mengocok-kocok penisku. Aku kemudian melepas total celana tidurku, agar memberikan keleluasaan dan ruang lebih lebar untuk memainkan irama kocokannya terhadap penisku.

Kira-kira lebih dari 10 menit, mama sibuk mengocok-kocok penisku, tetapi aku belum menunjukkan tanda-tanda ingin berejakulasi. Nafas mama terdengar sedikit capek.

Tanpa berpikir panjang lagi, aku menampik tangan mama dari penisku dan aku bangkit menimpa tubuh mama.

“Ricky … mau apa kamu?” tanya mama heran.

“Pengen cobain ma.” jawabku singkat.

“Rickyyy … ini mama … mana bisa begitu. Ini ngga boleh. Tabu kan?!” protes mama.

“Tapi Ricky pengen banget ma.” jawabku lagi sambil berusaha menarik lepas celana boxer mama. Yang membuatku semakin berani, mama tidak berusaha menahan ulahku itu. Setelah aku tarik celana boxernya, tanpa pikir panjang lagi aku tarik pula celana dalamnya dengan secepat mungkin.

Kini mama sudah terlanjang bawah, dan aku pun juga terlanjang bawah. Kemudian kulebarkan selangkangannya agar aku bisa memasukkan penisku ke dalam memek mama. Tiba-tiba kedua tangan mama menutup lubang memeknya.

“Pijitin mama dulu dong?!” minta mama. Mendengar itu aku menjadi sedikit kecewa, meskipun sebenarnya mama telah memberikan lampu hijau kepadaku.

Tanpa banyak bicara, mama membalikkan badannya ke posisi telungkup, pertanda ingin dipijit dahulu. Akhirnya aku mengalah dan berusaha untuk bersabar dulu.

Kupijit leher belakangnya, kemudian turun menuju punggung atas dan turun lagi ke punggu bawah berirama. Aku duduk di atas pantat mama dengan penisku masih saja tegang. Sambil memijitnya, aku juga berupaya menggesek-gesek penisku di celah-celah pantat mama. Memberikan sensasi yang nikmat bagiku. Dan ternyata mama sangat menyukai pijitanku.

“Hmmm …” dengung mama pertanda dia sangat menikmati pijitanku ini.

Tak lama kemudian dia bangkit dari posisinya yang telungkup tadi. Aku mengira dia mau menyuruhku mengakhiri pijitannya. Tapi diluar dugaan, dia melepas baju tidurnya bersama BH-nya tanpa berucap satu kata pun. Aku dapat melihat tubuh bugilnya di balik remang-remang. Sungguh indah tubuh mamaku ini, kataku dalam hati.

Mama akhirnya kembali lagi dengan posisi telungkupnya, berharap untuk kembali dipijit lagi. Seperti kerbau dicucuk hidungnya, aku kembali ke pekerjaanku semula.

Kupijit lagi leher belakangnya, kemudian turun menuju punggung atas dan turun lagi ke punggu bawah berirama. Aku juga masih terus menggesek-gesekkan penisku di celah-celah pantat mama. Kudengar lagi dengungan nikmat darinya.

Aku sekarang menjadi berani. Kucoba mengarahkan ujung penisku di celah dalam pantatnya, berharap aku bisa menemukan bibir memeknya. Mama tidak protes dengan tingkahku itu, dan masih tetap diam. Sambil tetap memijit-mijit punggungnya, aku mencoba mendorong-dorong pinggulku, berharap ujung penisku mampu menembus masuk ke bibir memeknya.

Usahaku ini ternyata tidak terlalu sulit. Karena ternyata bibir memek mama telah menyambut kedatangan penisku dengan kondisinya yang telah basah dan lembab. Aku berhasil menancapkan penisku sedalam 2 centi ke dalam liang memeknya.

“Ahhh … Ricky … kok dimasukkin?” tanya mama pura-pura protes. Aku memilih untuk berpura-pura tidak mendengarnya, dan melanjutkan misiku lagi.

Kali ini aku dorong batang penisku dengan paksa, agar terbenam semuanya di dalam memek mama.

“Ohhh …” guman mama.

Memek mama terasa basah sekali, lembab, dan licin. Kini aku menghentikan pijitanku, dan kedua telapak tanganku aku gunakan untuk menjadi tumpuan tubuhku agar tidak menindih tubuh mama. Dengan posisinya yang masih telungkup, aku setubuhi mamaku.

“Ceplak … ceplak …” bunyi seperti tamparan datang dari pantat mama karena aku menyetubuhinya dari belakang dengan posisinya yang masih telungkup.

“Rickyyyyy … ahh … ahh … geli sayang …” desahan mama pun makin lama makin menjadi-jadi.

Kukocok terus liang memek mama non-stop. Mama seperti cacing kepanasan, dia remas semua yang ada disekitarnya. Korban yang paling kasihan adalah si bantal, karena dengan posisinya yang telungkup, mama secara praktis nyaris tidak mampu bergerak lebih banyak, sepertinya pasrah menerima hantaman-hantaman nikmat dari batang penisku di dalam liang memeknya.

Remasan tangannya terhadap si bantal semakin menguat, dan tiba-tiba tubuh mama mengejang. Sesaat kemudian dia menutup mukanya dengan bantal sambil mengerang keras.

“Errghhhhhh …” erang mama di balik bantal dengan kerasnya. Mama berusaha meredam erangannya dibalik bantal. Aku menghentikan goyangan pinggulku karena tubuh mama dalam kondisi yang menegang dari biasanya, dan memberikan waktu untuknya mengerang sepuas-puasnya.

“Huh … huh … huh …” nafas mama mulai tidak beraturan seperti baru saja berlari sejauh 2 km tanpa berhenti.

Setelah nafasnya mulai terlihat sedikit stabil, mama membalikkan tubuhnya menjadi terlentang.

“Ricky … kamu bener-bener anak mama yang paling nakal. Pertama berani kurang ajar ama mama, sekarang berani-beraninya gituin mama.” kata mama sambil melebarkan selangkangannya, membuka pintu agar penisku bisa masuk kembali.

Mendengar ucapan mama ini, aku tersenyum di dalam keremangan kamar. Kini kamarku penuh dengan hawa nafsu birahi milikku dan mama. Aku sempat berpikir betapa nikmatnya melakukan perbuatan tabu ini bersama mamaku sendiri.

Aku melepaskan baju tidurku yang masih melekat di tubuhku dan kemudian tanpa basa-basi lagi, aku kembali menembak masuk batang penisku ke dalam memek mama lagi.

“Slep …” bunyi penis memasuki liang memek yang sedang pada posisi basah 100%.

Kembali aku menyetubuhi mamaku lagi dengan posisi tubuhnya yang terlentang dengan membuka selangkangannya selebar-lebarnya.

“Ahhh … ahhh … sayang … ” desah mama penuh nafsu.

Setiap kata desahan yang keluar dari mulutnya seperti memberikan aliran listrik yang mengalir di tubuhku. Memberikan dentuman-dentuman nikmat disekujur tubuhku.

Tiba-tiba tubuhku sedikit bergejolak dan penisku seakan-akan mengembang sedikit. Inilah pertanda bahwa permainan tabu ini akan segera berakhir. Aku semakin mempercepat goyanganku dan gesekan penisku semakin aku percepat. Kelicinan liang memek mama sangat membantu proses percepatan gesekan dari penisku, dan memberikan sensasi yang makin lama semakin nikmat.

“Ricky sayang … kamu mau datang yah?” tanya mama.

“Iya … mama kok bisa tau?” tanyaku heran.

“Ricky … ini mamamu … mama tau segalanya tentang anaknya … ” jawab mama sambil terus mendesah.

“Ehm … ” responku.

Aku sudah akan mencapai klimaks. Aku tau ini tidak akan lama lagi.

“Ricky boleh keluar di dalam?” tanyaku.

“Di mana pun yang kamu mau sayang … ” jawab mama mesra.

Aku menjadi semakin gila rasanya. Kecepatan gesekan penisku semakin aku tambah. Suara desahan mama pun semakin membabi buta dan tidak terkontrol lagi. Tubuhnya kini kembali menegang seperti sebelumnya.

“Ricky … mama mau dapet sayang … ahhh ahhh” kata mama yang semakin kacau.

Aku merasa telah mencapai 80% mendekati klimaks, dan aku merasa pula sepertinya sebentar lagi mama akan meletup sebelum aku mencari klimaks.

“Ahhh … ahhh … Ricky … udah mauu keluarrrr belonnn?” tanya mama seperti cacing kepanasan.

“Ntar … ntar lagi …” jawabku dengan nafasku yang mulai terputus-putus.

Baru saja aku selesai bicara, tiba-tiba kedua tangan mama mendarat di dadaku dan kedua ibu jarinya mengosok lembut puting susuku.

Ulah mama ini memberikan kejutan mendadak terhadap tubuhku. Rasa geli dan nikmat yang luar biasa sewaktu puting susuku digosok-gosok lembut oleh kedua ibu jarinya, membuatku menjadi kalap dan tidak terkontrol. Seakan-akan dia tau kelemahanku yang mana aku tidak pernah menyadari sejak dulu. Di mana yang tadi masih 80% menuju ejakulasi tiba-tiba meluncur dasyat menjadi 100% akibat ulah mama ini. Aku tidak lagi mampu menahan kedasyatan senjata rahasianya yang baru saja mama keluarkan. Aku hentikan gesekan penisku dan menekan sepenuhnya batang penisku ke dalam liang memeknya tanpa ada sisa 1 milimeter pun.

“Ahhh … Ricky keluarrrr … ahhh ahhh … ” jeritku tak terkontrol lagi sambil memuntahkan semua air maniku di dalam liang memek mama tanpa ampun sambil memeluk tubuh mamaku.

Mama pun juga ikut mengerang, dan lebih dasyat dari yang pertama. Kedua kakinya mengapit pantatku dan menekannya dengan sekuat tenaga seperti berharap agar semua batang penisku tertanam dalam dalam dan memuntahkan semua isinya di dalam liang memeknya.

Setelah erangan kami mulai mereda, kami berdua masih bernafas dengan ngos-ngosan. Seperti baru saja lari maraton jarak jauh.

Dengan nafas yang masih terputus-putus, aku bertanya kepadanya bahwa senjata rahasia yang dia gunakan sebelumnya mampu menaklukkanku dalam sekejab. Dia mengatakan bahwa daerah itu adalah titik kelemahan papa dan dia sebenarnya tidak menyangka apabila daerah itu adalah titik kelemahanku juga. Like father like son begitulah candanya.

Tubuh kami masih saling berpelukan, dan batang penisku masih menancap di dalam memek mama. Aku masih belum ingin menariknya, karena aku suka kehangatan liang memeknya yang kini penuh dengan air maniku sendiri. Aku menghabiskan sisa-sisa waktu yang ada dengan banyak bertanya.

Aku pun bertanya apakah ngga apa-apa aku keluar atau kata lain ejakulasi di dalam memeknya. Mama mengatakan tidak ada masalah, karena dia sudah memakai sistem kontrasepsi rutin.

Aku juga meminta maaf kepadanya karena aku khilaf dan tidak mampu menahan kekuatan nafsu birahiku terhadapnya. Namun mama mengatakan tidak pernah dipikirkan lagi, karena dia mengerti kalo aku sedang menuju masa puber. Tapi dia sempat bercanda dengan mengatakan kepadaku bukan karena alasan puberitas yang harus disalahkan sehingga harus menyetubuhi mamanya sendiri. Aku sedikit malu mendengar pernyataan ini. Mama memintaku berjanji untuk tidak mengulangi perbuataan tabu ini.

Namun dalam singkat cerita saja, selama mama menghabiskan liburannya di sini, aku selalu saja memiliki akal yang mampu mendorong hatinya untuk aku setubuhi lagi. Aku kurang lebih sudah mengerti apa yang bisa membuatnya terasangsan atau horny. Aku sering menawarkan diri untuk memijitnya setiap malam dan bangun tidur, dan tawaran ini tidak pernah ditolak olehnya. Strategy yang aku gunakan selalu sama saja, dan sering berhasil dengan ampuh.

Pernah sekali di suatu malam, sewaktu mama merasa letih dan tidak berminat melayaniku, dimana aku sangat bandel dan berkesan memaksa, akhirnya mama pun menyerah dan pasrah melayani nafsu birahiku karena tidak tega melihatku memohon-mohon padanya untuk dipuasi. Di saat itu juga dia langsung menyerang daerah paling sensitif dan daerah kelemahanku, hanya sekitar kurang dari 2 menit aku sudah mencapai ejakulasiku.

Selama 3 minggu liburan mama di sini mirip seperti sedang berbulan madu. Semuanya serba bersama dengannya. Jalan-jalan bersama, liburan ke Sydney dan Melbourne bersama, mandi bersama, tidur bersama, dan bersama-sama melampiaskan nafsu birahi masing-masing.

Saat ini sudah 3 bulan berlalu semenjak mama kembali ke Jakarta. Aku sudah tidak sabar menunggu libur kuliah. Aku menjadi kecanduan dengan apa yang dinamakan hubungan suami-istri. Namun aku hanya ingin melakukannya dengan mamaku sendiri. Mungkin di Jakarta nanti, tidak terlalu susah bagiku untuk meminta jatah lagi darinya, karena tidak ada yang akan menaruh rasa curiga terhadap kami, karena kami adalah ibu dan anak.

Segini dulu cerita dariku. Aku tidak akan tersinggung bila para pembaca cerita panas di sini menganggap aku aneh atau sakit mental, karena kelainan yang aku alami ini bukan karena unsur kesengajaan. Tapi aku yakin di luar sana banyak individu-individu yang memiliki kelainan yang sama denganku.

Advertisements

Cerita Sex – Nikmatnya Permainan Anak Sendiri..

Namaku sebut saja Indah seorang keturunan Tionghoa yang berasal dari Jawa Barat, usiaku saat ini 38 tahun, aku sudah berkeluarga, ketika umurku 16 tahun orangtuaku menikahkan aku dengan seorang duda pengusaha terkemuka dari Jawa Barat.

Dari pernikahanku itu aku dikaruniai 2 orang anak, anak pertama seorang perempuan berusia 21 tahun bernama Windi yang saat ini ia masih mengikuti study di Amerika Serikat sedangkan adiknya bernama David saat ini usianya sudah 17 tahun, anakku yang kedua ini mentalnya terbelakang alias idiot dan ironisnya ketika aku melahirkannya, aku mengalami pendarahan hebat sampai rahimku harus diangkat sehingga saat ini aku sudah tidak bisa lagi mempunyai anak.

Karena keadaanku yang sudah tidak bisa mendapatkan anak, maka 3 tahun yang lalu suamiku menikah kembali, dia menginginkan keturunan anak laki-laki normal dan tidak idiot. Aku hanya bisa menerima dan pasrah karena aku sangat menghormati suamiku, banyak teman-teman dan keluargaku yang menyarankanku untuk bercerai dengan suamiku dan menyarankan untuk mencari suami lagi. Memang kalau dipikir sangatlah gampang untukku mendapatkan pasangan kembali.

Aku suka merawat tubuhku sehingga kulit dan tubuhku masih terlihat seksi belum lagi ditopang oleh ukuran dadaku yang 38 membuat banyak pemuda melirik kalau aku lewat. Tapi itu semua tidaklah berarti kalau aku mandul, toh suamiku mencintai diriku biarlah dia melakukan apa yang ia inginkan karena aku sadar aku tidak bisa memberikan anak lagi kepadanya.

Pada awal-awal tahun pernikahannya dengan istri keduanya ia masih suka rutin mengunjungiku, tapi lama kelamaan saat ini ia jadi jarang pulang. Dia lebih sering menginap di rumah istri mudanya, dia hanya sesekali pulang untuk memberi uang untuk kebutuhan rumah tangga bahkan ia sudah sangat jarang menggauli aku lagi.

Kemudian peristiwa itu terjadi:

Karena di rumah hanya ada aku dan David maka aku lebih sering menemani tidurnya, meskipun dia idiot tapi dia anak yang sangat kusayangi, dan sudah menjadi kebiasaannya sedari kecil apabila mau tidur ia suka mempermainkan puting susuku sampai akhirnya ia tidur terlelap. Toh aku pikir dia anakku dan aku sadar akan keterbelakangan mentalnya meskipun umurnya sudah remaja tapi mentalnya masih seperti anak kecil.

Malam itu seperti biasa sebelum tidur ia memainkan puting susuku, tapi entah malam itu suasananya sangat berbeda, mungkin karena hampir empat bulan lebih suamiku tidak menggauliku, darahku berdesir kencang ketika jarinya mempermainkan puting susuku dan sesekali meremas payudaraku yang berukuran lumayan besar, kupandangi wajahnya yang matanya terpejam terkantuk-kantuk,..

“Dia anakku.” batinku berusaha menyingkirkan nafsu birahiku, kucoba atur nafasku dan memejamkan mataku agar perasaan itu hilang,.. tapi tiba-tiba ..

“Aaah..!!” aku meleguh kecil ketika David tiba-tiba mengulum putingku dan menyedot seakan-akan sedang menyusu. Kugigit bibirku dan terus kupandangi wajah polos anakku yang tidak mengetahui ibunya sedang dilanda birahi.

“Meskipun idiot tapi anakku ini kelihatan ganteng seperti papanya” aku membatin.

“Uuhh..” aku kembali mendesah ketika ia dengan cepat menyedot putingku. Aku semakin tidak tahan, memekku terasa berdenyut kencang. Rangsangan ini begitu hebat, aku semakin tidak tahan, rangsangan birahi ini betul-betul menyiksaku.

Aku menggigit bibirku, entah kenapa saat itu aku ingin memekku disentuh.

Akhirnya dengan pelan-pelan kususupkan tanganku sendiri ke dalam celana dalamku, memekku terasa basah, pelan-pelan kuelus dengan lembut klitorisku.

“Uhmm terasa enak sekali” kuelus-elus klitorisku sambil sesekali kumasukkan jariku ke lubang memekku, semakin lama aku semakin tidak tahan, aku ingin sekali ada k0ntol yang masuk ke dalam memekku, memekku betul-betul terasa sangat basah, kulirik David ia sudah melepaskan hisapannya dan sudah tidur terlelap di sebelahku. Kukecup keningnya dengan lembut.

“Aku harus sabar menghadapi semua ini” aku batinku berusaha menyabarkan diriku.

Ketika aku ingin menyelimuti dirinya secara tidak sengaja aku melirik ke arah celana pendeknya, terlihat kemaluannya tercetak di celana pendeknya, melihat pemandangan itu aku semakin meneguk ludah, kupandangi lagi wajah anakku yang semakin terlihat mirip dengan papanya, kemudian kupandangi lagi kemaluannya, aku semakin ragu.

Tapi entah setan darimana, tiba-tiba aku mempunyai keberanian. Perlahan-lahan kupelorotkan celana pendeknya, dan dengan hati-hati kubuka pula celana dalamnya. Aku melotot ketika melihat k0ntolnya meskipun belum berdiri tapi terlihat besar bahkan terlihat lebih besar dari papanya. Gairahku semakin memucak aku semakin tidak tahan melihat pemandangan didepanku. Air liurku sudah keluar karena sangat ingin sekali merasakan kenikmatan.

Kemudian dengan gemetaran kugenggam batang k0ntol itu, pelan-pelan kukocok k0ntol itu dengan tanganku dan perlahan-lahan pula batang k0ntol itu semakin tegang berdiri. Mataku semakin melotot melihat ukurannya semakin membesar dan kemudian tanpa ragu lagi kudekatkan ke mulutku. Kujilati batang k0ntol itu sampai basah dan kemudian kubuka mulutku dan dengan penuh perasaan kukulum k0ntol yang sudah membesar itu.

“Ehmm k0ntol ini enak banget..” aku menggumam.

K0ntolnya terasa penuh di mulutku, kumainkan k0ntol David dengan penuh perasaan. Aku semakin gemas melihat k0ntolnya yang berdiri tegak dengan gagahnya. Aku semakin meneguk ludah, memekku semakin berdenyut kencang. Aku semakin gelap mata memekku betul-betul menjerit ingin mencoba k0ntol itu, ku tak peduli lagi dengan keadaan bahwa ia anakku.

Maka dengan segera kulepaskan semua pakaian yang ada ditubuhku, kudekati kembali tubuh anakku lalu kugenggam batang k0ntolnya agar berdiri tegak dan dengan posisi jongkok kususupkan k0ntol itu ke dalam memekku, memekku terasa merekah lebar ketika k0ntol itu masuk, dengan cepat kurasakan sensasi yang nikmat.

“Aah.. enak.. ouw fuck!” akupun mendesah merasakan k0ntol yang besar itu menusuk memekku, kugoyangkan pinggul dan pantatku agar k0ntolnya semakin terasa. Aku semakin terhanyut dengan permainanku sendiri sampai aku tidak sadar kalau David sudah terbangun dan melototiku, tampangnya menyiratkan sejuta pertanyaan.

Ia sangat tidak mengerti akan apa yang ibunya lakukan terhadapnya.

“Ah.. enak.. uhg.. memekku enak.. memekku enak banget” kata-kata kotorku tanpa sadar keluar dari mulutku.

Kuremas kedua payudaraku sendiri sambil tubuhku kubawa naik turun mengocok k0ntol David dengan memekku. Kupejamkan mataku meresapi segala kenikmatan yang kuraih malam ini, kulihat David di bawahku tampak wajahnya sangat sayu dan sesekali memejamkan matanya dengan cepat. Aku mengerti kalau iapun merasakan nikmat seperti yang kurasakan saat ini. Kedua tangannya mengepal seperti menahan sesuatu, ditengah kenikmatanku aku tersenyum dan kukecup bibirnya dengan memeluknya.

“Uh David anak mami, enak sayang? Maaf ya Mami mau main kuda-kudaan sama kamu sayang, nggak pa pa kan?” ujarku kepadanya.

Tampak David bingung akan berkata apa, mungkin karena kaget ia diperlakukan seperti itu oleh mamanya, sampai akhirnya ia menganggukkan kepalanya. Akupun semakin mempercepat goyanganku, k0ntolnya terasa cepat keluar masuk, iapun semakin meleguh tidak karuan. Kuraih kedua tangannya kusuruh ia meremasi kedua payudaraku sementara aku tidak menurunkan frekwensi goyanganku.

“Aduh sayang.. enak banget k0ntol kamu.. ah .. ah .. memekku jadi nikmat” kata-kata kotorku semakin tidak terkendali.

Tanganku mencengkeram bahu David sementara di bawah pantatku semakin mengeluarkan bunyi ketika bersentuhan dengan pahanya yang sudah mulai basah oleh cairan nikmat yang meleleh dari dalam memekku. Tidak ada kata-kata yang keluar dari dalam mulut David kecuali erangan kenikmatan, bahkan kedua tangannya semakin memperkeras remasannya di payudaraku, akupun semakin semangat menggenjot k0ntolnya di dalam memekku.

“Aduh sayang k0ntol kamu enak banget sayang, ah.. ah.. uh.. enak.. enak”

Tiba-tiba aku merasakan kenikmatan yang sudah sampai diujung, aku akan orgasme. Kuputar-putar pantatku secara liar sementara kedua tangan David sudah tidak lagi meremasi payudaraku. Kedua tangannya mengepal seakan-akan iapun menahan kenikmatan yang amat sangat.

Tak lama kemudian tiba-tiba ia menjerit keras dan kurasakan k0ntolnya menyemburkan spermanya di dalam memekku. Hangatnya cairan spermanya membuatku semakin cepat menggoyangkan pinggul dan pantatku, sampai akhirnya..

“Aduh ah ah ampun enak banget.. enak memekku enak.. enak!” aku menjerit setinggi langit.

Kepalaku kutengadahkan keatas, payudaraku terasa berguncang hebat, dan pinggulku menghentak-hentak, betul-betul orgasme hebat yang aku rasakan.

“David senang sayang main kuda-kudaan sama mami?” tanyaku ketika nafasnya sudah mulai teratur.

“I.. iya Mam” jawabnya dengan terbata-bata.

“David memang anak yang mami sayang, tapi ingat David nggak boleh ngasih tahu ke papa ya kalau main kuda-kudaan sama Mami, awas nanti dihukum sama papa” kucoba mengingatkannya agar tidak memberitahukan kejadian ini kepada suamiku.

Ketika ia mendengar kata dihukum terlihat raut wajahnya yang takut, anggukan kepalanya membuatku sedikit tenang.

Malam itu sampai pagi tiba, kuajarkan sedikit demi sedikit mengenai posisi seks, entah berapa banyak aku mengalami orgasme ketika bercinta dengannya. Bahkan ketika pembantuku sudah menyirami kebun, di kamar atas David masih menggenjot k0ntolnya di dalam memekku. Sampai akhirnya ia menyemburkan spermanya kembali di dalam memekku, hari itu aku betul-betul puas. Rasa yang selama ini kupendam akhirnya terlampiaskan.

Semenjak saat itu, David selalu menjadi pelipur laraku saat aku butuh seks. Keterbelakangan mentalnya sangat menguntungkan bagiku karena David tidak pernah menceritakan kejadian ini kepada siapapun. Mungkin karena dipikirannya hal tersebut sudah lumrah.

Hidupku pun semakin menggila aku kemudian bergabung di komunitas seks teman arisanku. Ia memperkenalkanku ke dunia party seks dan dunia gigolo bahkan temanku itupun pernah turut merasakan hebatnya k0ntol David anakku yang mungkin akan aku ceritakan lain waktu, dan setelah kupikir mempunyai anak yang idiot ternyata tidak selamanya merugikan.

Cerita Sex – GaraGara Di Intip Anakku..

Tidak ada yang bisa memaafkan dengan apa yang pernah saya lakukan. Yang pernah kami lakukan, lebih tepatnya. Suatu perbuatan yang tidak terpuji, maksud saya adalah pembenaran dari suatu hal yang buruk atau mungkin hal yang menjauh dari kesucian, dari tindakan buruk yang pernah kami lakukan. Tapi pasti ada alasan, pasti ada, pasti selalu ada konsekuensi dari suatu kelakuan yang buruk.

Saya tidak meminta simpati dari para pembaca, tapi jika anda mempunyai empati dari cerita yang saya buat, saya harap cerita ini bisa membuat anda mengerti. Memang, alasan saya menulis cerita ini untuk mengklarifikasi dan sebagai motivasi dan kelemahan dan juga suatu kebutuhan yang didasari suatu kebodohan dan juga mungkin kesenangan dari sebuah hubungan sedarah kami, sewaktu saya menyetubuhi anak laki – laki saya.

Jika cerita ini memang terdengar klise atau sudah pernah di tulis, itu hanya disebabkan oleh kesamaan suatu keadaan perilaku Manusia. Namun cerita sex ini berdasarkan dari kisah saya. Erik (pacarnya memanggilnya Robert, teman-teman nya memanggilnya Rob, tapi aku tetap memanggilnya Erik, anak laki-laki ku yang sangat ku sayang) sekali lagi dia mengganggu privasi aku, sewaktu aku mandi. Yang ke-3 kalinya di dalam bulan ini. Dengan alasan sebelumnya bahwa adik perempuannya memakai kamar mandi kami yang lain, dan Erik menjadi sangat benar2 cerdik dalam kenakalannya. (suatu alasan yang memang tidak bisa aku sanggah)

Saat pertama dia hanya buang air kecil, tapi dia lakukan dengan waktu yang lama, menggoyangkan k0ntolnya, memasukan ke celananya dan menutup retsleting celananya sebelum dia berlalu. Memang seperti itu prosedurnya (kecuali memang karena harus melakukan sesuatu yang membutuhkan waktu yang panjang). Dia pernah menanyakan kepadaku tentang sesuatu (tapi aku lupa tentang apa) dan pertanyaan itu membuat dia semakin lama untuk keluar dari kamar mandi, aku jadi curiga dia berusaha untuk melihat sekilas tubuh telanjangku dari balik kaca plastic yang buram, tetapi tetap bisa memperlihatkan lekuk tubuhku yang langsing diusiaku yang ke- 38 ini.

Aku harus mengakui dimana aku tidak bisa menyembunyikan diriku lebih jauh, dari anak laki – laki yang berumur 16 tahun dan sebagai remaja masa kini, pasti sudah melihat banyak sekali tubuh wanita yang sedang telanjang. Sudah pasti saat dia sedang kencan (dan jika beruntung) dia akan mendapatkan semua kejujuran dan kebohongan apa yang disimpan wanita, tentang suatu rahasia yang berada diantara kaki wanita, secara pribadi. Sebenarnya aku tidak berpikir lebih tentang niatnya untuk mengintip ku sampai nanti, setelah beberapa saat Erik muncul waktu aku sedang menyabuni tubuhku. Saat itu juga aku langsung membilas tubuhku dari sabun, dan seketika itu juga aku tersadar dengan isyarat bahwa aku tidak sendirian dirumah. Suamiku sudah pergi ke kantor pagi-pagi sekali, lalu dimana Rika ? Aku berkata di dalam hati.

“ Maaf, Mam”, terdengar suara dari anak lakiku yang mempunyai tubuh lumayan atletis itu. “ Rika memakai kamar mandi yang lain dan aku sudah putus asa tidak tahan ingin buang air kecil, jadi aku masuk ke kamar mandi Mama”. Kata Erik kepadaku, sambil membalikan badan ke kloset, dan duduk di kloset, setelah itu saya melihat bayangannya dari balik kaca penghalang plastic dia menurunkan celana boxernya dengan sekali gerakan “ Dia bilang mau buang air kecil, tapi kenapa dia duduk di kloset dan melepas semua celananya”, aku bergumam di dalam hati.

Setelah aku perhatikan, suatu perhatianku kepadanya yang tidak terlalu khusus,

”Mmm..”, aku bergumam yang gumaman ku mungkin agak keras dan bisa terdengar diantara derasnya suara air pancuran, dan aku tetap melanjutkan membilas badanku.

Dan diluar ruangan shower, aku melihat dengan sudut mataku ada semacam rupa gerakan yang berirama, dan sudah bisa dipastikan itu adalah gerakan yang sangat familiar.

” Sepertinya dia sedang menarik K0ntolnya, benar gak ya..Hmmm”, aku jadi sedikit penasaran. Aku tidak bisa menahan senyum kecilku, ternyata aku melihat anak lakiku secara diam-diam melakukan onani di hadapan Mamanya yang sedang telanjang.

Aku merasa seperti tergganggu tetapi juga merasa senang dalam waktu yang bersamaan, bingung sekali rasanya.

Yang membuat ku senang bukanlah sesuatu yang sedang dia lakukan. Tetapi Tubuh ku ini, setelah aku lihat2, aku bangga mempunyai tubuh yang bisa menjadi inspirasi bagi dia, itu yang membuatku jadi agak tersenyum nakal. Yang membuat ku merara terganggu dan risih adalah karena tidak ada tanggapan yang sesuai dari ku sebagai seorang Ibu, aku merasa bersalah karena aku tidak marah kepadanya. Tapi faktanya, malah membuatku seperti agak sedikit horny dan merasa berada di dalam keanehan yang eksotik, aku malah merasa sebagai penari striptis yang sedang tampil di dalam sebuah pelindung kaca.

Aku geser badanku dengan sedikit goyangan yang sexy, yang memperlihatkan lekuk tubuhku, dan aku mendengar meningkatnya tempo pergerakan genggaaman tangannya di k0ntolnya. Di dalam sebuah gerakan tubuhku yang total tanpa aku merasa ragu untuk memperlihatkan bayangan lekuk tubuhku dari balik penghalang kaca platic yang buram itu, dan aku tidak tahu dari mana ide ini datang seperti spontan saja mengikuti naluri, aku majukan perutku ke menghadap plastic pelindung yang tembus cahaya itu tepat disebelanya adalah muka Erik yang sedang mengintipku secara langsung.

Dengan aku memajukan perutku agak menempel ke kaca tersebut, otomatis dia melihat bagian gelap di bawah perut Mamanya yang memperlihatkan seperti semak tipis yang gelap yang sedang disirami oleh siraman air dari shower, dengan gerakan tubuh ku yang naik dan turun perlahan secara berulang – ulang, dengan sangat benar-benar memprovokasinya.

Menurutku gerakan itu cukup memberikan dia serangan mendadak ke psikisnya dan membuat dirinya berpikir untuk mengambil tisu sebanyak-banyaknya untuk menahan semprotan derasnya aliran sperma yang mengalir deras dari k0ntolnya, agar tidak bercucuran di lantai. Pikiran nakal yang ada di otakku adalah, menginginkan dengan sangat untuk menghisap bagian vital dari anak lakiku itu yang sedang dimainkan olehnya dan melakukan hisapan ketika spermanya keluar bagaikan air mancur.

“ Tapi dia adalah anak laki mu”, protes hati nurani ku, sambil aku membalikan badanku menjauh dari wujud bayanganya yang sedang memuntahkan sperma, tapi jariku sendiri malah menyentuh Memekku secara spontan.

Menurutku, mungkin saat itu kami mempunyai pikiran yang sama, tentang ketidak senonohan/lancang mengenai diri kami masing2, berpikir dengan memutar imajinasi kami tentang keuntungan atau keburukan yang akan kita dapatkan. “Ibu dan anak sama2 mempunyai nafsu sexual yang tinggi”, pikirku.

Aku menunggunya sampai dia keluar dari kamar mandiku, dia terliahat seperti terburu-buru saat keluar dari pintu kamar mandi. Aku tidak tahu, apakah dia sebenarnya tahu apa yang sedang terjadi, sehingga dia keluar cukup tergesa-gesa, atau dia takut diketahui oleh diriku, (jika memang aku tidak tahu, tapi mengapa tadi aku tempelkan tubuhku,agar dia bisa melihatku di kaca plastik ini?) Tapi sayangnya akibat ketergesa-gesaannya dia telah melewatkan pertunjukan besar dari ibunya, yang ternyata diriku juga merasakan orgasme, tidak lama kira-kira tidak sampai 30 detik setelah dia keluar dari kamar mandi.

Dan menurutku itu sangat memalukan!! Dan aku mengakuinya kepada diriku sendiri sesaat setelah aku pulih dari nikmatnya orgasme kecilku. Jika dia bukan anak ku, mungkin aku sudah tergoda. Aku mengingat kembali tetang aksi masturbasi kita antara aku dan Erik yang saling berbalasan tapi secara sembunyi dan aku mengingatnya satu persatu, aku membayangkan jika aku jadi Erik atau pada diriku sendiri, seperti kejadian yang terjadi begitu saja dan memang tidak terencana tapi memang sungguh nyata, meskipun diantara kita sekarang sudah tidak di ruangan yang sama.

Sampai pada suatu kesempatan, Rika anak perempuanku pergi keluar rumah pagi-pagi sekali. Dimana menurut Erik, Rika pergi untuk melakukan suatu kegiatan di luar rumah. Jadi kesempatan kali ini, bisa digunakan Erik untuk mengintip lagi Ibu-nya yang sedang telanjang. Apakah aksi Erik sebelumnya, merupakan suatu kelicikan? Akankah dia melakukannya lagi, dan apakah tanggapanku yang harus aku buat kali ini?

“Ah, tidak, Jangan” tapi pikiran nakalku berbisik,” Ayolah, sayang, biarkan inspirasi erotis itu datang dan ada diantara kalian berdua”,hal ini bisa membuatku nakal lebih jauh, dan libidoku yang tinggi ini ingin merasakan sisi gelap dari sebuah gairah yang terlarang.

Bagaikan seorang permaisuri di dalam novel-novel romantis yang tertarik kepada Pemuda-pemuda nakal, dan membayangakan pemuda tersebut sebagai sumber obsesinya, dan gairah kupun kembali menyala.

Aku mencoba untuk menempatkan diri dan berpikir, jika aku berada pada situasi itu, aku masih belum bisa menemukan jalan keluar mengenai masalah ini sampai dengan 8 hari kemudian, sekali lagi privasi ku diserang. Tapi kali ini, sesaat setelah aku selasai mandi dan bersiap untuk keluar dari kamar mandi, sebelum Erik menyelesaikan aksinya.

“ Upsss…!!”, kataku. Erik, berdiri diatara aku dan handuk besarku yang masih tergantung di gantungan pintu kamar mandi, dan aku kembali masuk kedalam ruangan shower , lalu aku berkata

“ Hey, sayang..tolong berikan handuk Mama, yang warna merah jambu, lempar saja handuk itu dari atas!! “

Saya melihat gerakan bayangan k0ntolnya dari bayangan kaca plastik pelindung, sewaktu dia melemparkan handuk kepadaku. Aku segera memakai handuk dengan melilitkan kebadanku, dan aku segera keluar dari ruangan shower.

Sewaktu aku keluar, perasaan ku seperti meleleh. Aku melihat Erik dengan celana pendeknya, yang sudah siap dengan ujung k0ntol yang sudah terlihat keluar dari celananya. Handuk kecil yang ada ditangannya tidak terlalu lebar untuk menutupi k0ntolnya, dari situ aku mulai mengerti. Anak laki – laki ku menatap dengan berani kearah tubuh ibunya. Dia menjulurkan tangannya ke k0ntol untuk membetulkan posisi k0ntolnya agar lebih nyaman. Dan dia mulai mengocok K0ntolnya di depan diriku, namun itu hanya asumsi ku saja mungkin apa yang ku lihat adalah salah, dan aku akan mencoba memikirkannya nanti.

Saat pertama kali kami menggunakan kamar mandi bersama, mungkin dia terlihat seperti kejadian yang tidak disengaja, tapi lama kelamaan dan kali ini, dia lebih berani dan mempunyai maksud tersembunyi, dan sekarang, dia melakukannya secara nyata di depanku.

”Sudah keterlaluan, menurutku” dan spontan aku langsung menampar mukanya dengan keras.

Akibat tamparanku, Erik sangat kaget, dan akupun juga kaget, mengapa aku menampar Dia, aku agak sedikit merasa bersalah. Terlihat dari muka Erik yang sangat kebingungan dan sangat sedih. Aku tahu bahwa mungkin aku telah salah bertindak, dengan tidak melihat situasi dan kondisi. Melihat kebingungan dan ketakutannya, sikap keibuanku pun mulai keluar, dan aku jadi tidak memperhatikan mengenai keadaanku sekarang yang sudah mendekati telanjang, hanya berbalut handuk merah jambu, tapi aku tetap acuh dan melupakan keadaan ku sekarang yang hanya berbalutkan handuk, aku langsung memeluknya dengan pelukan erat seorang ibu yang sangat sayang kepada anak laki-laki nya. K0ntolnya yang tadi berdiri tegak dan keras, menjadi agak lembek beberapa saat, tapi mukanya secara tidak langsung menempel pada payudaraku, karena dekapan pelukanku yang erat kepada dirinya.

Aku merasa menjadi sangat buruk di mata Erik, dan aku ingin memberikanya suatu ganti rugi untuknya.

“Oohh Erik anaku sayang, maafkanlah Mama sayang, Mama tidak bermaksud untuk menyakitimu, soalnya Mama sangat kaget ketika membuka pintu shower, kamu sedang onani dengan mengintip Mama, dengan melihat tubuh Mama yang sudah tua ini”.

Erik hanya terdiam, dengan mengeluarkan sedikit air mata, dengan tetap meneruskan pelukannya pada tubuhku dan terus menyandarkan kepalanya di Dadaku. Aku coba mengatakan kepadanya, agar kejadian ini tidak dianggap sebagai hal yang serius, dengan mengatakan,

” Adakah yang Mama bisa lakukan untuk mu, agar kamu bisa melupakan kejadian ini, sayang?” , “ Apa yang bisa mama dapakan untuk bayi Mama ini, apakah kamu mau yang special dari Mama? Ayo, bilang ke Mama, Sayang!!!”

Sewaktu aku sedang membujuknya, aku merasakan Puting susuku yang sebelah kiri seperti dihisap. Ternyata setelah aku melihat kearah Payudaraku, Erik telah berkata dengan tersirat melalui aksi mulutnya, apa yang dia inginkan dariku. Apa yang bisa dilakukan lebih, dari seorang ibu kepada anaknya kecuali menyusuinya, meskipun anaknya sudah berumur 16 Tahun. Hati dan perasaan ku seperti menabur rasa kemurnian kasih sayang dari seorang ibu untuk anaknya melalui bagian tubuh yang sangat intim, yaitu putting susu ku ke Bibir Erik. Rasanya aku ingin memelihara kedekatan fisik, tubuh kami antara aku dan anak ku, sebagai moment yang manis. Sama seperti saat Erik masih bayi. Tapi dengan bertumbuhnya kedewasaan diantara kami, pasti akan menimbulkan image yang buruk.

Aku merasakan K0ntolnya mulai mengeras dan berdiri tegak kembali, dan artinya hisapan di Puting susuku terasa bukan hisapan yang kekanak kanakan, tetapi dengan mengerasnya Batang k0ntol Erik, memperlihatkan bahwa dia sedang berada di dalam samudra gairah yang tak tertahankan!! Gelombang gairah itu pun akhirnya juga menerpa dan mulai merasuki ku, dan aku mulai terangsang sangat hebat, sikapku pada saat itu mulai berubah dari seorang wanita yang sangat keibuan menjadi seorang Ibu yang sangat menginginkan bercinta dengan seorang pemuda yang umurnya terpaut jauh lebih muda dariku (MILF).

Saya mulai merasakan telapak tangan Erik, meluncur turun kebawah perutku dan jari-jrinya menuju kearah lipatan vertikal ku yang ditumbuhi bulu halus, yang memang sangat aku rawat, dan sekarang memek ku sudah mulai basah oleh cairan kewanitaanku, karena rangsangan yang hebat yang aku rasakan dari rabaan jari – jari Erik.

Dia pasti tahu dengan apa yang dia lakukan kepadaku dan akan membuatku menggeliat, dimana tangan kanannya meyeruak masuk kedalam Memekku dan jarinya memainkan bagian yang paling tervital di tubuhku, jarinya mulai memelintir dengan halus klitorisku, dan aku merasakan aliran darahku yang deras berdesir ke seluruh tubuhku, suatu kenikmatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, aku merasa seperti melayang jauh tinggi ke awan. Yang kurasakan ini mungkin karena, Anaku sendiri yang membuatku jadi begini, memang rasanya terasa sangat jauh berbeda , saat aku melakukan ini dengan suamiku.

Tanpa sadar aku terus memajukan pinggulku untuk penetrasi ke dalam sentuhannya jari2nya, kami lakukan ini dengan sangat perlahan, dan aku sangat menikmatinya. Erik memindahkan mulutnya untuk menghisap puting ku yang satu lagi, dan jari dari tangan kirinya tetep menusuk kedalam liang memekku, sambil kadang memencet klitorisku dengan lembut, dan aku rasakan sisa jarinya yang masih diluar liang memekku meraba bibir anusku dengan nakal, kadang dimasukan atau menggesek gesek bibir anusku.

Aku mulai merasa kehilangan kontrol terhadap situasi yang terjadi saat itu, aku sangat yakin bahwa aku tidak mempunyai kehendak untuk menghentikan cekramaan dari rangsangan gairah nafsu yang sedang membakar kami berdua. Yang terjadi malah aku mencengkram Bantang k0ntol anaku yang mengacung tinggi dan keras, yang selama ini anakku pamerkan kepadaku tapi aku acuh tak acuh, dan aku merasakan kekuatan dari seorang lelaki yang mempunyai nafsu seperti binatang. Semakin aku berpikir liar, dan aku semakin terangsang sangat hebat. Sentakan dari desiran darah di dalam adrenalinku merasuki sistem pertahanan tubuhku, dan aku dibuat sangat lemah karenanya, aku sudah melupakan kejadian saat aku menamparnya tadi. Dan aku merasakan lututku mulai melemah.

Erik mengetahui bahwa memang pertahananku sudah runtuh, dan dia juga tahu bahwa ibunya sudah pasrah dengan rangsangan dari kenikmatan siksaan yang dia berikan dan dengan mudah dia membaringkan tubuhku ke lantai. Karpet berwarna merah muda pekat, dengan bahan kain sedikit berbulu, melapisi lantai kamar mandi utama kami, dan menjadi bantalan yang empuk dah halus yang memang tepat sekali untuk alas bercinta yang sangat indah, aku merasa badanku seperti perlahan melayang jatuh saat tubuh telanjangku terbaring, lebih tepatnya dibaringkan diatas bulu2 halus di karpet itu dengan dibantu oleh Anak lakiku tercinta yang kuat dan sangat tampan.

Setelah tubuhku terbaring di lantai, Erik langsung memeluku, aku berada di bawahnya yang juga menyambut pelukan itu dengan langsung mencium bibirnya dengan penuh gairah yang tertahan untuk diledakan, aku merasakan mulut Erik dan merasa anaku ini juga ingin di explor olehku,lidahnya menelusuri tiap inci dalam mulutku, baru kali ini aku merasakan tentang Erik anak laki-laki ku yang ternyata sangat hebat dalam bercinta.

Aku sempat terpikir, dengan apa yang sedang terjadi sekarang, dan dampak apa yang terjadi setelah kejadian ini, dan lama kelamaan bersama dengan desiran angin asmara diantara aku dan Anakku, pikiran itu hilang terbawa gelombang kenikmatan surga yang datang menerpa diriku dan aku merasa seperti tubuhku sedang melayang terbang jauh menuju sebuah Bintang yang memberikan harapan tentang kenikmatan suatu keintiman Seks yang indah yang mungkin akan aku rasakan dan diberikan oleh anaku sendiri.

Diriku semakin haus akan kepuasan, bukan saja haus melainkan aku sudah sangat merasakan lapar akan kenikmatan Bercinta, aku sudah sangat basah, aku sempat berpikir biarlah aku Hamil dari anaku sediri, semua sudah kepalang basah, yang penting aku hanya mau kenikmatan itu, aku arahkan agar Erik untuk segera memasukan batang K0ntolnya yang lumayan besar itu untuk segera menerobos masuk ke dalam Memek ibunya yang merah merona dan merekah yang sudah sangat banjir akan cairan-cairan kewanitaan.

Aku mulai menggenggam lengan atas Erik, dan merasakan otot bisep dan trisepnya yang semakin membuatku bergelora, dengan ketelanjangan kami berdua, aku merasakan bersatunya tubuh dan badan kami antara ibu dan anak, dengan sensasi yang benar-benar luar biasa, merasakan kulit ku bersentuhan langsung secara penuh dengan kulitnya tanpa adanya batasan dan halangan dan kami lakukan dengan tanpa ada rasa tabu diantara kami. Tubuhku sudah mendekap erat tubuhnya dan memperlihatkan suatu buaian – buaian kasih sayang dengan penuh nafsu dan rongrongan birahi. Aku menjadi birahi kepada anak lakiku, sangat dan teramat sangat, sehinggap Erik dapat dengan mudah membuat serapat mungkin tubuhnya kepadaku agar dia dapat lebih leluasa untuk menentukan posisi yang nyaman untuk menyetubuhi ibu kandungnya sendiri, yang mungkin terkesan kuno tapi klasik dengan cara bercinta lelaki diatas perempuan.

Dalam situasi berciuman kami yang penuh dengan hasrat dan birahi, aku bisa merasakan K0ntolnya mulai menyodok dan mulai mendorong mencari lubang Memek ibunya sendiri yang memang sudah basah, banjir oleh cairan yang licin dan lengket yang sudah siap untuk diterobos masuk, pintu kenikmatan surgaku seperti diketuk sudah siap kubuka, kenikmatan surga duniawi yang penuh dengan dosa, tapi sangat indah dan luar biasa, Surga duniawi sudah menunggu kami, dan kami berdua siap melayang terbang kesana menggapai kenikmatan yang terbalut dengan indahnya dosa. Birahi kami sudah sangat tidak bisa kami tolerir.

Tiba-tiba aku merasakan suatu sensasi yang sangat sulit untuk diungkapan, tanpa tuntunan tangan ku ternyata k0ntolnya telah menyeruak menerobos masuk dengan hentakan nafsu binatang seorang anak Laki2 dan terus mendesak terpompa semakin dalam dan semakin dalam ke liang Memek ku, dengan ukuran besar dan panjangnya k0ntol anaku aku sedikit merasakan agak ngilu pada bibir Memek ku, tapi rasa sakit dan ngilu itu terhapuskan oleh buaian gelombang nafsu birahiku yang sedang berkobar, dan aku merasakan suatu sensasi nikmatya dari suatu hujaman yang bisa menggapai rahimku, dimana kesucianku sebagai seorang ibu telah terengut dan dirampas oleh anak kandungku,yang selama ini hanya aku khususkan untuk suami ku tersayang, dengan jujur aku katakan aku menikmati terenggutnya dan terampasnya kesucian ini, kesucian dari sebuah Memek, sebuah rahim seorang ibu yang bisa menghasilkan sumber kehidupan dan benih dari suatu kehidupan baru.

Penetrasi demi penetrasi kami lakukan bersama, suatu dorongan, desakan dan hujaman demi hujaman K0ntol anak ku kedalam Rahim tempat dimana dulu dia dikandung. Penetrasi itu menimbulkan setruman setruman, yang secara intensif dari setiap gerakan didalam persetubuhan fisik kami dalam suatu hubungan sedarah/inces, yang termotivasi lebih dari suatu pengorbanan ungakapan cinta dari sepasang manusia. Hujaman K0ntolnya keluar dan masuk seperti itu berturut turut kedalam Memekku, dan aku dengan sangat senang menerima hujaman tersebut ke dalam memekku, pasti kami merasakan rasa persetubuhan yang sama indahnya, suatu sensasi kepuasan yang belum tentu bisa di gapai oleh orang lain.

Kenikmatan dari persetubuhan yang nista ini bagaikan binatang yang tidak mengenal ayah ibu atau anak, yang terpenting adalah kepuasan, aku merasa menjadi seorang yang primitive seperti tidak ada laki2 lain di dunia ini yang bisa memberikan aku kepuasan tanpa batas, erangan demi erangan kami lakukan, desahan demi desahan, dan jeritan jerita kecil yang ku ungkapan ke telinga Erik membuatnya semakin Liar menghujamkan k0ntol besar dan panjangnya itu sedalam dalamnya kedalam liang Memekku sehingga aku merasakan sodokan pada rahimku. Basahan dari keringat kami berdua yang membasahi sekujur tubuh kami, menimbulkan suara tepukan yang terdengar sangat dramatis, setiap tepukan dari bagian tubuh kami dari kulit yang basah oleh keringat, pertemuan antara selangkangan ku dengan selakangan Erik yang menimbulkan suara tepukan dipadukan dengan nikmatnya Sodokan, dan jeritan, sangat sulit diungkapkan. Yang pasti sangat nikmat.

Tubuh kami terkunci dalam suatu dekapan erat yang tak terlepaskan, dadanya mendekap dadaku sehingga payudaraku tergencet dan tertumpah menyembul ke samping diantara badanku dan dia, pinggul dan pahanya menghantam pinggul dan pahaku naik turun dengan sangat perlahan tapi pasti dengan nafsu birahinya kepadaku, dengan erat aku cengkram kedua pantat sexy anak ku, membantu mendorong membuat hujaman2 keras dan sedikit kasar untuk Memekku, gerakan yang sangat bermanfaat dan membuat kami seperti terbang bersama sesaat, merasakan hujaman demi hujaman yang dia lakukan terhadapku.

Aku mulai menantikan dengan waswas dan hati berdebar tapi sangat menginginkannya juga, aku sangat menyukai disaat saat seperti ini dimana aku rasakan sebuah k0ntol yang besar keras dan panjang akan menyemprotkan sperma di dalam Memekku, k0ntolnya sudah mulai berdenyut dengan hebat,dengan denyutan k0ntolnya itu pun aku juga mulai merasakan hal yang tak akan pernah kurasakan di di dalam hidupku, bahwa nafsu birahiku terpuaskan oleh anak kandung ku sendiri, Suatu sensasi yang memang sangat luar biasa, sepertinya aku juga akan mengalami oragasme. Sengaja aku tahan oragasme ku agar Aku dan Erik dapat bersama menikmati Nikmatnya Suatu dosa hubungan sedarah antara ibu kandung dengan anak kandungnya.

Erik memiliki K0ntol dengan batang dan kepala yang cukup besar, saat dia melakukan hujaman yang kali ini cukup terasa keras bagiku, tiba-tiba Erik diam mematung seperti membeku, badannya bergetar menahan suatu kenikmatan yang selama ini dia impi-impikan, Aku rasakan K0ntolnya seperti terkunci tertelan sangat dalam di memekku dengan kepala K0ntol berada jauh di dalam rahimku, aku melihat wajahnya yang tampan dan kedewasaan mulai tergambar dari raut wajahnya yang mungkin nanti menjadi Ayah dari anak yang akan ku kandung ini.

Akhirnya hal yang kutakutkan terjadi aku terlambat mencabut batang k0ntolnya dari dalam memekku, tapi disatu sisi aku merasakan sensasi nakal yang menjalar di tubuhku yang ingin merasakan rasanya jika dibuahi oleh anak kandung ku sendiri, Erik melenguh dan mendesah hebat K0ntolnya menyemburkan sperma di Rahimku tempat dimana aku mengandungnya, semburannya berkali kali sangat kencang terasa, dan saat itu pula aku merasakan Memekku juga berdenyut keras dan aku menjerit histeris karena merasakan Orgasme yang selama ini belum pernah aku rasakan, karena sensasi persetubuhan sedarah ini, aku merasa seperti terbebas terbang, aku orgasme sangat panjang dan lama seiring dengan keluarnya sperma Erik yang menyembur di dalam Memekku. Terasa hangat basah, gemericik, sedikit lengket pada selangkangan kami yang menempel terkunci satu sama lain, dengan aku menyilangkan kakiku pada pinggang Erik.

“Mam, aku mengeluarkannya di dalam…maaf”, ucapnya dengan nada datar, takut aku hamil, tapi dia puas tanpa ada penyesalan.

“Ya Tuhan, Erik… Kamu ini benar-benar nakal. Tapi mau gimana lagi, kan sudah keluar?”, itu yang aku katakan kepadanya.

Kami mengalami klimax persetubuhan sedarah yang sangat indah, terdengar tabu tapi faktanya indah dan luar biasa.

Spermanya perlahan lahan mengalir keluar dari dalam Memek ku, bercampur dengan cairan kewanitaan ku, spermanya sangat banyak, dan aku yakin dia sehat dan pasti spermanya juga sehat. Hamilkah diriku? Apa yang terjadi, menjadikan kami ketagihan akan hubungan rahasia yang sangat penuh dengan dosa, aku akan menjalani hubungan ini dengan caraku, dan aku tidak akan pernah menyerah.

Memang seperti yang aku katakan di awal cerita ini, perbuatan ini pasti tidak bisa di maafkan, apa yang kami lakukan pasti akan ada kosekwensinya, aku tahu itu dan aku mengerti.

Tapi disaat Erik ada disebelahku, dan waktu kami melakukan Dooggie style, atau jika aku berada diatasnya layaknya wanita penunggang kuda, atau di manapun kami menumpahkan cairan kenikmatan itu, semuanya mengandung resiko yang sangat tinggi, ketahuan oleh suami atau orang lain tentang hubungan sedarah kami, atau aku hamil. Tapi aku, kami berusaha secantik mungkin agar semua itu tertutup dengan rapih, dan sepintar mungkin agar aku tidak mengandung benih dari anak ku sendiri. Tapi sayangnya tetap saja aku berhasil jebol juga. Aku benar-benar menjadi hamil dari benih anakku sendiri

Singkat kata,” Waktu aku tahu Anak lakiku masuk kedalam kamar mandi, untuk mengintip Mamanya yang sedang Mandi, dan menawarkan suatu permainan yang beresiko tinggi, AKU TIDAK BISA MENOLAKNYA”!!!

Cerita Sex – Maafkan Aku Papa..

Aku baru saja naik ke-kelas 2 SMP saat aku mulai merasa ada yg salah dlm diriku (saat menceritakan ini usiaku sudah 16 tahun). Sebagai sisiwi SMP aku termasuk anak yg pintar. Namaku Arini, panggilan sehari-hariku Rini. Aku lebih suka bergaul dengan teman yg diatas usiaku, dan aku punya teman akrab yg masih tetanggaku, mereka adalah mbak Inun (18)tahun dan mbak Riska(18)tahun. Mereka berdua saat itu masih duduk dibangku SMA kls 3. Walaupun aku masih kls 2 SMP tapi mereka menganggapku sebagai teman baik, dan aku juga merasa beruntung karena banyak hal berupa wawasan yg bisa aku dapatkan dari mereka berdua.

Suatu hari kami pernah ngumpul saling ngegosip dirumah mbak Riska, karena kebetulan orang tuany dan adiknya lagi bepergian kerumah pamannya. Kami bertiga banyak bercerita dan saling curhat sambil menikmati rujak yg kami buat sendiri. Ntah darimana awalnya mbak Riska bisa cerita tentang dia dan pacarnya, begitu juga mbak Inun, gak mau kalah menceritakan perjalanan cintanya dengan pacarnya. Aku tidak tau sama sekali kalau waktu itu pergaulan mereka berdua sudah melewati batas wajar, dan aku menyadarinya setelah aku terjerumus akibat pengaruh pergaulan dan cerita mereka. Aku ingat waktu itu mbak Riska bercerita kalau pacarnya sangat menyayginya dan sangat bangga punya pacar, begitu juga mbak Inun, yg mengatakan sungguh nikmat berpacaran. Waktu itu aku tidak tau sama sekali tentang arti pacaran yg sesungguhnya, karena usiaku masih hampir 14 tahun.

Kalaulah saat itu aku menyadari bahwa mereka bukanlah teman yg baik, mugkin aku tidak menjadi seperti sekarang ini. Aku merasa seperti menyesal dan seperti merasa ada yg lain pada diriku. Berkali-kali aku curhat menceritakan pada orang yg sudah dewasa tentang semua yg kualami, tapi tetap saja beranggapan bahwa aku yg salah.

Disaat acara ngumpul dirumah mbak Riska itu, ada hal yg membuatku selalu tanda tanya, ada hal yg membuat pikirannku selalu membaygkannya, dan aku semakin penasaran aja. Menurut mereka berdua (yg saat itu aku tidak tahu sama sekali kalo mereka punya niat buruk padaku), cewek remaja itu dijaman sekarang gak jamannya lagi kalo belum kenal cinta, gak jamannya lagi kalo belum punya pacar. Dan mereka berdua juga sangat terbuka padaku, bahkan mereka cerita kalau mereka sudah tidak perawan lagi. Menurut mereka juga, sex itu indah…sex itu segalanya apalagi bila dilakukan dengan pacar. Semua cerita mereka saat itu seolah membuat agar aku malu belum punya pacar.

Aku bahkan saat itu diejek, dikatai kalo aku itu kurang pergaulan, walau aku sudah bilang umurku baru hampir 14 tahun, tapi malah dibilang kalo aku itu anak mami, anak pingitan dan tidak kenal dunia luar. Sebagai gadis remaja yg sudah SMP aku marasa malu dikatain begitu, aku merasa gak senang kalo dibilang kurang pergaulan. Dan masih kuingat kalau ada kata-kata mereka yg katakan, bahwa aku tidak pernah punya cerita gaul tentang pacaran dan nikmat pacaran. Dan aku lebih merasa terhina lagi saat mbak Ani bilang, wanita itu belum dikatakan wanita kalo belum rasakan sex…wanita itu masih belum bisa dibilang wanita sesungguhnya, kalo belum menikmati sex. Perkataan itulah yg buat diriku yg akhirnya menjadi pukulan berat bagiku.

Aku tidak bisa bilang apa-apa saat mereka mengatakan itu setengah mengejek padaku, bahkan kuingat mataku hampir berkaca-kaca saat itu karena malu sekali mendengarnya. Mereka berdua sadarkan aku, kalo aku memang gadis yg tidak gaul alias kuper, gadis pingitan yg belum kenal cinta dan sex. Dan aku juga gadis yg belum bisa dikatakan wanita yg sesungguhnya, karena belum pernah merasakan atau menikmati sex.

Sejak mendengar perkataan teman-temanku itu, setiap hari hanya perkataan itu saja yg ada dlm lamunanku, setiap saat teringat dan itu membuatku sedih. Aku jadi malu pada diriku sendiri (ternyata aku kuper). Dan sejak itu aku sering menghindar dari mereka berdua, karena kusadari diriku kuper. Setiap hari aku melamun dan mengingat-ingat cerita mereka, mengingat cerita mereka tentang ciuman, cerita mereka tentang melakukan sex, cerita mereka cara memuaskan pacar mereka. Apalagi mereka bilang, buat apa punya wajah cantik kalo belum punya pacar dan belum tahu sex, belum rasakan nikmatnya sex. Kata-kata itu bila terngiang ditelingaku menyakitkan sekali. Dan aku gak mau jadi gadis yg kuper seperti yg temanku katakan, aku tidak mau jadi gadis kuper yg belum pernah rasakan sex.

Dlm hatiku, aku harus punya pacar, aku harus bisa jadi wanita yg sesungguhnya, dan aku gak mau jadi penasaran terus menusrus. Maka sejak itu aku mimpi ingin punya cowok yg bisa jadi pacarku, tapi karena aku masih kls 2 SMP, sulit rasanya nemukan cowok yg bisa jadi pacar. Walau kuakui wajahku sangat manis dan imut, tapi bodiku gak begitu tinggi karena umurku 14 tahun kurang 2 bulan saat itu. Hampir selama 2 bulan aku merubah penampilanku, aku sering dandan secantik mungkin (agar ada yg menaruh perhatian padaku). Tapi sampai 2 bulan aku belum juga menemukan pacar yg kuharapkan, bukan karena aku jelek, tapi gak mungkin aku yg agresif deketin cowok. Maka aku sampai putus asah, karena belum ada dapat cowok yg akan jadi pacarku. Dan sungguh ini buatku makin malu pada diri sendiri.

Hingga disuatu hari, siang itu aku sudah pulang dari sekolah, sudah makan siang dan sudah beres-beres dikit pekerjaan rumah, dan tinggal nyantai mempercantik diriku yg memang manis dan imut. Aku kecarian sama yg namanya sisir. Kucari dikamarku gak ada, kucari-cari dimana-mana juga gak nemukan. Akhirnya kucari dikamar mama (mamaku kerja dari pagi sampai malam sebagai bisnis berlian). Disana kutemukan sisir mamaku yg memang punya alat-alat lengkap untuk merias diri. Dan sungguh ada sesuatu dlm kamar mamaku yg membuat aku sama sekali gak bisa mikir jernih, aku seperti terhipnotis, dan jantungku detaknya gak menentu.

Saat itu kulihat papaku sedang tidur diranjangnya (papaku 39 tahun kerjanya gak menentu, tapi punya rumah kontrakan 5 pintu dibelakang rumah kami). Kulihat papa sedang tidur diranjang dengan hanya memakai celana dlmnya saja yg berwarna hitam. Aku langsung keluar kamar karena malu dan takut kalo nanti papa terbangun dan melihatku ada dikamarnya. Baru saja aku akan sisiran dlm kamarku, tapi baygan papaku yg sedang tidur dlm kamarnya teringat jelas dibenakku, dan sangat mengganggu pikiranku. Aku malah merasa jantungku makin berdetak kuat gak nentu. Dan kuakui pikiranku jadi jorok, jadi teringat cerita temanku tentang sex. Mungkin karena setan telah merasuki pikiranku dan rasa penasaran yg telah lama aku pendam, maka aku beranikan diri untuk masuk lagi kekamar papa.

Langkahku pelan agar tidak didengarnya, dan saat aku sudah dipintu kamarnya, aku sempat berhenti, karena perasaan cemas takut kalo dia terbangun dari tidurnya. Hampir kuurungkan niatku waktu itu, tapi karena penasaran yg terpendam selama ini, maka aku melangkah mendekati papa keranjangnya, ruangan kamar papa tidak gelap juga tidak gitu terang kali. Dari jarak 1 meter ketubuh papa, aku berhenti melangkah, aku masih berdiri memandangnya, aku perhatikan matanya benar-benar tidur pulas. Aku pandangi tubuh papaku, “gagah” batinku. Lalu rasa penasaran semakin, waktu kupandang celana dlmnya, yg membuatku melangkah mendekatinya. Aku duduk pelan disampingnya membelakangi wajahnya, dan mataku selalu memandang arah paha dan celana dlmnya, yg saat itu kulihat agak mengembung. Tapi perasaan takut selalu mengingatkanku saat itu. Gimana kalau ketahuan papa kalo aku ada duduk disampingnya.

Sebelum tanganku memegang celana dlmnya, aku melihat kearah wajahnya untuk mastikan kalau papa gak bangun dari tidurnya. Pelan sekali kesentuh celana dlmnya. Karena rasa ingin tauku yg begitu menggebu, kubuka celana dlm papaku dengan sangat berhati-hati sekali, aku takut sekali kalo sampai ketahuan papa. Dengan jari tangan kananku, aku berhasil turunkan cd papa walaupun cuma sedikit, dan ternyata tidak ada tanda-tanda kalau papa terbangun. Dan kutarik lebih bawah lagi cd nya hingga nampak semua benda terlarang papa, dan aku memang terkejut, rasa ingin tauku terjawab sudah, dan aku bukan gadis kuper lagi (karena sudah melihat sendiri alat sex laki-laki meski punya papaku sendiri).

Karena teringat cerita teman-temanku tentang sex, rasa penasaranku semakin. Aku kalo bisa jujur, saat itu benar-benar sadar akan apa yg aku lihat, aku merasa suka dengan melihat alat kemaluan papaku. Mungkin inilah cara orang terangsang, cara teman-temanku menikmati pacaran dan sex. Dengan rasa takut dan hati-hati, aku pegang seperti menggenggam kemaluan papa yg bagiku pertama kali melihat dan menyentuh kemaluan laki-laki. Aku tau kalo saat itu kemaluan papa belum menegang, tapi aku juga tau ukurannya sangat gede. Aku suka melihatnya, jujur aku suka. Karena aku sudah merasa nafsu dengan apa yg kupegang, maka aku mencium kemaluan papa yg dinamakan k0ntol itu. Sebagai gadis usia 14 tahun mengakui kalau aku benar-benar suka melihatnya, melihat bentuknya, dan aku terangsang, apalagi aku sudah lama membaygkan seperti ini.

Sambil menggenggam k0ntol papa, kuciumin bagian atas k0ntolnya. Ada perasaan sayg dan suka aku menyentuhnya. Kuperhatikan bentuknya, bulu-bulu lebatnya yg tumbuh disekeliling pangkal k0ntolnya yg ukurannya sangat gede. Walau perasaan takut dan cemas selalu mengawasiku, tapi tidak menghentikan rasa penasaranku untuk terus menyentuhnya. Tidak puas dengan hanya menciuminya…aku malah makin nafsu melihatnya, dan gak tau darimana datang rasa ingin mengemutnya. Aku beranikan diri, aku masukkan kemulutku k0ntol papa, walau hanya bagian kepalanya saja yg bisa aku emut, namun sudah cukup membuatku untuk menikmatinya.

Aku benar-benar sudah gak kontrol diri, aku juga heran kenapa ada rasa suka…dan kenapa nafsuku timbul sampai aku mau mengemut k0ntol papa yg lagi tertidur nyenyak. Apakah karena badan papaku gagah…apa karena aku sudah lihat k0ntolya…sungguh sampai sekarang aku masih belum bisa nemukan jawabannya. Dan diwaktu aku lagi asik emut-emut k0ntol papa, aku perhatikan dan rasakan…kok kayaknya k0ntolnya makin memanjang, makin membesar ukurannya, juga makin keras menegak. Dan melihat itu aku malah semakin nafsu dan sangat suka. Lalu karena kulihat mata papa masih tetap tertidur, aku lanjautkan emut-emut bagian kepala pensinya, karena hanya bagian kepala k0ntolnya aja yg bisa kuemut, ukurannya sangat gede.

Kira-kira 2 menit disaat k0ntol papa yg sudah menegang sangat besar itu aku emut-umut, aku merasakan seperti ada tangan yg membelai-belai kepalaku dan juga rambutku. Aku tersadar…sangat terkejut, takut dan sangat malu. Aku tau kalo yg belai-belai kepalaku itu adalah tangan kekar papaku sendiri. “gawat…papa sudah bangun…” jerit batinku dlm hati. Langsung aku bergerak cepat, kuhentikan mengemut k0ntol papa…cd nya aku naikkan lagi menutup k0ntolnya dengan sangat cepat. Dan aku langsung berlari keluar kamar meninggalkan papa diranjangnya, tanpa berani melihat kearah wajah papaku. Karena aku sangat yakin kalo papaku sudah terbangun saat itu (terbukti dia telah belai-belai kepalaku ).

Aku masuk kamarku dan langsung menutup pintu kamarku. Aku terduduk ditempat tidurku dengan perasaan cemas dan takut, bercampur dengan rasa malu juga. Aku mengira kalo papaku bakalan datengi aku kekamarku, tapi setelah kutunggu sekitar 5 menit…tidak ada tanda-tanda kalo papa akan datang kekamarku, aku merasa lega dan rasa takutku mulai hilang. Setelah aku merasa semuanya aman, dibenakku masih teringat akan k0ntol papa, masih teringat aku sempat menyentuh dan mengemutnya. Semakin aku membaygkannya, semakin datang pula rasa penasaranku untuk ingin melakukannya lagi. Aku masih merasa terangsang, dan masih saja tidak bisa lupa dengan yg barusan aku lakukan. Setan mungkin telah menguasa pikiranku…mendorong hasratku sebagai gadis belia berusia 14 tahun kurang 2 bulan.

Dan saat itu juga aku beranikan diri untuk mengintip papa dikamarnya, aku berharap sekali papaku kembali tidur pulas, agar bisa kuteruskan rasa penasaranku. Dan sesampai dipintu kamarnya, kubuka dikit pintu dan kuintip papa, ternyata dugaanku benar…papa sudah tidur lagi. Aku masuk mendekati papa dengan langkah sangat pelan dan hati-hati sekali. Belum sampai ditepi ranjang papa, langkahku terhenti dan aku merasa heran, aku merasa ada yg beda. Aku lihat papa sudah bugil tanpa cd’nya yg berwarna hitam yg dipakainya tadi. Dan kulihat kebawah…ternyata cd papa sudah ada diatas lantai. Dan herannya papaku tidurnya aku lihat pulas, tapi kok, napa k0ntolnya menegang sangat tegak keatas, ukurannya sangat besar dengan warnanya agak mengkilat kehitaman. Nafsu sungguh tak bisa kubendung saat memandang k0ntolnya yg sudah menegang didepanku. Dan karena aku yakin kalo papaku memang benar-benar tidur, maka aku mendekat, dan duduk dipinggir ranjangnya tapi kakiku masih terjuntai kelantai (posisiku membelakangi wajah papa dan menghadap kek0ntolnya).

Lalu kucoba pegang tangan kiri papa yg dekat sekali kepahaku, kugoyg-goyg tanganya…dan kulihat tidak ada tanda-tanda kalo papaku terbangun, “aman” batinku. Langsung kupegang k0ntolnya yg sedang menegak itu, kubelai lalu kubuat gerakan tanganku seperti naik turun saat menggenggam k0ntolnya. Bahkan jari-jari tanganku gak bisa nyatu menggenggamnya…k0ntol papaku sungguh gede, panjang dan besar. Sangat kusuka melihatnya “mungkin semua laki-laki dewasa pasti k0ntolnya gede seperti ini” ucapku dlm hati saat memegangnya. Aku masukkan lagi kemulutku dan aku emut-emut makin nafsu. Aku senang sekali emut k0ntol papa, karena kupikir ini kesempatan untukku, mumpung papa lagi tidur.

Sambil terus aku emutin kepala k0ntolnya aku lihat juga sekali-sekali kewajahnya, takut kalo papa terbangun lagi. Dan ternyata papa tidak terbangun dan dia juga tidak ada belai-belai kepalaku, itu buat aku sangat yakin kalo papa bobok sangat pulas. Selain emut-emut k0ntolnya, aku juga jilatin bagian pelirnya yg banyak bulu disekitarnya. Kadang wajahku kubenamkan disekitar kemaluan dan pelirnya. Aku juga cium perut papa, cium dadanya yg bidang, yg ditumbuhi bulu tapi gak banyak bulunya didada. Wajah papaku gak cakep tapi gak jelek, tapi tubuhnya bagus…tinggi besar. Dan papaku sangat pemarah.

Setelah hampir 10 menit aku emut-emut k0ntol papaku, aku merasa mulutku mulai pegal dan capek. Tapi rasa puas dan nafsuku masih terus ingin. Tiba-tiba aku teringat cerita mbak Inun dan mbak Riska, tentang cerita mereka pernah sex. Karena teringat cerita mereka, aku buka bajuku, buka semua sampai aku bugil. Lalu aku naik pelan-pelan keatas ranjang papa, dan aku tidur disebelah papa (posisiku agak ketengah diranjang papa disebelah kanannya). Jantungku berdetak cepat, sampai aku keringat dingin karena aku gak tau apa yg mau aku lakukan. Dan saat itu entah dari mana aku bisa punya ide, aku balikkan badan papa pelan-pelan sampai badannya menindihku. Sungguh aku gak merasa kesulitan balikkan badan papaku yg besar samapi bisa menindihku. Dan aku juga terus perhatikan mata papaku, dan kulihat matanya tertutup tidur pulas.

Saat badan papa sudah ada diatas tubuhku…sudah menindihku, aku jadi merasa takut sendiri, aku takut kalo dia terbangun pasti aku gak bisa lari lagi karena sudah ditindih oleh badannya. Saat itu aku berharap dlm hati semoga papa tidak terbangun, dan semoga kali ini aku berhasil ngobati rasa penasaranku. Aku gak mau jadi gadis yg kuper yg gak pernah rasakan sex, seperti temanku bilang saat mengejekku. Lalu dengan rasa hati-hati sekali bercampur takut dan cemas, kucoba pegang k0ntol tegang papa dan kuletakkan diatas memekku. Dan saat itu kurasakan, tiba-tiba kedua paha dan kaki papa bergerak seperti melebarkan kedua belah pahaku. aku sempat terkejut dan takut, tapi karena kulihat matanya masih juga tertutup tidur, aku jadi merasa aman walau tetap aja ada rasa cemas. Dan saat selangkanganku sudah terbuka lebar, dan kakiku seperti melingkari pinggul papa. Kedua tangan papa saat itu berada disebalah kedua wajahku.

Aku jadi benar-benar takut, aku takut untuk melanjutkannya, tapi kini badan papa sudah diatasku, dan aku harus lanjutkan “toh papa juga gak tau, kan papa sedang tertidur” batinku saat itu menghibur rasa takutku. Lalu kupegang lagi k0ntol papa, dan kurasakan sangat keras sekali, lalu kuarahkan kepala k0ntolnya kemulut memekku, lalu kulepaskan dari tanganku. Dan saat kulepaskan dari tanganku aku merasa kalo k0ntol papa seperti menekan kemulut memekku, aku lihat badannya tidak bergerak dan matanya juga masih bobok, tapi k0ntolnya seperti makin menusuk menekan mencoba masuk kelobang memekku. Tusukannya pelan tapi tekanannya sangat kuat. Aku merasa takut, lalu kupegang kedua pinggul papa. Dan kurasakan makin lama tekanannya terus dan mulai menusuk masuk sedikit-sedikit. Walau agak lama k0ntol papa masuk sedikit-sedikit, tapi tekannanya terus dan gak berhenti. Hingga kira-kira hampir 3 menit, aku hampir menjerit menahan sakit, saat kurasakan k0ntol papa menekan kuat, menusuk masuk kedlm memekku. Mungkin seluruh bagian kepala k0ntolnya sudah tertanam semua dlm memekku.

Yg aku rasakan perih bukan main, sepertinya memekku sobek karena tusukan k0ntol gede papa. Aku menahan memekku agar k0ntolnya tidak bisa menerobos lebih dlm lagi, sakit sekali dan terasa perih. Dan saat itu kurasakan tekanan k0ntol papa seperti berhenti tidak menusuk lagi. Tapi setelah lebih dari 2 menit aku merasakan kalo k0ntol papa mulai menekan lagi, mulai menusuk, dan tekanannya kali ini lebih kuat, dan pinggul papa juga seperti bergerak menekan. Aku makin kewalahan dan semakin takut, karena saat itu juga k0ntol papa mulai masuk lebih dlm, dan terus menekan kuat hingga makin masuk lebih dlm. Dan aku ingat saat itu kalo memekku seperti sobek berdarah, padahal k0ntol papa belum ada masuk setengah kedlm memekku.

Karena aku merasa sakit sekali diselangkanganku, perih sekali dan aku tidak tahan, bahkan airmataku sampai keluar, aku menangis menahan sakit, tapi aku gak bearani bersuara, aku takut kalo aku bersuara bisa buat papa terbangun dan bakalan ketahuan sama papa. Beberapa menit kurasakan tidak ada tekanan dari k0ntol papa, tapi karena perih yg tak tertahankan, kucoba mendorong tubuh papa keatas dengan kedua tanganku agar k0ntolnya tercabut dari memekku. Tubuh papa bukannya makin terdorong…semakin kudorong tubuhnya sekuat tenaga keatas, tapi semakin sperti ada tekanan pada k0ntolnya kememekku, kudorong lagi sekuat tenaga supaya k0ntolnya tercabut, tapi malah kurasakan k0ntolnya makin menekan masuk kememekku dan semakin perih kurasa seperti makin sobek memekku.

Akhirnya aku lemas kehabisan tenaga, sementara airmataku terus mengalir menahan sakit. Lalu dengan sisah tenaga yg ada kucoba sekali lagi sekuat tenagaku mendorong badannya keatas…tapi hasilnya bukannya malah tercabut k0ntolnya…yg kurasakan k0ntolnya malah seperti makin menekan masuk. Aku takut sekali saat itu karena sungguh gak tahan menahan perih. Tenagaku habis dan k0ntolnya sudah masuk setengah mungkin kedlm memekku. Aku gak bisa mendorong badannya lagi, dan sempat juga aku berniat mau bangunkan papa supaya dia cabut k0ntolnya dari memekku, tapi karena aku takut ketahuan dan gak mau malu, maka aku hanya bisa mengeluarkan airmata dan pasrah.

Dan semenit kemudian…tiba-tiba aku merasa kalo badan papa mulai bergerak-gerak sendiri, pinggulanya bergerak naik turun. Dan karena tubuhnya kurasakan k0ntolnya juga ikut bergerak sepereti keluar masuk dlm memekku. Aku benar-benar tersiksa karena gerakannya membuat memekku ditusuk-tusuk k0ntol papa yg sangat gede itu. Rasanya mau mati nahan sakit hingga badanku kaku dibuatnya. Aku menjerit dlm hati karena gak berani mengeluarkan suara, takut ketahuan sama papa. Saat itu aku ingin sekali bangunkan papa, aku mau bilang supaya k0ntolnya dicabut dari memekku, tapi aku tetap saja takut membangunkannya, tetap saja aku gak berani. Badan papa tetap bergerak naik turun dan aku hanya bisa pasrah menahan sakit dengan linangan airmata yg tiada hentinya.

Aku benar-benar kapok sekarang, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain merasakan memekku ditekan-tekan kuat menusuk oleh k0ntol papa yg sangat gede. Semakin lama gerakannya semakin kuat…semakin lama gerakannya juga semakin cepat dan semakin membuatku serasa mau mati menahan perih. Karena tidak sanggup menahan perih dan aku juga seperti megap sampai sulit bernapas, akhirnya aku gak sadarkan diri. Saat itu tidak tau apa lagi yg terjadi. Dan diwaktu aku terbangun dan sadar, aku lihat tubuh papa masih ada diatas menindihku, dan gerakan tubuh besar papa saat itu sangat kuat sekali menekan-nekan memekku, begitu juga napas papa aku dengar sangat kasar mendesah, semenatara matanya masih bobok aku lihat dan badannya penush dengan keringat.

Aku tersiksa lagi menahankan sakit yg sangat perih, karena k0ntol papa sudah masuk menekan-nekan sampai dlm memekku. Ingin menjerit gak berani…ingin berteriak juga gak berani…ingin bangunkan papa juga aku gak berani. Hingga gak lama kemudian tiba2 papa bergerak badannya sangat cepat dan kuat dan tiba-tiba badannya menyentakkan kuat k0ntolnya menakan kememekku, dan saat itu badannya kaku diatas tubuhku, lalu kurasakan kalo didlm memekku sperti ada semburan cairan dari k0ntol papa. Dan setelah badan papa tidak bergerak lagi, dan napas juga sudah tidak mendesah kuat lagi, hanya keringatnya yg semakin membasahi tubuhnya.

Penderitaanku berakhir saat badan papa tidak lagi bergerak, dan k0ntolnya juga tidal lagi menusuk-nusuk memekku. Semenit kemudian aku mencoba membalikkan badan papa, kucoba mendorong dengan sisah tenagaku yg ada. Sungguh aku gak menygka, walau tenagaku gak kuat lagi tapi aku mampu mendorong badan papaku yg besar dan berat itu. Aku berhasil balikkan badannya dan pensinya pun tercabut dari memekku. Aku juga sempat heran…kenapa kali ini aku berhasil mendorong badannya, dan sepertinya badan papa ringan sekali kudorong. Tapi aku gak mau berpikir panjang, yg penting aku sudah lepas dari tindihan badannya. Lalu aku mencoba bangun untuk meninggalkan papa diranjangnya, “aaagh..” aku terpekik menjerit pelan saat kurasakan perih diselangkanganku. Aku merasa perih saat akan melangkah, sakit sekali diselangkanganku. Sampai dikamarku aku melihat dibahagian pahaku ada tetesan darah dari memekku sudah hampir mengering. Setelah kubersihkan sisa-sisa darah perawanku sisekitar memek dan pahaku, maka aku pun tertidur karena lelah dan sakit.

Setelah kejadian itu keesokan harinya aku masih tetap merasa sakit diselangkanganku. Dan pada hari itu aku tidak masuk sekolah karena badanku agak demam, dan kurasakan badanku juga lemas. Pagi hari jam 9 papa dan mama bertanya padaku kenapa aku tidak sekolah…aku mengatakan kalo aku agak demam. Dan papa juga memberi obat demam padaku dan menyarankan aku supaya istirahat aja dirumah. Saat itu aku takut juga kalo seandainya papa tahu apa yg telah kulakukan padanya kemaren, dan syukurlah dia tidak tau karena aku melakukannya dia saat dia tidur. Dan seperti biasa mama berangkat bekerja tiap jam 9 pagi dan akan pulang jam 10 atau jam 11 malam. Kuakui hubungan papa dan mama sudah hampir 2 tahun agak renggang kurang harmonis, karena menurut mama…papaku suka selingkuh dan suka kasar sama mama.

Semenjak itu mama jadi kurang perhatian pada keluarga dan banyak habiskan waktu diluar bersama ibu-ibu yg lain bisnis berlian. Mama juga sering seminggu tidak pulang karena harus keluar kota untuk urusan bisnisnya, tapi beliau selalu melebihkan uang jajanku dan selalu belikan apa yg kuminta. Kalo mama berangkat bekerja…papa juga biasanya pergi keluar rumah entah kemana dan terkadang sampai malam juga baru pulang. Dan jarang sekali ada dirumah diwaktu siang hari. Dan disiang itu waktu (jam 1) aku baru saja selesai makan siang (keluargaku bayar bulanan untuk rantangan makan siang dan makan malam), dan aku terkejut sekali lihat papa pulang. Dia sempat menanyakan kesehatanku sebelum dia berlalu masuk kedlm kamarnya.

Setelah itu aku melangkah keruang tamu dan kuhidupkan tv, sebenarnya aku mau tidur dikamarku tapi takut nanti papa keluar rumah tidak ada yg kunci pintu, maka kutunggu sampai papa keluar kamarnya san pergi keluar rumah (karena biasanya papaku jarang dirumah siang dan sore hari, kalo pun datang…hanya sebentar lalu pergi lagi dan memintaku untuk kunci rumah dari dlm).

Setelah kutunggu selma 15 menit, tapi tidak ada tanda-tanda kalo papa akan pergi keluar rumah lagi, dan papa juga belum keluar dari kamarnya. Sambil nonton TV aku bertanya dlm hati, napa papa gak keluar ya…biasanya papa siang hari tidak pernah berada dirumah. Lalu karena penasaran aku coba melihat kekamarnya, dan kulihat pintu kamar tertutup tapi tidak rapat dan masih bisa melihat jelas dari luar. Aku dorong dikit pintunya dan kulirik kedlm…nampak sedikit kaki papaku sedang tidur diatas ranjangnya. Lalu kututup pintu kamarnya dan aku melangkah keruang tamu dan kumatikan Televisi, lalu aku berjalan kekamarku.

Sampai dikamarku aku masih bertanya-tanya dlm hati…kok papa sekarang rajin tidur siang ya…semalam dan hari ini dia tidur siang. Seumur-umur baru semalam itu dia aku lihat tidur siang, kenapa hari ini juga tidur siang…biasanya malam dia baru pulang kerumah. Tapi siang itu aku tetap saja mengurung diri dlm kamarku, aku gak keluar rumah ataupun menemui teman-temanku, karena aku juga masih merasa lemah. Aku tidak bisa tidur tapi tetap merebah sambil membaygkan apa yg telah kulakukan pada papaku semalam itu. Setengah jam kemudian aku seperti mendengar suara dari Televisi yg ada diruang tamu. Padahal aku ingat kalo televisi sudah aku matikan sebelum aku masuk kamar tadi. Aku mau tau siapa yg menyalakan televisi dan aku keluar kamar menuju raung tamu. Disana aku jumpai papa sedang tidur dengan pakai sarung diatas karpet diruang tamu dan matanya masih terbuka menonton tv. Papa tau aku datang dan bertanya padaku

“belum tidur juga ya…” lalu kujawab

“sudah tadi pa…tapi kupikir aku lupa matikan tv makanya aku terbangun dan mau matikan tv, rupanya papa yg hidupkan”

“iya papa juga tadi mau tidur siang dikamar papa, tapi gak bisa tidur juga, papa kepanasan, jadi papa mau tidur disini aja” ucap papa sambil matanya mulai dipejamkannya, tapi televisi dibiarkannya tetap hidup.

“ya uda kalo papa mau tidur…aku juga mau tidur pa…ngantuk..” aku berlalu meninggalkan papa, tapi tiba-tiba papa berkata padaku

“Rini…nanti matikan tv nya ya kalo papa sudah tidur…jangan sekarang matikannya, nanti saja kalo papa sudah tidur…gak lama kok 5 atau 10 menit papa sudah tidur kok”,

“iya pa…nanti Rini matikan..”, jawabku sambil berjalan menuju kamarku.

Setelah 10 menit aku keruang tamu lagi hendak mematikan tv seperti yg diperintahpan papaku padaku. Sesampainya disana aku sangat terkejut sekali, kulihat papaku sudah tertidur tapi sarungnya sudah terbuka dibawah kakinya, dan saat itu k0ntol papaku tampak membesar menegang. Aku melihat mata papaku benar-benar tidur, dan segera kumatikan tv, tapi tetap saja mataku melihat tubuh bugil papaku, aku kembali seperti terangsang melihat k0ntol papa. Ingin kembali kumenyentuhnya, karena aku begitu suka melihatnya dan k0ntol papaku yg gede itu membuat nafsuku kembali menggebu. Aku masih berdiri didekatnya, menatap k0ntolnya, dan kulihat matanya tertutup tidur. Mungkin sarung papa gak sengaja terbuka kebawah karena tendangan kakinya diwaktu tidur, dan papa tidak menyadarinya. Aku masih bisa menahan nafsu waktu itu, karena aku masih merasa sakit diselangkanganku.

Sebenarnya aku ingin sekali menyentuh k0ntol papaku lagi, apalagi dia tidak tau saat itu, dia sudah tidur nyenyak, bahkan dia tidak tau kalo aku sudah matikan televisi. Kutahan nafsuku yg menggebu, aku gak berani menyentuhnya, walau aku tau sebenarnya aku ada kesempatan menyentuhnya lagi, karena papaku sedang tertidur, tapi aku takut dan gak mau menahan sakit lagi. Aku benar-benar jerah dan kapok, aku benar-benar gak sanggup menahan sakit. Maka kutinggalkan papa diruang tamu dan aku masuk kamar ku lagi.

Siang itu rasanya aku benar-benar berperang melawan nafsuku, aku tetap berkeras gak akan sentuh k0ntol papa lagi, aku benar-benar kapok semalam dibuatnya, aku gak bisa baygkan rasa sakit yg kuderita sewaktu k0ntolnya kumasukkan dlm memekku. Dan disiang itu untuk kedua kalinya aku melihat k0ntol gede papaku, tapi aku berhasil melawan nafsuku karena takut membaygkan rasa perih yg sangat perih. Akhirnya setelah 1 jam kemudian, kudengar papa terbangun, dan dari dlm kamar aku bisa mendengar kalo papa berada dikamar mandi sedang mandi. Dan akhirnya papa pamit padaku untuk keluar rumah.

Namun ke-esokannya yaitu hari ke-3, saat aku pulang sekolah dan baru saja tiba dirumah, aku menemukan papa sedang menonton TV diruang tamu seorang diri. Papa meyapaku sebelum aku sempat berlalu kekamarku.

“waah anak papa sudah pulang ya…”,

“hehehe…iya pa…kok papa tumben ada dirumah…biasanya sampai malam baru pulang”, ucapku menggeledek papa sambil berlalu meninggalkannya diruang tamu. Setelah ganti pakaian aku langsung menuju dapur untuk ambil makan siang.

“papa sudah makan belum?, makan bareng yuk pa…”,

“papa sudah makan tadi, Rini makan sendiri aja ya…”.

Selesai makan aku langsung masuk kamar dan tidak keluar lagi. Namun 10 menit kemudian dari dlm kamarku, aku seperti tidak mendengar suara televisi lagi. Karena mau tau apakah emang benar televisi sudah dimatikan, aku bergerak keruang tamu dan aku takut papa pergi tanpa menutup pintu depan. Ternyata papa tidak ada disana…dan pintu depan juga tertutup. Maka kucari kekamar papa, karena rasanya gak mungkin kalo papa tidur siang lagi, aku tau kalo papaku itu makhluk paling jarang tidur siang. Lalu aku kekamar papa dan langsung masuk, karena pintu kamarnya terbuka hampir setengah.

Astaga…ternyata papa ada didlm dan sedang tertidur, dan…aku lihat papa tidurnya tanpa sehelai pakaian membalut tubuhnya, aku terdiam kaget melihat papa tidur dlm keadaan bugil. Takut papa tau kalo aku ada dlm kamarnya aku langsung bergerak keluar kamar papa dan kembali kekamarku. Saat berada dlm kamarku, nafsuku benar-benar diuji, aku sungguh gak bisa melupakan apa yg aku lihat barusan. Tubuh bugil papa seakan lengket dlm benakku, tubuh gagahnya, k0ntolnya, serta bulu-bulu yg banyak tumbuh dibagian-bagian tertentu badannya. Hatiku bertanya…mengapa papa tidur bugil, dan mengapa dlm 2 hari ini kalo tidur k0ntol papa selalu dlm keadaan sudah membesar dan menegang…padahal hari pertama aku memergoki papa sedang tertidur dia pakai cd, dan k0ntolnya juga tidak menegang, tapi napa 2 hari ini selalu dlm keadaan menegang…?.

Saat itu aku hanya berpikir, kalo papa mungkin saja kepanasan atau sudah terbiasa bugil dari dulu kalo sedang tidur, mugkin aku tidak mengetahuinya selama ini. Dan akhirnya karena tidak tahan melawan nafsu, aku kembali lagi kekamar papa karena pengen melihat k0ntol papa lagi. aku benar-benar sudah tidak bisa menguasai nafsuku, aku benar-benar sudah suka melihat k0ntol gede papaku, yg bagiku adalah sesuatu yg unuk sesuatu yg asing tapi punya daya tarik yg sangat besar, hingga membuatku ingin selalu melihatnya, lagi…dan lagi…aku terpesona dan kagum.

Ketika sudah berada dlm kamar papa, aku melangkah pelan-pelan mendekatinya, dan aku duduk disebelahnya dengan mataku seakan tak ingin berkedip melihat benda papa yg telah membuatku kagum padanya. Jantungku berderak gak menentu saat aku melihat k0ntol papa dari dekat, entahlah mengapa aku sangat menyukainya aku juga tidak tau, aku sangat tertarik untuk menyentuhnya. Maka kucoba pegang paha kiri papa dengan kedua tanganku, lalu kugoyg-goyg ingin tau apakah dia terbangun. Ternyata papa tidak bangun saat kugoyg-goyg pahanya dan aku tau kalo dia tidurnya pulas. Aku semakin berani dan leluasa untuk berbuat sepuas hatiku untuk mempermainkan k0ntol papa. Kutelan airludahku saat tanganku telah menggenggam k0ntol papa yg sudah menegang sangat gede itu.

Dan tanpa menunggu lama aku langsung menciumnya dan jga memasukkannya kedlm mulutku. Aku benar-benar seprti gadis belia yg sudah sangat menyukai k0ntol laki-laki, emutanku sengaja kubuat nyedot kuat-kuat, aku sangat menikmatinya dan aku berusaha buat k0ntol papa masuk sedlm mungkin dlm mulutku, namun hanya bisa masuk bagian kepalanya aja, k0ntol papa terlalau gede buat mulutku. Seluruh batang k0ntol papa kujilatin sampai batangnya basah semua karena air ludahku saat menjilatinya. Sekali-sekali kuperhatikan kearah wajah papa, aku melihat mata papa dan menurutku papa benar-benar tidur dan sama sekali tidak tau apa yg telah kuperbuat.

“oh papa…maafkan aku telah melakukan ini tanpa sepengetahuanmu…maafkan aku papa” jeritku dlm hati.

Dan mulutku benar-benar menikmati k0ntol papa, aku telah menyukai k0ntol papa dan aku terangsang, aku bernafsu melihat k0ntol gede papa. Lama sekali aku mengemut k0ntol papa, tapi rasa puas belum juga aku dapatkan. Hingga 15 menit aku mengulumnya, aku merasa kalo mulutku sudah mulai pegal, leherku juga sudah mulai terasa capek karena terus-terusan mengulum k0ntol gede papa. Aku sangat bernafsu sekali apa lagi mata papa kulihat tetap tidur, dan tangan papa juga tidak ada membelai rambutku. Maka aku sangat yakin kalo papa benar-benar tidak tau dan tidak menyadari apa yg sedang aku lakukan. Karena merasa belum puas dengan mengulumnya saja, aku membuka seluruh pakaianku dan aku bugil dihadapan papaku yg sedang tidur pulas.

Lalu aku naik keranjang papa dengan gerakan yg kusengaja sangat pelan berhati-hati sekali, agar jangan sampai membuat papa terbangun dari tidurnya. Aku tidur lagi disebelah papa dan mulai meneruskan rencanaku selanjuntnya. Ketika akan kubalikkan tubuh kekar papa supaya menindihku, aku hampir saja mengurungkan niatku, aku teringat kalo aku merasa gak sanggup kalo k0ntol papa sampai masuk kedlm vagiaku. Namun karena nafsuku sudah benar-benar gak bisa dikendalikan lagi, kucoba balikkan badan besar papa dengan sangat hati-hati sekali, dan aku merasa tidak menemukan kesulitan saat membalikkan badan papa, aku merasa kalo badan besar papa seperti ringan…gampang sekali aku membalikkan badannya hingga dia menindihku. Segera kupegang k0ntol keras papa yg gede dan kutuntun kebagian memekku.

Saat kepala k0ntol papa sudah aku letakkan tepat dimulut memekku, maka langsung kutarik tanganku dan kulepas k0ntolnya dari peganganku. Kuperhatikan mata papa bobok, dan aku merasa kalo badan papa sangat berat berada diatasku. Namun beberapa detik kemudian…kembali kurasakan kalo kedua paha papa bergerak, dan kedua pahanya sperti melebarkan kedua belahan pahaku. Karena kaki papaku besar dan berat maka belahan pahaku langsung ngikut terbuka lebar, tetapi mata papa tetap aku perhatikan tutup. Setelah selangkangan pahaku terbuka lebar, seketika itu juga kurasakan kalo k0ntol papa seperti menekan kememekku. Aku heran…badan papaku tidak bergerak sama sekali dan mataya juga aku lihat sedang tidur, tapi napa k0ntolnya terus menekan.

Aku takut seakali, aku langsung teringat kalo gak tahan menahan perihn nantinya. Kucoba pasrahkan diriku walau tetap saja ada perasaan takut dlm hatiku menanti k0ntolnya masuk dlm memekku. K0ntol papa semakin menekan…sedikit demi sedikit kuarasakan kalo k0ntol papa mulai masuk sendiri kedlm memek kecilku yg masih belum ditumbuhi bulu sedikitpun. Aku hampir merintih menjerit sakit saat k0ntol gede papa semakin menekan lebih dlm dan sudah masuk seluruh bagian kepala k0ntolnya. Karena tak tahan menahan perih maka kucoba mendorong tubuhnya keatas agar k0ntol papa tercabut dari memekku, tapi semakin kudorong keatas badan papa…kurasakan k0ntolnya semakin menekan menusuk kedlm, kudorong lagi sekuat tenaga tapi tetap saja tidak bisa dan malahan k0ntol papa semakin masuk menekan kedlm. Aku gak habis pikir…tubuh papa seperti tidak ada bergerak tapi mengapa bisa menekan masuk kedlm memekku.

Hingga akhirnya aku kegabisan tenaga dan tidak mampu untuk mendorong badannya lagi, kurasakan tekanan k0ntol papa semakin dlm, dan k0ntolnya sampai masuk setengah dari panjang batang k0ntolnya. Aku menangis tapi tidak berani bersuara, mau menjerit juga takut ketahuan, mau bangunkan papa agar k0ntolnya dicabut dari memekku juga gak berani, takut ketahuan dan gak mau menanggung malu.

Dan aku kembali merasakan kalo memekku seperti koyak karena ditembus k0ntol gede papa, hingga menembus sampai setengah dari batang k0ntolnya. Aku kembali merasa seperti mau mati nahankan sakitnya. Saat begitu aku merasa menyesal, merasa kapok karena tidak dapat lagi berbuat apa-apa selain pasrah menahan sakit dan perih. Setelah kira-kira 1 menit setelah k0ntolnya tidak lagi menekan masuk, tiba-tiba badan papa bergerak sendiri lagi, sama sperti waktu kejadian pertama, matanya tutup tapi badan tegapnya bergerak naik turun dan saat itu kurasakan kalo k0ntol papa juga ikut keluar masuk menekan-nekan dan menusuk memek kecilku.

Aku sangat kesakitan sampai tubuhku kaku menahan perih, aku berusaha supaya k0ntol papa tidak masuk terlalu dlm, aku mnjepitnya dengan memekku, tapi sungguh tiada artinya, karena k0ntol gede papa sangat keras dan terus menekan menusuk-nusuk berusaha masuk lebih dlm lagi. Makin lama gerakan badan papa semakin cepat dan semakin kuat-kuat, dan itu sungguh menyiksaku yg hanya mampu mengeluarkan air mata tanpa berani bersuara sedikitpun. Saat-saat seperti ini aku hanya berharap semoga cepat berakhir…aku sungguh gak tahan. Gerakan badan papa makin lama makin sangat kuat menusuk, dan semakin lama semakin dlm masuk kememek kecilku, semakin membuatku megap susah bernapas.

“papaaa ampuuuun…uuuuughh…uuuugh…” jeritku sangat kuat dlm hati, karena aku gak berani bersuara takut bapak terbangun.

Napas papa terasa kedengaran kasar dan gerakannya kadang yentak sampai masuk dlm, tapi matanya tetap aja tidur aku lihat.

“ampuuuuun paaaa…aduuuuu…aaaaagh…uuuuuggh…” aku selalu menjerit dlm hati karena menahan perih.

Ingin sekali cepat berakhir, tapi aku sungguh gak pernah tau kapan itu berakhir, aku hanya menunggu badan papa sampai tidak bergerak sendiri lagi, karena untuk membangunkannya aku gak mungkin, pasti ketahuan nantinya. Aku perhatikan seluruh badan papa penuh dengan keringat, dan napas nya juga sangat kasar dan matanya tetap saja tidur (karena itu emang kuharapkan, aku gak mau dia sampai terbangun dan akhirnya ketahuan). Sampai lebih 25 menit, akhirnya kurasakan tiba-tiba badan papa bergerak sangat cepat dan menyentak-nyentak sangat kuat sehingga k0ntolnya menyentak kuat-kuat menusuk sampai kandas-kandas kedlm memekku, dan aku megap gak bisa bernapas bahkan hampir pingsan.

Lalu kudengar desahan panjang dari mulut papa saat sentakan terakhir tubuh besarnya dan k0ntolnya tertanam kandas dlm memekku, lalu kurasakan sperti ada cairan hangat yg disemprotkan dari k0ntol papa dlm memekku. Dan aku tidak tau mengapa…tiba-tiba badan papa tidak bergerak lagi tapi tetap diatas tubuhku dan k0ntolnya juga masih berada dlm memekku. Kalo sudah begitu, rasanya sungguh aku sudah terbebas dari penderitaan yg amat menyiksaku menahan perih selama hampir 1/2 jam. Rasanya tenagaku habis dan tubuhku sangat lemah dan ikut basah akibat keringat papa yg terus mengalir bercucuran siang itu dlm kamarnya.

Dua menit kemudian aku mencoba membalikan badan papa agar tidak menindihku lagi, dan sungguh memang tidak sulit seperti k0ntolnya menekan memekku (waktu k0ntolnya seperti menekan memekku, aku gak mampu untuk mendorong badannya agar k0ntolnya tercabut dari memekku ), tapi saat ini aku gampang sekali mendorong badan besarnya dan membalikkannya sehingga k0ntolnya juga ikut tercabut dlm memekku. Aku masih membiarkan badanku tidur telentang sebentar saja sambil menunggu tenagaku pulih kembali.

Lalu setelah bebarapa menit aku bangkit meninggalkan papa sendiri dlm kamarnya. Setelah aku membersihkan tubuhku aku kembali tidur dikamarku karena aku lemah sekali dan selangkanganku juga terasa perih. Dan 1/2 jam setelah itu aku dengar dari kamarku kalo papa bangun dan pergi mandi kekamar mandi, gak lama setelah selesai mandi papa pergi keluar rumah dan akan pulang sampai malam nanti. Kejadian ini sungguh tidak diketahui papa, dan hanya aku sendiri yg tau dan karena aku sendiri yg lakukannya disaat papa tidur.

Aku telah berhasil menjadi wanita yg sesungguhnya seperti yg teman-temanku bilang…perempuan itu belum bisa dibilang perempuan yg sesungguhnya kalo belum pernah rasakan sex. Dan aku bukan lagi menjadi gadis kuper seperti yg selalu mereka ucapkan padaku saat mereka pernah permalukan aku. Aku sudah rasakan sex walaupun aku tersuksa melakukannya, walaupun aku merasa seperti ada yg dirobek-robek dlm memekku.

Aku sempat merasa ragu dan curiga pada papaku…karena setelah kejadian pertama, kedua dan ketiga…papaku jadi semakin sering tidur siang, bahkan setelah kejadian itu papa setiap hari berada dirumah siang hari dan selalu tidur siang dikamarnya, dan kalo tidur juga selalu dlm keadaan bugil. Namun aku tidak menemukan tanda-tada kalo papa sadar atau terbangun dari tidurnya, karena aku selalu lihat matanya bobok, dan saat aku mengulum k0ntolnya juga dia gak pernah lagi belai-belai kepalaku. Itulah yg buat aku yakin kalo papa memang benar-benar gak tau dan memang dlm keadaan gak sadar melakukannya.

Hingga akhirnya aku semakin hari semakin menyukai k0ntol gede papaku sendiri, dan setiap kali papa tidur siang aku merasa seperti ada yg menyuruhku untuk masuk kekamarnya, seolah-olah aku ingin selalu melihat papa tidur bugil, selalu membaygkan k0ntol gede nya yg berwarna gelap itu, dan mengapa juga aku bisa sangat menyukainya, sangat mengaguminya, seakan-akan benda terlarang milik papaku itu seperti punya daya tarik yg hebat untukku. Setelah hari yg ke-4, ke 5, ke 6 dan seterusnya hingga sebulan aku terus masuk kamar papa, dan selalu intip dia bobok, dan selalu kutemukan papa bobok dlm keadaan bugil dan dlm keadaan k0ntolnya sudah sangat besar sekali menegang dan panjang, dan itu sangat membuatku nafsu sekali melihatnya ingin segera menyentuh dan mengulumnya.

Mulanya niatku hanya ingin melihat tubuh bugil papa disaat tidur, dan hanya ingin mempemainkan k0ntol gede nya dlm mulutku, dan ternyta kalo aku sudah mengulum k0ntolnya dan mempermainkan k0ntolnya dlm mulutku, aku selalu merasa tidak puas dan akhirnya aku bugil sampai tidur disebelahnya dan membalikkan badannya pelan-pelan sampai menindihku. Jujur aku katakan…kalo badan papaku sudah berada diatasku dan kalo k0ntolnya sudah menekan bahkan sampai badannya gerak-gerak sendiri, itu sangat membuatku tersiksa menahan sakit dan aku sangat menyesal selalu kalo badan papa sudah berada diatasku dan menekan k0ntolnya kedlm memekku.

Yg buat aku gak abis pikir adalah…napa kalo lihat papa tidak sedang bobok aku sama sekali tida ada rasa nafsu ataupun suka melihat dia. Aku merasa tidak tertarik sedikitpun dan itu emang kuakui, karena aku hanya tertarik dan bernafsu kalo aku lihat papa sedang bobok bugil, aku bernafsu kalo sudah lihat k0ntol papa, dan selalu begitu kejadiannya. Setelah sebulan terus melakukan itu disaat papa bobok, aku pernah sakit dan gak sekolah 2 hari, badanku terasa lemah sekali, sehingga hanya istirahat dlm kamar. Tapi karena aku lelah dan badanku lemah, aku tidak masuk kamar papa dan tidak melihat papa lagi tidur siang dikamarnya. Hingga sore harinya aku dengar langganan rantangan makam malam kami aku dengar datang, dan aku segera bukakan pintu dan menerima rantangan nya dari bi Inah.

Setelah itu aku bersih-bersih diri dan makan. Lalu aku nonton televisi diruang tamu. Tiba-tiba papa keluar dari kamarnya hanya pakai sarung telanjang dada, dan papa juga bawa bantal aku lhat. Papa sempat bilang kalo dia lagi gak enak badan dan mau istirahat aja dirumah, dan aku diminta jangan kemana-mana suruh dirumah aja sama papa. Papa tidur diruang tempat nonton tv, saat itu jam 5 sore kalo gak salah. Kata papa dia mau tidur disitu aja sambil nonton tv biar cepat tertidur katanya, karena dikamar katanya susah mejamkan mata. Papa memintaku untuk tetap menyalakan tv agar dia cepat tertidur, dan aku terus nonton tv sambil duduk disofa sebelah kanan papa.

5 menit kemudian kulihat papa seperti gelisah dan suara napasnya keluar seperti orang yg sedang tidur pulas…aku gak nygka kalo papa bisa cepat tertidur kalo tv dinyalakan. Dan saat papa sudah tertidur nyenyak, badannya mutar kekanan dan balik kekiri karena gelisah, dan saat dia balik kekiri aku lihat sarungnya terlepas tertendang kaki kanannya, sehingga sarungnya saat itu aku lihat sudah turun sampai kebawah betisnya. Dan saat itu juga langsug terpampang keluar k0ntol papaku yg aku lihat sudah dlm keadaan menegang sangat besar tegak memanjang.

Sungguh aku tidak bisa melihatnya, jantungku berdetak cepat lagi, dan ntah napa aku jadi nafsu dan ingin sekali meyentuhnya. Padahal dari siang hari aku sudah niatkan untuk tidak masuk kamar papa agar tidak melihat k0ntolnya, karena pada hari itu aku sangat lemah sampai aku tidak masuk sekolah. Saat melihat nya sudah dlm keadaan bugil, dan k0ntolnya juga seperti sudah menantiku untuk dipemainkan mulutku, aku sempat bilang pada hati kecilku untuk melawan gejolak nafsuku “tidak Rini…tidak, jangan lihat dan jangan sentuh…jangan Rini…tinggalkan saja dan masuk kekamar mu..”, batinku menolak untuk tidak melihat da menyentuhnya, tapi nafsu sangat menggebu-gebu dan aku benar-benar tidak mampu melawan nafsuku sore itu.

Aku terlanjur melihatnya dan tidak mungkin rasanya untuk tidak menyentuh (mungkin kalo tidak lihat tubuh bugil papa dan k0ntolnya, aku gak akan terangsang dan nafsu). Dan akhirnya aku lakukan lagi diruang tengah rumah kami itu tanpa sepengetahuan papaku karena dia dlm keadaan tidur. Aku lakukan sore itu mempermainkan k0ntolnya dlm mulutku sampai sepuasku, dan niatku hanya sampai sebatas mengulum pensinya aja, tidak usah sampai dimasukin kememekku, tapi nafsuku tetap saja merasa tidak puas hingga akhirnya nafsuku memaksaku untuk bugil dan membalikkan badan papaku sampai menindihku.

Dan aku sungguh tidak pernah bisa menguasai nafsuku apabila sudah mengulum k0ntol gede papa. Dan sore itu aku hampir pingsan karena k0ntol papa menusuk menyentak-nyentak…dan lama sekali badannya tidak bergerak lagi, mungkin hampir 1/2 jam sampai badan papa penuh dengan keringat. Dan yg aku herankan…walaupun selama sebulan itu aku tiap hari melakukannya pada papa disaat dia tertidur, tapi aku tetap saja merasa kalo memekku seperti dikoyak k0ntolnya.

2 bulan, 3 bulan hingga setahun aku tetap melakukan ini pada papaku disaat dia sedang tertidur, dan dia tidak pernah mengetahauinya sampai hari ini. “maafkan aku papa…maafkan aku telah melakukan dosa padamu, telah berdosa karena kelemahan yg kumiliki…”, aku tak ingin sampai papa tahu semua ini, dan kalo itu sampai terjadi mungkin jalan satu-satunya yg harus aku tempuh adalah akan pergi jauh dari papa dan mama. Karena aku gak mau menanggung malu karena telah memanfaatkan papa disaat dia tidur.

Sesungguhnya aku tidak pernah menyesali apa yg telah aku lakukan, hanya gak mengerti sampai saat ini…apakah ada kelainan pada diriku?, apakah yg kulakukan ini wajar?. Sungguh ini membuatku bingung dan hampir prustasi. Dan mengapa juga aku tidak pernah hamil, apakah karena papa melakukannya disaat tidur…aku sangat tidak ingin kalo aku sampai hamil, dan semoga itu tidak akan pernah terjadi. Hingga aku berumur 16 tahun aku masih tetap melakukan itu dan seperti tidak bisa berhenti melakukannya.

Dengan beberapa orang dewasa yg aku percaya aku pernah curhat, dan mereka beri jawaban yg berbeda-beda tiap kali kubertanya. Ada yg bilang aku punya kelainan sex karena hanya suka pada lelaki yg sedang tertidur, dan ada juga yg bilang kalo aku korban sex, ada juga yg bilang kalo papaku selama ini telah mengetahuinya dan selalu melakukannya dlm keadaan sadar. Semuanya sungguh membingungkanku. Hingga akhirnya disuatu hari aku sudah duduk dibangku SMU, aku pernah curhat dengan tetangga yg kuanggap bisa jaga rahasia. Dia adalah orang yg termasuk pintar mengobati penyakit, dan banyak orang yg sudah berobat padanya merasa puas karena terlepas dari penyakitnya.

Dia adalah pak Joko (nama samaran ) umur 43 tahun. Memintaku datang kerumahnya hari selasa malam setelah aku curhat padanya 2 hari sebelumnya, menurut beliau aku ada kelainan dan masih bisa disembuhkan. Yg saat itu aku sangat mempercayai beliau. Dan saking percayanya dan sangat ingin sembuh dari kelainan yg dia katakan pada diriku, hingga akhirnya aku menuruti semua perkataannya. Malam itu aku diobati dirumahnya tapi dengan mengikuti segala persyaratan yg sudah dia buat tetunya. Malam itu dlm ruang tertutup dan hanya kami berdua didlmnya, dia memintaku untuk melakukan teraphi dengan cara melakukan hubungan sex. Dia bilang dia ingin tau dan ingin lihat apakah aku bisa melakukannya dengan orang yg tidak sedang tidur. Dan ternyata malam itu, aku sama sekali tidak punya nafsu untuk melakukannya, aku tidak tertarik sama sekali. Maka pak Joko mengobati dengan cara dia sedang tertidur, dia bilang hanya dengan begitu bisa mengobatiku.

Malam itu dia tertidur setelah 5 menit baca-baca mantra yg aku tidak tau samasekali apa yg dia ucapkan. Dia memintaku menunggu setelah 5 menit dia pejamkan mata, dan saat itu dia tertidur didepanku diatas tempat tidur dlm ruangan dirumahnya sendiri. Dia tidur hanya dengan memakai sarung tanpa celana dlm. Setelah kupastikan dia tertidur dlm 5 menit, maka aku melakukan seperti yg aku lakukan pada papaku. Aku lakukan tanpa dia mengetahuinya, tapi dia bilang dia mengetahuinya dlm mimpi tidurnya. Dan semakin lama aku semakin ragu padanya, aku merasa sia-sia dan tidak ada perubahan pada diriku. Setelah selama sebulan melakukan teraphi seperti itu tiap malam, akhirnya aku gak mau lagi diminta datang kerumahnya tiap malam. Aku sadar kalo diriku sepertinya gak bisa sembuh dibuatnya, dan malah penderitaan yg kurasa karena harus melakukan itu padanya tiap malam, walaupun dia sedang tertidur.

Semua yg kulakukan ini tidak pernah kuceritakan pada teman-temanku, dan aku selalu menyimpan rahasia ini dari teman-temanku. Sekarang terserah orang mau bilang apa tentang diriku, yg pasti aku melakukannya bukan karena haus sex, aku hanya tidak bisa kalo lihat papaku sedang tertidur dlm keadaan bugil. Dan aku juga inginkan kesembuhan pada diriku, dan aku samasekali tidak mengharapkan hal sperti ini dlm hidupku, walau aku tau sukar bagiku untuk terlepas dari kelainan ini. aku juga tau semua kita yg hidup pasti punya masa lalu…dan semoga pengalaman buruk ini bisa menjadi pelajaran bagi gadis yg masih remaja, yg merasa dirinya kurang pergaulan seperti diriku. Silahkan tinggalkan saran dan koment anda…yg mungkin punya pengalaman untuk buat solusinya…karena hingga saa ini aku masih tetap melakukannya pada papaku dan dia juga tidak pernah tau sampai saat ini…

Cerita Sex – Nemenin Kakak Ku Yang Cantik..

Ridwan sedang asyik bermain didekat rumahnya, anak smp kelas 1 itu tampak gembira sekali dihari libur itu dia bisa bermain bersama temannya. Ridwan memilih bermain diluar karena dirumahnya memang sepi sekali.

Sampai siang itu anak smp itu bermain bersama temannya, lalu tampak seseorang datang menemuinya.

“Dek, ayo pulang…”,

“Ada apa kak? Ridwan masih main…”, ternyata itu kak Indri, kakak kandung Ridwan.

“Udah sini, ayo pulang…” tangan Ridwan ditarik, kini anak smp itu sudah dalam perjalanan kerumahnya.

“Napa sih kak?”,

“Temeninkakak, dirumah sepi tau…”,

“Udah gede masih takut ya sendiri dirumah?”,

“udah, kamu ini….” Ridwan dielus kepalanya,

kak Indrimemang cewek yg cukup cantik, Ridwan jarang bersama kakaknya itu kecuali memang sedang liburan, karena Kak Indrisibuk kuliah diluar kota.

“Mama papa kemana sih kak?” Sesaat setelah masuk rumah Ridwan sudah ingin keluar lagi, “Hei, kemana? Udah kamu dirumah aja”,

“Ngapain dirumah kak?”,

“Main apa gitu, pokoknya gak boleh ninggalin kakak” Lalu kak Indrimasuk kekamarnya, Ridwan masih bingung harus melakukan apa dirumah.

Ridwan lalu pergi kedapur, dan memilih untuk makan siang. Beberapa menit setelah itu ia menemui kak Indridikamarnya. Tampak kak Indrisedang tidur dikasurnya, sambil memeluk boneka pisang. Ridwan sempat terdiam, anak smp itu baru tau kakaknya itu cukup mulus pahanya.

Karena hanya memakai Tanktop dan hotpants saja, Ridwan bisa melihat kemolekan tubuh kakaknya itu. Ridwan lalu melihat beberapa buku didekat kasur itu, tampaknya buku kuliah kak Indri. Saat ia buka, tampak tulisan kak Indri cukup rapi dan bagus, makin dibuka terus, tulisan didalam buku itu tampak bukan hanya berisi pelajaran ataupun tugas kuliah saja. Ridwan menemukan ada cerita dibagian belakang buku itu. Saat dibaca, ternyata cerita itu adalah cerita SEX, bukan main kagetnya anak smp itu.

Setelah melihat kakaknya masih tidur, Ridwan memilih membaca cerita SEX itu lebih lanjut. Ridwan mengetahui cerita itu memang asing baginya, namun entah kenapa ia sangat tertarik. Cerita seks dibuku kak Indri menceritakan bagaimana seorang cewek sedang disetubuhi oleh laki laki idamannya.

Beberapa menit itu Ridwan terus membaca, dan tentu bocah smp itu terlihat melongo. Ridwan merasa K0ntolnya itu tegak didalam celananya, jarang jarang anak smp bisa merasakan sensasi itu. Setelah selesai membaca, Ridwan tau bagaimana laki laki menyetubuhi perempuan. Setelah itu ia mengembalikan buku itu ketempatnya, lalu mencoba mendekati kak Indri. Ridwan tertarik dengan tubuh kakaknya itu, apalagi setelah membaca cerita sex.

“Kak, bangun kak, udah ditemenin malah tidur”, anak smp itu memegang paha kakaknya yg mulus lalu digoyang pelan pelan.

“hhhmm, aku ngantuk dek”,

“Ya sudah adek tinggal keluar”,

“Jangan, huuh, kamu disini aja…”,

“Kalau gitu Ridwan tidur bareng kak Indriaja…”,

“Ya udah sana…hmmm” Kak Indrimasih menutup matanya sambil berbicara kepada Ridwan.

Ridwan lalu melompat kekasur itu, kini ia ada disebelah kak Indriyg sibuk tidur. Ridwan yg sudah terangsang segera memeluk kakaknya dari belakang.

“hmm..adek…ngapain sih?”,

“udah, tidur aja kak…” Kak Indritenang tenang saja, karena memang yg memeluknya itu adeknya sendiri, tapi ia tak tau adeknya itu sudah terangsang.

Tangan Ridwan memeluk kak Indri, Ridwan merasa tubuh kakaknya itu cukup mempesona, anak smp itu mencium wangi tubuh kak Indri. K0ntolnya yg tegak itu ditubrukan kepunggung kakaknya sendiri. Beberapa menit itu tak terdengar suara, Ridwan sedang terdiam memeluk kakaknya yg cantik dan mulus itu. Ridwan meraih Boneka pisang yg dipeluk kak Indridan melemparnya keluar kasur.

Kak Indriyg masih tertidur itu tentu terganggu, cewek itu lalu berputar dan menghadap Ridwan. Sekarang wajah cantik kak Indribisa dipandangi sepuasnya oleh Ridwan. Hembusan nafasnya membuat Ridwan makin terangsang. Tangan anak smp itu lalu perlahan turun, dankini berada dipaha mulus kak Indri. Ridwan lalu mengelus elus paha itu, sambil menatap kearaha buah dada kak Indriyg tertutup tanktop putih. Anak smp itu geleng geleng merasakan sensasi yg belum pernah ia rasakan.

“Deek…hmmm…nakal ya kamu..hmm” Kak Indriyg masih menutup matanya itu lalu merangkul adiknya seperti boneka pisang tadi.

Sontak Ridwan kaget, Buah dada kakaknya itu kini ada tepat didepan wajahnya. K0ntol anak smp itu berdenyut denyut diatas selangkangan kak Indriyg mengangkat kakinya memeluk Ridwan.

Buah dada kak Indritdk dibiarkan saja, Ridwan menempel kan wajahnya kebenda bundar kenyal itu, anak smp itu kini menikmati keindahan buah dada kakaknya sendiri. Ia menggelengkan kepalanya perlahan, membuat buah dada kak Indribergerak mengelus wajah Ridwan. Tangan anak smp itu lalu berpindah, Ridwan memberanikan diri memegang buah dada kak Indridengan tangannya.

Kakaknya itu memang tdk bereaksi,tapi tubuhnya tdk bisa bohong, nafas kak Indriterasa makin cepat memanaskan adegan itu. Ridwan memasukkan tangannya ketanktop kak Indri, lalu meraih kedua buah dada kenyal itu. Ridwan merasakan betapa kenyal dan mulus buah dada kakaknya itu.

Ridwan tiba tiba merasakan ada yg ingin keluar dari k0ntolnya, anak smp itu lalu meninggalkan kakaknya dan keluar dari kamar. Ridwan lalu menuju kamar mandi, dan segera membuka celananya, cruut cruut, K0ntol anak smp itu menumpahkan cairan putih. Ridwan baru pertama kali merasakan sensasi yg belum pernah dialaminya. Setelah itu ia memilih kembali menemui kak Indriyg tidur dikamarnya. Namun setelah ia tiba dikamar itu, ia melihat kak Indrisedang duduk dengan cantiknya.

“Dek, hayo dari mana?” Ridwan cukup bingung, entah bagaimana ia harus menjelaskan.

“Anu kak, dari kamar mandi…”,

“Tadi kamu apain toketku? Hmmm?” Tentu Ridwan kaget setengah mati mendengar ucapan kakaknya itu.

“Aduh, itu, anu…maaf kak..aku..”,

“heheh, pinter juga kamu ya dek, sini sini” Ridwan lalu mendekati kakaknya, anak smp itu menunduk malu.

Ridwan jadi kaget lagi setelah tiba tiba kak Indrimembuka celananya, dan meraih k0ntolnya yg masih basah.

“Kak, aduh, kok…”,

“Udah basah aja kamu dek, karena tadi kamu udah nakal, kakak mau kasih hukuman…ammmfg” Kak Indrimalah memasukkan k0ntol adiknya itu kemulutnya! Tentu Ridwan cukup kaget, entah kenapa k0ntolnya tegak lagi, anak smp itu merasakan lidah kak Indrisedang asyik menjilati k0ntol kecilnya.

“aauuh, kak, burungku kan kotor, kok di emut? Uuuh”,

“mmm…mmm…mmm…Diem dek…mmm…hukumannya enak kan? mmm..mmm” Kepala kak Indribergerak naik turun, cewek itu mengulum k0ntol adiknya sendiri seperti sudah terbiasa.

Beberapa menit itu Ridwan hanya berdiri, ia merem melek merasakan k0ntolnya diemut kakaknya sendiri yg memang mempesona. cerita sex

Cret creet creett, Ridwan lagi lagi mengeluarkan cairan putih, namun sekarang didalam mulut kakaknya sendiri.

“mmm…gleegh…mmm…udah keluar aja kamu dek”,

“Kok ditelan kak? Kan itu…”,

“Enak loh, kan kakak udah sering nelan cairan itu, hehe” Ridwan baru tau kakaknya itu sering menikmati k0ntol laki laki.

Kak Indrilalu melepas semua pakaiannya, tentu Ridwan makin kaget.

“Kak mau mandi ya?”,

“Ndak lah dek, kakak udah gak tahan, kamu sih tadi pake mainin toket aku…” Tampak Buah dada kak Indriyg dihiasi Puting coklat itu membuat Ridwan menelan ludah.

Kak Indriyg mulus nan cantik itu kini naik keatas kasur sambil telanjang, K0ntol anak smp itu sudah berdiri lagi. Ridwan lalu mendekati kak Indri, tampak kakaknya itu sedang mengelus elus bibir vaginanya dengan tangan mulus itu.

“Kak, lagi ngapain sih?”,

“vaginaku gatel, gara gara aksi kamu… Eh sini dek, kamu elus vagina ku ya…” Tangan anak smp itu ditarik, lalu jari jari kecilnya kini menyentuh bibir vagina kak Indri.

Cewek sange itu lalu menggerakkan jari jari tangan Ridwan, dan mengelus vaginanya. Ridwan masih melongo, melihat vagina kakaknya sendiri mulai terbuka.

“Dek, mmmf…oooh…mainin sendiri gih…uuuf…masak gak bisa…” Ridwan lalu dengan sendirinya memasukkan dua jarinya kedalam lubang senggama itu, ia merasakan hangat dan basahnya lubang itu.

Ia gerakkan jarinya dengan cepat,

“Aaaahn…mmmf…geli dek…mmmf” Tangan kanan Ridwan memang sibuk mengobok obok vagina kakaknya, tangan kirinya segera meraih buah dada kenyal yg menggemaskan itu.

“Kak, kakak kok cantik banget sih, hehe” Ridwan lalu meremas buah dada kakaknya itu, ia sangat senang sekarang bisa bersama kakaknya diadegan panas itu.

“mmm…oooh…dek, kamu lepas pakaian kamu cepet…” Ridwan lalu secepat kilat melepas pakaian, Kini anak smp itu sudah telanjang, ia segera mendekati kakaknya itu.

“Kita mau main apa nih kak?” Ridwan sudah tau apa yg akan terjadi, ia sudah siap menerapkan apa yg sudah ia baca dicerita seks dibuku kak Indri. Ridwan lalu naik keatas tubuh kakaknya yg mulus itu,

“Dasar kamu dek, untung kakakmu ini udah pengalaman, Kamu musti puasin kakak ya…ummm” Kini adik kakak itu sedang bercumbu, mereka berciuman layaknya tak menghiraukan status.

Ridwan merasakan lidah kakaknya itu bergerak, tentu ia segera membalas.

Entah bagaimana Ridwan dan kakaknya sekarang makin hebat menikmati sensasi itu.

“mmm…cup…mmm…kontol kamu dek…mmm…”,

“mm…maaf kak…hehe…mmm..cup” K0ntol anak smp itu berdenyut denyut diselangkangan kak Indri.

Tangan Ridwan sibuk mengelus tubuh kakaknya yg mulus itu.

“Dek…mmmf…kayak udah pernah main sama cewek aja…kamu…mmmf…mmm” Ridwan berhenti mencium bibir kakaknya, lalu ia menciumi buah dada kenyal itu, ia juga menjilati puting coklat kak Indriyg sudah mengeras.

“Aaaahn…mmf…hebat kamu dek…mmmf” Lidahnya tak berhenti disitu saja, Ridwan lalu menjilati perut kakaknya itu, lalu semakin turun, dan anak smp itu menjilati bagian atas selangkangan kak Indri.

“mmm…mmm…kakak enak banget buat dijilat ya…mmm” cewek itu hanya terus mendesah karena ulah adiknya itu.

Ridwan sudah memuncak, vagina kak Indriyg basah sudah tak bisa dibiarkan olehnya. K0ntol anak smp itu lalu ditempel kan dibibir vagina kak Indri.

“kak, boleh kan aku masukin kedalem?”,

“mmm…uuuh… boleh kok dek…Puasin kakak ya…Aaaahn!” K0ntol Ridwan sudah masuk, kini vagina kak Indriyg basah mulai berdenyut karena k0ntol Ridwan didalamnya.

“oooh, enak banget kak, hangat dan nikmat ya didalem…uuuh” Ridwan merem melek merasakan sensasi pertamanyab menikmati vagina perempuan.

Anak smp itu lalu bergerak maju mundur perlahan, membuat k0ntolnya keluar masuk lubang senggama itu. Kini Hubungan sedarah itu makin menggairahkan saja.

“Aaaah…mmmf…uuuh…sssh…dek…oooh” Meski sudah tak perawan, vagina kak Indriterasa masih rapat menghimpit k0ntol Ridwan yg bergerak.

Ridwan makin semangat, gerakan k0ntolnya dipercepat. Ridwan memelu kakaknya itu, k0ntolnya tetap maju mundur menyodok vagina kak Indri.

“Aaaah…aaah…sssh…dek…mmmf….mantep de…Aaah” Buah dada kak Indrimenempel erat pada Ridwan karena pelukan itu, yg bergerak dengan cepat hanya k0ntol anak smp itu, bersama suara khas tabrakan tubuh pasangan sedarah itu.

Tak terhitung waktu Ridwan terus menyodok vagina kakaknya sendiri, tentu ia tak pernah berfikir untuk menyetubuhi kakaknya yg cantik dan menggairahkan itu.

“Kak, k0ntol Ridwan mau keluar itu lagi…” Kak Indrilalu menyuruh Ridwan berdiri, k0ntol anak smp itu sudah lepas dari lubangnya.

Kak Indrilalu meraih k0ntol tegak adeknya itu,

“Sini, biar kakak selesaikan…ummm” K0ntol Ridwan dilahap oleh kak Indri, dengan cepat k0ntol itu dikulum naik turun,

beberapa saat kemudian,

Creet creeet creeet, Sperma Ridwan tumpah lagi dimulut kak Indri.

“ooogh..mmm…slruuup…mmm…uhuk uhuk…mmm…Banyak banget yg barusan dek…mmm” Kak Indrilalu menghabiskan sperma dimulutnya, dan juga menjilati sisanya dikepala k0ntol Ridwan.

“Kak, kakak suka banget deh sama cairan itu kayaknya…”,

“Iya dong, kamu masih kuat gak?”,

“Kalo kakak mau, Ridwan keluarin lagi, tapi aku mau masuk nyodok vaginamu lagi kak ya…”,

“Dasar kamu, Ayo sini, Kita main sampai puas, hehehe…” Adik dan kakak itu makin mesrah, Mereka melanjutkan hubungan seks sedarah mereka.

Ridwan kembali menyetubuhi kakaknya sampai puas menyemburkan sperma, dan tentu sampai kak Indripuas menelan habis sperma Ridwan.

Mulai dari itu, kini setiap minggu, setelah kuliah dikota, kak Indripulang kerumah dan tentu bersetubuh lagi dengan adiknya. Meski mereka kakak dan adik, Persetubuhan mereka lebih tampak seperti pasangan seks yg sudah sering bercinta.

Cerita Sex – Di Hotel Maksiat..

Pucuk di Cinta ulam pun tiba, artinya mendapatkan sesuatu yg lebih daripada apa yg diharapkan / dicita-citakan. Mungkin pribahasa ini tdk cocok untuk mengungkapkan keadaan saya sampai saat ini, pasalnya, Mama kandungku yg melahirkanku 20 tahun lalu yg selalu memberikan kasih sayangnya kepadaku sebagai anak kandung satu-satunya, kini berubah menjadi kasih sayang seorang isteri. sangat setia melayaniku dan bersama sama selalu mengarungi bahtera birahi kisah cinta anak manusia.

Sepeninggal Ayahku setahun yg lalu, beliau mengambil alih perusahaannya, dan sangat sibuk dengan kegiatan kantor atau pertemuan para relasi. Sebagai Direktur Utama perusahaan multi Nasional , Mama terbilang sangat Cantik Seksi dan masih sangat muda 38 tahun dan sering memberikan ceramah pengalaman manajemen pada salah satu perusahaan kaliber internasional , Mama harus berpenampilan prima , Mama membutuhkan sentuhan profesional perancang mode dan kecantikan yg bertaraf internasional pula, terpaksa saya sebagai anak kesayangannya harus mengantarnya ke salon dan butik.

Sebenarnya Mama tanpa makeup , secara alamiah sudah sangat cantik, seksi dan anggun dan begitu kena sentuhan make-up menambah kesempurnaannya membuat siapa saja pasti ingin memilikinya. Begitu juga selalu saya diminta mengantar Mama apabila ada acara diluar jam kerja. Entah apa sebabnya tdk mau diantar oleh supir pribadinya. Ternyata Mama membutuhkan pendamping diacara tersebut. Setiap kali saya mengantar Mama keacara semacamnya, mata para maneger muda selalu saja tertuju kepada Mama, mereka kagum atas penampilan Mama yg sangat Anggun dan Cantik. seakan akan ciptaan Tuhan yg ada didepan matanya adalah yg paling sempurna.

Acara semacam ini berulang-ulang dan pada suatu ketika karena acara baru selesai larut malam dan diluar kota pula kurang lebih 3 jam perjalanan kerumah, maka Mama menawarkan untuk checking disalah satu hotel berbintang 5 karena ,melihat kondisin saya yg sangat kelelahan dan cuaca malam hari yg kurang bersahabat , angin kencang dan hujan akan turun deras.

“Mama !!,Ar masih sanggup bawa mobil kok, lagian gak enak sekamar dengan Mama ” ,

“Ar !, Siapa bilang kita harus sekamar, Kamu kelihatan capek banget lho, dan sekali-kali kita referesing diluar rumah” kata Mama singkat yg tdk boleh dibantah,

” Oke deh Mama Direkturku… yg cantik !!!” jawabku menggoda ,

”Betul Ar ???, Mama masih Cantik kah ??”,

” Ia donk Ma !!,cantiiiiiikkk sekali bak bidadari dari kahygan” kataku sesuai kenyataan, memang kuakui mamaku masih sangat cantik, Mama tersenyum bahagia dan bangga, mungkin ini adalah kelemahan semua wanita

” Besok , Mama akan berikan hadiah Istimewa buat kamu Ar !!”

Kami Checking disalah satu hotel berbintang 5, karena week End, semua kamar terisi kecuali 1 kamar terbilang super VIP dengan tarif paling mahal. No Problem bagi seorang direktur yg sukses seperti Mama, sambil mengeluarkan kartu kreditnya untuk digesek sebagai jaminan pembayaran 1 Malam.

Kami berdua kekamar dan diantar oleh 2 orang petugas hotel dan yg satunya langsung membukakan pintu kamar seraya berkata

” Selamat menikmati pelayanan hotel kami, semoga Bapak dan Ibu senang dan berbahagia , silahkan beristirahat”, Mama hanya tersenyum manis sambil melirik kepadaku.

Sepeninggal petugas hotel tersebut, saya langsung menutup kembali pintu kamar

” Kayaknya petugas hotel tadi menygka kita berdua suami isteri ya Ma !!”,

” Ia lah..karena semua kamar penuh kecuali yg ini terpaksa Mama berbohong, walaupun tadi Mama registrasi sebagai suami isteri, tapi kamu tetap anak mama dan jangan macam-macam ya !!!”kata Mama bercanda, namun kata-kata ini membuat fikiran dan khayalanku melanglang tak karuan

” Anak tdk akan macam-macam, mama !!, tetapi tanggapan mereka tadi pasti berasumsi lain”,

“biarin aja” kata mama singkat sambil berusaha membuka semua pakaiannya.

Dibalik Kebaya Modern yg lagi ngetop dan sangat transparans , mama menggunakan kaos sutra sangat tipis ,halus dan transparan yg mempunyai motif batik, seakan akan bersatu dengan kulit mama dan secara kasak-mata seperti mencetak tatto seluruh tubuhnya,

”Ar tolong bukain korset mama ini”, spontan saya menuju Mama dan berusaha membuka korset yg menutupi separuh bagian bawah kedua buah dadanya , mencetak perut mama sangat ramping dan menutupi bagian atas pinggangnya, kulepas perlahan-lahan korset tersebut dari belakang.

Wow…tubuh Mama sangat sempurna mulai dari ujung ranbut yg megurai selewat bahu,wajah yg cantik , manis , mata dengan sinar yg cerah alami diatapi Lentik bulu mata yg indah,hidung mancung kemerahan, bibir tipis , basah , memerah merekah, dagu yg menggelantungan memberikan kesempurnaan seorang wanita.

sewaktu kaitan Korset mama hampir terlepas semua , pikirankau mulai melayg-layg alias menghayal , walaupun mama tdk menggunakan korset tetapi cetakan tubuh mama sangat sempurna, pinggang yg melekuk ,meliuk diserta bokong yg padat dengan perut yg ramping serta didinding yg masih kencang putih bersih tanpa noda,seakan akan saya tak pernah dikandungnya , menyggah bidang dada tempat buah dada Mama yg masih mencuat menonjol kedepan yg menambah kesempurnaannya.

Secara refleks terucaplah kata-katu

” wow …tubuh mama sangat indah dan seksi melebihi tubuh anak perawan “, tiba-tiba mama membalikkan tubuhnya yg setengah telanjang sambil menutupi kedua buah dadanya dengan lengan kanannya,

“Ar ngomong apa tadi kamu sayang ???” tanya mama sambil tersenyum,

” Ah..Mama!! pura-pura aja, Ar cuma bilang , seandainya saya tdk lahir dari dalam perut ini ,sambil memegang perut mama yg sangat mulus,

“saya bersedia jadi ,,, jadi…”,

“jangan kurang ajar kamu Ar”, kata mama dengan muka agak kemerahan ,

” Cepat ambilkan Handuk di Kamar Mandi,untuk salin pakaian mama “,

“Ambil sendiri donk Ma !!!” jawabku singkat,

” dasar anak malas” mama langsung membuka seluruh pakaiannya kecuali CD berbentuk segi tiga yg sangat tipis dan transparans ,hanya dapat menutupi sebagian lubang dan bibir memek Mama dan secepat bayi berlari kecil kearah kamar mandi.

Melirik Mama dalam keadaan seperti itu, membuat jantungkungku berdetak kencang dan entah kenapa Yuniorkupun ikutan kagum dan tegang, pikiranku makin melayg-layg dan kotor. Mama Mandi agak kelamaan , hampir dua jam lamanya, dan untuk mencegah agar pikiran ini tdk bertambah kotor, kubuka bajuku dan berbaring di sofa dan secara acak kuraih satu majalah yg disiapkan diatas meja ,Pucuk diCinta ulam pun tiba ,

Majalah yg kuraih adalah Majalah Mode , setiap lembarnya kubuka dan hampir semuanya berisi halaman cewek cantik dengan berbagai Mode , dan diselingi tulisan Trik bercinta dengan berbagai model . dan selalu saja kubandingkan dengan kecantikan mama, kayaknya sih tdk ada cewek cantik di majalah ini yg dapat manyaingi kecantikan Mama, Kubaca trik bercinta dan entah kenapa Kubayangkan saya dan mama bercinta seperti digambar majalah itu , tak terasa yuniorku makin tegang, dan sangking seriusnya saya tdk tau kehadiran mama persis disampingku ,tiba tiba mama muncul sambil mengenakan baju handuk, mengecup keningku

” giliran kamu mandi Ar” dan mama meraih dan melihat artikel tersebut, sempat juga terlihat wajah mama tertegun ,kemerah2an namun rasa Kaget dan malu-ku ketahuan Mama membaca artikel tersebut membuatku terbang langsung ke kamar mandi tanpa mengcapkan sepatah-katapun.

Sewaktu saya hendak mulai membersihkan diri, tiba2 ,saya melihat CD Mama yg sangat tipis dan transparans tergantung di balik pintu kamar mandi, artinya Mama sekarang dalam kondisi telanjang bulat dan hanya mengenakan baju handuk yg disiapkan oleh hotel, tak terasa kuraba yuniorku yg kembali menegang…., khayalanku makin kotor dan akhirnya setelah selesai mandi , saya pun meninggalkan semua pakaianku di kamar mandi, alias telanjang bulat dan hanya menggunakan Baju mandi seperti yg mama gunakan.

Perlahan-lahan kuhampiri mama yg sedang duduk setengah berbaring di sofa sambil membuka lembar majalah Mode

” Ar !! Duduk didekat mama sayang”, saya pun mengikut saja, duduk disamping mama dan mama merubah posisinya untuk duduk bersandar di bahuku, Bau harum rambut dan tubuh mama sangat lembut, tdk sadar kulirik buah dada mama dibalik baju mandi-nya, Buah dada yg sangat menonjol dan mencuat bertahta puting kecil yg kemerahan.

Ingin rasanya aku meramas gund daging yg sangat merangsang itu,

”Marah-kah mama seandainya kuraba buah dadanya yg pernah menyusuiku sewaktu masih bayi ??” tanyaku dalam hati, tiba2 mama membuka halaman majalah dimana model yg sangat cantik dan seksi

“Ar, mana cantik model ini dibandingkan mama “,

” Mama sayang !!!, dibandingkan dengan Mamaku, belum ada artinya Model -model yg ada di dalam majalah ini” kataku singkat,

mama tampaknya sangat senang dan secara acak lagi membuka lembaran lainnya , nygkut di lembar trik bercinta dengan segala model pilihannya,begitu tampak gambar sepasang kekasih yg berciuman dengan model X ,mama langsung menutupnya dan menyimpannya diatas meja,

” Kenapa ditutup ma!!”,

“Mama teringat sama Bapakmu”, kata mama sedikit bersedih.

Kulihat Mama terdiam dan dengan maksud menghiburnya , Kuraih dan kupeluk tubuh mama, sambil membelai rambut dikeningnya, kudekatkan wajahku ke wajahnya

“Bolehkah Ar mencium mama ??”. tanyaku perlahan – lahan dan sedikit gugup,

“Boleh Ar, tetapi dikening aja ya sayang!!!”, kutatap mata mama yg lembut dan membutuhkan kasih sayang

” tetapi Kalau di-bibir boleh juga kan??”, kataku sambil menarik bibir bawahnya sehingga nampak gigi putih bersih dan teratur rapi yg menghiasi mulut mama yg imut.

“jangan di bibir Ar!!, ntar Mama teransang” kata mama sambil menutup kedua matanya ,

secara tdk sengaja mama mengungkapkan rahasia bercintanya dan tempat yg sangat sensitf,

” Hadiah yg mama janjikan esok hari, Ar !! tdk mau, Ar hanya minta mencium Mama dibir hanya sekali ini aja ya mam!!”, selang beberapa saat mama terdiam lalu menjawabnya

”boleh Ar, tetapi jangan dengan nafsu ya!”, dengan tdk membuang kesempatan emas ini,

perlahan lahan kutarik wajah mama lebih dekat dan akhirnya kuciumlah bibir mama , awalnya mama menutup rapat kedua bibirnya, tetapi dengan upaya menggigit pelan sambil menarik bibir bawahnya , akhirnya mulut mama sedikit terbuka dan kesempatan ini tdk kusia-siakan, kusedot lidah mama, mula2 mama tampak panik dan mungkin tdk menygka bahwa anak kandungnya berani menciumnya dibir plus menyedot lidahnya , wajah mama kemerah2an dan berupaya untuk melepaskan ciumanku , tetapi karena kedua sisi wajahnya tertahan dengan tanganku dan pelukanku makin erat dan mama pun pasrah akhirnya ikut membalasnya, dan kami-pun saling menyedot dan lidah saling menggelitik dan air liur kamipun saling bercampur.

Nafas Mama mulai tersendat-sendat, entah karena terhalang sewaktu kami berciuman atau mungkin pengaruh nafsu mama yg telah padam setahun lamanya , mulai kembali membakar birahinya , perlahan lahan kulepas ciumannya, dan kujilat kedua bibirnya, tiba2 mama menangkap lidahku dengan mulutnya dan menyedotnya..kembali wow…kini mama semakin aktif, suatu kenikmatan dari mama yg belum pernah kurasakan selama ini.

saya tdk ingin kenikmatan ini berlangsung begitu cepat , mungkin perasaan mama juga seperti itu, perlahan lahan tangan kiriku mulai menjalar dibalik baju handuk-nya langsung ke gundukan kedua buah dadanya yg juga mulai kenyal dan menegang, mama tdk mencegahnya, malah mama merubah posinya, tanpa melepaskan ciumannya , mama duduk diatas selangkanku, sambil memegang kedua sisi wajahku , akar ciauman kami tdk terlepas.

Kalau Mama konsentrasi pada ciumannya , saya pun mulai konsentrasi dibagian lain, perlahan-lahan kulepas elusan pada buanh dadanya , menelusuri kebawah bahagian pinggang terus kebawah belakan , kutarik bokongnya agar lebih merapat keselangkangku, Yuniorku entah kapan sudah sangat tegang, membesar maksimal dan mengeras, namun terjepit terhalang dengan baju handukku, kusingkap dan kini yuniorku berhadapan langsung dengan memek Mama tanpa hambatan.

Clup.., owww, yuniorku dengan mudahnya tergelincir masuk kelubang memek mama yg mulai licin berlendir tetapi hangat sampai kedasarnya, Tubuh mama bergetar , Memek mama mulai bereaksi menjepit ditambah goyangan bokong mama yg naik turun, menyebabkan yuniorku makin kelelap dan memberontak mengaduk biru mengeluarkan suara clup…clup…chessss dan erangan mama awww..ohhh..

Lama…lama sekali kami berciuman , bersetubuh menikmati hangatnya nafsu birahi..diatas sova dengan posisi mama duduk diatas selangkangku, mama mulai orgasme, makin binal tdk terkendali, sayapun makin kesurupan…hanya teriakan teriakan kecil dari kami berdua mengaun di kamar hotel…dan sebelum kami berada dipuncak birahi tiba2 mama menghentikan kegiatanya… melepaskan ciumannya.., namun yuniorku masih tetap berkubang di-memek mama, Mama terdiam

” Kok jadinya begini Ar!!?, awalnya… cuma minta cium… akhirnya…. setubuhi Mama “kata mama terputus-putus,

“Maaf Mama, habis mama sih cantik dan seksi”, mama hanya tersenyum manis dengan wajah yg diliputi keringat birahi ” Udah terlanjur, Anggaplah suatu kecelakaan Ar!!…” tanpa memberi kesempatan mama menyelesaikan kata2nya…kulepas semua pakaian yg menutupi tubuhku, mama pun aktif melepas pakaiannya …dan akhirnya kami pun telanjang bulat

Melihat keadaan mama telanjang bulat dan siap untuk melanjutkan permainan birahi kami, kugendong mama dengan posisi tetap yuniorku melekat dalam memek mama, ku onjok2 naik turun tubuh mama yg mungil, membuat mama histeris tak karuan…melupakan segala-galanya bahwa yg setubuhinya sekarang adalah anak kandungnya…, dan kayaknya mama tdk tahan lagi…dan mama tdk mau tau…apa yg telah terjadi

” Ar !!! Mama tdk tahan lagi …ow…ah…Baringkan mama sayang…owwwwwww “,

“Ar juga tdk tahan…maaaaaaaaaaaaaa”, akhirnya kami berdua mencapai puncaknya dalam posisi berdiri….., suatu kenikmatan yg sangat dahsat…dan akhirnya kami merasakan lelehan air mani yg tercampur dengan keringat merambat diantara dua selangkan kami, lemas dan perlahan lahan saya bawa mama ke pembaringan tanpa merubah posisi ,dipembaringan mama terlentang dan saya menelungkup diatas tubuhnya, pelukan kami makin erat dan mulut kami masih berciuman..menikmati birahi yg masih tersisa.

Saya terbangun agak siang dan mama masih tertidur dengan tenangnya disampingku, menindih setengah tubuhku bagian kanan, dengan pahanya diselipkan diantara kedua pahaku. Sejak kemarin tugasku kini telah bertambah selain tugas menjaga dan melindungi Mama Kandungku juga mungkin Mama membebankan tugas tambahan menggantikan fungsi Papa sebagai suaminya …, mudah2an tdk ada penyesalan mama setelah saya setubuhi semalam dan itu sangat…sangat Saya harapkan……

Tugas yg menurut hukum alam, sangat tabu..tetepi itupun terjadi karena kehendak alam, mama dalam keadaan terpaksa membawaku menembus batas ketabuan berturut turut sampai dengan tengah malam tadi , tugas dan pekerjaan yg sangat melelahkan tetapi juga sangat mengasyikkan.

Menurut Mama waktu awal perkawinannya 20 tahun yg lalau , papa hanya mampu melakukan tugasnya paling banyak 2-3 kali dalam sehari semalam ..tetapi saya menyetubuhi mama tiga kali hanya semalam..dan mama menikmatinya.., itu kata mama tengah malam sebelum mama tertidur pulas untuk dibangunkan dini hari agar tdk kesiangan

Kulirik mama yg masih tertidur lelap ,kusingkap anak rambut yg menutupi wajahnya dan dengan sedikit cuitan halus dibirnya.., menyebabkan mama bereaksi dengan menggeser tubuhnya makin rapat ketubuhku dan mengencangkan pelukannya.

”selamat siang Ma!! bisikku lirih disamping telingannya”,

“emmm” balas mama dengan manjanya namun masih malas membuka matanya..,

Kusempurnakan pelukan mama dengan menarik tubuhnya keatas tubuhku sehingga mama seutuhnya tertelungkup diatas tubuhku.., Mama masih tetap menutup matanya hanya reaksi selangkangnya dilebarkan memberikan kesempatan kepada pionku berhadapan langsung dengan bibir liang memeknya…, kehangatan permukaan bibir memek mama menjalar kebatang pionku menyebabkan dengan sedikit hentakan serta tekanan bokong mama..clup…kepala penisku yg kesekian kalinya berkubang diliang memeknya..yg hangat , nakal menyedot dan menjepit…

Merasa hangat dan terjepit, batang pionku menggelinjat diliang memek mama dan kepalanya terbentur sampai kedasar liang, kutau bahwa mama telah sadar sepenuhnya , ia mempermainkan pionku dengan otot memeknya, kuraih wajah mama dan mengecup bibirnya, mama masih malas membuka matanya tetapi sangat agresif membalas dan menyedot ciumanku…,

kembali erangan lirih dari mama sambil menggoyangkan pinggulnya dan mengencangkan otot didnding memeknya… mengimbangi geraygan seluruh tubuhku.., tdk puas dengan itu, kudorong tubuh mama yg menindihku , kulomot puting buah dadanya bergantian, mama makin menarik tubuhku sampai terduduk dan mama mengambil posisi duduk dengan melipat betisnya kebelakan duduk persis diatas selangkangku, serta menarik kepalaku agar lebih merapat kedadanya agar bebas bergantian mengisap kedua buah dadanya,

posisi inilah yg sepertinya mama paling suka yg selalu memberikan kesempatan untuk dijilati mulai dari batang lehernya, turun sampai kedua buah dadanya sambil memompaka bokongnya agar pionku makin mencapai dasar memeknya…dan akhirnya mamapun mengeluarkan teriakan histeris , meregang , kurasakan tubuh mama telah diliputi keringat halus berbau birahi..berbaur dengan ludahku yg menjilati hampir seluruh tubuhnya dan satu hentakan yg nikmat , achh..aouhhhwww kami berdua terdiam…membisu….

Kira2 5 menit kemudian , mama membuka matanya

“Selamat siang sayang” kata mama menjawab salamku yg kuucapkan 1 jam lalu,

“emm, mungkin Ar tdk sanggup selamanya membangunkan mama dengan cara seperti ini” kataku memulai memecahkan suasana surutnya badai birahi ..,

”siapa yg mengharuskan kamu selamanya??” kata mama ketus yg dibuat2,

“bukan kah mama yg mengatakannya setelah saya setubuhi mama yg ketiga kalinya semalam??”,

“Mama cuma bilang bahwa kamu dapat dalam separo malam dedangkan papamu dalam sehari semalam” jawab mama masih tetap ketus , hening sejenak lalu mama meraih Aipon dan menghubungi restoran

“Tolong diantarkan sarapan pagi berdua dengan suamiku dan sekalian pesanan Anggur M” lalu mama melirik kepadaku “itukan hanya sandiwara sayang”..,

“tapi yg kita lakukan kan bukan sandiwara Ma!!’,

“Betul sayang, Kamu menyetubuhi mama entah sudah beberapa kali itulah suatu kenyataan, tetapi Status kamu sebagai suami mama itu hanya sandiwara dan hanya di Hotel ini”,

“Apa bedanya ma!!, sandiwara ini dengan kenyataan yg kita sudah alami” tanyaku bingung,

“Goblok amat kamu Ar!!, Kamu telah berhasil meyetubui mama karena jebakanmu yg sangat lihai dan mungkin hanya sekali ini saja , dan sandiwara akan usai sepeninggal kita dari Hotel ini karena mama merasa sangat terhina bila menjadikan kamu Suami Mama yg sebenarnya, kamu adalah tetap anak Mama” kata mama menjelaskan,

“Kenapa tdk boleh ma !!, Anak memperisteri Mamanya” kataku sambil meraih tubuh mama yg masih telanjang kembali menindih tubuhku,

“Tugas suami selain menyetubuhi Isterinya dia juga harus memberi keturunan melalui isterinya” Kata mama lebih lembut sambil merapatkan buah dadanya kedadaku serta menggesekan pahanya ke pionku yg mulai mengeras lagi…, merasakan pionku mulai kencang…

”kok pion ini gak mau tidur ya!!’ kata mama tertawa kecil sambil mengocok perlahan lahan pionku yg makin membesar., ransangan mama membuatku makin berani bertanya

“Kenapa Anak tdk boleh memberi keturunan melalui mamanya” sambil memegang kedua sisi pinggul mama untuk mengarahkan memeknya ke Pionku yg telah keras dan membesar maksimal…

Tok..tok….terdengar ketukan pintu, saya langsung membukaan pintu setelah melilitkan handuk dipinggangku, Petugas restoran masuk membawa sarapan kami dan dua botol anggur sambil menyodorkan billnya, Mama hanya mengacungkan dan memberikan Credit Cardnya kepada petugas tanpa melihat jumlah harga yg tertera, sipetugas bergegas meninggalkan kamar setelah menerina CCnya mama, beberapa saat kemudian petugas kembali membawa struk yg harus di tt oleh mama, setelah itu saya kembali menghampiri mama , tetapi mama menolak secara halus

” Sebaiknya kita sarapan dulu ya sayang”,

“Tapi kita kan belum mandi Ma” kataku,

“Kalau begitu gendong mama ke kamar mandi , ntar mandi bareng”, kata mama sambil tersenyum manis…,

hmm senyum itu yg selalu menggodaku.., tanpa kata2 ..kugendong mama yg masih telanjang bulat masuk kekamar mandi’………

Dikamar mandipun kami menggunakan kesempatan bersetubuh dengan mama , kami saling bergantian melumuri cabun cair dan menggosoknya yg paling asik sewaktu menggosok bagian buah dada mama dan turun kebagian selangkangnya demikian pula mama , sangat senang membersihkan pionku..kadang kadang sampai berulang ulang melumuri sabun cair , kemudian mengkocoknya..sekalian mempermainkan kepala pionku..,

sewaktu saya membersihkan leher mama, tiba2 tiba mama menatapku dan saya pun menatpnya…mama tersenyum dan kulomot bibir itu , kami berpelukan sambil mengusahakan pion ini masuk kedalam memek mamam, hanya saja karena tinggi tubuh kami sedikit ada perbedaann maka mama terpaksa saya usahakan dengan sedikit menjongkok dan mama menjinjing, namun usaha ini sepertinya agak sulit dan akhirnya mama meminta untuk digendong ,agar pionku lebih dapat masuk kedasar memeknya, kuenjot enjot tubuh mama naik turun yg mungil dalam gendongan..mama makin kesurupan…,

sewaktu mendekati orgasmus …kusedot putingnya dan mama berteriak ouwwww jangan..dilepas Ar…, akhirnya kami berdua orgasmes dalam posisi berdiri…, kuturunkan perlahan lahan mama dan kupindahkan kebak air dan kudukan diatas selanggkangku…, dibak inipun kami berdua bermain lama sekali…saling bertatap muka..saling berbagi kasih sayang dan kenikmatan birahi…dan hampir 2 jam kami bercumbu dikamar mandi dan akhirnya kami keluar..masih dalam keadaan telanjang bulat , langsung mendekati meja makan yg telah disiapkan sarapan untuk kami berdua.

Diatas meja telah tersedia Hanburger dan Pizza serta minuman analcolici dan aperitivo sepertinya semua masakan ala italia serta telur setengah matang 6 butir dan telur mentah 4 butir diserta sebotol kecil madu asli dan 2 botol besar Win bermerek perancis , mungkin inilah yg disebut Anggur Bulan Madu pesanan Mama , sarapan ini biasa untuk kami cuma setelah saya lirik struknya sebesar $1,100.00, yg mahal adalah Anggur tersebut per botolnya..,

” Tau juga ya!!, petugas restoran tentang kebutuhan energi penghuninya” sahut mama dengan mulai mencicipi Pizza yg dihidangkan,

“untuk kamu Ar , habisin aja 10 butir telur ini mengganti energy kamu yg terkuras selama ini” sambung mama melirik kepadaku,

“Mama donk yg butuhkan energy yg banyak, karena mama kelihatan kecapaian” sambungku bercanda..,

” tuh liat punyamu..baru aja diceritain energynya ..udah ngacung minta dikeloni..” kata mama membalas sambil menunjuk kepionku yg ngacung salah tingkah…

”oww..pantasan, pion yg berurat kaya gini membuat mama bisa ketagiahan ” sambung mama sambil memegang dan memeriksa urat urat yg telah menegang dipermukaan batang pionku,

” Ma !! bilang aja kalo mama pingin..lagi” kataku sambil melihat reaksi Mama, dan mama hanya tersenyum manis… aiii…, “sini donk ma!!, duduk diselangkang Ar..sambil sarapan”, sambil menelan sisa piza yg ada dimulutnya,

mama mendekati kursiku dan dengan sedikit melebarkan bibir memeknnya langsung meraup pionku dan memasukkan kedalam liang memeknya…ouwww…achhh…selanjutnya mama menggantung dileherku dan berusaha menciumku dan merebut Pizza yg ada dimulutku dengan mulutnya…, baca cerita sex lainya di seksigo.com

” enak ya Ma!!”, kataku, emm owwwhhh Kedua duanya enak dan nikmat Ar , yg diatas dan yg dibawah”,

“kalau yg ini ma!!” kataku sambil menjilat dan menyedot puting teteknya,

” semuanya …nikmaattt Achhh” sambut mama sambil mulai memainkan pinggulnya..,

“Pelan2 aja ma!!, banyak waktu sayang…” kataku memperingati mama agar jangan terlalu cepat orgasme kemudian saya mengambil minuman Aperitivo dan menyodorkannya , mama meneguknya hampir setengahnya.

Kami sarapan sambil bercanda dan bersetubuh…tdk sampai setengah..sarapan kami habiskan, mama pun tdk bisa lagi mengendalikan birahinya…, kembali mama berteriak histeris…dan tubuh kami menegang..bareng…, mama merasakan kenikmatan semprotan maniku kedalam memeknya dan sayapun merasakan kehangatan lendir dan jepitan memek mama yg berdenyut…, mama terdiam lemas, tersenyum bahagia dalam pelukanku diatas selangkangku ….

Kami beristirahat dilobi kamar yg view panorama pegunungan…sambil menikmati sinar mentari pagi yg mulai meninggi mama bersandar manja didadaku…dengan pakaian setengah lengkap alias belum sempurna, hanya menggunakan BH merah maron.. yg kekecilan menopang Buah Dadanya yg cukup besar.

Kuraba dan meremas buah dada itu…,dan perlahan lalahan kumasukan jari tanganku untuk mempelintir putingnya…mama kegelian…sampil menarik tanganku makin merapat ke buah dadanya….

Birahiku mulai membakarnya namun tiba2 mama berdiri….,

”Ar kita balik sekarang.., takutnya kita kemalaman lagi mengikuti kemauanmu..” kata mama tegas seperti bila memberi instruksi pada bawahannya di kantor…

Beberapa saat Kemudian, kami bergegas meninggalkan hotel yg penuh romantis………

Cerita Sex – Mimpi Yg Sungguh Sempurna..

Siang itu udara cukup panas ketika aku berbaring disamping ibuku. Ibu hanya memakai sarung renda untuk menutupi tubuhnya. Sepertinya ia gerah kepanasan. Sarung batik yg dipakainya terlihat pendek di tubuhnya, sehingga tubuhnya tak tertutup dgn sempurna. Sarung kecil yg dipakainya hanya menutupi bagian payudara hingga pangkal pahanya saja selebihnya terbuka lepas.

Pemandangan itu memancing birahiku. Entah setan dari mana yg menggoda, seketika pikiran kotor memenuhi otakku. Padahal selama ini tdk pernah terniat dihatiku untuk kurang ajar kepadanya, karena aku begitu menghormati beliau. Penisku langsung ereksi menatap pahanya yg gempal, pangkal payudaranya yg sekal membuatku kerongkonganku terasa kering.

Aku jadi teringat cerita sex persetubuhan antara ibu dan anak kandung yg pernah kubaca diinternet, hal itu semakin membuatku terobsesi untuk menyetubuhinya. Otakkupun berpikir bagaimana cara untuk memulainya. Tak menunggu lebih lama, dgn sedikit kolokan kupeluk tubuhnya.

“bun ..?“ pangilku manja, sambil mempererat pelukanku.

“ada apa sayang … ? “ selanya seraya menatapku,

“mau nenen ya … ? ” candanya sambil mengelus-elus rambutku.

“hmmmmm iya bun … pengen nenen… selaku manja. tak membuang kesempatan langsung kutarik sarung yg menutupi payudaranya.

Cerita dewasa terbaru, Ternyata ia tak memakai Bra waktu itu. Sehingga payudaranya yg sekal terpampang didepanku. Walaupun sdh sedikit turun namun itu tak mengurangi napsuku. Sementara itu ibuku hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuanku, dalam pikirannya apa yg aku lakukan tak lebih dari kemanjaan seorang anak pada ibunya.

“ neteklah…. Ngak ada airnya jg …”ujarnya.

Tanpa pikir panjang lagi, langsung kuhisap payudara ibuku, tangan kiriku meremas payudaranya yg satunya. Kuhisap dan kujilati pentilnya dan kuciumi bongkahan payudaranya. Ia hanya geleng-geleng kepala melihat ulahku.

“nggak puas ya dulu netek waktu kecil …? ” tanyanya.

“udah lupa bun sama rasanya” jawabku parau.

Napasku memburu menahan birahi. Tak terasa tubuhku kini sdh minindih tubuhnya.

Cukup lama aku mengghisap payudaranya, ia mulai gelisah beberapakali ia merobah posisi tubuhnya. Tampak ia mulai tdk nyaman kalau tdk boleh dikatakan terangsang dgn kenakalanku.

“sdh nak, sdh!!, Udah puaskan …?, nanti ayahmu pulang”ujarnya seraya memintaku turun dari atas tubuhnya.

Namun birahi telah membuatku gelap mata, aku nekat menyetubuhinya saat itu.

“ aku ingin ini bun …“ ucapku terbata. tanganku menyentuh nonoknya dari balik sarung yg dipakainya. Jujur saat itu aku takut sekali kalau beliau akan marah besar padaku. Tp perkiraanku meleset …

Ia memang sedikit kanget ketika tanganku menyentuh nonoknya, Namun tak berusaha menjauhkan tanganku dari atas sana.

“ huss … Jangan nak, sadar ini ibu lho …” selanya.

Melihat ia tak marah dgn kenakalanku, membuatku semakin nekat, aku semakin berani mengelus-elus nonoknya.

“aku pengen nyobain ini bun … Ucapku bergetar. Aku mencoba merangsangnya dgn kembali menciumi payudaranya, dgn penuh napsu kuhisap-hisap pentilnya membuat ia mendesah-desan kegelian.

“udah nak… udah!” ucap ibuku.

Namun walaupun begitu sedikitpun tak ada usaha dari ibuku untuk menghentikan aksiku.

Dgn satu tangan kuturunkan boxerku dan kuangkat sarungnya lebih ke atas sehingga nonoknya terpampang tepat didepan penisku. Ternyata ia jg tdk memakai CD dibalik sarungnya. Nonoknya begitu indah kulihat, mungkin karna baru kali ini aku melihat nonok wanita secara langsung, bulu-bulu halur terlihat menghiasi permukaan nonoknya, dibagian bawahnya terlihat belahan berwarna merah gelap mengkilap karna memang nonok ibuku sdh basah ketika itu. tanpa menunggu lama ku arahkan penisku kecelah nonok ibuku yg basah.

“ Jangan nak … jangan!” cegah ibuku, tangannya berusaha menahan penisku untuk tak memasuki nonok nya.

Namun usahanya terlambat sdh, dgn sedikit menahan tangannya, kutekan penisku ke dalam nonoknya. Nonoknya yg telah basah dan licin memudahkan penisku memasukinya, liang dimana dulu aku pernah tempati selama kurang lebih 9 bulan. Liang dimana dulu aku dibentuk.

Bleeesss …

“Oh … Bunnn … “ desahku merasakan hangatnya liang nonoknya dipenisku.

“Ahhh … nak … “ pekiknya, ketika merasakan penisku menerobos memasukinya.

“ Indah baget bun … ohhhc nikmat baget … “ racauku. Kudekap erat tubuhnya, kutekan penisku sedalam mungkin sehingga terbenam kedasar rahimnya. Kudiamkan beberapa saat disana, menikmati hangatnya rahim ibuku.

“ Kenapa kau lakukan ini pada ibu …? tannyanya“. Ini dosa nak!!” tegasnya.

“Maafkan aku bun, aku sayang bunda … ”selaku.

Cukup lama hening dalam keadaan seperti itu, ada rasa sesal dihatiku. Namun semua sdh terlanjur, apa boleh buat. Terlanjur basah mandi saja sekalian pikirku saat itu. Ditambah nikmatnya cengkraman liang nonoknya dipenisku membuatku nekat menuntaskan permainan itu.

“Maafkan aku bun, aku mengaku salah … tp semua sdh terlanjur, izinkan aku melakukan ini sekali saja …” pintaku terbata.

“ Ya sdhlah semua sdh terlanjur jg … puaskan dirimu” jawannya pasrah seraya mengelus-elus punggungku.

Dgn penuh napsu kugenjot penisku keluar masuk diliang nonoknya, kuciumi payudaranya dgn rakus, kumainin pentilnya dgn lidahku. lama-kelamaan ibuku yg semula diam saja, mulai terpancing napsunya karena ulahku. Akupun semakin bersemangat menyetubuhinya.

“Ahhh nak … ahhh, ssttt Goyang yg cepat sayang …”pintanya.

Dgn napsu dirangkuhnya kepalaku dan diciuminya bibirku dgn panas. Bibir kami menyatu saling hisap, sementara pinggulnya berputar liar menyambut sodokan penisku diliang nonoknya.

Blesss… creett… Bleesss… creettt… ahh … ahhhc, stttttc Irama mesum memenuhi ruangan mengiringi kocokan penisku dinonoknya. Cukup lama kami bersetubuh, beberapa kali ia mengejang melepaskan orgaismenya. Beruntung sekali ayahku blm pulang ketika itu.

“ Oh nak… bunda lemas … penismu gede baget, lebih gede dari punya ayahmu, puas banget …”, racaunya.

“ Nonok bunda jg nikmaatt banget … “selaku.

“Kamu nakal … masa ibu sendiri dikentotin” ujarnya.

“tp bunda sukakan …?”tanyaku tak mau kalah. Dia hanya tersenyum “Dasar anak nakal” ujarnya sembari mencubit hidungku.

“Nikmat sayang …?” tanyanya. “nikmat … bun … da … rahim bunda nikmat baget …”, bisikku sambil terus menggerakkan penisku keluar masuk dinonoknya. “ dulu kamu keluar dari situ sayang”, selanya.

“ Justru itu bun … aku ingin masuk lagi kesana … oohh nikmat baget nonok bunda“ racauku.

“ Ohhh ssttt, aku mau keluaarr bun … oohhhh ini nikmat bageet…” desahku bergetar.

Aku semakin mempercepat kocokan penisku dinonoknya.

“Keluarkan sayang … Puaskan dirimu ” Selanya sembari melingkarkan kakinya dipinggulku.

“Keluarkan dimana bun … udah ga tahan … Ohhhh… sssttt oooohhhhssttthhh” Kurasakan sesuatu yg nikmat mengumpul diujung penisku.

“Di dalam saja sayang, Sirami rahim bunda dgn benihmu … buntingi bundah …” racaunya mesum membuat gairahku semakin membuncah-buncah. Sementara pinggulnya semakin cepat berputar-putar menyambut goyangan penisku, sepertinya ia ingin memeras seluruh maniku untuk memenuhi rahimnya.

“Ooohhhh bun …ohhhhh … aku sampai …” creett… creettt… creett … spermaku membuncah memasuki ramihnya. Aku menekan penisku sedalam mungkin ke dalam rahimnya.

“Ohhh … hangat sayang, tekan yg kuat, ibu ingin punya anak darimu … ”racaunya.

Lalu kami terkulai lemas.

“Terima kasih bun … ini indah sekali …” ucapku sambil mengecup bibirnya. Ia membalas kecupanku dgn mesra.

“Nikmat sayang……?” tanyanya.

“Nikmat banget bun … kapan-kapan boleh lagikan bun …?” tanyaku.

Dia hanya tersenyum,

“Anak nakal, ibu sendiri dikentotin”jawabnya serawa mecubit keras pipiku.

Aku menjerit kesakitan dan ketika itulah tersentak dari tidurku, Astaufirullah..!!! Aku bermimpi. Mimpi bersetubuh dgn ibuku kandungku sendiri, pikirku.

Tubuhku berkeringat, tempat tidurku acak-acakan, kurasakan penisku basah dan lengket. Terbayang kembali mimpi itu diingatanku, terasa ingin kuulangi mimpi indah itu dan aku tersenyum memikirkannya, menyetubuhi ibuku kandungku sendiri. Terima kasih tuhan engkau telah memberikanku mimpi yg begitu sempurna. Mimpi yg tak akan pernah ada dalam kenyataan.